<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; press release</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/tag/press-release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 04:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Reaktor Nuklir AP1000 China, Pertama di Dunia</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/07/reaktor-nuklir-ap1000-china-pertama-di-dunia/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/07/reaktor-nuklir-ap1000-china-pertama-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 01:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>
		<category><![CDATA[products]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1983</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama kali di dunia yang berbasis pada teknologi reaktor AP1000 dari U.S. Westinghouse Electric diumumkan oleh China pada bulan April 2009 kemarin. Pembangunan yang dimulai dengan menuangkan 5200 meter kubik semen di pulau nuklir Sanmen provinsi Zhejiang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1984" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/07/china-AP1000-majarimagazine.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1984" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/07/china-AP1000-majarimagazine-150x150.jpg" alt="china-AP1000-majarimagazine" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Pembangunan reaktor Nuklir di China</p></div>
<p>Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama kali di dunia yang berbasis pada teknologi reaktor AP1000 dari U.S. Westinghouse Electric diumumkan oleh China pada bulan April 2009 kemarin. Pembangunan yang dimulai dengan menuangkan 5200 meter kubik semen di pulau nuklir Sanmen provinsi Zhejiang. Dua unit plant akan dibangun dalam tiga tahap, dan reaktor pertama akan memulai operasi pada tahun 2013 kemudian dilanjutkan reaktor kedua pada 2014.</p>
<p>Selama berlangsungnya pengerjaan untuk dua unit reaktor tersebut, China juga akan mulai membangun dua lagi reaktor nuknir berbasis AP1000 di lokasi Haiyang provinsi Shandong, sebagaimana kontrak yang telah ditandatangani antara Westinghouse dengan State Nuclear Power Technology Pwer Corp (SNPTC) China.</p>
<p>Diluar empat unit reaktor yang sedang dibangun, sekarang negara tersebut telah memiliki total 11 unit pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang beroperasi. Tiga unit reakor diantaranya menggunakan teknologi dalam negri, dua unit menggunakan teknologi Russia, empat unit dengan teknologi dari Perancis dan sisanya menggunakan desain dari Kanada. Atas dasar pemenuhan kebutuhan dari permintaan yang terus meningkan dan kekhawatiran dari isu pemanasan global akhir-akhir ini, China sudah mulai mempercepat pembagunan plant nuklirnya hingga mencapai 60 GW pada tahun 2020.</p>
<div id="attachment_1985" class="wp-caption aligncenter" style="width: 248px"><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/07/ap1000-reactor.jpg"><img class="size-medium wp-image-1985" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/07/ap1000-reactor-238x300.jpg" alt="Bagan reaktor AP1000" width="238" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Bagan reaktor AP1000</p></div>
<p>Walaupun negara tersebut menggunakan berbagai macam desain reaktor nuklir, AP1000 akan menjadi pemain utama dalam desain reaknot ini, menurut SNPTC. Empat buah reaktor yang sedang dibangun sekarang, menggunakan &#8220;self-reliance program&#8221; dari China sendiri. Hal ini berarti negara tersebut sepenuhnya mempercayakan teknologi AP1000 berdasarkan kemajuan teknologi dalam negri. Untuk lebih jauh lagi, China akan membangun reaktor AP1000 secara masal atas kuasa SNPTC. Untuk pembangunan di pulau Sanmen misalnya, SNPTC menharapkan pembangunan enam unit lagi reaktor nuklir.</p>
<p>Penuangan semen di Sanmen untuk reaktor China generasi ketiga juga menjadi batu loncatan utama bagi Westinghouse Electric. Toshiba Corp. (dibeli oleh Westnghouse pada tahun 2006) yang menjadi suplier reaktor pressurezed water pertama di dunia pada tahun 1957 untuk plant di Shippingport. Pa., dan sekarang teknologi perusahaan ini menjadi basis hampir setengah dari jumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia, termasuk penggunaan 60 persen teknologinya di U.S. Akan tetapi benerasi baru dari reaktor tersebut tidak terlihat sesukses generasi sebelumnya. Dan AP1000 hanyalah satu-satunya desain yang disertifikasi oleh Komisi Peraturan Nuklir (NRC) U.S. Faktanya Empat buah reaktor AP1000 tahun 2007 China seharga 5,3 Milyar U.S. Dollar merupakan reaktor pertama dari Westinghouse sejak tahun 1987.</p>
<p>Perhatian kepada desain AP1000 kini mulai meningkat. Di U.S., Westinghouse dengan AP1000nya telah menjadi teknologi pilihan dari sekitar 14 unit plant baru, termasuk enam unit yang telah ditandatangani kontraknya oleh perusahaan tersebut. Dilain pihak, UK yang persiapan plant nuklir generasi barunya menarik minat berbagai perusahaan di seluruh Eropa, kini sedang mengurus sertifikasi hanya untuk dua desain reaktor barunya. Yang pertama UK-EPR yang didesain oleh AREVA dan Electricite de France; dan desain lainnya menggunakan AP1000.</p>
<p>Sumber:<br />
Power Magazine, vol.153 2009</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1983&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/07/reaktor-nuklir-ap1000-china-pertama-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Kabel Superkonduktor Terpanjang Di Dunia</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/07/korea-selatan-membangun-sistem-kabel-superkonduktor-terpanjang-didunia/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/07/korea-selatan-membangun-sistem-kabel-superkonduktor-terpanjang-didunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 00:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1980</guid>
		<description><![CDATA[Korea Selatan mulai menginstalasikan kabel listrik superkonduktor di dekat kota Seoul pada pertengahan tahun 2010. Kabel tersebut akan digunakan pada sistem kabel 22,9 kV sebagai bagian dari jaringan listrik komersial dan akan mencapai 50 mil serta mampu menghantarkan listrik sebanyak 50 MW.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1981" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-1981" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/07/superconductor-majarimagazine-150x150.jpg" alt="superconductor-majarimagazine" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Kabel Superkonduktor</p></div>
<p>Korea Selatan mulai menginstal kabel distribusi listrik superkonduktor di dekat kota Seoul pada pertengahan tahun 2010. Bulan April kemarin, perusahaan kabel raksasa negara tersebut, LS Cable mulai memesan superkonduktor 344 sepanjang 50 miles dengan jenis second-generation high-temperature superconductors (HTS) dari American Superconduktor Corp (AMSC). Rencananya kabel tersebut akan digunakan pada sistem kabel 22,9 kV sebagai bagian dari jaringan penghantar listrik komersial Korea Electric Power Corp (KEPCO). Sistem kabel ini akan mencapai panjang 50 mil dan mampu menghantarkan listrik sebanyak 50 MW.</p>
