<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; consultant</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/tag/consultant/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 04:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Optimasi dalam Automatisasi</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/05/optimasi-dalam-automatisasi/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/05/optimasi-dalam-automatisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 08:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Devy Nandya Utami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[process design]]></category>
		<category><![CDATA[products]]></category>
		<category><![CDATA[students]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[Industri di tahun 1990-an sampai sekarang mengalami kemajuan pesat seiring dengan teknologi yang terus menemukan celah-celah baru dalam pengembangannya. Mekanisasi dan automatisasi semakin menggeser peran manusia dalam pengerjaan proses industri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1782" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://media.thyssenkrupp.com/images/173/KU_01.jpg"><img class="size-medium wp-image-1782" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/05/plant-300x189.jpg" alt="Plant dengan penerapan aset-aset terintegrasi dan diversifikasi produk" width="300" height="189" /></a><p class="wp-caption-text">Plant dengan penerapan aset-aset terintegrasi dan diversifikasi produk</p></div>
<p>Industri di tahun 1990-an sampai sekarang mengalami kemajuan pesat seiring dengan teknologi yang terus menemukan celah-celah baru dalam pengembangannya. Cara-cara tradisional yang menggunakan tenaga manusia sudah semakin ditinggalkan, bahkan bagi beberapa jenis industri rumah tangga. Mekanisasi dan automatisasi semakin menggeser peran manusia dalam pengerjaan proses industri. Efek dari hal ini lebih terasa lagi dalam pabrik skala besar. Para operator <em>plant</em> mengalami tantangan besar karena peningkatan automatisasi, meningkatnya diversifikasi struktur produk, dan kecenderungan integrasi aset-aset industri.</p>
<p>Seiring dengan peningkatan kompleksitas <em>plant, </em>meningkat pula kebutuhan akan prosedur produksi dan perawatan yang lebih terorganisir dan efisien. Strategi modern yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi aset sambil meningkatkan ketersediaan, kehandalan, dan keamanan adalah sebuah keharusan. Manajemen Kinerja Aset (Asset Performance Management) yang efisien dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan ini, memastikan peningkatan proses bisnis dan memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan nilai proses.</p>
<p><em>Asset Performance Management</em> merupakan metode holistik untuk optimasi teknologi dan organisasi proses tertentu. Tujuannya adalah untuk mencegah <em>downtime</em> dan kerugian, yang berujung pada perolehan produksi yang terukur dan berkelanjutan. Seperti juga pencapaian aset utilitas yang paling efektif, fokus utama adalah pada rasio biaya/keuntungan yang seimbang.</p>
<h3><strong>Overall Equipment Efficiency (OEE)</strong></h3>
<p>Langkah pertama dalam mengidentifikasi potensi peningkatan adalah menganalisis situasi saat ini. Apa aset atau komponen yang paling penting? Hubungan teknis apa yang ada? Di mana &#8216;<em>bottle neck</em>&#8216; terjadi dalam proses produksi, di mana kelemahan dalam teknis dan prosedur organisasi? Pada tahap mana berulang kali timbul masalah yang membuat sisa proses lebih sulit dan berpengaruh negetif terhadap aset kinerja? Semua pertanyaan-pertanyaan ini harus terlebih dahulu dijawab oleh pakar dalam optimasi pemeliharaan. Begitu pula analisis mendatail dari semua proses yang terjadi pada <em>plant, </em>kunci indikator spesifik dapat digunakan untuk mengevaluasi situasi saat ini.</p>
<p>Indikator yang paling penting untuk menilai profitabilitas perusahaan adalah <em>Overall Equipent Efficiency </em>(OEE). Metrik ini memberikan informasi mengenai output dari mesin sebenarnya dibandingkan output yang diinginkan. Meskipun perencana produksi mendasarkan perencanaan jadwal produksi pada jumlah unit maksimum, pada kenyataannya, hal-hal di luar dugaan terjadi lagi dan lagi, tidak bisa diantisipasi pada tahap perencanaan. Misalnya, dalam kasus <em>bottling plant</em>, jenis botol tertentu dapat menyebabkan keterlambatan pada <em>conveyor belt </em>karena satu <em>gripper </em>botol mengganggu transportasi karena sedikit perbedaan dalam bukaan botol. Pada saat perencanaan, tidak akan pernah diduga bahwa jenis kontainer ini akan menimbulkan masalah. Kini, anggota staf yang bertanggung jawab menentukan apakah <em>gripper </em>harus diganti atau apakah jenis kontainer yang berbeda harus digunakan.</p>
