<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; life</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/tag/life/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 04:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Hujan Asam Menghancurkan Bumi</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/03/hujan-asam-mencegah-global-warming-menghancurkan-bumi/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/03/hujan-asam-mencegah-global-warming-menghancurkan-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 01:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[safety]]></category>
		<category><![CDATA[waste]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1447</guid>
		<description><![CDATA[Hujan asam, lebih tepatnya deposisi asam, terjadi karena pengendapan asam dari atmosfir ke permukaan bumi yang tidak hanya melalui air hujan tetapi juga melalui kabut, embun, salju, aerosol bahkan pengendapan langsung. Istilah deposisi asam lebih bermakna luas dari hujan asam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/03/majarimagazine-rain.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1450" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/03/majarimagazine-rain-150x150.jpg" alt="majarimagazine-rain" width="150" height="150" /></a>Hujan yang normal seharusnya adalah hujan yang tidak membawa zat pencemar dan dengan pH 5,6. Air hujan memang sedikit asam karena H2O yang ada pada air hujan bereaksi dengan CO2 di udara. Reaksi tersebut menghasilkan asam lemah H2CO3 dan terlarut di air hujan. Apabila air hujan tercemar dengan asam-asam kuat, mak pH-nya akan turun dibawah 5,6 maka akan terjadi hujan asam.</p>
<p>Hujan asam sebenarnya dapat mencegah <em>global warming</em>, gas buang seperti SO2 penyebab hujan asam mampu memantulkan sinar matahari keluar atmosfer bumi sehingga dapat mencegah kenaikan temperatur bumi. Akan tetapi, efek samping dari hujan asam menghasilkan kerusakan lingkungan yang lebih parah dibandingkan <em>global warming</em>. Sebenarnya &#8220;hujan asam&#8221; merupakan istilah yang kurang tepat untuk menggambarkan jatuhnya asam-asam dari atmosfer ke permukaan bumi. Istilah yang lebih tepat seharusnya adalah deposisi asam, karena pengendapan asam dari atmosfir ke permukaan bumi tidak hanya melalui air hujan tetapi juga melalui kabut, embun, salju, aerosol bahkan pengendapan langsung. Istilah deposisi asam lebih bermakna luas dari hujan asam.</p>
<h3>Sejarah</h3>
<p>Fenomena hujan asam mulai dikenal sejak akhir abad 17, hal ini diketahui dari buku karya Robert Boyle pada tahun 1960 dengan judul &#8220;<em>A General History of the Air</em>&#8220;. Buku tersebut menggambarkan fenomena hujan asam sebagai &#8220;<em>nitrous or salino-sulforus spiris</em>&#8220;.</p>
<p>Selanjutnya revolusi industri di Eropa yang dimulai sekitar awal abad ke 18 memaksa penggunaan bahan bakar batubara dan minyak sebagai sember utama energi untuk mesin-mesin. Sebagai akibatnya, tingkat emisi <em>precursor </em>(faktor penyebab)  dari hujan asam yakni gas-gas SO2, Nox dan HCl meningkat. Padahal biasanya precussor ini hanya berasal dari gas-gas gunung berapi dan kebakaran hutan.</p>
<p>Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1872 pada saat menguraikan keadaan di Menchester, sebuah daerah industri di Inggris bagian utara. Smith menjelaskan fenomena hujan asam pada bukunya yang berjudul &#8220;<em>Air and Rain: The Beginnings of Chemical Technology</em>&#8220;.</p>
<p>Masalah hujan asam dalam skala yang cukup besar pertama terjadi pada tahun 1960-an ketika sebuah danau di Skandinavia meningkat keasamannya hingga mengakibatkan berkurangnya populasi ikan. Hal tersebut juga terjadi di Amerika Utara, pada masa itu pula banyak hutan-hutan di bagian Eropa dan Amerika yang rusak. Sejak saat itulah dimulai berbagai usaha penaggulangannya, baik melalui bidang ilmu pengetahuan, teknis maupun politik.</p>
<p>Pada tahun 1970 US mulai mengontrol emisi SO2 dan Nox dengan peraturan pemerintah <em>Clean Air Act</em>. Peraturan ini menentukan standar polutan dari kendaraan bermotor dan industri. Pada tahun 1990 Congress menyetujui amandemen untuk lebih memperketat kontrol emisi yang menyebabkan hujan asam. Amandemen tersebut tercatat mempu mengurangi pengeluaran SO2 dari 23,5 juta ton menjadi sekitar 16 juta ton. US juga merencanakan untuk mengurangi emisi Nox hingga 5 juta ton pada tahun 2010.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1452" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-1452" href="http://majarimagazine.com/2009/03/hujan-asam-mencegah-global-warming-menghancurkan-bumi/majarimagazine-acid-rain/"><img class="size-medium wp-image-1452" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/03/majarimagazine-acid-rain-300x245.gif" alt="acid rain process" width="300" height="245" /></a><p class="wp-caption-text">Proses deposisi asam melalui air hujan</p></div>
<h3>Pembentukan Asam di Atmosfer</h3>
<p>Deposisi asam terjadi apabila asam sulfat, asam nitrat, atau asam klorida yang ada do atmosfer baik sebagai gas maupun cair terdeposisikan ke tanah, sungai, danau, hutan, lahan pertanian, atau bangunan melalui tetes hujan, kabut, embun, salju, atau butiran-butiran cairan (<em>aerosol</em>), ataupun jatuh bersama angin.</p>
<p>Asam-asam tersebut berasal dari prekursor hujan asam dari kegiatan manusia (<em>anthropogenic</em>) seperti emisi pembakaran batubara dan minyak bumi, serta emisi dari kendaraan bermotor. Kegiatan alam seperti letusan gunung berapi juga dapat menjadi salah satu penyebab deposisi asam. Reaksi pembentukan asam di atmosfer dari prekursor hujan asamnya melalui reaksi katalitis dan photokimia. Reaksi-reaksi yang terjadi cukup banyak dan kompleks, namun dapat dituliskan secara sederhana seperti dibawah ini.</p>
<h4>Pembentukan Asam Sulfat (H2SO4)</h4>
<p>Gas SO2, bersama dengan radikal hidroksil dan oksigen melalui reaksi photokatalitik di atmosfer, akan membentuk asamnya.</p>
<p style="text-align: center;">SO2 + OH -&gt; HSO3<br />