<p>&#8220;Sebagaimana kasus di berbagai negara di seluruh dunia, permintaan kebutuhan listrik korea juga meningkat tajam dan kami mengandalkan berbagai sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,&#8221; kata Kim Ssang-su, CEO KEPCO. &#8220;Dengan kemampuan mereka membawa energi listrik dalam jumlah besar, kita akan melihat sesuatu yang menjanjikan dari teknologi kabel superkonduktor ini dan menanti penginstalan sistem pertamanya.&#8221;</p>
<p>Sebuah kabel yang dibuat dari kawat HTS didalamnya dapat menghantarkan listrik mencapai 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan jumlah listrik yang dapat dihantarkan oleh kabel tembaga dengan diameter yang sama. Dengan mengganti kabel tembaga dengan kabel HTS dan dengan memanfaatkan jaringan terowongan bawah tanah yang sudah ada, suatu kota akan mendapatkan kepadatan arus listrik yang lebih tahan lama dan jaringan listrik yang lebih terjaga keamanannya tanpa menggali jalan-jalan kota. Superkonduktor 344 dari AMSC yang mulai diproduksi tahun 2007 ini memiliki sebuah fitur yang mampu mengurangi biaya produksinya, menurut keterangan perusahaan tersebut.</p>
<p>Korea selatan telah melakukan pengembangan dan komersialisasi sistem superkonduktor beberapa tahun, dengan menghabiskan biaya tidak kurang dari 100 juta U.S. Dollar pada program yang diberi nama Development of Advanced Power Systems by Applied Superconductivity technologies (DAPAS). Selama tahun 2006 dan 2007, negara tersebut melakukan berbagai percobaan sistem kabel superkonduktor pada panjang 30 meter dan 100 meter untuk jenis kabel superkonduktor 22,9 kV menggunakan kawat HTS generasi pertama AMSC.  Instalasi kabel di Korea Selatan ini akan mengikuti beberapa pengaturan kabel superkonduktor menyesuaikan pada jaringan listrik U.S.</p>
<p>Pemegang rekor dunia untuk pertama kalinya menggunakan sistem superkonduktor ini adalah Long Island, U.S. pada bulan April 2008. Sistem kabel 138 kV sekarang sudah menjadi bagian sistem permanen penghantar listrik utama Long Island Power Authority (LIPA). Pada kapasitas penuh, sistem kabel LIPA dapat menghantarkan listrik mencapai 574  MW. Proyek superkonduktor lain kini sedang direncanakan untuk kota Mahattan, N.Y., dengan mendapat dana bantuan dari Department of Homeland Security U.S.</p>
<p>Sumber:<br />
Power Magazine, vol.153 2009</p>
<pre>Info tambahan: <a href="http://www.submag.com/sub/pw" target="_blank">Klik disini untuk berlangganan Power Magazine</a></pre>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1980&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/07/korea-selatan-membangun-sistem-kabel-superkonduktor-terpanjang-didunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zero Energy Building</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/06/zero-energy-building/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/06/zero-energy-building/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 02:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[global]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>
		<category><![CDATA[students]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1877</guid>
		<description><![CDATA[SD Jean-Louis di Perancis, sekolah ini adalah sekolah pertama yang mampu memproduksi energi dengan jumlah yang sama dengan energi yang sekolah tersebut konsumsi. Dengan kata lain, sebuah sekolah "Zero Energy", dimana para siswanya juga dididik betapa pentingnya melindungi planet kita ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1878" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-1878" href="http://majarimagazine.com/2009/06/zero-energy-building/zerocarbonschool-majarimagazine/"><img class="size-thumbnail wp-image-1878" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/06/zerocarbonschool-majarimagazine-150x150.jpg" alt="Zero Carbon School" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Jean-Louis Elementary- Zero Carbon School</p></div>
<p>Sebuah bangunan yang berbeda dari biasanya, mungkin itu kesan pertama bagi orang yang melihat sekolah SD <em>Jean-Louis</em> di Perancis. Sekolah ini adalah sekolah pertama yang mampu memproduksi energi dengan jumlah yang sama dengan energi yang sekolah tersebut konsumsi. Dengan kata lain, sebuah sekolah &#8220;<em>Zero Energy</em>&#8220;, dimana para siswanya juga dididik betapa pentingnya melindungi planet kita ini.</p>
<h3>Back-to-school tahun 2007</h3>
<p>Konstruksi dimulai pada tahun 2005, sekolah yang mendapatkan penghargaan pemenang pertama pada kategori &#8220;<em>Enviromental Quality of Construction</em>&#8221;  pada acara tahunan Enviromental Awards ke 10 Perancis tahun 2006, memakan biaya total 7 milyar Euro. Hasilnya, bangunan bertingkat 2 dengan 5 ruang kelas TK dan 7 ruang kelas SD dibuka tepat waktu sebelum tahun ajaran 2007-2008. Didalam sekolah yang memiliki luas fasilitas 3000 meter persegi, terdapat taman bermain seluas 800 meter persegi dan lahan untuk menanam berbagai sayuran dan buah. Sekolah ini juga mendapatkan penghargaan pertama pada kategori &#8220;<em>Enviromental Policy &#8211; Clean Energy</em>&#8221; pada acara Oxygen Awards bulan November 2006.</p>
<h3>Inovasi ide pembuatan bangunan</h3>
<p>Konsep utama dibalik pembuatan sekolah ini adalah untuk menciptakan bangunan yang dapat memproduksi energi sebanyak atau mungkin lebih dari energi yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut selama beroperasi.  Sekolah ini didesain agar menghadap matahari pada saat musim dingin, untuk mendapatkan panas yang cukup sebagai pengganti penghangat ruangan. Untuk  mengurangi penggunaan lampu penerangan, lorong dan ruang kelasdi lantai atas dilengkapi dengan dinding dan lantai kaca, dan sekolah tersebut juga menggunakan banyak jendela besar untuk memaksimalkan penggunaan cahaya penerangan alam. Sebagai tambahan, sebanyak 650 meter persegi panel surya digunakan pada atap dan gerbang sekolah tersebut.</p>
<p>Walaupun demikian, lokasi yang berada pada pinggiran kota paris membuat sekolah ini tidak dapat bergantung sepenuhnya pada radiasi matahari dimusim dingin. Maka dari itu,digunakan double  flux system yang menakjubkan untuk mengembalikan panas dari udara sekitar, sebelum panas tersebut lolos keluar. <em>Space heating</em>, digunakan dengan cara mengekstrak aliran air tanah pada kedalaman 70 meter dibawah sekolah tersebut.</p>