<p>Seperti halnya kinerja keseluruhan mesin (<em>overall performance of a machine</em>), OEE dapat digunakan untuk menentukan efektivitas dari lini produk atau <em>plant</em> selengkapnya. Dalam menilai suatu <em>plant</em>, indeks OEE terdiri dari metrik pada kerugian selama plant <em>downtime</em>, <em>changeover</em>, dan prosedur <em>setup</em> (ketersediaan), metrik pada kerugian selama <em>deviance</em> dari jadwal yang direncanakan, <em>downtime</em> yang lebih kecil dan waktu <em>idle </em>(tingkat kinerja), dan metrik pada waktu yang hilang akibat kerusakan komponen dan pemeliharaan (kualitas).</p>
<p>Setelah penyebab kerugian dari aspek teknis telah diidentifikasi, langkah berikutnya adalah untuk lebih memahami prosedur organisasi untuk menemukan potensi optimisasi yang tersembunyi. Dalam semua kasus, pada tahap ini berkonsultasi spesialis eksternal bisa membantu, misalnya konsultan manajemen. Spesialis eksternal memiliki pandangan yang objektif dan independen serta dapat memberikan nasihat berharga karena pengalaman mereka dalam proyek-proyek dengan tantangan serupa.</p>
<p>Konsultan spesialis menganalisis produktivitas dan mengevaluasi baik proses teknologi maupun organisasi, serta kondisi hubungan kontraktor dan mitra perusahaan. Dengan dasar ini, mereka dapat mengembangkan strategi pemeliharaan dan produksi yang dapat diimplementasikan oleh operator plant. Mereka mendukung optimasi pemeliharaan dengan membantu staf untuk mencapai tujuan mereka dan memastikan bahwa OEE dikembangkan, produktivitas plant meningkat, dan biaya produksi per unit turun. Ini memungkinkan fleksibilitas yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di masa yang akan datang dan <em>margin</em> profit dapat ditingkatkan.</p>
<p>Penyebab kerugian yang paling frekuentif:</p>
<ol>
<li><em> Downtime</em>: penghentian yang disebabkan kegagalan atau kerusakan mesin; setup waktu saat perubahan jenis produk, waktu yang dibutuhkan untuk mengganti alat dan mereset parameter mesin</li>
<li> <em>Speed losses</em>: waktu <em>idle</em> dan penghentian kecil karena masalah teknis; menurunkan waktu kerja (diidentifikasi dengan perbedaan waktu yang direncanakan dan waktu sebenarnya)</li>
<li> <em>Process error</em>: kesulitan awal di antara <em>start up </em>dan stabilisasi proses, penurunan pada kualitas produk-produk awal sebelum sistem mencapai keadaan tunak</li>
</ol>
<p>Disadur dari: <a href="http://www.engineerlive.com/Process-Engineer/Plant_Management">http://www.engineerlive.com/Process-Engineer/Plant_Management</a> (<em>Asset performance management: improving process productivity)</em></p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1780&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/05/optimasi-dalam-automatisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boston Consulting Group and McKinsey &amp; Company</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 17:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Michael Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/</guid>
		<description><![CDATA[For those who want to work in a consultant company, you may find this article interesting. Here is the company profile, a bit about the interview process, and the office location in Jakarta of two greatest consultant company in the world: The Boston Consulting Group and McKinsey &#038; Company.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>For those who want to <a href="http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/">work in a consultant company</a>, you may find this article interesting. Here is the company profile, a bit about the interview process, and the office location in Jakarta of two greatest consultant company in the world: The Boston Consulting Group and McKinsey &amp; Company.</p>
<h3>The Boston Consulting Group</h3>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/bcg_logo.jpg" title="BCG" alt="BCG" align="left" class="alignleft" /> The <strong>Boston Consulting Group</strong> (BCG) is a prestigious <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Management_consulting" title="Management consulting">management consulting</a> firm founded in 1963 by <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bruce_Henderson" title="Bruce Henderson">Bruce Henderson</a>, a <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harvard_Business_School" title="Harvard Business School">Harvard Business School</a> alumnus. BCG typically hires for an Associate or a Consultant position. BCG recruits MBA graduates to join as Consultants from the world&#8217;s top business