<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; business</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/tag/business/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 04:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Pengisian dan Penyegelan Susu</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/05/pengisian-dan-penyegelan-susu/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/05/pengisian-dan-penyegelan-susu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 08:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Devy Nandya Utami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[chemistry]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[products]]></category>
		<category><![CDATA[tetrapack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1605</guid>
		<description><![CDATA[Pengisian dan penyegelan makanan susu tergantung dengan cara pengolahannya. Ada tiga cara pengolahan yang umum dilakukan pada susu, yaitu pasteurisasi, sterilisasi, dan UHT-aseptik. Packaging pada susu dibagi menjadi dua jenis, yaitu returnable container dan single-service container.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1606" class="wp-caption alignleft" style="width: 262px"><img class="size-medium wp-image-1606" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/05/tnuva_milk_through_the_ages1-252x300.jpg" alt="Jenis-jenis kemasan susu" width="252" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jenis-jenis kemasan susu</p></div>
<p>Pengisian dan penyegelan makanan susu tergantung dengan cara pengolahannya. Ada tiga cara pengolahan yang umum dilakukan pada susu, yaitu pasteurisasi, sterilisasi, dan <em>Ultra High Temperature </em>(UHT)-aseptik. Kualitas dari susu pasteurisasi tergantung kepada kondisi aseptik dari mesin pengemas. <em>Packaging</em> pada susu dibagi menjadi dua jenis, yaitu <em>returnable container</em> dan <em>single service container</em>.</p>
<h3><em><strong>Returnable Container</strong></em></h3>
<p><em> </em>Cara ini biasa digunakan bagi susu pasteurisasi dan sterilisasi karena susu yang diolah dengan cara ini hanya tahan disimpan untuk beberapa hari saja. Pasteurisasi biasanya hanya tahan untuk 7-16 hari sedangkan sterilisasi dapat tahan sampai dengan 3 minggu. Susu pasteurisasi dapat menggunakan botol dan kaleng, sedangkan susu sterilisasi hanya menggunakan botol.</p>
<p>Dasar sistem menggunakan <em>returnable container </em>adalah pengumpulan kontainer kosong dan pencucian sebelum mengisi ulang. Penyimpanan kontainer yang belum dicuci biasanya penting dan dapat diperpanjang semalam sehingga pencucian dan pengisian operasi berikutnya dapat dimulai di pagi hari sebelum pasokan kontainer kosong yang belum dicuci lainnya tiba. Setelah dicuci, container berbentuk kaleng dapat disimpan karena memiliki tutup sedangkan botol tidak karena botol-botol ini tidak memiliki tutup sehingga dapat terkontaminasi oleh udara. Biasanya, penyimpanan dilakukan setelah kaleng-kaleng dan botol-botol tersebut diisi sehingga distribusi dapat dilakukan dengan lebih fleksibel.</p>
<p><em>Volumetric fillers </em>lazim digunakan dalam pengisian bahan makanan yang berbentuk cairan, termasuk susu. Pengisian dapat dilakukan dengan pengaturan <em>in-line </em>maupun <em>carousel </em>(atau rotasi). <em>Filler </em>harus dapat mengisi <em>container </em>dengan akurat tanpa <em>spoilage </em>dan tanpa kontaminasi dari proses penyegelan.</p>
<p>Kontainer dengan segel tidak diisi sepenuhnya. Ruang kosong pada bagian atas kontainer diperlukan untuk memciptakan kondisi vakum parsial. Kondisi ini mereduksi perubahan tekanan di dalam kontainer selama proses dan mereduksi reaksi oksidatif produk selama penyimpanan. Botol dan kaleng seharusnya memiliki ruang kosong sekitar 6-10% dari keseluruhan volume kontainer pada temperatur normal penyegelan.</p>