<p>Tentu saja, disini air-lah yang memainkan peranan penting. Sekolah ini memiliki tanah permeable yang melapisi, sehingga aliran air tanah akan terisi kembali setiap kali hujan. Bagian atas dari bangunan sekolah ditutupi dengan tumbuh-tumbuhan, didesain untuk mengisolasi bangunan dan memperlambat penguapan air hujan. Setelah di <em>recovery</em>, sebagian air digunakan untuk berkebun. Pada akhirnya, tiga perempat dari air panas digunakan untuk kamar mandi dan toilet, dengan pemanas yang berasal dari 30 meter persegi panel surya di atap gedung.</p>
<h3>Siswa yang <em>Eco-educated</em></h3>
<p>Sekolah ini tidak hanya bergantung pada teknologinya dalam mengimbangi kebutuhan enegi. Konsumsi energi juga bergantung pada kebiasaan penghuni sekolah. Untuk menghindari penggunaan kendaraan bermotor di sekitar sekolah, sebuah &#8220;<em>walking bus</em>&#8221; diletakkan disuatu tempat untuk semua siswa  yang berangkat kesekolah jalan kaki. Diperpustakaan, sebuah layar TV plasma enampilkan secara real-time konsumsi elektrik dan produksi elektrik dari gedung sekolah ini, sehingga siswa mampu mengontrol &#8220;energi behaviour&#8221; mereka oleh mereka sendiri.</p>
<p>Sedikit konsumsi, hasilkan lebih &#8211; Sebuah tantangan untuk seluruh kota<br />
Sekolah ini mengkonsumsi setengah dari energi yang diperlukan oleh bangunan tradisional, tapi ini hanya sebagian kecil dari program besar yang dicanangkan dikota Limeil-Brévannes. Sebenarnya, program utamanya adalah dalam lima tahun untuk membangun distrik baru, &#8220;<em>Quartier des Temps Durables</em>&#8221; (&#8220;<em>The Sustainable Time Zone</em>&#8220;). Dengan lokasi di bekas lahan kosong industri, area tersebut akan mengutamakan pengembangan ketahanan dan standar ecological.</p>
<p>Sebuah contoh yang baik untuk diterapkan.</p>
<blockquote><p>Sumber:<br />
Disadur dari <a href="http://www.planete-energies.com" target="_blank">planete-energies.com</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1877&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/06/zero-energy-building/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>American Institute of Chemical Engineers</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/04/american-institute-of-chemical-engineers/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/04/american-institute-of-chemical-engineers/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 02:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Picks]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[students]]></category>
		<category><![CDATA[universities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1558</guid>
		<description><![CDATA[The only institution run by chemical engineers for chemical engineers. Founded in 1908 with more than 40,000 members from 93 countries until now. We can access information on recognized and promising chemical engineering processes and methods through knowledge gained from AIChE’s eLibrary.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1559" href="http://majarimagazine.com/2009/04/american-institute-of-chemical-engineers/aiche-majarimagazine/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1559" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/04/aiche-majarimagazine-150x150.gif" alt="aiche-majarimagazine" width="150" height="150" /></a>Good day, dearest reader..</p>
<p><strong>Majari Picks: Web-of-the-Month is <a href="http://www.aiche.org/">American Institute of Chemical Engineers</a></strong></p>
<p>Today, if you&#8217;re thinking about a Chemical Engineering professional organization, the word AIChE should pop up on your mind. As far as I know, AIChe is the world&#8217;s leading organization for chemical engineering professionals. The only institution run by chemical engineers for chemical engineers. Founded in 1908 with more than 40,000 members from 93 countries until now.</p>
<p>As a member, we can access information on recognized and promising chemical engineering processes and methods through knowledge gained from AIChE’s eLibrary. Connecting with a global network of intelligent, resourceful colleagues and their shared wisdom. Find learning opportunities from recognized authorities. We can also views their latest chemical engineering news on CEP publication.</p>
<p>Unfortunately, some of AIChe benefits like <a href="http://www.aiche.org/Students/Scholarships/index.aspx">scholarships</a>, <a href="http://www.aiche.org/Students/Awards/index.aspx">awards and competitions</a>, <a href="http://www.aiche.org/Students/Conferences/index.aspx">conference and events</a>, are only eligible for US citizen. But <a href="http://www.aiche.org/Students/Tools/index.aspx">tools</a>, <a href="http://www.aiche.org/CareerResources/">career resources</a>, <a href="http://www.aiche.org/students/tools/knovelam.aspx">eLibrary</a> and more are online worldwide available.</p>
<p>And favorite options from AIChe is their <strong>FREE</strong> <a href="http://www.aiche.org/JoinNow/">member registration</a> for both, students and professionals.</p>
<p>See you again later on Majari Picks!<br />
Salam Majari Kanayakan.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1558&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/04/american-institute-of-chemical-engineers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semen Penyerap CO2 Oleh British Engineer</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/penemuan-semen-penyerap-co2-oleh-british-engineer/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/02/penemuan-semen-penyerap-co2-oleh-british-engineer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 05:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[catalyst]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>
		<category><![CDATA[products]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1293</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan ini dapat menjadi salah satu cara untuk gas rumah kaca dari atmosfer kita. Sekarang, semen merupakan komoditas yang terbilang sangat besar, mencapai 2 milyar ton diproduksi tiap tahunnya diseluruh dunia, dan semen bertanggung jawab 5 persen dari emisi CO2 dunia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1302" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/semen-majarimagazine-300x201.jpg" alt="semen-majarimagazine" width="203" height="136" />Penemuan ini dapat menjadi salah satu cara untuk gas rumah kaca dari atmosfer kita. Sekarang, semen merupakan komoditas yang terbilang sangat besar, mencapai 2 milyar ton diproduksi tiap tahunnya diseluruh dunia, dan semen bertanggung jawab 5 persen dari emisi CO2 dunia. Hal yang sangat mengejutkan, pada tahun 2020 kebutuhan semen akan naik 50 persen dibanding tahun ini menurut <em>Agricole</em> sebuah Bank dari Prancis.</p>