schools, and focuses the majority of their recruiting effort to schools such as <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harvard_Business_School" title="Harvard Business School">Harvard Business School</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wharton_School" title="Wharton School">Wharton School</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stanford_Graduate_School_of_Business" title="Stanford Graduate School of Business">Stanford Graduate School of Business</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/INSEAD" title="INSEAD">INSEAD</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Darden" title="Darden">Darden</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dartmouth_College" title="Dartmouth College">Dartmouth College</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kellogg_School_of_Management" title="Kellogg School of Management">Kellogg School of Management</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MIT_Sloan" title="MIT Sloan">MIT Sloan</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/University_of_Chicago" title="University of Chicago">University of Chicago</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Haas_School_of_Business" title="Haas School of Business">Haas School of Business</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Duke_University" title="Duke University">Duke University</a>, and <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Columbia_University" title="Columbia University">Columbia</a>. Additionally, increasing effort is place on hiring advanced non-business degree holders. Graduates holding degrees in disciplines like <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Engineering" title="Engineering">engineering</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Science" title="Science">science</a>, and <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Liberal_arts" title="Liberal arts">liberal arts</a> receive training in business fundamentals and then typically join the firm as Consultants. There is also an opportunity to join as a Summer Associate or Summer Consultant (internship) position for 10 weeks, which for the majority of interns will result in an offer for full-time position.</p>
<p><strong>The Interview </strong><br />
BCG uses the case method to conduct interviews, which is an interview technique designed to simulate the types of problems inherent in management consulting and to test the qualitative and quantitative skills deemed important for abstract thinking in a business setting. The first round of interviews consists of two 45 minute case interviews with BCG consultants. Successful candidates may be passed onto the second round corresponding with a regional office. The second round consists of three 30-45 minute interviews with partners from that office in a similar format to the first round interviews.</p>
<p><strong>BCG Indonesia </strong><br />
BCG opened its Jakarta office in 1995 after several years of serving clients through other offices in the region. Like many of its clients, BCG Jakarta has grown rapidly and built a strong team of local and foreign consultants during the past several years. Today, the office is home to consultants from around the world, including Indonesians, Indians, Americans, Germans, Norwegians, and New Zealanders. Primary industries which are served by BCG Jakarta are energy, utilities, financial services, industrial goods, telecommunications, and health cares.</p>
<p>Over the years, BCG Jakarta has performed strategy and portfolio analysis for local conglomerates and banks, completed market entry and acquisition searches for multinationals, and consulted in the restructuring of a number of state-owned enterprises. In spite of its relatively small size, BCG Jakarta features a particularly diverse client base that includes companies in the energy, utilities, financial services, industrial goods, telecommunications, and health care industries.</p>
<p><strong>The Boston Consulting Group Jakarta</strong><br />
Sampoerna Strategic Square Tower A, 19th Floor<br />
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 45-46<br />
Jakarta 12930, INDONESIA<br />
Phone: +62 21 3006 2888<br />
Fax: +62 21 3006 2889<br />
<a href="http://www.bcgsea.com/" target="_blank">http://www.bcgsea.com</a></p>
