<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; fuel cell</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/tag/fuel-cell/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 04:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Aqueous Phase Reforming (APR)</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/06/aqueous-phase-reforming-apr/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/06/aqueous-phase-reforming-apr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 03:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Saepul Rohman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[fuel cell]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1770</guid>
		<description><![CDATA[Hidrogen mempunyai potensi yang besar sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan dari mengimpor sumber daya energi. Untuk itu, kita akan memerlukan fasilitas untuk memproduksi, menyimpan dan memindahkan hidrogen. Aqueous Phase Reforming (APR) merupakan salah satu caranya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1771" class="wp-caption alignleft" style="width: 183px"><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/05/h2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1771" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/05/h2-289x300.jpg" alt="Hydrogen power" width="173" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Hidrogen</p></div>
<p>Hidrogen banyak digunakan sebagai bahan bakar seperti pada industri pengilangan, <em>treating </em>logam dan pemrosesan makanan.  The <em>National Aeronautics and Space Administration (NASA)</em> adalah pengguna primer hidrogen sebagai bahan bakar dan telah menggunakannya selama bertahun-tahun dalam program luar angkasa. Baterai hidrogen yang disebut <em>fuel cells</em> dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sistem daya listrik di roket atau pesawat luar angkasa. Produk samping yang diperoleh hanyalah air murni dan digunakan oleh para awak pesawat sebagai air minum. Proses pada <em>fuel cells</em> sangat efisien tetapi pembuatannya mahal.<em> Fuel cells</em> ukuran kecil dapat menjalankan mobil listrik sedangkan fuel cells ukuran besar dapat menyediakan listrik untuk tempat terpencil tanpa jalur transmisi.</p>
<p>Hidrogen mempunyai potensi yang besar sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan dari mengimpor sumber daya energi. Sebelum hidrogen dapat menjadi sumber energi terbesar dan dapat digunakan sebagai alternatif dari bensin, banyak fasilitas baru harus dibangun. Kita akan memerlukan fasilitas tersebut untuk membuat hidrogen, menyimpannya dan memindahkannya. Kita akan memerlukan fuel cells yang ekonomis dan konsumen memerlukan teknologi dan pendidikan untuk aman menggunakannya. Saat ini telah banyak proses yang ditemukan untuk mengkonversi biomassa seperti gliserol menjadi hidrogen. Salah satu proses yang efektif adalah reformasi fasa cair (<em>Aqueous Phase Reforming/APR</em>). Proses ini telah dikembangkan oleh Virent Energy System, Inc. Proses APR adalah metoda yang unik untuk memproduksi hidrogen dari larutan senyawa beroksigen dalam satu tahap proses reaktor dibandingkan dengan tiga atau lebih tahap yang diperlukan untuk memproduksi hidrogen melalui proses konvensional yang mempergunakan bahan bakar fosil yang tak terbarukan. Kunci pemecahan dari proses APR adalah reformasi larutan dilakukan dalam fasa cair.</p>
<p>Gliserol ini bisa dicampur dengan air untuk dijadikan umpan dari proses reformasi fasa cair ini. Skema proses ini bisa dilihat pada Gambar berikut.</p>
<p> </p>
<div id="attachment_1772" class="wp-caption aligncenter" style="width: 484px"><img class="size-full wp-image-1772 " title="proses-apr" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/05/proses-apr.jpg" alt="Diagram Proses APR" width="474" height="316" /><p class="wp-caption-text">Diagram Proses APR</p></div>
<p style="text-align: center;">Pada proses ini, reaksi yang terjadi adalah :<br />
C3H8O3 + 3H2O &#8211;&gt; 3CO2 + 7H2</p>
<p>Reaksi reformasi fasa cair ini terjadi dalam reaktor tunggal pada temperatur antara 200°C hingga 250°C dan pada tekanan di atas <em>bubble point air</em> (16-40 bar). Reaksi ini merupakan reaksi endoterm sehingga membutuhkan pasokan kalor dari luar.</p>