HSO3 + O2 -&gt; HO2 + SO3<br />
SO3 + H2O -&gt; H2SO4</p>
<p>Selanjutnya apabila diudara terdapat Nitrogen monoksida (NO) maka radikan hidroperoksil (HO2) yang terjadi pada salah satu reaksi diatas akan bereaksi kembali seperti:</p>
<p style="text-align: center;">NO + HO2 -&gt; NO2 + OH</p>
<p>Pada reaksi ini radikal hidroksil akan terbentuk kembali, jadi selama ada NO diudara, maka reaksi radikal hidroksil akan terbantuk kembali, jadi semakin banyak SO2, maka akan semakin banyak pula asam sulfat yang terbentuk.</p>
<h4>Pembentukan Asam Nitrat (HNO3)</h4>
<p>Pada siang hari, terjadi reaksi photokatalitik antara gas Nitrogen dioksida denan radikal hidroksil.</p>
<p style="text-align: center;">NO2 + OH -&gt; HNO3</p>
<p>Sedangkan pada malam hari terjadi reaksi antara Nitrogen dioksida dengan ozon</p>
<p style="text-align: center;">NO2 + O3 -&gt; NO3 + O2<br />
NO2 + NO3 -&gt; N2O5<br />
N2O5 + H2O -&gt; HNO3</p>
<p>Didaerah peternakan dan pertanian akan concong menghasilkan asam pada tanahnya mengingat kotoran hewan banyak mengandung NH3 dan tanah pertanian mengandung urea. Amoniak di tanah semula akan menetralkan asam, namun garam-garam ammonia yang terbentuk akan teroksidasi menjadi asam nitrat dan asam sulfat. Disisi lain amoniak yang menguap ke udara dengan uap air akan membentuk ammonia hingga memungkinkan penetralan asam yang ada di udara.</p>
<h4>Pembentukan Asam Chlorida (HCl)</h4>
<p>Asam klorida biasanya terbentuk di lapisan stratosfer, dimana reaksinya melibatkan Chloroflorocarbon (CFC) dan radikal oksigen O*</p>
<p style="text-align: center;">CFC + hv(UV) -&gt; Cl* + produk<br />
CFC + O* -&gt; ClO + produk<br />
O* + ClO -&gt; Cl* + O2<br />
Cl + CH4 -&gt; HCl + CH3</p>
<p>Reaksi diatas merupaka bagian dari rangkaian reaksi yang menyebabkan deplesi lapisan ozon di stratosfer. Perbandingan ketiga asam tersebut dalam hujan asam biasanya berkisar antara 62 persen oleh Asam Sulfat, 32 persen Asam Nitrat dan 6 persen Asam Chlorida.</p>
<p>Pulau Jawa memiliki tingkat emisi penyebab hujan asam tertinggi di Indonesia, terutama disebabkan oleh sebagian besar kegiatan perekonomian yang terpusat di pulau ini. Pada tahun 1989, tingkat precursor SOx di Indonesia mencapat 157.000 ton per tahun, sedangkan NOx mencapai 175.000 ton per tahun. Kota Surabaya pada tahun 2000 tercatat mengemisikan 0,26 ton SO2 dan 66,4 ton NOx ke udara dari berbagai sumber pencemar.</p>
<p><a href="http://majarimagazine.com/2009/03/deposisi-asam-lebih-dari-sekedar-hujan-asam" target="_self"></a></p>
<blockquote><p>Sumber:<br />
<strong>Acid Rain</strong>. Hart, John. Microsoft® Student 2009. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.<br />
<strong>Isu Lingkungan Global.</strong>&#8221; Musfil A.S. Diktat PLI. Surabaya: Teknik Kimia ITS, 2008</p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1447&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/03/hujan-asam-mencegah-global-warming-menghancurkan-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deposisi Asam, Lebih Dari Sekedar Hujan Asam</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/03/deposisi-asam-lebih-dari-sekedar-hujan-asam/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/03/deposisi-asam-lebih-dari-sekedar-hujan-asam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 12:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[safety]]></category>
		<category><![CDATA[waste]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1464</guid>
		<description><![CDATA[Asam yang menjadi penyebab deposisi asam adalah hasil dari reaksi gas-gas SO2 dan NOx. Deposisi asam ialah fenomena jatuhnya asam yang ada di atmosfer ke tanah, sungai, hutan dan tempat lainnya melalui tetes air hujan, kabut, embun, salju, butiran-butiran cairan ataupun jatuh bersama angin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1465" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-1465" href="http://majarimagazine.com/2009/03/deposisi-asam-lebih-dari-sekedar-hujan-asam/majarimagazine-air-pollution/"><img class="size-thumbnail wp-image-1465" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/03/majarimagazine-air-pollution-150x150.jpg" alt="Pollution scenery" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Polusi</p></div>
<p>Deposisi asam adalah kata yang lebih tepat dari pada hujan asam untuk menggambarkan jatuhnya asam yang ada di atmosfer baik dalam bentuk gas maupun cairan ke tanah, sungai, hutan dan tempat lainnya melalui tetes air hujan, kabut, embun, salju, butiran-butiran cairan (aerosol) ataupun jatuh bersama angin.</p>
<p>Asam yang menjadi penyebab deposisi asam adalah hasil dari reaksi gas-gas SO2, NOx dan HCl. Dengan reaksi yang cukup banyak dan kompleks.</p>
<h3>Jenis Deposisi Asam</h3>
<ol>
<li> <strong>Deposisi kering</strong> adalah terendapkannya asam-asam yang ada di udara dan mengenai tanah, benda, dan makhluk hidup tanpa melalui air hujan. Biasanya deposisi jenis ini terjadi di area perkotaan dimana pencemaran udara karena kepadatan lalulintas dan didaerah sekitar kota tersebut.</li>
<li><strong>Deposisi Basah</strong> adalah turunnya asam-asam yang ada dalam udara melalui tetes air hujan, kabut, embun atau butiran-butiran cairan. Hal ini terjadi bila asam-asam di dalam udara larut kedalam butiran-butiran air di awan. Jika turun hujan dari awan ini, makan air hujannya akan bersefat asam. Peristiwa ini biasa disebut dengan rain-out. Selain itu deposisi basah juga terjadi bila hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam terlarut kedalam air hujan hingga sampai di permukaan bumi. Deposisi semacam ini biasa disebut wash-out. Deposisi basah dapat terjadi di daerah yang sangat jauh dari sumber pencemaran.</li>
</ol>
<h3>Dampak  Deposisi Asam</h3>
<p>Deposisi asam yang turun akan membasahi tanah dan benda-benda dipermukaan bumi, mengalir melalui sungai hingga ke danau atau rawa-rawa dan selanjutnya akan memberikan dampak yang negatif.</p>
<ol>