<p>Pada proses pembuatan semen secara tradisional, semen menghasilkan gas rumah kaca dari proses pemanasannya dan proses memasak bahan baku seperti <em>limestone</em> (batu kapur). Pembakaran dan kebutuhan energi tersebut menghasilkan CO2. Dan sampai sekarang, belum ada orang yang mampu merubah fundamental pembuatan semen tersebut, hingga <em>Nikolaos Vlasopoulos</em> mengungkapkan hasil penelitiannya.</p>
<p>&#8220;Formula baru yang ramah lingkungan ini dapat merubah industri semen menjadi penyerap karbon yang baik,&#8221; kata kepala peneliti <em>Novacem</em> yang berbasis di London. Penelitian yang mendapat dukungan dari para pecinta lingkungan ini, menggunakan material berbeda untuk bahan dasar pembuatan semen. Novacem yang didirikan oleh Vlasopoulos dan rekan-rekannya di <a href="http://www3.imperial.ac.uk">Imperial College London</a> telah menarik perhatian perusahaan konstruksi besar seperti <a href="http://www.riotintominerals.com" target="_blank">Rio Tinto Minerals</a>, <a href="http://www.wspgroup.com" target="_blank">WSP Group</a> dan <a href="http://www.laingorourke.com" target="_blank">Laing O’Rourke</a>, dan banyak investor termasuk <a href="http://www.carbontrust.co.uk" target="_blank">Carbon Trust</a>.</p>
<p>Semen <em>Novacem</em> tersebut berbasis magnesium silikat dan tidak membutuhkan energi yang besar pada pemanasannya. Semen tersebut juga akan menyerap CO2 pada saat ia mengeras. Perusahaan ini pemulai Pilot Plant senilai £1.5m didanai oleh <a href="http://www.innovateuk.org" target="_blank">Technology Strategy Board</a>, sebuah badan milik pemerintah UK. Bila sema berjalan lancar, Vlasopoulos memperkirakan produk <em>Novacem</em> akan ada di pasaran dalam lima tahun lagi. &#8220;Di UK perubahan iklim ini memaksa kita untuk mengurangi emisi CO2 dan seluruh sektor harus berperan didalamnya. Industri konstruksi harus bertanggung jawat penuh atas pengaruh lingkungan yang disebabkan oleh industri itu sendiri.&#8221; dikatakan oleh Jonathan Essex, seorang civil engineer konsultan <a href="http://www.bioregional.com" target="_blank">Bioregional</a> yang juga duduk dalam panel kepedulian lingkungan untuk Institusi Civil Engineers. Bila Novacem dapat membuat semen mereka dengan harga yang kompetitif,m langkah selanjutnya adalah menggunakan energi terbarukan untuk tungku pemanas agar dapat mengurangi lagi emisi CO2-nya.</p>
<p>Menurut <em>Novacem</em>, peroduknya dapat menyerap sekitar 0,6 ton CO2 setiap ton semen. Dapat dibandingkan dengan emisi karbon 0,4 ton setiap pembuatan semen standar. Sebelumnya telah ada beberapa usaha untuk membuat semen yang lebih ramah lingkungan, ada yang menggunakan tambahan aggregate pada campuran konsentratnya sehingga menggunakan semen yang lebih sedikit, akan tetapi belum mampu mengatasi permasalahan utama emisi CO2 proses pembuatan semennya. Usaha lainnya adalah dengan membuat campuran polimer tapi tetap tidak berpengaruh besar pada pasar.</p>
<p>Pembicara dari Asosiasi Semen British mengungkapkan keraguannya pada berbagai penelitian laboratorium untuk semen-semen jenis baru dan permasalahannya. &#8220;Realitanya terdapat ketersedian geologis dan distribusi globan dari sumber daya alam yang sesuai, disandingkan dengan besarnya validasi yang dibutuhkan untuk memastikan kesesuaian tujuan, membuat semen-semen tersebut sangat tidak sesuai sebagai alternatif yang realistis bahan bangunan.&#8221;</p>
<p>Vlasopoulos merespon bahwa magnesium silikat banyak sekali terdapat di seluruh dunia, sekitar 10.000 milyar ton tersedia menurut beberapa perkiraan. &#8220;Sebagai tambahan, proses produksi semen ini adalah alamiah secara kimia, artinya semen ini dapat menggunakan berbagai produk samping industri yang terdapat magnesium didalamnya.&#8221; Ia percaya bahwa material ini cukup kuat untuk digunakan sebagai bahan bangunan, tetapi ia mengakui bahwa untuk mendapatkan lisensi kebenarah hal itu membutuhkan waktu beberapa tahun percobaan.</p>
<h3>Perbandingan: Semen Ecofriendly dengan Tradisional</h3>
<p>Semen standar, biasa diketahui dengan Portland cement, dibuat dengan cara memanaskan batu kapur (limestone) atau tanah liat (clay) pada temperatur sekitar 1.500 C. Dari proses ini, pembakaran bahan baku tersebut melepaskan 0,8 ton CO2 setiap ton semen yang diproduksi. Ketika dicampur dengan air untuk digunakan sebagai bahan bangunan, setiap ton semen dapat menyerap 0,4 ton CO2, tapi tetap saja keseluruhan proses menyisakan emisi karbon 0,4 ton setiap ton semen.</p>
<p>Semen Novacem, yang masih belum dipatenkan, menggunakan magnesium silikat sehingga tidak menghasilkan CO2 dari proses pembuatannya. Proses produksinya juga berjalan pada temperatur yang lebih rendah yakni 650 C. Hasil akhir menunjukkan bahwa semen Novacem menghasilkan emisi CO2 sebesar 0,5 ton setiap ton semen. Akan tetapi, dengan formula Novacem ini, semen mampu menyerap CO2 lebih banyak, sekitar 1,1 ton. Sehingga proses keseluruhannya adalah carbon negative, mampu menyerap 0,6 ton CO2 dari udara setiap ton semen yang digunakan.</p>
<blockquote><p>Sumber:<br />
<a href="http://www.guardian.co.uk/environment/network" target="_blank">Guardian Enviromental Network</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1293&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/02/penemuan-semen-penyerap-co2-oleh-british-engineer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi €22m UniEropa untuk Asia dan Afrika Bidang Energi Terbarukan</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/investasi-unieropa-untuk-asia-afrika-bidang-energi-terbarukan/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/02/investasi-unieropa-untuk-asia-afrika-bidang-energi-terbarukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 23:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[biomass]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[microhydro]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1140</guid>
		<description><![CDATA[Global Energy Efficiency and Renewable Energy Fund (GEEREF) telah didirikan oleh UniEropa telah menyutujui untuk membangun micro-hydropower dengan tahap awal investasi dengan total dana sebesar  €22m di wilayah benua Asia dan Afrika.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1139" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/01/unieropa_majarimagazine_africa-271x300.jpg" alt="unieropa_majarimagazine_africa" width="155" height="171" /><em>Global Energy Efficiency and Renewable Energy Fund (GEEREF)</em> telah didirikan oleh UniEropa telah menyutujui untuk membangun <em>micro-hydropower</em> dengan tahap awal investasi dengan total dana sebesar  €22m di wilayah benua Asia dan Afrika.</p>
<p>Komite investasi GEEREF telah memberikan tahap awal investasi pada dua badan investasi energi terbarukan. Investasi tersebut akn difokuskan pada proyek di gurun sahara wilayah Afrika utara dan  di India untuk bagian Asia.</p>