<p>Katalis logam sering digunakan untuk proses <em>Aqueous Phase Reforming</em>. Logam seperti Pt, Pd, dan campuran logam Ni-Sn menunjukkan selektivitas yang tinggi untuk produksi hidrogen dan kecenderungan untuk membentuk alkana sangat rendah. Di sisi lain, logam seperti Ru dan Rh lebih aktif untuk membentuk alkana. Penyangga asam memiliki selektivitas tinggi untuk reaksi ini, sedangkan penyangga basa/ netral meyukai produksi hidrogen. Lebih dari itu, penyangga oksida memainkan aturan kunci dalam aktivasi molekul air, menghasilkan inhibition atau promotion dalam <em>WGSR (Water Gas Shift Reaction)</em>. Keasaman larutan juga berpengaruh pada unjuk kerja aqueous phase reformer. Secara jelas dapat disimpulkan bahwa larutan basa dan netral menghasilkan selektivitas hidrogen yang tinggi dan selektivitas alkana yang rendah. Sebaliknya larutan asam menghasilkan selektivitas hidrogen yang rendah dan selektivitas alkana yang tinggi.</p>
<p><strong>Metode Preparasi Katalis</strong><br />
Katalis yang akan digunakan untuk suatu reaksi biasanya melalui tahap preparasi terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa tahap preparasi yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.</p>
<ol>
<li> Menurut Nianjun Luo et all. Bahwa katalis berbasis Pt telah dipreparasi menggunakan metode incipient wetness impregnation. Secara khas, y-Al2O3 (ukuran 178-250 µm) telah diimpregnasi dengan larutan H2PtCl6 selama 24 jam pada temperatur ruang. Kemudian dikeringkan pada 120 °C semalaman dalam oven dan dikalsinasi pada 260 °C selama 2 jam di udara.</li>
<li> Menurut Guodong Wen et all. Bahwa larutan yang digunakan untuk preparasi katalis Pt, Ni, Co dan Cu adalah berturut-turut H2PtCl6, (Ni(NO3)2.6H2O), (Co(NO3)2.6H2O) dan (Cu(NO3)2.6H2O). Al2O3, karbon aktif, SiO2, MgO, HUSY (SiO2/Al2O3=4.8) dan SAPO-11 (Si0.129Al0.499P0.397O2) digunakan sebagai penyangga untuk menyangga katalis Pt. Katalis dipreparasi dengan metode incipient wetness impregnation dilanjutkan dengan pengeringan di udara dalam oven pada 383 K semalaman dan terakhir dikalsinasi pada 723 K selama 3 jam (kecuali untuk katalis Pt dikalsinasi pada 753 K). Kemudian direduksi dalam aliran H2 selama 2 jam pada 823 K (pemanasan 2 K/min). Setelah reduksi, sampel didinginkan samapi temperatur ruang dan dipassivasi dalam aliran O2/N2 (1%-vol O2).</li>
</ol>
<blockquote><p>Sumber:<br />
<a href="http://www.greenoptimistic.com/hydrogen_power">http://www.greenoptimistic.com/hydrogen_power</a><br />
<a href="http://www.wisbiorefine.org">http://www.wisbiorefine.org</a><br />
<a href="http://www.esru.strath.ac.uk">http://www.esru.strath.ac.uk</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1770&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/06/aqueous-phase-reforming-apr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hybrid Cars, Hi-fashion Solution for Air Pollution</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/01/hybrid-cars-hi-fashion-solution-for-air-pollution/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/01/hybrid-cars-hi-fashion-solution-for-air-pollution/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 21:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[fuel cell]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[Hybrid cars began grabbing headlines in 2004, especially after movie stars were seen arriving at the Academy Awards in these environmentally friendly vehicles. With worries over air pollution and with gasoline prices topping $2 a gallon, the public imagination has seized on hybrid cars as a high-tech, high-fashion solution.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1010" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1010" title="Toyota Prius" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/majarimagazine-prius-300x219.jpg" alt="Toyota Prius" width="300" height="219" /><p class="wp-caption-text">Toyota Prius</p></div>
<p>Hybrid cars began grabbing headlines in 2004, especially after movie stars were seen arriving at the Academy Awards in these environmentally friendly vehicles. With worries over air pollution and with gasoline prices topping $2 a gallon, the public imagination has seized on hybrid cars as a high-tech, high-fashion solution.</p>
<p>The state of California provided the major commercial impetus in the U.S. for the development of electric (battery), electric-gasoline (hybrid), and fuel-cell vehicles. In 1990 the California Air Resources Board mandated a schedule for sales of light-duty vehicles in the state in order to reduce air pollution. The first modern hybrid cars, the <strong>Toyota Prius</strong> and the <strong>Honda Insight</strong>, went on sale in Japan in 1997 and 1999, respectively, and in the U.S. in very limited numbers in 2000 not mentioned when in Indonesia. Greater numbers—although still fewer than 50,000 in the U.S. (compared with some 17 million gasoline vehicles sold each year)—became available with the 2004 model year. Sales took off, with dealers reporting waiting lists of from six months to a year. American manufacturers countered in the summer and fall of 2004. Ford introduced the <strong>Escape</strong>, the world&#8217;s first hybrid sport utility vehicle; General Motors offered hybrid versions of its <strong>Chevrolet Silverado</strong> and <strong>GMC Sierra</strong> trucks; and DaimlerChrysler came up with a hybrid version of its <strong>Dodge Ram</strong> truck.</p>