<h3>McKinsey&amp;Company</h3>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/mckinseycompanylogo.thumbnail.gif" title="McKinsey &amp; Company" alt="McKinsey &amp; Company" align="left" class="alignleft" />Known among its employees simply as <strong>&#8220;The Firm&#8221;</strong>, James O. McKinsey &amp; Company was founded in Chicago in 1926 by <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/James_O._McKinsey" title="James O. McKinsey">James O. (&#8220;Mac&#8221;) McKinsey</a>. McKinsey was a professor at the <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/University_of_Chicago" title="University of Chicago">University of Chicago</a> who pioneered budgeting as a management tool. Recently, McKinsey has diversified by soliciting candidates from graduate programs in law, medicine, engineering, science, and the liberal arts as well as by recruiting &#8220;experienced hires&#8221; from a variety of professional backgrounds including the military, law and medicine. Today, roughly half of McKinsey consultants with a graduate degree are not MBAs. These Advanced Professional Degree candidates (APDs) attend a training program before starting their careers at McKinsey.</p>
<p><strong>The Interview </strong><br />
McKinsey&#8217;s interviews are notorious for their difficulty and rigor. MBA-level interviews usually take place on-campus and follow a two round process. Since summer 2007, the first round starts with a 60 minute test, consisting of 26 multiple choice questions on 3 to 4 strategy cases; the intensity and difficulty levels are beyond those of GMAT&#8217;s. Sample questions of milder level are found on the company&#8217;s website.</p>
<p>The first round typically continues with two or three 45-minute interviews. Each interview consists of two parts. The first part, usually referred to as the &#8220;FIT&#8221; portion, is designed to test the interviewees skills in 4 key areas: Problem Solving, Achieving, Personal Impact, and Leadership. Common questions during this portion of the interview include: &#8220;Tell me about a time you had to convince someone of something&#8221; and &#8220;Tell me about a time when you had to lead a team through a challenging situation.&#8221; Interviewers will often push the interviewee in certain directions to verify truthfulness, as well as gain further insight into the interviewee&#8217;s thought process.</p>
<p>The second part of the interview consists of a formal business case. This part of the interview is designed to test a candidates problem solving skills. Typically a business problem, often resembling prior work done by the interviewer, is presented to the candidate. The interviewer then asks the candidate a series of focused questions that test basic math skills, business sense, and communication/presentation skills.<a href="http://www.mckinsey.com/aboutus/careers/applyingtomckinsey/interviewing/online_casestudy/" class="external autonumber" title="http://www.mckinsey.com/aboutus/careers/applyingtomckinsey/interviewing/online_casestudy/" rel="nofollow"></a></p>
<p>Candidates who are successful in the first round will be asked to come back for a second round of interviewing, usually taking place in the actual McKinsey office. These rounds usually consist of two or three interviews, typically conducted by McKinsey partners, or other senior firm members. The interviews themselves are largely similar to those of the first round, albeit slightly more informal and high-level. Candidates who succeed in their second round interviews are made an offer to join the firm.</p>
<p><strong>McKinsey &amp; Company Indonesia </strong><br />
Situated in a region of unique economic, religious, and cultural diversity, ours is one of the fastest growing McKinsey complexes in the world. Since we established Jakarta as our first local office in 1995, we have successfully tackled diverse business issues for domestic, regional, and multinational corporations: from developing companies into regional or even global &#8220;champions&#8221; to ensuring long-term survival; from mobilizing frontline employees to building strong leadership. Explore this site to find out more about who we are and how we go about helping corporations in Asia achieve their performance objectives.</p>
<p><strong>McKinsey &amp; Company Jakarta</strong><br />
Wisma GKBI 40th Floor<br />
Jl. Jend. Sudirman 28<br />
Jakarta 10210 &#8211; Indonesia<br />
Voice : 62 (21) 5798 6600<br />
Fax : 62 (21) 574 1540<br />
<a href="http://www.mckinsey.com/locations/southeastasia/index.asp" target="_blank"> http://www.mckinsey.com/locations/southeastasia/index.asp</a></p>