<p>Susu yang diisi biasanya masih berupa susu dengan pemrosesan yang minim. Pasteurisasi maupun sterilisasi susu biasanya dilakukan setelah kontainer diisi dan disegel untuk menghindari kontaminasi yang mungkin terjadi. Penyegelan pada botol susu biasanya memakai segel normal, seperti tutup dari <em>alumunium foil</em> atau <em>cork stopper</em> dari tembaga atau alumunium. Sedangkan tutup pada kaleng susu biasanya disegel dengan <em>double seam. </em></p>
<p>Botol dengan leher lebar (36-40 mm), cocok untuk disegel dengan tutup <em>alumunium foil</em> adalah sistem yang paling  sering digunakan untuk pengemasan susu pasteurisasi dalam <em>returnable container</em>. Sedangkan botol yang digunakan untuk susu sterilisasi mempunyai leher yang lebih ramping (26 mm) sehingga segel yang efektif dapat dibuat. <em>Prefabricated crown seal </em>digunakan untuk menyegel botol-botol ini.</p>
<div id="attachment_1607" class="wp-caption alignright" style="width: 270px"><img class="size-full wp-image-1607" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/05/milk-bottle.jpg" alt="Botol gelas sebagai selah satu jenis returnable container" width="260" height="259" /><p class="wp-caption-text">Botol gelas sebagai selah satu jenis returnable container</p></div>
<p>Saat susu dalam botol dipanaskan dan memuai selama pemanasan lebih dari botol, udara di atas susu terkompresasi dan tekanan di dalam botol melebihi tekanan di luar. Kontraksi susu saat didinginkan dibawah temperatur pengisian menyebabkan terbentuknya ruang vakum di atas susu. Ruang vakum ini dapat menyebabkan kontaminasi melalui segel di antara botol dan tutupnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi segel untuk benar-benar rapat.</p>
<p>Kaleng susu dari alumunium biasanya memiliki tutup yang tidak memerlukan gasket karet, penyegelan cukup dilakukan dengan <em>sunken grip </em>ataupun <em>mushroom lids. </em>Oleh karena masalah pencucian mekanik, tutup yang dirantai pada kaleng tidak lagi digunakan.</p>
<h3><strong><em>Single Service Container</em></strong></h3>
<p>Seluruh produk yang dikemas dalam <em>single service container </em>dapat langsung dibuang setelah cairan di dalamnya selesai dikonsumsi. Dua tipe dasar dari kontainer ini terbuat dari karton dan <em>sachet </em>plastik (kantong). Bahan dasar yang lazim digunakan adalah polietilen (PE), baik yang berdensitas rendah maupun tinggi.</p>
<p>Pada susu pasteurisasi, karton dibuat secara kontinyu dari <em>plastic coated paper</em> yang dibentuk menjadi sebuah <em>tube</em>. <em>Tube </em>diisi secara kontinyu dengan susu yang telah dipasteurisasi. Segel treansvers dibuat pada sudut yang tepat di atas ketinggian susu sehingga tidak ada ruang kosong dan bentuk kemasan menjadi tetrahedron.</p>
<p>Pada susu UHT (<em>Ultra High Temperature</em>), karton diproduksi secara kontinyu dari <em>plastic coated paper</em> yang telah disterilisasi secara kimia dan termal sebelum dibentuk menjadi <em>tube. Tube </em>diisi secara kontinyu oleh susu hasil UHT, kemudian disegel di atas level cairan dan dibentuk menjadi bentuk rektangular.</p>
<div id="attachment_1608" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1608" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/05/karton-susu-300x199.jpg" alt="Karton susu sebagai salah satu jenis single-service ontainer" width="300" height="199" /><p class="wp-caption-text">Karton susu sebagai salah satu jenis single-service ontainer</p></div>
<p>Pada susu pasteurisasi dalam sachet, <em>sachet </em>dibuat secara kontinyu dari film polietilen dengan ketebalan 70-90 mikrometer. Mesin membentuk film menjadi silinder dengan penyegelan panas vertikal, kemudian menjadi kantong dengan segel horizontal pada bagian bawah. Setelah itu kantong diisi dengan susu pasteurisasi dari <em>small balance tank. </em>Sebuah keran dengan kontroler waktu digunakan untuk mengisi tube dengan jumlah susu yang sama. Penyegel transvers dibuat di atas level susu. Setelah pengisian dan penyegelan bagian atas kantong, dilakukan pemotongan untuk menghasilkan satu <em>sachet </em>susu.</p>