<p>Hybrids typically use nickel–metal-hydride (NiMH) batteries to provide power for an electric motor that shares duties with a small gasoline motor. Either or both motors may be operating, according to driving conditions. When the car is idling at a stop, going downhill, or cruising at low speeds, the gasoline motor is shut off. (Unlike conventional gasoline vehicles, hybrids get better mileage in the city than on the highway.) Under full-throttle acceleration, when climbing hills, or while cruising at high speeds, the two engines operate in tandem by means of a sophisticated electronic transmission. When decelerating or braking, the force used to slow the car is harnessed to charge the battery.</p>
<p>Hopefully this hi-fashion modern car type can replace the former hi-&#8221;urban air pollution source&#8221; car type. Talking about urban air pollution, Los Angeles is worst example of polluted air. Tokyo has such a serious air-pollution problem that oxygen is supplied to policemen who direct traffic at busy intersections. Milan, Ankara, Mexico City, and Buenos Aires face similar problems. Although New York City produces greater quantities of pollutants than Los Angeles, it has been spared from an air-pollution disaster only because of lucky favorable climatic circumstances. Compared with those cities, Jakarta and Surabaya is &#8220;not very polluted enough&#8221; but our kind of air problem still dangerous for traffic and pedestrian user like us.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1009&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/01/hybrid-cars-hi-fashion-solution-for-air-pollution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Direct Methanol Fuel Cell: Just Plug and Play!</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/01/direct-methanol-fuel-cell-just-plug-and-play/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/01/direct-methanol-fuel-cell-just-plug-and-play/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 08:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Shofinita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[fuel cell]]></category>
		<category><![CDATA[separation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[Pernah bermasalah dengan baterai laptop yang tiba-tiba habis saat presentasi? Masalah dengan handphone yang tiba-tiba mati karena baterai yang habis saat sedang melakukan panggilan? Jangan khawatir, teknologi Direct Methanol Fuel Cells dapat mengisi energi alat-alat tersebut tanpa bantuan charger. Masukkan metanol, gadget Anda pun dapat dinikmati kembali. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_996" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-996" title="4411046a-i1_0" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/4411046a-i1_0-300x246.jpg" alt="Skema Alat Direct Methanol Fuel Cell" width="300" height="246" /><p class="wp-caption-text">Skema Alat Direct Methanol Fuel Cell</p></div>
<p>Pernah mengalami masalah dengan baterai laptop yang tiba-tiba habis saat presentasi tetapi tak membawa <em>charger</em>? Masalah dengan <em>handphone</em> yang tiba-tiba mati karena baterainya habis saat sedang melakukan panggilan penting di luar ruangan? Kondisi-kondisi tersebut tidak memungkinkan kita menghubungkan charger untuk mengisi kembali baterai yang habis. Namun, jangan khawatir, teknologi baru <em>Direct Methanol Fuel Cell</em> dapat mengisi kembali energi pada alat-alat tersebut tanpa bantuan charger baterai. Hanya perlu masukkan metanol, <em>gadget</em> Anda pun dapat dinikmati kembali.</p>
<p>Penggunaan metanol sebagai sumber energi utama memiliki beberapa keuntungan dibandingkan hidrogen murni. Salah satu hal yang paling signifikan adalah metanol berwujud cair dari -97.0 °C hingga 64.7 °C sehingga tidak membutuhkan tekanan tinggi atau temperatur rendah pada penyimpanannya. Sebaliknya, gas hidrogen, agar dapat digunakan secara efektif, harus berbentuk gas bertekanan tinggi ataupun <em>supercooled liquid</em> sehingga harus disimpan dalam tangki bertekanan tinggi.</p>
<p>DMFC dapat menghasilkan energi dengan langkah-langkah berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Penyediaan Sumber energi</strong><br />