<blockquote><p>Reference(s): <a href="http://www.wikipedia.org/" target="_blank">Wikipedia</a>, <a href="http://www.mckinsey.com" target="_blank">McKinsey.com</a>, <a href="http://www.bcgsea.com" target="_blank">BCGsea.com</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=51&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Engineers in a consultant company?</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 17:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birru Pagi Lucha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah konsultan keuangan itu? Konsultan keuangan adalah salah satu profesi yang sedang booming di era perekonomian yang sedang bertumbuh seperti saat ini. Bagaimanakah prospek kita sebagai sarjana Teknik Kimia di industri konsultan keuangan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/meeting.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Konsultan keuangan adalah salah satu profesi yang sedang booming di era perekonomian yang sedang bertumbuh seperti saat ini. Profesi konsultan cukup populer di kalangan MBA dan lulusan (freshgrads) karena gaji dan fasilitas yang baik, kesempatan untuk travelling ke seluruh penjuru dunia, dan gengsi/prestise atas profesi itu sendiri. Makanya tak perlu heran jika label ‘financial consultant’ sering disalahgunakan atau digunakan untuk menjebak lulusan/MBA yang mencari pekerjaan.</p>
<p>Salah satu karakter khas dari profesi ini adalah competitiveness yang begitu rapat dan intens. Akan tetapi, ketika teman-teman sudah mendapatkan jabatan tersebut, teman-teman akan memiliki kesempatan yang sangat luas untuk bergaul dengan manajer puncak perusahaan-perusahaan mulitnasional. Teman-teman akan berkesempatan melakukan perjalanan dari ujung dunia yang satu ke ujung dunia yang lain. Yang lebih menyenangkan lagi, Anda akan “bekerja” dengan isu-isu bisnis terkini seperti high-level strategy, integration, alliances, dan seterusnya.</p>
<h3>Konsep kerja perusahaan konsultan tuh gimana sih?</h3>
<p>Jasa konsultasi adalah memberikan advice kepada klien dengan imbalan sejumlah fee tertentu. Klien mereka adalah perusahaan yang membutuhkan advice dan skill yang dimiliki oleh konsultan atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Perusahaan klien biasanya membutuhkan expertise dan perspektif outsider yang dimiliki oleh konsultan.<br />
Beberapa perusahaan konsultan memiliki spesialisasi tertentu. Ada yang berkonsentrasi pada bidang pemasaran atau teknologi informasi. Ada pula yang memfokuskan diri hanya pada industri perbankan dan jasa keuangan. Sebagian konsultan menyasar pada pucuk pimpinan pemerintahan saja. Beberapa konsultan hanya memiliki dua orang staff saja. Tetapi beberapa yang lain bisa memiliki ratusan karyawan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Namun, satu hal yang pasti, konsultan adalah problem-solver. <em>The only product to offer is the ability to make problems go away.</em></p>
<h3>Beberapa Fakta tentang Konsultan</h3>
<ul>
<li><strong>Pendapatan</strong>. Boleh dikata, gaji seorang konsultan sangat besar, terutama di negara-negara maju dengan membawa bendera consulting firm ternama. Akan tetapi, gaji sebesar itu bukanlah easy money. Kita dituntut untuk workaholic. Dalam beberapa kasus, kita harus bekerja sampai 20 jam per hari dan dipaksa melakukan perjalanan serta berpisah dari anak istri.</li>
<li> <strong>Glamor</strong>. Walaupun memiliki prestis dan gengsi yang cukup tinggi, konsultan tidak selalu exciting dan high profile. Kita tidak selalu akan bertemu dan berdiskusi dengan CEO sebuah perusahaan. Kita juga nggak selalu tinggal di kota-kota besar dunia dan menginap di hotel berbintang empat. Ada kalanya kita harus terjun di pedalaman Kalimantan karena perusahaan memiliki instalasi pengolahan kelapa sawit di sana. Ada kalanya kita harus nongkrong berjam-jam di pabrik yang penuh dengan asap dan kotor. Ada kalanya kita bahkan hanya berinteraksi dengan karyawan tingkat bawah, bukan dengan direktur/manajer puncak.</li>
<li><strong>Implementasi</strong>. Konsultan mungkin digambarkan sebagai seorang analis yang memberi nasihat lalu dibayar. Selesai. Sayangnya, dalam banyak kasus, menembak masalah klien adalah sebagian kecil dari pekerjaan yang harus dituntaskan. It isn’t just about knowing what’s wrong. It’s about figuring out how to make it right. Konsultan harus memastikan bahwa solusi yang diberikan layak untuk diimplementasikan. Dan sungguh, ini bukan merupakan pekerjaan yang remeh.</li>
<li> <strong>Prestis</strong>. Tak bisa dipungkiri bahwa profesi konsultan adalah dambaan, terutama diantara para MBA. Sayangnya, konsultan lebih banyak bekerja di belakang layar. Nama seorang konsultan sangat jarang dipublikasikan di surat kabar atau majalah bisnis terkemuka. Ketika perusahaan sukses melakukan implementasi, nama konsultan juga tidak akan disebutkan. Orang-orang kebanyakan pada umumnya juga tidak akan pernah “mendengar” nama perusahaan Anda.</li>
</ul>
<blockquote><p><strong> A:</strong> Kamu kerja dimana?<br />
<strong>B:</strong> McKinsey.<br />