<p>Untuk kemasan 10-20 liter susu, kemasan yang dipakai adalah kemasan yang mudah untuk dibuang, khusus dibuat untuk penggunaan bersama. Kemasan ini memiliki segel berupa <em>screw cap</em>.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1605&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/05/pengisian-dan-penyegelan-susu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia, Negara 17.504 Pulau yang Impor Garam</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/03/indonesia-negara-17504-pulau-yang-impor-garam/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/03/indonesia-negara-17504-pulau-yang-impor-garam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 10:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[process control]]></category>
		<category><![CDATA[products]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1440</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan catatan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, dalam satu tahun Indonesia membutuhkan garam lebih dari 2,1 juta ton. Akan tetapi industri garam rakyat hanya mampu memproduksi 112.000 ton garam dan sisanya mencapai 900.000 ton garam masih diimpor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1444" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-1444" href="http://majarimagazine.com/2009/03/indonesia-negara-17504-pulau-yang-impor-garam/majarimagazine-pembuatan-garam/"><img class="size-thumbnail wp-image-1444" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/03/majarimagazine-pembuatan-garam-150x150.jpg" alt="majarimagazine-pembuatan-garam" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Proses tradisional pembuatan garam</p></div>
<p>Berdasarkan catatan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, dalam satu tahun Indonesia membutuhkan garam lebih dari 2,1 juta ton. Akan tetapi industri garam rakyat hanya mampu memproduksi 112.000 ton garam dan sisanya mencapai 900.000 ton garam masih diimpor. Pada data tahun 2000, tercatat kebutuhan garam nasional mencapai 855.000–950.000 ton untuk kebutuhan konsumsi dan 1.150.000–1.345.000 ton untuk kebutuhan industri. Hal ini sangat ironis, melihat negara Indonesia yang memiliki garis pantai 81.000 km dan intensitas panas yang cukup, tapi kualitas dan kuantitas garam rakyat masih sangat rendah.</p>
<p>Walaupun Indonesia merupakan negara kepulauan, pembuatan garam masih terkonsentrasi di pulau Jawa dan pulau Madura.</p>
<table style="text-align: center;float:right;margin:15px 0px 10px 10px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<th>Pulau Madura</th>
<th>Area Produksi Garam</th>
</tr>
<tr>
<td>Sumenep</td>
<td>10.067   Ha</td>
</tr>
<tr>
<td>Pemekasan</td>
<td>3.075   Ha</td>
</tr>
<tr>
<td>Sampang</td>
<td>2.168 Ha</td>
</tr>
<tr>
<th>Pulau Jawa</th>
<th>Area Produksi Garam</th>
</tr>
<tr>
<td>Jawa Barat</td>
<td>1.159 Ha</td>
</tr>
<tr>
<td>Jawa Tengah</td>
<td>2.168 Ha</td>
</tr>
<tr>
<td>Jawa Timur</td>
<td>6.904 Ha</td>
</tr>
<tr>
<th>Pulau Lain</th>
<th>Area Produksi Garam</th>
</tr>
<tr>
<td>NTB</td>
<td>1.155 Ha</td>
</tr>
<tr>
<td>Sulawesi Selatan</td>
<td>2.040 Ha</td>
</tr>
<tr>
<td>Sematera dll</td>
<td>1.885 Ha</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Luas area yang dikelola oleh PT Garam hanya 5.116 Ha dan seluruhnya berada di pulau Madura hanya mampu memproduksi 60 ton/Ha/tahun. Luas area penggaraman 25.542 Ha yang dikelola secara tradisional oleh rakyat dan hanya memproduksi 40 ton/Ha/tahun. (Dini Purbani, data dari PT. Garam Persero, 2000).</p>
<p>Kualitas garam yang dikelola secara tradisional pada umumnya harus diolah kembali agar layak dijadikan garam konsumsi maupun untuk garam industri. Pembuatan garam dilakukan dengan beberapa kategori berdasarkan perbedaan kandungan NaCl nya sebagai unsur utama garam. Jenis garam dapat dibagi dalam beberapa kategori seperti; kategori baik sekali, baik dan sedang. Dikatakan berkisar baik sekali jika mengandung kadar NaCl diatas 95 persen, kategori baik dengan kadar NaCl 90–95 persen, dan kategori sedang dengan kadar NaCl antara 80–90 persen. Di Indonesia, kebutuhan kadar garam diatas 95 persen yang mencapai 1,2 juta ton seluruhnya masih diimpor.</p>