Untuk dapat menghasilkan energi pada sel tunam DMFC, diperlukan campuran metanol dan air. Larutan metanol ini dimasukkan ke dalam sisi anoda.</li>
<li><strong>Pemisahan menjadi proton dan elektron</strong><br />
Metanol dioksidasi pada lapisan katalis, umumnya mengandung platinum, untuk membentuk karbon dioksida. Air terkonsumsi pada reaksi dengan metanol di anoda yang menghasilkan karbon dioksida, proton (H+) dan elektron (e-). Kebutuhan air yang terkonsumsi di sisi anoda ini, metanol murni tidak dapat digunakan sebagai penghasil energi.</li>
<li><strong>Pembangkitan energi</strong><br />
Ion positif hidrogen selanjutnya bergerak melewati membran penukar proton dan elektron (e-) akan bergerak dari anoda ke katoda melalui sirkuit luar untuk membentuk arus listrik. Arus ini dapat digunakan untuk menyalakan lampu, telepon genggam, dan lain-lain. Arus ini selanjutnya kembali ke katoda sel tunam.</li>
<li><strong>Reaksi dengan oksigen menghasilkan air</strong><br />
Proton (H+) dan elektron (e-) bereaksi dengan oksigen dari udara pada katoda sehingga menghasilkan molekul air.<br />
Reaksi yang terjadi adalah:  Anoda: CH3OH + H2O &#8211;&gt; CO2 + 6H+ + 6e<br />
Katoda: (3/2)O2 + 6H+ + 6e-  &#8211;&gt; 3H2O<br />
Reaksi keseluruhan:  CH3OH + (3/2)O2 &#8211;&gt; CO2 + 2H2O</li>
</ol>
<p>Walaupun memiliki densitas energi yang relatif tinggi, efisiensi DMFC rendah karena tingginya penyerapan metanol pada material membran yang digunakan, biasanya dikenal dengan <em>methanol crossover</em>. Hasilnya, efisiensi DMFC hanya mendekati 40%. Namun, salah satu material membran baru (<em>polymer electrolyte thin film</em>) telah digunakan untuk mengurangi masalah tersebut. Masalah lain pada DMFC yaitu pengelolaan karbon dioksida yang terbentuk di anoda.</p>
<div id="attachment_995" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-995" title="1926dmfcset" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/1926dmfcset-150x150.jpg" alt="Direct Methanol Fuel Cell" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Direct Methanol Fuel Cell</p></div>
<p>DMFC saat ini terbatas pada energi yang dapat dihasilkan, namun dapat menyimpan energi besar pada ruang yang kecil. Hal ini berarti DMFC dapat menghasilkan energi dalam jumlah kecil dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan sel tunam tipe ini merupakan salah satu kandidat penggati teknologi baterai ion litium dan ideal digunakan untuk barang-barang seperti telepon genggam, kamera digital atau laptop. Dibandingkan baterai ion litium yang berukuran sama, DMFC komersial memiliki waktu operasi yang lebih lama. DMFC dapat memproduksi energi secara kontinu selama ada sumber energi. Tanpa perlu mengisi ulang sumber energi yang digunakan, pengguna DMFC hanya perlu memasukkan cartridge metanol yang baru untuk melanjutkan penggunaan energi.</p>
<p>Walaupun memiliki berbagai keuntungan daripada hidrogen murni, penggunaan metanol sebagai bahan sel tunam membutuhkan perhatian panting karena akibatnya pada tubuh manusia. Metanol dapat masuk ke tubuh manusia melalui pernafasan dan adsorbsi melalui kulit. Namun, <em>International Civil Aviation Organization’s (ICAO) Dangerous Goods Panel (DGP)</em> pada November 2005 memperbolehkan penumpang membawa dan menggunakan sel tunam mikro dan cartridge metanol saat berada di dalam pesawat untuk memberi energi pada laptop dan barang elektronik lainnya. Pada 24 September 2007, Departemen Transportasi US membicarakan rencana peraturan untuk memperbolehkan penumpang pesawat udara membawa cartridge sel tunam. Departemen Transportasi membicarakan peraturan akhir pada 30 April 2008, memperbolehkan penumpang dan kru untuk membawa sel tunam yang disetujui dengan <em>cartridge </em>metanol hingga dua <em>cartridge </em>cadangan tambahan.</p>
<p><em>Direct Methanol Fuel Cell (DMFC)</em> adalah salah satu jenis sel tunam (<em>fuel cell</em>) yang menggunakan <em>Proton Exchange Membrane (PEM)</em> dengan menggunakan metanol yang langsung diumpankan ke dalamnya. Karena metanol dan air diumpankan secara langsung ke dalam sel tunam, DMFC tidak memerlukan proses <em>steam reforming</em>. Hal ini menyebabkan DMFC berbeda dengan <em>Reformed Methanol Fuel Cell (RMFC)</em> yang juga menggunakan metanol sebagai sumber energinya. DMFC ini selanjutnya akan menghasilkan listrik dari reaksi kimia yang melibatkan metanol, air, dan udara dan menghasilkan sejumlah air dan karbon dioksida.</p>
<blockquote><p>Referensi:<br />