<strong>A:</strong> Semacam restoran fast-food kah?<br />
<strong>B:</strong> Bukan, itu McDonald’s. Ini McKinsey.<br />
<strong>A:</strong> Perusahaan apa tuh?</p></blockquote>
<h3>Secara umum, apa saja yang dikerjakan oleh sebuah perusahaan konsultan?</h3>
<p>Walaupun tiap perusahaan konsultan memiliki metode yang berbeda dalam bekerja, secara umum, konsultan melakukan pekerjaan seperti pitching, riset, analisis, dan report writing. Siklus tersebut berjalan terus menerus dan berulang.</p>
<ul>
<li><strong>Pitching</strong>. Intinya adalah menjual dan menawarkan jasa. Kegiatan ini bisa berupa menyiapkan dokumen dan meriset klien yang prospektif, menulis proposal, atau melakukan presentasi (sales pitch) kepada calon klien.</li>
<li><strong>Research</strong>. Menjalankan riset sekunder terhadap klien dan industri terkait dengan menggunakan sumberdaya internal maupun sumber-sumber luar. Melakukan interview mengenai kebutuhan klien dan mendapatkan pemahaman mengenai proses bisnis perusahaan. Memfasilitasi group discussion tentang isu bisnis yang dihadapi perusahaan klien.</li>
<li><strong>Analisis</strong>. Membuat permodelan dalam Excel atau menggunakan permodelan keuangan lainnya. Melakukan analisis dari data yang telah diperoleh dan model yang telah disusun. Membantu menyusun rekomendasi yang diperlukan.</li>
<li> <strong>Reporting</strong>. Menyiapkan presentasi final (biasa disebut “deck“) dalam slide PowerPoint. Membantu klien dan menunjukkan temuan serta rekomendasi yang telah dibuat.</li>
<li> <strong>Implementasi</strong>. Berperan sebagai project manager yang memastikan jalannya implementasi secara benar dalam setiap fase. Melakukan eksekusi dalam integrasi sistem dan menguji sistem yang direkomendasikan (untuk IT consulting firm). Melakukan dokumentasi dan finalisasi setelah project terselesaikan.</li>
<li> <strong>Administrasi</strong>. Bekerja dalam tim riset internal perusahaan ketika tidak sedang terlibat dalam project. Mengisi form untuk time tracking dan expense reports. Menulis publikasi atau hasil temuan dalam buku/jurnal.</li>
</ul>
<p>Di antara tahapan-tahapan tersebut, fase analisis adalah bagian yang paling menarik sekaligus paling sedikit memakan waktu. Tahap-tahap awal biasanya menuntut konsultan untuk bertemu klien atau menghadiri meeting secara intensif. Seiring dengan persaingan yang kian ketat, konsultan juga semakin banyak menghabiskan waktu dan sumberdaya mereka untuk melakukan kegiatan marketing.<br />
It’s not easy to sell your expensive services to companies who don’t think they need your help. To make matter worse, your pay and job security will depend on your ability to make those sales.</p>
<h3>Apa saja karakter inti yang dimiliki oleh seseorang yang bekerja di perusahaan konsultan?</h3>
<ul>
<li><strong>Bekerja bagus dalam tim</strong>. Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsultan bekerja tidak sendirian. Proses brainstorming juga jelas melibatkan peer kita. Kita bahkan harus bekerja bersama dengan staf internal dari perusahaan klien. Jelas, profesi ini bukan ditujukan bagi mereka yang senang bekerja sendirian dalam lingkungan yang tertutup.</li>
<li><strong>Multi tasking</strong>. Ibaratnya sistem operasi (Windows, Mac, Linux, UNIX, BSD), konsultan dituntut untuk menyelesaikan berbagai assignment secara simultan. Karenanya diperlukan organizational skills dan good sense dalam menyusun prioritas. Di satu sisi kita disibukkan dengan aktivitas yang padat, tetapi di sisi lain kita juga dituntut untuk bisa menjaga keseimbangan dengan kehidupan pribadi kita.</li>
<li><strong>Comfortable with quant/math</strong>. Konsultan selayaknya bisa berpikir kreatif “outside the box” di satu sisi, tetapi juga harus speak by data pada sisi yang lain. Karenanya, pengetahuan akan matematika dan perhitungan kuantitatif mutlak diperlukan. Konsultan juga harus familiar dengan software aplikasi seperti spreadsheet atau statistik.</li>
<li><strong>Love school</strong>. Konsultan, umumnya, memiliki nilai bagus dalam sekolahnya. Konsultan juga harus memiliki kecintaan pada pengetahuan dan riset terkini. Seorang konsultan harus mau rajin membaca buku, jurnal, menghadiri seminar/workshop, dan mengikuti perkembangan terbaru. Hal ini akan melengkapi amunisi konsultan tersebut dalam menangani masalah klien yang kian rumit dan berkembang.</li>
<li><strong>Friendship</strong>. Anda tidak harus 100% extrovert. Akan tetapi, kemampuan bergaul, baik dengan sesama peer maupun dengan klien, adalah wajib. Komunikasi, kemampuan presentasi, kemampuan menyampaikan pendapat, dan mempengaruhi orang lain adalah skill set yang mutlak diperlukan.</li>