<li><strong>Tanah.</strong> Pada tanah, deposisi asam akan menghilangkan nutrisi yang dibutuhkan dari tanah. Deposisi asam juga dapat membebaskan senyawa-senyawa beracun ditanah seperti almunium dan mercury, yang secara alamiah berada di tanah. Senyawa beracun tersebut dapat mengkontaminasi aliran air sungai dan ait tanah sehingga meracuni tumbuh-tumbuhan disekitarnya. Akan tetapi sebagian besar tanah termasih jenis alkali dan dapat menetralisir aam secara tidak langsung, tapi jenis tanah yang bukan alkali seperti di pegunungan yang bayak terkandung dari granit, maka tanah hanya dapat bertahan sebentar saja dari asam.</li>
<li><strong>Pepohonan.</strong> Dengan berkurangnya nutrisi tanah, deposisi asam dapat memperlambat pertumbuan pohon. Deposisi asam juga dapat langsung menyerang pohon dengan merusak lapisan lilin pada daun sehingga menyebabkan  bintik mati berwarna kecoklatan. Akibat dari kerusakan daun tersebut, pepohonan akan kekurangan kemampuannya untuk ber-fotosintesis. Lebih jauh lagi, organisme hidup disekitar tumbuhan juga akan terkena penyakit bila mengkonsumsi dedaunan yang rusak tadi. Pepohonan pada dataran tinggi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena dampak deposisi asam. Pepohonan pada daerah tersebut lebih sering kontak dengan awan yang mengandung asam. Salah satu kejadian terbutuk yang tercatat akibat deposisi asam ini adalah rusaknya setengah populasi tumbuhan di Black Forest bagian baratlaut Jerman.</li>
<li><strong>Pertanian.</strong> Sebagian besar pertanian tidak terkena dampak yang signifikan dari deposisi asam. Bagian tanah pada lahan pertanian bahkan mampu untuk menyerap dan menetralisir asam. Akan tetapi lahan pertanian pada dataran tinggi dan pegunungan dapat terkena dampak deposisi asam. Lapisan tanah yang tipis kurang mampu menetralisir asam. Petani dapat mencegah kerusakan tanaman dari asam dengan cara menambahkan serpihan batu kapur (limestone) untuk menetralisir asam. Atau bila sejumlah besar nutrisi telah hilang karena deposisi asam, petani dapat menambahkan pupuk yang kaya akan nutisi.</li>
<li><strong>Air Permukaan.</strong> Deposisi asam yang jatuh ketanah dan mengalir ke sungai, danau dan rawa akan menyebabkan kenaikan pH air permukaan tersebut. Beberapa kota besar seperti NewYork, Kanada bagian tenggara dan di Norwegia, air permukaannya telah menunjukkan pH dibawah 5 sebagai indikasi penceparan asam. Akibatnya, populasi akuatik air permukaan akan berkurang atau bahkan menghilang.</li>
<li><strong>Hewan.</strong> Deposisi asam dapat mempengaruhi hewan secara tidak langsung. Jika dalam suatu rantai makanan terdapat spesies yang peka terhadap asam, maka seluruh hewan yang memakan spesies tersebut akan terkontaminasi. Deposisi asam juga dapat membahayakan ekosistem air. Hewan-hewan kecil di air biasanya akan mati pada saat pH mendekati 6. Kodok masih dapat bertahan pada pH yang sedikit lebih asam, tetapi bila makanannya punah akibat asam, maka populasi kodok-pun akan berkurang. Telur-telur ikan tidak akan menetas pada pH mendekati 5 dan apabila pH mencapat 4,5, maka air akan steril dan tidak bisa mendukung kehidupan disekitarnya.</li>
<li><strong>Manusia.</strong> Keasaman pada air permukaan hanya berdampak kecil pada manusia secara langsung. Bahkan masih dikatakan aman untuk berenang di danau yang paling asam sekalipun. Akan tetapi, secara tidak langsung deposisi asam akan menghanyutkan polutan mercury dari tanah dan akan meracuni ikan yang dikonsumsi manusia. Diudara, asam yang bereaksi dengan senyawa lain akan menyebabkan kabut polusi (<em>urban smog</em>) yang mengakibatkan iritasi pada paru-paru, asthma, bronchitis dan penyakit pernapasan lainnya. Partikel solid dari sulfat akan sangat merusak paru-paru bila terhirup.</li>
<li><strong>Bangunan.</strong> Deposisi asam baik basah maupun kering dapat merusak bangunan, patung, kendaraan bermotor dan benda yang terbuat dari batu, logam atau material lain bila diletekkan diarea terbuka untuk waktu yang lama. Kerusakan akibat korosi ini terbilang mahal apalagi bila terjadi pada kota-kota bersejarah. Kuil-kuil di Athena, Yunani dan Taj Majal di India kini mulai rusak akibat polusi asam.</li>
</ol>
<h3>Upaya Mengendalian Deposisi Asam</h3>
<p>Cara terbaik untuk mengurangi deposisi asam adalah dengan mengurangi jumlah SO2 dan NOx yang dikeluarkan oleh pabrik, kendaraan bermotor dan pembangkit listrik. Jalan lan untuk mengurangi deposisi asam adalah dengan mengganti bahan bakar yang lebih bersih dari SO2 dan NOx. Pengurangan kandungan sulfur dari minyak bumi dan batubarajuga dapat dilakukan sebelum diolah menjadi bahan bakar. Penggunaan Air Scrubber dan catalytic converter juga bermanfaat untuk mencegah polutan terbebas ke udara. Bila deposisi asam telah terjadi, bubuk batu kapur dapat digunakan untuk menetralisir asam. Di Norwegia dan Swedia, danau-danau diberi perawatan khusus untuk menetralkan asam. Diperkotaan, permukaan benda dapat dilapisi oleh cat anti asam untuk mengantisipasi kerusakan.</p>
<p>Perjanjian Internasional juga dijadikan acuan agar berbagai negara lebih disiplin terhadap pengeluaran polusinya. Kanada tercatat menerima sekitar 50 persen polusi asam dari US. Norwegia dan Swedia juga menerima polusi asamnya dari Inggris, Jerman, Polandia dan Rusia. Sebagian besar polusi asam i Jepang juga datang dari Cina. Pada tahun 1988, disponsori oleh PBB, 24 negara menandatangani perjanjian untuk mengurangi emisi NOx. Tahun 1991, US dan Kanada menandatangani perjanjian batasan polusi SO2 dari industri negaranya. Tahun 1994 di Oslo, Norwegia, 12 negara Eropa menyetujui untuk mengurangi emisi SO2 hingga 87 persen ditahun 2010.</p>
<p>Langkah legislatif tersebut membawa hasil yang cukup baik untuk mengurangi deposisi asam. Dilaporkan bahwa Emisi sulfur di Eropa berkurang mencapai 40 persen dari tahun 1980 hingga 1994. Pada tahun yang sama, polusi SO2 di Norwegia juga turun 75 persen. Emisi SO2 tahunan US turun dari 26 juta ton menjadi 18,3 ton pertahunnya sejak tahun 1980. Kanada juga melaporkan emisi SO2 nya berkurang menjadi 2,6 juta ton.</p>
<blockquote><p>Sumber:<br />