<p>Sistem penggaraman rakyat sampai saat ini menggunakan kristalisasi total sehingga produktifitas dan kualitasnya masih kurang. Pada umumnya garam dengan proses tradisional memiliki  kadar NaCl  kurang dari 90 persen  dan banyak mengandung pengotor padahal luas lahan penggaraman rakyat 25.542 Ha atau sekitar 83,31 persen dari luas areal penggaraman nasional.</p>
<p>Jika saja 50% dari luas area penggaraman ini ditingkatkan produktifitasnya menjadi 80 ton/Ha/tahun, maka produksi garam dapat mencapai 1,5 juta ton sehingga total produksi garam nasional meningkat menjadi 1,8 juta ton. Dengan demikian kebutuhan impor garam industri dapat dikurangi dari 1,2 juta ton menjadi hanya sekitar 300.000 ton. Angka yang cukup besar untuk menghemat devisa negara.</p>
<blockquote><p>Sumber:<br />
<em>Proses Pembentukan Kristalisasi Garam</em>. Dini Purbani. Departemen Kelautan dan Perikanan. 2003<br />
<a href="http://www.dkp.go.id">http://www.dkp.go.id</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1440&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/03/indonesia-negara-17504-pulau-yang-impor-garam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertamina: On The Move</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/03/pertamina-on-the-move/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/03/pertamina-on-the-move/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 01:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Shofinita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, Petronas sudah masuk peringkat 500 perusahaan terbaik versi Majalah Fortune, menempati posisi ke-97; sementara Pertamina tidak termasuk di dalamnya. Pertamina saat ini memang sedang bertransformasi ke arah yang lebih baik. Perubahan apa saja yang sudah perusahaan ini lakukan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1377" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1377" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/1-150x150.jpg" alt="Logo Pertamina" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Logo Pertamina</p></div>
<p>Pertamina, perusahaan minyak nasional, sedang bertransformasi. Pertamina <em>On The Move</em>, begitulah taglinenya. Banyak sekali agenda transformasi Pertamina, salah satunya perubahan paradigma SDM dan manajemen. Lalu, perubahan apa saja yang sudah perusahaan ini lakukan? Apakah sudah memuaskan para konsumennya?</p>
<p>Pada prinsipnya, program transformasi di Pertamina menyentuh dua aspek. Aspek pertama, budaya dan fundamental yang menyangkut pola pikir karyawan dalam menangani <em>stakeholder</em>. Yang kedua, aspek bisnis hulu hingga hilir. Perubahan yang telah dilakukan Pertamina antara lain sistem pengembangan SDM, pembenahan SPBU, penggencaran iklan Pertamina, dan meningkatkan nilai GCG (<em>good corporate governance</em>). Salah satu perubahan yang terlihat langsung oleh masyarakat adalah citra perubahan dalam kinerja Pertamina.</p>
<div id="attachment_1378" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/pertamina_thm.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1378" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/pertamina_thm-150x150.jpg" alt="SPBU Pertamina" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">SPBU Pertamina</p></div>
<p>Transformasi citra Pertamina berawal dari pandangan buruk masyarakat terhadap perusahaan ini. Dua tahun lalu, Situs Survey Dharmapena menyebutkan: SPBU Pertamina masih suka curang, tidak profesional (amatiran), sarang KKN, kurang bermanfaat karena sumbangan<em> corporate social responsibility </em>belum memenuhi keinginan masyarakat, birokratis, dan kegiatan hulunya masih dinilai merusak lingkungan. Pertamina memang memiliki SPBU yang sangat banyak di tanah air. Namun, bagaimana bisa disukai kalau SPBU nya kotor, penjaganya tidak ramah, bahkan melakukan kecurangan dengan tidak me-nol-kan alat pengukur volume bensin.</p>