<li><strong>Workaholic</strong>. Umumnya konsultan bekerja sampai 80 jam per minggu ketika dihadapkan pada suatu project. Jasa konsultasi memang pekerjaan berat yang membutuhkan otak dan stamina. Jelas diperlukan komitmen, kesungguhan, dan berani berkata tidak bagi kemalasan.</li>
<li><strong> Willing to travel</strong>. Konsultan biasanya sering melakukan perjalanan luar kota atau luar negeri. Karenanya, kemampuan dan pengetahuan akan bahasa/budaya/geografi daerah setempat multak diperlukan. Konsultan jelas dituntut untuk piawai dalam urusan packing, tidak phobia pada penerbangan/perjalanan jauh, dan “keberanian” untuk jauh dari anak/istri/keluarga.</li>
</ul>
<h3>Siapa saja pengguna jasa konsultan?</h3>
<p>Di era persaingan bisnis yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk tetap kompetitif. Oleh karenanya, konsultan biasa di-hire untuk memberikan second opinion dan outsider perspective. Perusahaan juga sadar bahwa mereka tidaklah sempurna dalam segalanya. Ketika mereka menyadari bahwa mereka lemah dalam penjualan, saat itu juga mereka memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan pemasaran.</p>
<p>alam beberapa kasus, konsultan bisa di-hire untuk (maaf) alasan politis. Misalnya pemerintah ingin membangun instalasi nuklir di suatu daerah. Untuk mendapatkan dukungan, persetujuan pencairan dana, dan meredam teriakan LSM, konsultan bisa direkrut dan dimanfaatkan jasanya. Tak jarang, tanpa adanya keterlibatan konsultan, surat tidak akan ditandatangani dan dana tidak bisa dicairkan. Saking kentalnya urusan politis ini, di Amerika ada pemeo yang sangat terkenal, “no one ever got fired for hiring McKinsey“.</p>
<p>Tak hanya pemerintah, perusahaan juga biasa memanfaatkan kepentingan politis ini. Misalnya perusahaan ingin melakukan pengurangan tenaga kerja, mereka kemudian meminta rekomendasi konsultan. Ketika dilakukan pemutusan hubungan kerja, mereka “mengatasnamakan” rekomendasi dari konsultan tersebut sebagai kambing hitam.<br />
Walau demikian, perlu dicatat pula bahwa tidak selalu rekomendasi yang diberikan akan benar-benar sepenuhnya diimplementasikan. Selain unsur politis, bureaucratic inertia juga berperan besar dalam hal ini.</p>
<h3>Jenis-jenis konsultan</h3>
<p>Ketika Anda ingin bergabung dengan sebuah perusahan konsultan atau bermaksud menggunakan jasa konsultan, sedikit pengetahuan tentang konsultan yang bersangkutan adalah perlu. Konsultan kini semakin specialized pada bidang/isu tertentu.</p>
<p>Terkait dengan metodologi dalam menyelesaikan project, tiap konsultan juga memiliki pendekatan yang berbeda. McKinsey dan Booz Allen Hamilton, misalnya, mengumpulkan associate dan analis mereka secara keroyokan. Sebaliknya, BCG cenderung memberikan hingga 5 assignment untuk tiap staffnya. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada proses kerja dan penggajian/billing mereka.</p>
<p>Perusahaan jasa konsultan bisa dibedakan dalam beberapa kategori berikut ini. Sebuah perusahaan/konsultan bisa saja blend antara satu kategori dengan kategori yang lain. Dalam beberapa kasus, perusahaan klien bisa saja meng-hire satu konsultan untuk formulasi strategi, dan meng-hire konsultan lain untuk tahap implementasi.</p>
<ul>
<li> <strong>Strategy Consulting</strong>. Kata kuncinya adalah membantu eksekutif senior untuk memahami dan menghadapi tantangan strategis perusahaan mereka. Biasanya, konsultan ini bekerja bersama manajemen senior dalam merumuskan strategi dan rencana jangka panjang. Beberapa hanya memberikan rekomendasi dan melakukan presentasi, akan tetapi, sebagian yang lain juga dituntut untuk stick around selama proses implementasi. Beberapa konsultan besar yang fokus di bidang ini antara lain: <strong>Bain &amp; Company</strong>, <strong>Boston Consulting Group (BCG)</strong>, dan <strong>McKinsey &amp; Company</strong>.</li>
<li> <strong>Operations Consulting</strong>. Kalau perusahaan Anda ingin menentukan bagaimana restoran Anda melakukan penghematan bumbu dan bahan baku tanpa merubah menu, atau perusahaan Anda ingin memperbarui proses pembelian dan rantai pasokan dari pabrikan, maka Anda membutuhkan konsultan operasi. Konsultan ini memiliki ciri khas generally assist in assuring implementation of their suggestions. Konsultan ini berfokus pada proses internal klien seperti distribusi, produksi, order fulfillment, atau customer service. Contoh konsultan jenis ini antara lain: <strong>Accenture</strong>, <strong>Cap Gemini Ernst &amp; Young</strong>, dan <strong>Deloitte Consulting</strong>.</li>