<strong>Acid rain</strong>. Hart, John. Microsoft® Student 2009. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.<br />
<strong>Isu Lingkungan Global.</strong> Musfil A.S. Diktat PLI. Surabaya: Teknik Kimia ITS, 2008</p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1464&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/03/deposisi-asam-lebih-dari-sekedar-hujan-asam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Engineer versus Kompor</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/05/engineer-versus-kompor/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/05/engineer-versus-kompor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 03:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Efrat Sadeli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[students]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Apakah yang akan Anda lakukan apabila saat duduk menunggu mie goreng di pinggir jalan, Anda melihat kompor si tukang mi rusak. Anda engineer? Sebenarnya, apa sih hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang "engineer"?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/05/kompor.jpg" alt="" title="kompor" width="200" height="210" class="left" /><em>Nggak</em> tahu ada angin apa, tiba-tiba saat lagi makan siang di pinggir jalan, saya memikirkan sebuah hal ini:<br />
<em>&#8220;Apakah yang orang pikirkan saat pertama kali mendengar kata engineer atau insinyur?&#8221;</em><br />
Hal yang pasti terbayang dalam benak kita adalah orang yang pandai merancang-bangun sebuah rumah atau gedung, yang kerap kita sebut sebagai insinyur sipil, atau mungkin sosok yang jago mengutak-atik mesin, yang biasa kita sebut sebagai insinyur mesin. Masih banyak ins­­­­inyur-insinyur lainnya &#8212; kalau mau disebut, insinyur listrik, insinyur kimia, insinyur perminyakan, dan <em>ahh </em>banyak <em>lah</em>.</p>
<p>Kita kembali ke acara makan siang saya tadi. Saat tukang mie lagi memasak, ternyata dia mengalami masalah dengan kompornya sehingga saya yang seharusnya bisa menikmati makanan dalam 10 menit terpaksa harus menunggu hingga 20 menit.<br />
<em>&#8220;I wonder kalau saja ada salah satu mahasiswa insinyur dipanggil untuk membetulkan kompor itu saat itu. Apakah dia bisa memperbaikinya?&#8221;</em> </p>
<p>Di bayangan saya, kemungkinan besar si mahasiwa insinyur itu akan berkata, <em>&#8220;Mas, makanannya lain kali saja,&#8221;</em> sambil pergi berlalu meninggalkan si tukang mie yang kebingungan dengan masalah kompornya. Wajar bukan? Sang mahasiswa insinyur datang untuk makan dan bukan untuk memperbaiki kompor.</p>
<p>Berbicara tentang insinyur (<em>engineer</em>), apabila kita merujuk pada kamus <em>Concise Oxford English Dictionary</em>, definisi kata &#8220;<em>engineer</em>&#8221; ialah:<br />
1) <em>a person qualified in engineering,</em><br />
2) <em>a person who maintains or controls an engine or machine,</em><br />
3) <em>a skillful contriver.</em> </p>
<p>Sedangkan definisi kata &#8220;<em>engineering</em>&#8221; ialah:<br />
1) <em>the branch of science and technology concerned with the design, building, and use of engines, machines, and structures; <strong>the practical application of scientific ideas and principles. </strong></em><br />
2) <em>a field of study or activity concerned with modification or development in a particular area. eg. software engineering.</em></p>
<p>Saya sengaja mencetak tebal kata-kata di atas untuk menekankan masalah &#8220;pengetahuan praktis&#8221; yang dimiliki oleh sang <em>engineer</em>. Dulu, jauh sebelum saya kuliah di institut teknologi terkemuka di Bandung, saya begitu terkagum-kagum dengan sebuah film yang berjudul <em>Macgyver</em>. Di film itu diceritakan bahwa ada seseorang yang bernama Macgyver, yang notebene bukan seorang <em>engineer, </em>namun mampu mengakali situasi dengan pengetahuan praktis yang dimilikinya. Sejak menonton film itu, muncul keingingan di benak saya untuk menjadi seorang insinyur karena kesannya yang sangat keren dan cerdik. Bayangkan saja apabila kita di setiap kesulitan selalu mendapati cara untuk menyiasati masalah dengan &#8220;pengetahuan-pengetahuan praktis&#8221;. Sangat hebat, bukan? Dan ada film lain yang cukup berpengaruh terhadap pandangan saya: &#8220;Si Doel Anak Sekolahan 1&#8243;. Walaupun lebih banyak bercerita tentang si Doel dan Zaenab versus Sarah, di film inilah saya pertama kali mengenal istilah &#8220;insinyur&#8221;.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, saya sering bertanya kepada diri saya sendiri apakah pengetahuan yang saya terima di insitut tersebut masih kurang cukup memadai untuk menangani sekedar masalah &#8220;kompor&#8221;. Salah satu dosen saya pernah berkata bahwa <em>know-how</em> jauh lebih berharga ketimbang <em>knowledge </em>. Bahkan ada pepatah yang mengatakan: <em>knowledge is not power, applied knowledge is real power.</em> Terkadang saya berpikir apakah yang saya saya terima di bangku kuliah cenderung kurang menekankan hal-hal yang bersifat praktis dan terlalu <em>njelimet </em>&#8212; <em>too much theory but less action</em>.</p>
<p>Apakah kuliah 4 tahun kita bisa dikatakan tidak bermanfaat? Ya <em>nggak </em>juga <em>sih</em>.. Kuliah 4 tahun tidak bisa dibilang <em>nggak </em>ada manfaatnya. Hal yang justru harus diperhatikan ialah pentingnya dibangun rasa kepedulian terhadap hal-hal yang terlihat sepele; dan hal itu dipupuk dari masa kuliah. Saya percaya apabila kepedulian semacam ini sudah dibangun dalam setiap diri mahasiswa, maka kedepannya akan benar-benar ada <em>practical engineer</em> yang bisa memberi solusi bagi masalah rakyat. Bukan tidak mungkin bila di masa depan ada jurusan <em>stove engineering</em>, insinyur yang tahu cara membuat kompor menjadi efisien dan mudah dibetulkan, atau mungkin juga <em>juice engineering</em>, insinyur pangan yang ahli dalam membuat jus menjadi makanan yang sehat dan bergizi dan bukan untuk skala pabrik saja tapi juga untuk skala rumah tangga. </p>