<p>Kedua dana tersebut akan diinvestasikan sesuai dengan kebutuhannya dan akan dipergunakan untuk pembangunan berbagai proyek energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga angin, mikro hydropower, reaktor methane dan biomass. &#8220;1,6 milyar penduduk bumi masih belum memiliki akses yang mencukupi pada pembangkit energi. Investasi GEEREF akan mempercepat penyampaian, pengembangan dan penyebaran teknologi ramah lingkugan sehingga dapat membantu memasok energi yang bersih dan aman pada negara-negara miskin di dunia.&#8221; kata Louis Michel, komisioner UniEropa untuk Pengembangan dan Kesejahteraan Manusia.</p>
<p>Pada tahun 2006, GEEREF telah melakukan hal yang sama untuk investasi dibidang energi terbarukan yang diikuti dengan pengembangan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan regionalnya. Dengan kerjasama berbagai pihak, GEEREF juga melakukan investasi lain pada proyek-proyek spesifik. Fokusnya akan tetap pada investasi dengan dana dibawah €10m. Akan tetapi kebijakan yang dilakukan GEEREF ini banyak dihiraukan oleh investor-investor pribadi dan institusi keuangan internasional.</p>
<p>Setelah mempertimbangkan hal tersebut, GEEREF akhirnya menginvestasikan dananya pada badan-badan keuangan seperti <em>African Caribbean and Pasific</em> (ACP) dan negara-negara Afrika utara, negara bukan UniEropa di kawasan Eropa, Amerika latin dan Asia. Bersama dengan UniEropa, Jerman dan Norwegia telah menyediakan dana sebesar €110m untuk GEEREF hingga akhir periode tahun 2011. Dengan pertimbangan ini, diharapkan investor-investor pribadi maupun publik dapat berdatangan.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1140&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/02/investasi-unieropa-untuk-asia-afrika-bidang-energi-terbarukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Tenaga Angin dan Air di UK Waterways</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/pemanfaatan-tenaga-angin-dan-air-uk-waterways/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/02/pemanfaatan-tenaga-angin-dan-air-uk-waterways/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 14:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[microhydro]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1133</guid>
		<description><![CDATA[Departemen pemerintahan United Kingdom yang bertanggung jawab atas pengadaan kanal dan perawatan sungai tengah mengutarakan ambisi mereka untuk membangkitkan energi alternatif yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik mencapai 45.000 rumah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1134" class="wp-caption alignleft" style="width: 282px"><a rel="attachment wp-att-1134" href="http://majarimagazine.com/2009/02/pemanfaatan-tenaga-angin-dan-air-uk-waterways/waterway_majarimagazine_british/"><img class="size-medium wp-image-1134" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/01/waterway_majarimagazine_british-272x300.jpg" alt="British Waterways" width="272" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">British Waterways</p></div>
<p>Departemen pemerintahan United Kingdom yang bertanggung jawab atas pengadaan kanal dan perawatan sungai tengah mengutarakan ambisi mereka untuk  membangkitkan energi alternatif yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik mencapai 45.000 rumah. UK akan melakukan instalasi 50 buah &#8220;Bank-side Wind Turbine&#8221; dan sejumlah &#8220;Micro-hydro pro&#8221;.</p>
<p>Proyek yang dinamai &#8220;British Waterways&#8221; ini bekerja sama dengan Partnership for Renewables &#8211; perusahaan hasil kerjasama antara <a href="http://www.carbontrust.co.uk" target="_blank">Carbon Trust</a> dan <a href="http://www.hsbc.com" target="_blank">HSBC</a>- untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi strategis dari jaringan sungai dan kanal sepanjang 2.000 &#8211; 2.200 mil.</p>
<p>Proyek British Waterways ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2013 dan akan menghasilkan keuntungan sebesar  £1m tiap tahunnya. Instalasi 50 turbin angin apabila dikombinasikan akan menghasilkan daya sebesar 100MW akan tetapi tidak disebutkan besar daya yang dihasilkan oleh sejumlah generator micro-hydropower.</p>
<p>Pembicara dari departemen tersebut mengatakan turbin angin akan menjadi komponen utama proyek ini karena generator mikrohydro akan mengalami banyak hambatan. Beliau mengatakan hambatan bagi generator tersebut terdapat pada aliran kanal yang lambat. Beliau juga percaya diri bahwa rencana ini akan berjalan tanpa adanya oposisi dari penduduk lokal.</p>
<p>&#8220;Kami telah memikirkan isu-isu lokal dan akan melewati proses perencanaanlokal dan akan bekerjasama dengan berbagai komunitas,&#8221; tambahnya. &#8220;Tapi kemugkinan akan ada perubahan pola pemikiran akan energi terbarukan dan masyarakan yang memanfaatkan waterway ini akan lebih sadar akan isu-isu lingkingan.&#8221;</p>
<p>Stephen Ainger, chief executive dari Partnership for Renewables, mengatakan bahwa ia berharap British Waterways ini akan menjadi contoh agar dapat diikuti oleh berbagai badan publik lainnya.</p>
<p>Gerakan ini juga disambut baik oleh komunitas-komunitas pecinta lingkungan yang mendorong badan-badan di UK lainnya untuk melakukan hal serupa.</p>
<p>&#8220;Proyek energi alternatif berskala komunitas seperti hidropower dan turbin angin memiliki peranan penting untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakan fosil dan dapat membantu Britain mengembangkan perekonomian rendah karbon.&#8221; dikatakan oleh Nick Rau salah seorang aktivis kampanye Friends of the Earth&#8217;s energy. &#8220;Sudah jelas bahwa pengembangan energi terbarukan dapat menopang perekonomian secara substansial dan dapat pula memberikan keuntungan bagi lingkungan di sektor publik. Dan kami berharap lembaga organisasi masyarakat lainnya dapat mengikuti langkah yang dimulai oleh British Waterways.&#8221;</p>
<p>Source:</p>
<ul>
<li><a title="The Guardian" href="http://www.guardian.co.uk" target="_blank">The Guardian</a></li>
<li><a title="Mycrohydropower" href="http://www.microhydropower.net" target="_blank">Mycrohydropower</a></li>
<li><a title="British Waterways" href="http://http://www.britishwaterways.co.uk" target="_blank">Britishwaterways</a></li>