<li> <strong>Human Resources (HR) Consulting</strong>. Adalah konsultan yang memfokuskan diri pada upaya-upaya untuk memaksimumkan value SDM perusahaan dengan menempatkan the right people with the right skills in the right roles. Hal ini disadari mengingat kini perusahaan banyak berinvestasi pada human capital dan berharap banyak dari investasi tersebut. Keterlibatan konsultan ini bisa dimulai sejak proses rekrutmen, melakukan training dan development, memberkan jasa konseling, menyusun benefit’s package dan compensation sttructure, membangun kultur dan komunikasi dalam perusahaan, dan sebagainya. Beberapa contoh konsultan bidang ini seperti <strong>Hewitt Associates</strong>, <strong>Towers Perrin</strong>, <strong>Watson Wyatt Worldwide</strong>, dan <strong>Mercer HR Consulting</strong>.</li>
<li> <strong>Information Technology (IT) Consulting</strong>. Mereka menangani permasalahan bisnis yang kental dengan isu-isu teknis dari sistem/teknologi informasi. Mereka bertanggung jawab mulai dari proses analisis, desain, hingga impelementasi sistem, untuk memastikan solusi tersebut align dengan proses bisnis mereka. Contoh task project yang ditangani oleh IT consulting firms misalnya menguji vulnerability sistem internet banking sebuah bank, instalasi dan troubleshooting modul-modul ERP, menangani konversi database pelanggan ke server berbasis Oracle, dan sebagainya. <strong>American Management Systems</strong>, <strong>Accenture</strong>, <strong>Cambridge Technology Partners</strong>, <strong>Computer Sciences Corporation</strong>, dan <strong>Electronic Data Systems (EDS)</strong> adalah contoh leading IT consulting firms.</li>
<li><strong>E-Consulting</strong>. Adalah konsultan yang concern pada permasalahan yang terkait dengan e-business dan e-commerce dalam skala yang luas. E-business biasanya me-refer pada kegiatan bisnis yang dijalankan secara online, sementara e-commerce umumnya merupakan kegiatan yang melibatkan transfer unit moneter melalui media elektronik/internet. Beberapa konsultan bidang ini antara lain <strong>Digitas</strong>, <strong>Razorfish</strong>, dan <strong>Sapient</strong>. Mereka memiliki spesialisasi mulai dari front-end design (programming, desain grafis) hingga valuasi, branding, marketing, jasa B2B, dan sebagainya.</li>
<li> <strong>Boutique Consulting Firms</strong>. Umumnya fokus menurut bidang yang ditangani, walaupun tidak selalu kecil menurut ukuran atau jumlah karyawan. Konsultan ini biasanya hanya berfokus pada industri tertentu, fungsi bisnis tertentu, atau menggunakan metodologi tertentu. Perkerjaan yang ditangani pun sangat spesifik, misalkan membantu Departemen BUMN untuk menyusun struktur privatisasi dan membuka tender, melakukan turnaround sebuah perusahaan telekomunikasi yang mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut, atau melakukan process reengineering pada perusahaan otomotif dalam membuat implementasi standar bagi suppliernya. Beberapa contoh konsultan ini seperti <strong>Charles River Associates</strong> (fokus pada bidang ekonomi dan jasa litigasi),<strong> L.E.K Consulting </strong>(menangani strategi bisnis, merger dan akuisisi), atau <strong>Marakon Associates</strong> (fokus pada shareholder value methodology).</li>
<li> <strong>Internal Consulting Firms</strong>. Daripada membayar konsultan outsider dengan billing rate mahal, beberapa perusahaan memilih untuk membuka unit konsultan internal. Mereka biasanya disebut “internal consulting” atau, dalam beberapa kasus, “corporate strategy” atau “strategic planning“. Misalnya sebuah perusahaan migas besar ingin meng-hire mitra kerja untuk menangani distribusi dan pemasaran unit hilir dalam jangka panjang, maka konsultan internallah yang menangani masalah semacam itu. Berbeda dengan konsultan lain, konsultan internal dibayar berdasar gaji (tetap) dan umumnya tidak memerlukan perjalanan luar kota/luar negeri secara intens. Amex mempunyai divisi yang mereka sebut sebagai <strong>American Express Strategic Planning Group</strong>. <strong>Johnson &amp; Johnson</strong> punya divisi Decision Sciences Group. JP Morgan Chase menyebutnya <strong>JP Morgan Chase Internal Consulting Services</strong>. Cargill menyebutnya sebagai<strong> Cargill Strategy and Business Development</strong>.</li>
</ul>
<p>Nah.. sekian artikel dari NofieIman.com yang berguna banget buat temen-temen semua yang ingin bekerja di perusahaan konsultan. Selain gajinya yang gak kalah gede dengan <a href="http://majarimagazine.com/2007/10/berapa-gaji-bekerja-di-oil-and-gas/">industri Oil and Gas</a>, kerja di perusahaan konsultan katanya agak sedikit melupakan kepenatan perhitungan Teknik Kimia yang semrawut. Hehehe.. Interested??</p>
<blockquote><p>Sumber: <a href="http://www.nofieiman.com">NofieIman.com</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=74&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