<p>Kita sebagai <em>engineer </em>dan calon <em>engineer </em>harus bersikap rendah hati dan mau terus belajar. Jangan sampai kita tahu cara membuat pesawat tapi bingung kalang kabut ketika kompor di rumah sendiri rusak.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=335&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/05/engineer-versus-kompor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bingung Memahami Software Teknik Kimia?</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/04/memahami-software-teknik-kimia/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/04/memahami-software-teknik-kimia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 10:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ertanto Vetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ask Majari]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[MATLAB, Visual Basic, HYSYS, ChemCad? Bagaimana cara memahami software Teknik Kimia dengan cepat? Bagaimana cara untuk menyukainya? Celotehan Vero, mahasiswa Teknik Kimia semester 8 dari Solo, mengenai kesulitannya dalam memahami software Teknik Kimia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:102px;"><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/thumbs/coffecup.jpg" alt="Ask Majari!" class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Punya pertanyaan tentang kuliah? Isu hangat Teknik Kimia? Ditemani secangkir kopi hangat, <strong><a href="/ask-majari">Ask Majari</a></strong> akan mencoba membantu kamu. Semangat! Tiap masalah pasti ada solusinya!</div>
</div>
</div>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/Q.gif" align="left"/><em>Hai Majari Kanayakan,</p>
<p>Amazing! Ternyata Teknik Kimia punya wadah yang asyik banget buat ngumpul dengan sesama orang Teknik Kimia se-Indonesia tanpa harus jauh-jauh ke suatu tempat. Cukup via internet. That&#8217;s great! Saya langsung interest banget ama web ini dan langsung nge-log in.</p>
<p>Kenalin nama saya Vero dari Solo. Teknik Kimia semester 8. Di Ask Majari ini, saya mau cerita dulu sebelum bertanya. Saya ngerasa saya benar-benar tidak berbakat dalam bidang perkomputeran. Saya sulit memahami mengenai software-software komputer, seperti: MATLAB, Visual Basic, HYSYS, ChemCad. Dosen saya berkata, <strong>&#8220;Jangan phobia dengan teknologi, teknologi ada untuk mempermudah kita.&#8221;</strong> That’s right! But, baru denger nama program aja kepala saya pening dan langsung membuat saya berpikir rumit. Saya pernah mengikuti pelatihan HYSYS dan ChemCad dan saya senang sekali karena dapat menyelesaikan problem Teknik Kimia lebih cepat dan akurat. Tapi masalahnya, saya sulit memahami, hingga akhirnya kurang menyukai. Akhirnya, saya paling tidak suka jika dosen memberi tugas dengan mengatakan, <strong>&#8220;Tugas ini dikerjakan dengan software..&#8221;</strong></p>
<p>Bagaimana ya cara untuk memahami software Teknik Kimia dengan cepat? Bagaimana cara untuk menyukainya? Jangan-jangan saya sudah benar-benar phobia, hihihi.. Jangan sampai saya deh jadi gaptek. Gak banget! Mohon bantuan dan sarannya ya.</p>
<p>Sebelum dan sesudahnya, matur nuwun ingkah kathah (thank you so much)…<br />
<img src="http://majarimagazine.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" class="wp-smiley" /></p>
<p>Salam,<br />
Vero.</em></p>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/A.gif" align="left"/>Hai Vero,<br />
Terima kasih banget atas interest-nya terhadap website ini. Semoga website ini dapat benar-benar bermanfaat dan dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa Teknik Kimia se-Indonesia. Jangan pernah lupa buka Majari ya! Hehehe..</p>
<p>Mengenai software, sepertinya hal tersebut memang terjadi di sebagian mahasiswa Teknik Kimia. Ada hal yang perlu digarisbawahi dalam pemahaman software komputer. Pemahaman itu terdiri dari dua bagian: (1) pemahaman konsep, dan (2) pemahaman teknik pengoperasian. Nah, dari kedua pemahaman tersebut, manakah yang paling penting?</p>
<p>Sebagai mahasiswa Teknik Kimia, kita menggunakan software sebagai alat bantu perhitungan, simulasi, dan pemodelan. Sebagai mahasiswa semester 8, Vero pasti sudah tahu benar bahwa perhitungan Teknik Kimia relatif bersifat iteratif dan kompleks serta membutuhkan waktu yang lama apabila dilakukan melalui perhitungan manual. Dalam kasus Teknik Kimia, pemahaman konsep dalam software mencakup hal-hal teoritis seperti penentuan model matematika dan penentuan parameter-parameter sistem. Hal itulah yang harus Vero kuasai dengan baik.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, marilah kita tinjau kedua kasus ini.<br />
<em>A: Vero pandai sekali mengoperasikan HYSYS, cekatan meletak-letakkan kolom fraksionasi, cepat dalam membuat aliran-aliran umpan dan produk. Katakanlah mouse komputer bergerak sedemikian cepatnya hingga semua orang terkagum-kagum. Namun, Vero tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai konsep distilasi dan akhirnya simulasi dijalankan hanya berdasarkan &#8216;coba-coba&#8217; yang terlalu tidak berdasar.</em></p>
<p><em>B: Vero mengerti benar konsep distilasi multikomponen, kesetimbangan, dan konsep neraca massa. Namun, karena Vero sama sekali tidak bisa mengoperasikan HYSYS, Vero hanya bisa duduk di samping teman yang kebetulan cekatan. Dengan pemahaman konsep yang Vero miliki, Vero berhasil membantu dia dalam menentukan seluruh variabel dalam sistem seperti tekanan, temperatur, tebakan reflux ratio, tebakan low key dan heavy key value, dan akhirnya menjalankan simulasi dengan optimal dan tepat tujuan.</em></p>
<p>Nah dari kedua kasus di atas, Vero dapat lihat bahwa pemahaman konsep jauh lebih diperlukan dibandingkan dengan pemahaman teknik pengoperasian software. Teknik pengoperasian software dapat Vero kuasai apabila Vero telah terbiasa, tapi pemahaman konsep adalah suatu hal yang mutlak diperlukan agar segalanya bisa dilakukan dengan benar. Mulai sekarang, ada baiknya Vero membiasakan diri dengan software-software Teknik Kimia dan yakinlah bahwa cepat atau lambat itu semua dapat Vero kuasai. Lagi pula, gak mungkin kan ada orang yang terlahir untuk benar-benar tidak bisa &#8216;bersentuhan&#8217; dengan komputer. Hehehe..</p>