</ul>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1133&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/02/pemanfaatan-tenaga-angin-dan-air-uk-waterways/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Research Project of the University of Maastricht</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/09/research-project-of-the-university-of-maastricht/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/09/research-project-of-the-university-of-maastricht/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 09:46:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Research Project Maastricht (RPM) is an annual non-profit business research project of the University of Maastricht, the Netherlands. This year's destination will be Indonesia. The purpose of the project is two fold: first, due to the non-profit character of our project RPM can offer high quality business research at cost price.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/09/rpm_indonesia1.jpg"><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/09/rpm_indonesia1.jpg" alt="" title="Research Project of the University of Maastricht" width="200" height="225" class="alignleft size-full wp-image-466" align="left" /></a><strong>Press Release: Research Project of the University of Maastricht, the Netherlands to visit Indonesia from January-May 2009 to conduct business research.</strong></p>
<p>Research Project Maastricht (RPM) is an annual non-profit business research project of the University of Maastricht, the Netherlands. This year&#8217;s destination will be Indonesia. The purpose of the project is two fold: first, due to the non-profit character of our project RPM can offer high quality business research at cost price. This means that companies that would normally not be able to afford this can now have research performed tailored to their own needs. Second, to stimulate investment and business in emerging economies and increase awareness of doing business there, also (and perhaps in particular) for small and medium sized enterprises.</p>
<p>The RPM team consists of 15 carefully selected students in the final stage of their studies. Due to the variety in academic background (consisting of inter alia students in law, macro and micro economics, international business and health sciences), it is a diverse team with up-to-date knowledge and practical skills. Both the Dutch Ambassador to Indonesia, His Excellency Dr. Nikolaos van Dam and the Indonesian Ambassador to the Netherlands His Excellency Mr. Junus Effendi Habibie have fully endorsed RPM.</p>
<p>Examples of the type of research RPM can do are: market analysis, competition analysis, identification of possible partners, import/ export analysis, consumer behavior analysis, distribution/logistical analysis, outsourcing possibilities, identification of relevant legal framework, a feasibility study, employee satisfaction survey etc.</p>
<p>In the past RPM has done research for multinational enterprises (Air France-KLM, Wolters Kluwer, Nedloyd, Shell, ABN-AMRO etc.) as well as small and medium sized enterprises from all over the world.</p>
<p>For more information visit <a href="http://www.researchproject.nl">www.researchproject.nl</a> or send an e-mail to <a href="mailto:contact@researchproject.nl">contact@researchproject.nl</a>.</p>
<div style="width:500px;margin:0 auto;"><a target="_blank" href="http://www.atkearney.com"><img src="http://www.researchproject.nl/Images/Sponsors/ATKEARNY.png" /></a><a target="_blank" href="http://www.mckinsey.com"><img src="http://www.researchproject.nl/Images/Sponsors/MCKINSEY.png" /></a><a target="_blank" href="http://www.occstrategy.com/ "><img src="http://www.researchproject.nl/Images/Sponsors/OCC.png" /></a><a target="_blank" href="http://www.unimaas.nl"><img src="http://www.researchproject.nl/Images/Sponsors/UM.png" /></a><a target="_blank" href="http://www.pg.com"><img src="http://www.researchproject.nl/Images/Sponsors/PG.png" /></a><a target="_blank" href="http://www.accenture.com"><img src="http://www.researchproject.nl/Images/Sponsors/ACCENTURE.png" /></a></div>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=459&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/09/research-project-of-the-university-of-maastricht/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Event: Engineer&#8217;s Week (Pekan Insinyur)</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/08/event-engineers-week-pekan-insinyur/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/08/event-engineers-week-pekan-insinyur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 09:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB, Program Studi Teknik Kimia ITB, dan Ikatan Alumni Teknik Kimia ITB mempersembahkan Engineer’s Week (Pekan Insinyur) yang bertajuk "Peran Penting Insinyur dalam membawa industri menuju tingkatan baru" dan akan diadakan pada tanggal 29 Oktober – 8 November 2008 di Institut Teknologi Bandung dan sekitarnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/08/engineers-week.jpg" alt="" title="engineers-week" align="left" height="210px" width="200px" class="alignleft size-thumbnail wp-image-424" /><em>Ask not what your country can do for you &#8211; ask what you can do for your country. &#8211; Jangan tanyakan apa yang telah negaramu berikan untukmu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan untuk negaramu.</em><br />
<strong>(John Fitzgerald Kennedy)</strong></p>
<p>Insinyur dan industri merupakan bagian tak terpisahkan dari kemajuan suatu bangsa. Kemajuan industri di Indonesia perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas para insinyurnya. Sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan para insinyur, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB, Program Studi Teknik Kimia ITB, dan Ikatan Alumni Teknik Kimia ITB mempersembahkan : <strong>Engineer’s Week (Pekan Insinyur).</strong></p>
<p>Rangkaian acara yang bertajuk &#8220;<em>Peran Penting Insinyur dalam membawa industri menuju tingkatan baru</em>&#8221; ini akan diadakan pada tanggal <strong>29 Oktober – 8 November 2008</strong> di <strong>Institut Teknologi Bandung dan sekitarnya.</strong> Engineer’s week terdiri dari <em>The Sixth International Symposium on Southeast Asian Water Environment (SAWE)</em>, <em>Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo (STKSR)</em>, <em>Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional ke-10 (LRPTN X)</em>, dan <em>Chemical Engineering Expo (ChE Expo)</em>. Sebagai penutup dari rangkaian acara juga akan diadakan <em>Alumni Gathering (AG)</em> yang merupakan pertemuan bagi para alumni ITB yang bergerak di bidang industri. </p>
<h3>Jadwal Kegiatan</h3>
<p>Berikut ini jadwal kegiatan-kegiatan dalam rangkaian acara Engineer&#8217;s Week:</p>
<table>
<tr>
<th>Nama Kegiatan</th>
<th>Waktu</th>
</tr>
<tr>
<td>The Sixth International Symposium on Southeast Asian Water Environment (SAWE)</td>
<td>29 – 31 Oktober 2008</td>
</tr>
<tr>
<td>Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo (STKSR)</td>
<td>3 – 4 November 2008</td>
</tr>
<tr>
<td>Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional ke-10 (LRPTN X)</td>
<td>5 – 7 November 2008</td>
</tr>
<tr>
<td>Chemical Engineering Expo (ChE Expo)</td>
<td>6 – 7 November 2008</td>
</tr>
<tr>
<td>Alumni Gathering (AG)</td>
<td>8 November 2008</td>
</tr>
</table>