<a href="http://www.fuelcellsforpower.com/Direct-Methanol-Fuel-Cells.html">http://www.fuelcellsforpower.com/Direct-Methanol-Fuel-Cells.html</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Direct-methanol_fuel_cell">http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Direct-methanol_fuel_cell</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=994&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/01/direct-methanol-fuel-cell-just-plug-and-play/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reaktor Membran: Reforming Metanol untuk Fuel Cell</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/12/aplikasi-reaktor-membran-reforming-metanol-untuk-fuel-cell/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/12/aplikasi-reaktor-membran-reforming-metanol-untuk-fuel-cell/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 04:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Shofinita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[fuel cell]]></category>
		<category><![CDATA[membrane]]></category>
		<category><![CDATA[separation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[Fuel cell atau sel tunam adalah sel elektrokimia yang secara sinambung mengkonversi energi kimia bahan bakar menjadi energi listrik. Pemenuhan kebutuhan bahan bakar ini semakin mengalami perkembangan, salah satunya dengan penggunaan reformer metanol.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_926" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><em><em><a href="http://flickr.com/photos/11435930@N06/2497381592/"><img class="size-thumbnail wp-image-926" title="Hydrogen Fuel Cell" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/2497381592_14e27509b7-150x150.jpg" alt="Hydrogen Fuel Cell" width="150" height="150" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Hydrogen Fuel Cell</p></div>
<p><em>Fuel cell</em> atau sel tunam adalah sel elektrokimia yang secara sinambung mengkonversi energi kimia suatu bahan bakar dan suatu oksidator menjadi energi listrik dengan proses yang melibatkan sistem elektroda–elektrolit. <em>Fuel cell </em>merupakan suatu bentuk teknologi sederhana seperti baterai yang dapat diisi bahan bakar untuk mendapatkan energinya kembali. Kebutuhan bahan bakar <em>fuel cell</em> bergantung pada jenis elektrolit yang digunakan. Beberapa sel tunam, dengan oksigen dan hidrogen sebagai bahan bakarnya, membutuhkan hidrogen yang murni. Pemenuhan kebutuhan bahan bakar hidrogen murni ini semakin mengalami perkembangan, salah satunya dengan penggunaan reformer metanol.</p>
<h3>Reaktor Membran untuk Reforming Metanol</h3>
<p>Reaktor membran adalah sistem reaktor baru yang mengkombinasikan pemisahan dengan membran dan reaksi kimia. Reaktor membran memiliki dua tipe, yaitu reaktor membran <em>packed-bed</em> dan reaktor membran katalitik. Reaktor membran dengan katalis <em>packed-bed</em> memiliki area pemisahan yang terpisah dari area reaksi, sedangkan pada reaktor membran katalitik, reaksi dan pemisahan terjadi secara simultan. Membran dalam reaktor ini merupakan penghalang yang hanya dapat melewatkan komponen tertentu. Selektivitas pada membran ini dikontrol oleh ukuran diameter pori membran.</p>
<div id="attachment_847" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-847" title="membran-reaktor" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/membran-reaktor-300x290.jpg" alt="Membran Reaktor" width="300" height="290" /><p class="wp-caption-text">Membran Reaktor</p></div>
<p>Pada reaktor membran, kombinasi reaksi dan pemisahan dilakukan untuk meningkatkan konversi. Salah satu produk hasil reaksi dipisahkan dari reaktor melalui membran. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan reaksi bergerak ke kanan (menurut Prinsip <em>Le Chatelier</em>), sehingga produk yang dihasilkan semakin banyak.</p>
<p>Membran reaktor banyak digunakan pada reaksi dehidrogenasi (misalnya reaksi dehidrogenasi etana). Pada reaksi ini, hanya salah satu produk, yaitu hidrogen, yang cukup kecil sehingga dapat melewati membran. Hasilnya, desain yang lebih padat dan konversi yang semakin tinggi membuat reaktor tipe ini menunjukkan proses yang lebih efisien. Pemisahan produk akan meningkatkan waktu tinggal untuk volume reaktor yang digunakan sehingga membawa reaksi yang terbatas pada kesetimbangan semakin mendekati penyelesaian reaksi.</p>
<p>Keuntungan yang lebih jauh lagi, reaktor membran dapat meningkatkan rentang temperatur dan tekanan yang diperbolehkan untuk reaksi. Reaktor membran secara fundamental mengubah ketergantungan konversi reaksi dekomposisi fasa gas terhadap tekanan sehingga reaksi lebih disukai jika dilakukan pada tekanan tinggi daripada tekanan rendah. Kondisi tekanan tinggi akan membutuhkan ukuran reaktor yang lebih kecil dan pemurnian yang lebih efisien. Reaktor membran juga berguna bagi reaksi endotermik dan eksotermik yang berurut, dengan menggunakan ekstraksi produk untuk meningkatkan perpindahan panas. Hasilnya adalah reaktor yang lebih kecil, biaya yang lebih rendah, dan reaksi samping yang lebih sedikit.</p>