<p>Semangat! Tiap masalah pasti ada solusinya!<br />
Salam Majari Kanayakan.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=252&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/04/memahami-software-teknik-kimia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dosen Pembimbing Sibuk Proyek?</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/01/dosen-pembimbing-sibuk-proyek/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/01/dosen-pembimbing-sibuk-proyek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 12:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ertanto Vetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ask Majari]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[students]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2008/01/dosen-pembimbing-sibuk-proyek/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang harus saya lakukan kalau ternyata dosen pembimbing penelitian saya sangat sibuk dengan proyeknya? Saya sudah dikejar deadline lulus! Berikut ini ialah Iman yang sedang berceloteh tentang cerita penelitiannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tright">
<img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/01/askmajari-iman.jpg' alt='askmajari-iman.jpg' />
</div>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/Q.gif" align="left"/><em>Majari,</p>
<p>Pertanyaan gua simple bangett! Apa yang harus gua lakuin kalo gua dapet dosen penelitian yang SIBUKK banget? Hari ini proyek A, besok proyek B.. udah janji ketemu taunya gak dateng karena ada proyek C.. lusa proyek D.. dan terus ampe proyek Z. Oke gua tau dia tuh dosen yang terkenal di industri (*katanya). Jadi banyak perusahaan yang minta dia buat menganalisis banyak hal. Gua dah mencoba berusahaaa bgt untuk sabar. Oke emang gua yang butuh, tapi <strong>at least give me some of your time</strong> dong.</p>
<p>Jadi curhat.</p>
<p>What should I do??? Gua dah dikejar <strong>deadline </strong>lulus!</p>
<p>Salam,<br />
Iman<br />
-kelelahan-</em></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:102px;"><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/thumbs/coffecup.jpg" alt="Ask Majari!" class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Punya pertanyaan tentang kuliah? Isu hangat Teknik Kimia? Ditemani secangkir kopi hangat, <strong><a href="/ask-majari">Ask Majari</a></strong> akan mencoba membantu kamu. Semangat! Tiap masalah pasti ada solusinya!</div>
</div>
</div>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/A.gif" align="left"/>Dear Iman, </p>
<p>Dosen yang terlalu sibuk mengerjakan proyek sebenarnya merupakan satu kasus yang cukup sering dialami oleh kita sebagai seorang mahasiswa. Namun perlu diingat bahwa proyek dosen sebenarnya bukanlah suatu hal yang negatif karena proyek dosen merupakan salah satu bentuk kerjasama paling nyata antara dunia industri dan dunia akademisi dimana kedua pihak berada dalam posisi saling menguntungkan.</p>
<p>Hal ini bisa menjadi masalah bila kesibukan dosen ini justru membuat dosen lupa akan kewajibannya sebagai seorang akademisi. Di satu sisi ia harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang pengajar dan pembimbing namun di sisi lain ia juga memiliki hak untuk mengaplikasikan ilmu yang dia miliki dalam kegiatan proyek-proyek di industri. Sementara kita sebagai mahasiswa memiliki hak untuk medapatkan pengajaran dan bimbingan dari dosen kita. Agak dilematis memang, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut:</p>
<ol>
<li>Pertama, perlu diingat bahwa mahasiswa jauh berbeda dengan siswa (ketika kita sekolah dulu). Sebagai seorang mahasiswa, kita dituntut lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada dosen. Berbeda dengan masa ketika kita masih di sekolah, kita selalu mendapat bimbingan dari guru setiap saat dalam masa belajar mengajar. Oleh karena itu, cobalah sebisa mungkin untuk mengatasi masalah-masalah yang ada dengan mandiri. Coba telaah semua permasalahan dan telusuri semua literatur yang ada. Bila kita benar-benar tidak bisa mendapat jawaban, barulah berusaha untuk mencari bantuan pihak lain.</li>
<li>Coba berdiskusi dengan pihak lain, mungkin dengan rekan anda di kampus atau mungkin berdiskusi dengan teman-teman di Majari (*promosi, hehehe).</li>
<li>Bila cara-cara diatas masih belum berhasil juga, coba hubungi dosen pembimbing tsb dengan segala cara, coba buat janji untuk bertemu di kampus, bila tidak bisa, kita bisa mencoba untuk bertemu di rumah dosen tersebut (bila dosen ybs tidak keberatan), atau mungkin coba hubungi lewat email, sms, atau telepon. Coba ceritakan secara jelas dan ringkas permasalahan yang anda hadapi, sehingga dosen ybs bisa mengerti kondisi anda saat ini.</li>
<li>Bila memang ternyata dosen pembimbing itu sangat sulit dihubungi, kita bisa mencoba menghubungi dosen lain yang kira-kira memiliki kompetensi di bidang permasalahan kita. Jangan lupa untuk meminta dengan baik-baik bantuan dosen tersebut.</li>
<li>Bila cara-cara diatas masih belum bisa menyelesaikan masalah, mungkin sebaiknya kita segera menghubungi dosen koordinator penelitian di kampus anda, karena permasalahan kita secara tidak langsung juga merupakan tanggung jawab koordinator penelitian di kampus. Mungkin dosen koordinator tsb bisa merekomendasikan dosen lain sebagai pembimbing tambahan.</li>
</ol>
<p>Semoga langkah-langkah diatas bisa membantu dan memberi pencerahan bagi saudara Iman dan juga teman-teman yang lain yang mungkin memiliki permasalahan yang sama. Bila membutuhkan informasi atau bantuan lain rekan-rekan Majari akan siap membantu.</p>
<p>Semangat! Semua masalah pasti ada solusinya!<br />
Best regards.<br />