<h3>The Sixth International Symposium on Southeast Asian Water Environment (SAWE)</h3>
<p>Selama lima tahun terakhir, <em>International Water Association</em> telah berhasil menyelenggarakan serangkaian simposium mengenai <em>Southeast Asian Water Environment</em>. Simposium-simposium ini menarik minat peneliti, pembuat kebijakan, pekerja LSM, dan mahasiswa pascasarjana di seluruh dunia, dimana para peserta saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan mengenai isu-isu lingkungan di Asia Tenggara. <em>Research Center for Water Environment Technology (RECWET)</em> di University of Tokyo (UT) dan <em>Southeast Asian Center for Water Environment Technology (SACWET)</em>, institusi gabungan dari <em>Asian Institute of Technology (AIT)</em> dan UT, melalui kerjasama dengan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan <em>Centre for Environmental Studies ITB</em>, dengan bangga mempersembahkan <em>the Sixth International Symposium on Southeast Asian Water Environment</em> yang akan diadakan di Bandung, Indonesia, dari tanggal 29 – 31 Oktober 2008.</p>
<p>Simposium ini diadakan untuk memfasilitasi forum diskusi dan pertukaran informasi antara praktisi dan peneliti dalam bidang Teknologi dan Manajemen Lingkungan yang berdomisili di kawasan Asia serta untuk memudahkan interaksi antara para peneliti se-Asia Pasifik, Jepang, dan negara-negara lainnya. Besar harapan kami, melalui simposium ini, dapat terbentuk jaringan yang kuat antara praktisi lokal dan para kolega kita dari negara lain sehingga semua elemen yang terkait dapat belajar satu sama lain dan mendapat pengetahuan untuk menjaga lingkungan di wilayahnya masing-masing.</p>
<p>Para ahli dan praktisi diundang untuk berpartisipasi dalam simposium dengan berkontribusi mengirimkan karya ilmiahnya pada simposium dan mengkomunikasikan kegiatan ini kepada pihak-pihak yang sekiranya kompeten dan berminat dalam bidang ini.</p>
<p><em>The Sixth International Symposium on Southeast Asian Water Environment</em> akan diselenggarakan pada: </p>
<table>
<tr>
<td>Hari</td>
<td>Rabu – Jumat</td>
</tr>
<tr>
<td>Tanggal</td>
<td>29 – 31 Oktober 2008</td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat</td>
<td>Hotel Jayakarta</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>Jl. Ir. H. Juanda 381 – Bandung</tr>
</td>
</table>
<p>Dengan <em>keynote speaker</em>:</p>
<ol>
<li><strong>Ir. Rachmat Witoelar</strong> (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia)</li>
<li><strong>Prof. S. Ohgaki</strong> (University of Tokyo, Japan)</li>
<li><strong>Prof. Chongrak Polpraset</strong> (Asian Institute of Technology, Thailand)</li>
</ol>
<h3>Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo 2008 (STKSR 2008)</h3>
<p>Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Program Studi Teknik Kimia ITB akan menyelenggarakan Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo 2008 (STKSR 2008) pada tanggal 3 dan 4 November 2008. Kami menamai seminar tahunan ini dengan Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo untuk mengenang jasa Prof. Soehadi Reksowardojo dalam pendidikan tinggi teknik kimia di Indonesia. Seminar ini merupakan kegiatan tahunan Program Studi Teknik Kimia ITB dengan tema yang disesuaikan dengan masalah aktual pada masing-masing waktu.</p>
<p>Seiring dengan tumbuh pesatnya industri kimia dan pengolahan migas di Indonesia, resiko kecelakaan  industri yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pun meningkat. Insinyur kimia memiliki resiko tersebut, karena insinyur kimia hampir selalu berperan aktif dalam setiap tahapan pada pembangunan pabrik/fasilitas yang dimulai dari perancangan hingga decommissioning suatu pabrik/fasilitas. Peran-peran yang dapat dimainkan oleh insinyur kimia diantaranya adalah pemilihan proses dan unit operasi yang ramah lingkungan serta aman, pengembangan dan penerapan metodologi indentifikasi biaya, perancangan pabrik/fasilitas yang menerapkan kaidah inherently saver design, serta pengembangan dan penerapan metodologi dalam pengoperasian, pemonitoran dan pengendalian proses untuk pencegahan kecelakaan dan pencemaran lingkungan.</p>
<p>Meski sudah menjadi kebutuhan yang mendesak, namun pertemuan ilmiah yang mengangkat tema sekitar <em>Safety, Health dan Environment (SHE)</em> relatif masih terbatas di Indonesia. Karena itu, melalui kegiatan pertemuan ilmiah Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo (STKSR) 2008, kami mengundang khalayak teknik kimia dan disiplin lain yang terkait, untuk bertukar pikiran dan pengalaman dalam forum seminar yang mengusung tema <em>&#8220;Peran Insinyur Kimia dalam Pencegahan Kecelakaan Industri dan Pencemaran Lingkungan&#8221;</em> ini.  Seminar ini diharapkan mampu menjadi suatu wahana berkomunikasi dan saling tukar informasi untuk membangun solusi dan menggagas inovasi berbasis ilmu dan teknologi, serta membuka peluang kerjasama yang saling menguntungkan.<br />
STKSR 2008 akan diselenggarakan pada : </p>
<table>
<tr>
<td>Hari</td>
<td>Senin dan Selasa</td>
</tr>
<tr>
<td>Tanggal</td>
<td>3 &#8211; 4 November 2008</td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat</td>
<td>Aula Barat and Campus Center Building</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>Institut Teknologi Bandung</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>Jl. Ganesha No. 10 Bandung</td>
</tr>
</table>
<p>Dengan <em>keynote speaker</em>:</p>
<ol>
<li><strong>Prof. K. Fujie (Yokohama National University, Japan)</strong><br />
&#8220;Enviromental Risk Assasement&#8221;</li>
<li><strong>Prof. J.C. Liu (National Taiwan University of Technology)</strong><br />
    &#8221; Waste Water Treatment in Industries&#8221;</li>
<li><strong>Prof. Dr. ing Ulrich Hautmanns (Magdeburg University, Jerman)</strong><br />
    &#8220;Reliability Analysis&#8221;</li>
<li><strong>Ir. Lutfi Fachda M.Sc (Pertamina)</strong><br />
    &#8221; Manajemen Resiko pada Industri Migas : Studi Kasus di Pertamina&#8221;</p>
<li>I<strong>r. Utun Sutrisna (Ketua AMC//CMA, Cilegon)</strong><br />
    &#8221; EHS Process Integration into Emergency Management System&#8221;</li>
</ol>
<h3>Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) X</h3>
<p>Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) merupakan sebuah kompetisi Rancang Pabrik untuk mahasiswa Teknik Kimia seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB dengan dukungan dari Badan Koordinasi Kerjasama Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI). </p>