<p>Salah satu penerapan reaktor membran adalah reaksi reforming metanol yang dapat digunakan sebagai sumber hidrogen untuk <em>fuel cell</em>. Reaksi yang terjadi adalah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">CH<sub>3</sub>OH + H<sub>2</sub>O &#8211;&gt;3H<sub>2</sub> + CO<sub>2</sub> (1)</p>
</blockquote>
<p>Reaksi ini dapat dimodelkan oleh dua tahap reaksi: reaksi perengkahan endotermik <em>irreversible</em>, dimana satu mol metanol dikonversi menjadi tiga mol produk:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">CH<sub>3</sub>OH &#8211;&gt;2H<sub>2</sub> + CO (2)</p>
</blockquote>
<p>dan diikuti oleh <em>water gas shift reaction</em>,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">CO + H<sub>2</sub>O &#8211;&gt; H<sub>2</sub> + CO<sub>2</sub> (3)</p>
</blockquote>
<p>yang merupakan reaksi eksotermik dan terbatas pada kesetimbangan.</p>
<p>Kedua reaksi ini biasanya dilakukan pada reaktor aliran sumbat menggunakan katalis tembaga-seng oksida dan diikuti oleh reaksi pemurnian, yaitu oksidasi parsial untuk memisahkan CO yang tak bereaksi. Tanpa reaktor membran, persyaratan kondisi pemanasan dan tekanan pada proses ini menjadi sulit, karena memerlukan reaktor yang besar dan daerah pemanasan yang signifikan. Jika mungkin, reaksi 2 akan berlangsung pada tekanan dan temperatur tinggi untuk mempercepat reaksi dan meningkatkan penggunaan katalis. Selain itu, karena reaksi ini sangat endotermik, temperatur yang digunakan harus sangat tinggi dan panas harus diberikan sepanjang reaktor.</p>
<div id="attachment_852" class="wp-caption alignright" style="width: 188px"><img class="size-full wp-image-852" title="Reaktor Membran untuk Konversi Methanol" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/bcctalk51.jpg" alt="Reaktor Membran untuk Konversi Methanol" width="178" height="355" /><p class="wp-caption-text">Reaktor Membran untuk Konversi Methanol</p></div>
<p>Secara kontras, temperatur dan tekanan yang rendah justru dibutuhkan untuk menjalankan reaksi 3 karena reaksi ini bersifat eksotermik. Panas harus dihilangkan antara tahap ini dan tahap akhir, atau di sepanjang reaktor pada bagian reaksi ini. Reaksi seperti ini umumnya menggunakan pemanas internal untuk reaksi 2 dan tiga alat penukar panas eksternal yang memanaskan umpan dan menghasilkan pendinginan antar tahap pada reaksi 3. Tekanan rendah yang digunakan untuk menjalankan reaksi 3 menyebabkan kedua reaksi harus dilaksanakan pada tekanan rendah, di bawah 100 psi. Akibatnya, reaktor yang digunakan menjadi lebih besar daripada reaktor pada kondisi tekanan tinggi. Secara otomatis, biaya peralatan pun meningkat.</p>
<p>Salah satu reaktor membran yang sedang diteliti untuk digunakan pada reaksi konversi metanol ditunjukkan oleh gambar di samping kanan ini. Metanol dan air masuk melalui bagian bawah annulus luar dan diuapkan menggunakan panas yang didapat dari pendinginan produk hidrogen dan <em>shift reaction</em>. Uap ini akan bergerak ke bagian atas. Pemanasan lebih lanjut pada reformer dilakukan dengan pembakaran gas rafinat.</p>
<p>Beberapa inci pertama dalam reaktor tersebut merupakan area dekomposisi, yaitu area saat metanol dikonversi menjadi CO dan H<sub>2</sub> dengan reaksi 2. Reaksi ini diikuti oleh daerah tempat terjadinya reaksi <em>water-gas shift</em>. Seperti yang sudah disebutkan, pemisahan hidrogen membantu melaksanakan reaksi pada tekanan tinggi dengan menjaga tekanan parsial hidrogen di bawah tekanan parsial karbon monoksida dan air. Pembakaran gas buangan juga meningkatkan efisiensi keseluruhan saat memisahkan sisa CO. Dengan membran yang sesuai, unit ini akan menghasilkan hidrogen yang lebih murni daripada hidrogen yang dihasilkan oleh oksidasi parsial.</p>
<blockquote><p><strong>Sumber:</strong><br />
1. Robert Buxbaum: Membrane Reactors, Fundamental and Commercial Advantages, e.g For Methanol Reforming.<br />
2. Tatang H. Soerawidjaja: Slide kuliah Sel Tunam<br />
3. <a href="http://www.engin.umich.edu">http://www.engin.umich.edu</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=846&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/12/aplikasi-reaktor-membran-reforming-metanol-untuk-fuel-cell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chemiformers: lab cars go green!</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/03/chemiformers-lab-cars-go-green/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/03/chemiformers-lab-cars-go-green/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 16:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alvin Octory Atmojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[fuel cell]]></category>