Salam Majari Kanayakan.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=253&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/01/dosen-pembimbing-sibuk-proyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebenernya Teknik Kimia tuh ngapain sih?</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sebenernya-teknik-kimia-tuh-ngapain-sih/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/sebenernya-teknik-kimia-tuh-ngapain-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 10:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ertanto Vetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ask Majari]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[students]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sebenernya-teknik-kimia-tuh-ngapain-sih/</guid>
		<description><![CDATA["Saya mau nanya nih.. kira-kira sebenernya Teknik Kimia tuh ngapain sih? Di semester pertama ini saya masih gak 'ngeh' banget mau ngapain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:102px;"><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/thumbs/coffecup.jpg" alt="Ask Majari!" class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Punya pertanyaan tentang kuliah? Isu hangat Teknik Kimia? Ditemani secangkir kopi hangat, <strong><a href="/ask-majari">Ask Majari</a></strong> akan mencoba membantu kamu. Semangat! Tiap masalah pasti ada solusinya!</div>
</div>
</div>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/Q.gif" align="left"/><em>Dear Majari,</p>
<p>Nama saya Aline, mahasiswa universitas terkemuka di Jakarta yang memiliki jurusan Teknik Kimia tentunya. Ini tahun pertama saya di jurusan Teknik Kimia dan saya masih bener-bener newbie banget di dunia saya yang baru ini. Teknik Kimia sebenarnya pilihan kedua saya di SPMB. Pilihan pertama saya Kedokteran. tapi saya keterimanya di Teknik Kimia. Pertama-tama agak kecewa banget sih.. tapi setelah dipikir-pikir, suka dan gak suka kan hanya persepsi. Toh kalo kita punya kemauan dan keyakinan, manusia bisa sukses di manapun dia ditempatkan.</p>
<p>Saya mau nanya nih.. kira-kira sebenernya Teknik Kimia tuh ngapain sih? Di semester pertama ini saya masih gak &#8216;ngeh&#8217; banget mau ngapain. Saya masih belajar kalkulus, fisika, dan kimia. Tapi apa ntar-ntarnya bakal gitu juga? Dan kerjaan saya tuh ntar bakal ngapain ya? Kalo temen saya ngeliat temen saya yang di Teknik Sipil, saya tau banget bahwa di masa depan dia bakal bisa merancang dan membangun jalanan megah dan gedung-gedung tinggi. Kalau saya melihat teman-teman saya di Teknik Mesin, saya tau benar bahwa dia bakal jadi ahli mesin yang amat handal. Katanya Teknik Kimia bikin pabrik? Bukannya pabrik itu dibangunnya sama orang Teknik Sipil dan Teknik Mesin? Saya bingung.</p>
<p>Dan kalau boleh, saya mau minta saran-saran nih supaya dapat sukses belajar di kampus. Kata orang-orang, Teknik Kimia tuh ilmunya berat banget. Saya jiper banget ngedengernya. Hehehe.. Mudah-mudahan ada saran yang dapat membantu.</p>
<p>Salam,<br />
Aline.</em></p>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/A.gif" align="left"/>Dear Aline,</p>
<p>Pertanyaan Aline nih termasuk pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh mahasiswa- mahasiswa yang baru masuk Teknik Kimia, jadi jangan khawatir karena sebagian besar dari kita pernah melewati masa-masa bimbang yang sama kok, hehehe..</p>
<p>Pada dasarnya semua bidang teknik tuh awalnya pasti belajar yang namanya kalkulus, fisika, dan kimia (kecuali di jurusan Teknik Arsitektur kali ya, hehe..), <strong>karena emang pelajaran itulah dasar dari bidang-bidang teknik yang ada</strong>, termasuk Teknik Kimia. Kalo mo dibilang sih anggap aja itu semua pelajaran SMA kelas 4, hehe..</p>
<p>Sementara kalo yg namanya teknik kimia gambarannya gimana ya.. sejujurnya saya juga ampe sekarang gak kebayang, hehe.. gak deng.. hahaha.. hmm, ilmu-ilmu dasar yg dipelajarin di teknik kimia tuh intinya ilmu-ilmu yang berhubungan dengan proses kimia. Proses kimia itu apa? simpelnya sih proses-proses yang dibutuhkan untuk mengubah suatu bahan baku menjadi produk yang diinginkan. Contoh ilmu yang terlibat banyak banget, ada <strong>mekanika fluida, perpindahan panas, perpindahan kalor, termodinamika, neraca massa, kinetika reaksi, proses pemisahan, evaluasi ekonomi, pengolahan limbah, n masih banyak lagi kok..</strong> eeiiittsss, tapi jangan takut dulu, nama-nama diatas gak seseram yang dibayangin kok, hehehe..</p>
<p>Belum kebayang ya?? ntar juga lama-lama sambil dijalanin juga kebayang kok, hehe..</p>
<p>Terus ntar kerjanya Teknik Kimia kaya gimana ya? hmmm.. contohnya ya bikin pabrik.. masih bingung ngebedain ama Teknik Sipil dan Teknik Mesin? kalo Teknik Sipil dan Teknik Mesin tuh emang bikin pabrik juga, tp mereka tuh bikin pabrik dalam artian merekalah yg bikin alat-alat dalam pabrik, fondasi, gedung-gedung, dan segala hal-hal yang ‘kasat mata’ deh..</p>
<p>Kalo Teknik Kimia dimana? nah <strong>Teknik Kimia-lah yang menentukan pabrik apa yg harus dibangun, bahan baku apa yg mo dipake, produk apa yg mo dibikin, gmn cara bikinnya, intinya di belakang layar deh..</strong> Ato mungkin kamu bertanya-tanya apa pentingnya sih Teknik Kimia buat kehidupan manusia?? Disadari ato gak, barang-barang yang ada di sekitar kita sebagian besar merupakan ‘hasil karya’ Teknik Kimia. Kertas, tinta, pakaian yang kamu pake (termasuk bahan pakaian dan pewarna kain), sabun mandi, pasta gigi, shampoo, deodorant, plastik, karet, gas elpiji, bensin, minyak tanah, pupuk, semen, minyak goreng itu semua bisa dibilang adalah ‘hasil karya’ Teknik Kimia. Jadi Teknik Kimia tuh emang luas banget.</p>
<p>Teknik Kimia ilmunya berat?? hmmm, berat ato gak itu sebenernya relatif kok, yang penting intinya tuh jalanin dengan santai aja, <em>just let it flow</em>. Yang jelas sih kalo mau sukses di Teknik kimia yang jelas perlu usaha dong.. gak ada kan orang yang bisa sukses tanpa berusaha.. tapi seperti yang dibilang tadi, yang penting sih dijalanin dengan santai aja, banyak baca literatur dan latihan soal juga bakal banyak membantu kok, dan yang jangan lupa untuk ngembangin kemampuan <em>soft skill </em>kamu diluar pelajaran kuliah, jadi rajin belajar. Dan kalo ada suatu saat Aline kesulitan apa-apa kan bisa nanya ama temen-temen Majari Kanayakan yang selalu siap membantu, hehehe.. Semoga jawaban-jawaban tadi bisa membantu menghilangkan kebimbangan hati Aline. Ada teman-teman disana yang ingin menambahkan?</p>