<p>Dari tahun 1996, HIMATEK ITB telah sembilan kali mengadakan LRPTN dengan sukses. Tiap penyelenggaraannya, LRPTN mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan isu-isu aktual dalam dunia industri sehingga LRPTN diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri nasional. LRPTN merupakan satu-satunya lomba rancang pabrik di Indonesia yang memperoleh dukungan dan diikuti oleh berbagai universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. LRPTN X yang bertajuk <strong>RIsources (Engineering Our Own) </strong>mengusung tema <em>&#8220;Pemenuhan Kebutuhan Bangsa Melalui Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam Nasional&#8221;</em>. Lingkup permasalahan yang diangkat terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Kategori A: </strong>Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nasional Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan dan Bahan Kimia Antara</li>
<li><strong>Kategori B: </strong>Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nasional Untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar Industri dan Transportasi</li>
<li><strong>Kategori C: </strong><em>Problem Solving</em></li>
</ol>
<p>Pemilihan tema tersebut didasari oleh pemikiran bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, lahan yang luas, dan sumber daya manusia yang banyak. Kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia antara lain minyak bumi, gas alam, panas bumi, emas, tembaga, dan berbagai jenis mineral lainnya. Iklim Indonesia yang tropis juga memungkinkan Indonesia untuk ditanami berbagai jenis tanaman ekspor seperti kelapa, karet, dan kopi. Walaupun demikian, baru sebagian kecil sumber-sumber daya alam yang sudah diolah secara optimal  di Indonesia. Kebanyakan kekayaan alam Indonesia, seperti <em>Crude Palm Oil (CPO)</em>, jagung, kopra, minyak bumi, gas alam, dan kekayaan alam lainnya diekspor sebagai bahan mentah ke luar negeri dengan harga murah. Di lain pihak, sebagian besar kebutuhan masyarakat masih dipenuhi dari produk-produk impor. Hal ini terbukti dari total impor tahun 2007 yang mencapai 74,40 miliar dolar AS atau meningkat 21,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar 61,07 miliar dolar AS <em>[Antara News, 2007]</em>.</p>
<p>SDA nasional yang diolah secara optimal akan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Pengolahan bahan baku menjadi produk tidak lepas dari kemajuan sektor industri dan rekayasa. Oleh karena itu, LRPTN X diharapkan dapat menjadi momentum awal bagi kalangan akademisi dan praktisi untuk bekerjasama dalam mengolah secara optimal sumber daya alam nasional agar kebutuhan bangsa dapat terpenuhi.</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan:</strong><br />
Dalam rangka Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional X 2008, dilaksanakan serangkaian acara, yaitu :</p>
<ol>
<li><strong><em>Road Show</em> Universitas</strong><br />
Road show diadakan mulai tanggal Mei – Juli 2008 bertempat di tujuh lokasi, yaitu: PT. Rekayasa Industri (Jakarta), Institut Teknologi Bandung (Bandung), Universitas Sumatra Utara (Medan), Universitas Sriwijaya (Palembang), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta),  Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh November (Surabaya).</li>
<li><strong><em>Gala Dinner</em></strong><br />
Gala Dinner merupakan pembukaan dari rangkaian acara LRPTN X. Acara ini berupa acara makan malam dan ramah tamah dalam rangka penyambutan para finalis LRPTN yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Gala Dinner akan diadakan pada malam sebelum presentasi para finalis dan dihadiri oleh para finalis, mahasiswa teknik kimia, program studi Teknik Kimia ITB, organisasi kemahasiswaan dan para undangan.</li>
<li><strong>Presentasi Finalis</strong><br />
Presentasi finalis merupakan acara utama dalam rangkaian acara LRPTN X ini. Acara akan dilakukan selama dua hari untuk presentasi 9 kelompok finalis dari tiga kategori yang dilombakan.</p>
<p>Para peserta akan mempresentasikan hasil karya mereka selama 45 menit untuk kemudian diberikan penilaian oleh tim juri. Presentasi ini akan diselingi oleh keynote speech dengan tema yang sesuai dengan LRPTN. Selain itu, presentasi finalis ini dibuka untuk umum dan dapat disaksikan oleh siapa saja. Target utama penonton presentasi ini adalah dari kalangan teknik kimia, baik dari pihak akademisi, pembuat kebijakan, maupun industri.</li>
</ol>
<p>Keynote Speaker untuk acara presentasi ini adalah</p>
<ol>
<li><strong>Ir. Djatnika S. Puradarna</strong> (Direktur PT. Medco Methanol Bunyu)</li>
<li><strong>Ir. Hartono Atmadja</strong> (Managing Director PT. Garuda Food)</li>
</ol>
<h3>Chemical Engineering Expo</h3>
<p><em>Chemical Engineering Expo</em> adalah suatu expo yang menampilkan karya-karya, produk, inovasi, dan perkembangan teknologi dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Perusahaan sponsor Engineers’ Week. ChE Expo dilaksanakan pada tanggal 6-7 November 2008. ChE-Expo merupakan tempat pertemuan yang tepat untuk:</p>
<ol>
<li>Sarana komparasi dan diskusi antara pelaku-pelaku usaha industri kimia.</li>
<li>Sarana bagi para investor dari kalangan perorangan/instansi terutama perbankan untuk mencari calon konsumen potensial untuk produk kredit perusahaannya serta sarana mencari investor yang potensial bagi para UKM dan perusahaan yang menjadi peserta ChE Expo.</li>
<li>Sarana bagi para akademisi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap perkembangan industri kimia di Indonesia.</li>
<li>Sarana untuk mengiklankan kepada masyarakat umum dan perusahaan lain yang menjadi mitra mengenai produk-produk suatu perusahaan/UKM.</li>
</ol>
<p>Selain terdiri atas expo, ChE Expo juga menyuguhkan content acara lain sebagai berikut: </p>
<ol>
<li><strong>Presentasi Company Profile</strong><br />
Acara ini merupakan bagian dari CHE-Expo. Beberapa industri peserta pameran (sesuai ketentuan sponsorship) berkesempatan untuk mempresentasikan perusahaannya. Presentasi company profile akan menjadi sarana yang tepat untuk komunikasi antara pihak industri dan kalangan umum.</li>
<li><strong>Pengumpulan lukisan cap tangan</strong><br />
Acara ini merupakan wahana untuk memecahkan rekor MURI dengan mengumpulkan cap tangan manusia membentuk suatu lukisan dengan partisipan mencapai 10.000 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar.  Pengumpulan cap tangan dilakukan sebelum hari-H LRPTN dan merupakan wujud kampanye untuk mengumpulkan dukungan masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya lokal yang menjadi tema LRPTN X kali ini.</li>
<li><strong>Panggung Hiburan</strong><br />
Acara ini merupakan penutupan dari keseluruhan rangkaian acara LRPTN X dan Engineers’ Week. Penyerahan hadiah utama kepada pemenang  LRPTN akan diserahkan pada acara ini. Panggung hiburan akan diisi dengan acara-acara kesenian dan ditutup oleh penampilan bintang tamu.</li>
</ol>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=414&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/08/event-engineers-week-pekan-insinyur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