		<category><![CDATA[reaction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2008/03/chemiformers-lab-cars-go-green/</guid>
		<description><![CDATA[The Chemiformers, UKM Chem-e-Car winning green lab car, operate using electrochemical cell which consists of magnesium and lead oxide as the electrodes and sulfuric acid as the electrolyte.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/03/chemiformers-1.JPG' alt='chemiformers-1.JPG' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Chemiformers.</strong> This green lab car operates using electrochemical cell which consists of magnesium and lead oxide as the electrodes and sulfuric acid as the electrolyte.</div>
</div>
</div>
<h3>What is Chem-e-Car?</h3>
<p>Chem-e-Car is an annual college competition for students majoring in Chemical Engineering held in Malaysia. Students must design small-scale automobiles that operate by chemical means, along with a poster describing their research. During the competition, they must drive their car a fixed distance in order to demonstrate its capabilities. In addition to driving a specified distance, they must also hold a payload of 0-500mL of water. The exact distance (15-30m) and payload is given one hour before the competition. The size of designed cars cannot exceed a specific defined size and cars must operate using &#8220;green&#8221; methods, which do not release any pollution or waste in the form of a visible liquid or gas, such as exhaust. To operate the car using &#8220;green&#8221; method, it can be used electrochemical cell, fuel cell, solar cell, pressure, and etc. A new learning opportunity is emerging, in which the competition can help students to confront another reality safety an area of instruction where some teachers admit the current curriculum often falls short. The competition may help jump-start students’ expertise in safety. The event gives chemical engineering students the opportunity to work in teams and apply their knowledge of chemistry, physics, and thermodynamics.</p>
<h3>How Chemiformers work?</h3>
<p>The Chemiformers operate using electrochemical cell which consists of magnesium and lead oxide as the electrodes and sulfuric acid as the electrolyte. In the process of the reaction, electrons move from magnesium to lead oxide through an electrically conducting path as useful electric current. This result generates energy to move the motor which connected to the well of the car and thus moves the car. The car will continue move until the magnesium strip is fully dissolved into the solution.</p>
<h3>Reaction</h3>
<p>Anode : Mg<sub>(s)</sub> + SO<sub>4</sub><sup>2-</sup><sub>(aq)</sub> + 2H<sup>+</sup><sub>(aq)</sub> -> MgSO<sub>4(s)</sub> + H<sub>2(g)</sub> + 2e<sup>-</sup><br />
Cathode	: PbO<sub>2(s)</sub> + SO<sub>4</sub><sup>2-</sup><sub>(aq)</sub> + 4H<sup>+</sup><sub>(aq)</sub> + 2e<sup>-</sup> -> PbSO<sub>4(s)</sub> + 2H<sub>2</sub>O<sub>(l)</sub><br />
Overall : Mg<sub>(s)</sub> + 2SO<sub>4</sub><sup>2-</sup><sub>(aq)</sub> + PbO<sub>2(s)</sub> + 6H<sup>+</sup><sub>(aq)</sub> -> MgSO<sub>4(s)</sub> + PbSO<sub>4(s)</sub> + H<sub>2(g)</sub> + 2H<sub>2</sub>O<sub>(l)</sub></p>
<h3>Features and Safety</h3>
<p>Inside the Chemiformers, the reaction occurs instantly as soon as the circuit is completed, giving a very minimal start-up time in the process. Additional to the zero release of pollution in the form of a visible liquid or gas, Chemiformers also uses economical-recycled materials which make it a complete environmentally-friendly lab cars. Chemiformers may be operated in ease with design considerations in the safety factors. The reactant tank is spillage and leakage free designed from material that strong enough to hold acids. The byproduct of Chemiformers is hydrogen which is earth-friendly gas.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/03/chemiformers-2.JPG' alt='chemiformers-2.JPG' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Chemiformers.</strong> Additional to the zero release of pollution in the form of a visible liquid or gas, Chemiformers also uses economical-recycled materials which make it a complete environmentally-friendly lab cars.</div>
</div>
</div>
<h3>The Competition</h3>