<p>Salam Majari Kanayakan.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=136&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/sebenernya-teknik-kimia-tuh-ngapain-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chemical Engineering is Everywhere</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/chemical-engineering-everywhere/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/chemical-engineering-everywhere/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 17:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Michael Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[chemistry]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[products]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/chemical-engineering-everywhere/</guid>
		<description><![CDATA[Showing people that chemical engineering touches their lives everyday is easy. From plastic bottles to activated carbon filter, you can find many more examples. Maybe the industrial world and world that we call "home" aren't so different after all.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/25102007114.jpg" alt="AQUA" align="left" class="alignleft" />When I was thinking about writing this article, I was sitting on a bench in Red Roll Cafe at The Majesty Apartment Bandung. Waiting for the meal to be served, I saw peoples walking here, there, and everywhere. On my table, I noticed an AQUA bottle that I brought from home. I usually refill the bottle with fresh water and reuse it as my daily drinking water container. Suddenly I remembered the time last night I was in the kitchen, spending a minute or two, trying to help my mom even though I realize that I wasn&#8217;t really doing a thing.</p>
<p>Last night, I rinsed the bottle with hot water then placed on the cap back onto the bottle. The appearance of the bottle reminded me of an important lesson that chemical engineers have learned over the years. I read many reports of large chemical processing vessels collapsing after being cleaned with steam.  Usually, the cause of the incident was that the operator sealed the vessel too soon after cleaning.  If all of the steam has not yet condensed and the vessel is sealed, the pressure inside the vessel will decrease (below atmospheric pressure) as the steam condenses. Essentially, a vacuum is formed as the volume of the water vapor decreases.  The same mechanism is what caused the plastic bottle to &#8220;suck in&#8221;.  As the water cooled and condensed, the pressure inside the bottle decreased and atmospheric pressure pushed the sides of the bottle inward.  A simple, yet important lesson for us, a chemical engineering student.  Many tanks and process vessels have been destroyed by this action.</p>
<blockquote><p>Anyway, it&#8217;s unhealthy to reuse the AQUA bottle again and again especially if you often wash it with hot water or expose the bottle to direct sunlight in a certain period of time. Particular amount of heat will destroy some of the polymer particles and will be dissolved in the water we refill in. Have you ever thought of &#8216;eating&#8217; polymers? (*LOL)</p></blockquote>
<p>Another item caught my eye in the kitchen that evening. A simple plastic soda bottle. Many people don&#8217;t realize that these bottle are made of polyester! Even many people do not know what polyester is. They just say &#8216;plastics&#8217;. From trash bags to cellphones, it&#8217;s all plastics!</p>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/aroundhouse7.gif" alt="Plastic Chips" align="left" class="alignleft" />Anyway, polyester is manufactured in large scale chemical plants just like most chemicals. At the end of the process, the plastic is cut into tiny chips as shown below. These plastic chips are then sold to companies that use a process called injection molding to make bottle preforms. The preforms are then packaged and sold to bottlers of the end products whether it be soda or something else. The bottler uses a technique called blow molding to inject hot gas into the preform and &#8220;blow&#8221; it out the final size.</p>
<p>Finally, I noticed the water filter on my kitchen sink. This filter contains one of the oldest filtration medias known to chemical engineers: activated carbon. Via a process called adsorption, small particles adhere to the activated carbon as the fluid passes through the filter.   Chemical engineers have long used activated carbon to purify liquids and gases. Perhaps the most common application in use today in the chemical industry is the use of carbon to remove tiny particles from gas streams before they are released to the atmosphere. Without the activated carbon, these particles could make the surrounding area a very unpleasant place to live or work. The actual activated carbon filter applications may be seen in the above banner. It is a picture of  filters in a water treatment plant.</p>
<p>Showing people that chemical engineering touches their lives everyday is easy. From plastic bottles to activated carbon filter, you can find many more examples. It&#8217;s also important to note that chemical engineers can also learned some things from the home as is evident with the collapsing water bottle. Maybe the industrial world and world that we call &#8220;home&#8221; aren&#8217;t so different after all.</p>
<blockquote><p>Reference(s): <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carbon_filtering" target="_blank">Wikipedia &#8211; Activated carbon filtering</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blow_molding" target="_blank">Wikipedia &#8211; Blow moulding</a>, Other sources.</p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=55&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/chemical-engineering-everywhere/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