<p>Chemiformers was one of two teams that represent Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) in the competition. The team members are Ahmad Sharifudin Hashim, Shafika Zulkepli, Siti Noor Leela Selamat, and Alvin Octory Atmojo, an Indonesian student that currently continuing his bachelor study in UKM Malaysia. Chemiformers was also the winners of the Chem-E-Car competition at UKM level, held at the Engineering Faculty in September 2007. The competition, an annual event, was organized by the Institution of Engineers Malaysia (IEM) and held at Universiti Sains Malaysia (USM), Penang. UKM won the Special Award, secured second place in the Car Competition and first place in the Poster Presentation in the competition.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=292&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/03/chemiformers-lab-cars-go-green/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fuel Cell – Way to Zero Pollution</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/10/fuel-cell-%e2%80%93-way-to-zero-pollution/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/10/fuel-cell-%e2%80%93-way-to-zero-pollution/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 18:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[fuel cell]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/10/fuel-cell-%e2%80%93-way-to-zero-pollution/</guid>
		<description><![CDATA[Many people are concerned about the environment, global warming, and related issues. Yet many don’t realize that the cars and trucks they drive are a major source of these problems, and that there are alternative choices they can make today.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/fuelcell.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Many people are concerned about the environment, global warming, and related issues. Yet many don’t realize that the cars and trucks they drive are a major source of these problems, and that there are alternative choices they can make today. One of them is by using fuel cell as power source for vehicle.</p>
<p><strong>What is fuel cell?</strong><br />
A fuel cell is an electrochemical energy conversion device consists of two electrodes, the anode and the cathode, separated by electrolyte. The fuel supplied on the anode side and oxidant supplied on the cathode side reacts by the presence of electrolyte. Generally, the reactants (fuel and oxidant) flow in and reaction products flow out while electrolyte remains in the cell.</p>
<p><strong>How does fuel cell work?</strong><br />
Fuel flows into the anode, where in the presence of the catalyst, the fuel molecules dissociate into electrons and protons. The electrons flow through an external circuit which produces electricity to power the vehicle. The protons flow through the electrolyte, rejoin the electrons in the cathode, and combine with oxygen to form water and heat.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/10/pem_fuelcell2.gif" alt="Proton Exchange Membrane Fuel Cell" /></p>
<p><strong>What are the benefits of using fuel cell?</strong><br />
Fuel Cell Vehicles (FCV), using hydrogen as fuel; provide more benefits than the conventional ones.</p>
<ul>
<li>Zero tailpipe emissions – an FCV has no polluting exhaust. The only tailpipe emission is water vapor</li>
<li>Quiet – reduce noise pollution</li>
<li>Hydrogen can be produced from renewable sources of energy, such as biomass and electricity made from solar or wind power. This presents an opportunity for sustainable transportation with reduced environmental impact</li>
<li>Energy diversity – hydrogen can be obtained from many sources and can be produced by many methods, presenting the opportunity to develop a more diverse and sustainable energy supply portfolio</li>
<li>High efficiency– fuel cell provides 80% efficiency in generating electricity, and 80% efficiency converting it to mechanical power. That gives an overall efficiency of about <strong>64%</strong>, significantly more efficient than fossil fuel vehicle (±10% efficiency)</li>
</ul>
<p>Today, researchers are working on making fuel cell components—considering their size, weight, and cost—competitive with internal combustion engines. Although researchers still have several obstacles to overcome, fuel-cell technology has the potential to provide us with another energy-efficient, cost-competitive transportation option that will help lower emissions and reduce dependence on petroleum.</p>
<blockquote><p>Reference(s): <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fuel_cell" target="_blank">Wikipedia</a>, <a href="http://www.howstuffworks.com/fuel-cell.htm" target="_blank">HowStuffWorks.com</a>, <a href="http://www.aad.gov.au" target="_blank">aad.gov.au</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=68&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/10/fuel-cell-%e2%80%93-way-to-zero-pollution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