<div id="attachment_1379" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1379" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/2-150x150.jpg" alt="Sertifikat Pasti Pas!" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sertifikat Pasti Pas!</p></div>
<p>Tapi itu dulu. Saat ini, pasti kita semua sudah sering dengar sertifikat “Pasti Pas”. Tak hanya itu, operator SPBU pun dilatih dan kualifikasinya ditingkatkan. Tak heran, baju dekil dan muka judes yang dulu menyambut kita di SPBU Pertamina kini sudah berganti dengan seragam bersih dan petugas ramah yang berkata, ”Dari nol ya mbak&#8230;”.  Daerah SPBU pun sudah tak kotor lagi. Tak jarang area SPBU dilengkapi juga dengan masjid, supermarket, dan restoran.</p>
<p>Bukan hanya citra, masih banyak lagi yang Pertamina lakukan dalam bertransformasi. Kinerja Pertamina Tahun 2008 (prognosis):</p>
<ol>
<li> Total pendapatan sebesar Rp 540 Triliun</li>
<li> Laba sebelum pajak sebesar Rp 50 Triliun</li>
<li> Laba bersih sebesar Rp 30 Triliun</li>
<li>Volume lifting minyak sebesar 35,9 juta Barrel</li>
<li> Produksi minyak 156.000 barrel per hari</li>
<li> Realisasi investasi sebesar Rp 17 Triliun</li>
<li> Harga minyak Indonesia sebesar 101 dollar AS per barrel</li>
</ol>
<p>Tapi jangan bangga dulu. Sayangnya, walaupun sudah banyak melakukan perubahan, toh Pertamina masih kalah saing dengan perusahaan minyak nasional negara lain. Faktanya, saat ini Petronas sudah masuk peringkat 500 perusahaan terbaik versi Majalah <em>Fortune</em>, menempati posisi ke-97. Sementara, Pertamina tidak termasuk di dalamnya. Tentang perkembangan Pertamina, sang dirut lama dulu punya alibi, “Bisa dibayangkan, profit kami Rp 19 triliun, tapi harus disetorkan ke pemerintah sebesar Rp 11,9 triliun. Jadi, bagaimana kami bisa berkembang?”.</p>
<p>Bukan hanya kalah saing, tahun 2009 ini pun dibuka Pertamina dengan buruk. Tangki Nomor 24 Depo Pertamina Plumpang yang bermuatan 2.900 kiloliter BBM tiba-tiba meledak akibat gelas pengukur bensin atau ken bergesekan dengan slot ukur tangki. Ledakan ini menimbulkan kerugian sebesar US$ 1 miliar. Siapa yang paling bertanggung jawab? Sayangnya, pengusutan kasus ini pun belum tuntas hingga sekarang.</p>
<p>Buntutnya, entah karena masalah kebakaran Plumpang tersebut, masalah kelangkaan LPG sebelumnya, atau masalah lain, awal bulan lalu Direktur Utama Pertamina diganti. Padahal, direktur sebelumnya, Ari Soemarno, belum sampai 3 tahun menjabat. Singkat sekali masa jabatannya. Seharusnya, untuk perusahaan sekelas Pertamina, 3 tahun masa jabatan masih belum cukup. Beberapa pihak menilai ada unsur politis di balik penggantian tersebut. Apalagi penggantian itu terkesan tiba-tiba dan pada waktu yang dekat pemilu.</p>
<p>Yah.. apapun pemicunya, yang jelas, transformasi Pertamina masih belum selesai. Walaupun terhambat pergantian direksi, masih banyak tugas Pertamina ke depan. Visi jangka panjangnya pun sangat tinggi, yaitu 15 tahun ke depan Pertamina akan menjadi perusahaan minyak dan gas yang terintegrasi dan terkemuka di tingkat regional. Semoga saja acara pergantian jabatan awal bulan lalu tidak menghambat Pertamina yang ”<em>On The Move</em>”.</p>
<blockquote><p><em>Referensi: Kompas, SWA</em></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1376&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/03/pertamina-on-the-move/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gas Alam Akan Habis 60 Tahun Lagi</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/gas-alam-habis-40-tahun-lagi/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/02/gas-alam-habis-40-tahun-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 20:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan data dari Natural Gas Fundamentals, Institut Francais Du Petrole pada tahun 2002, cadangan terbukti (proved reserves) gas alam dunia ada sekitar 157703,109 m3. Jumlah cadangan ini, dengan tingkat konsumsi gas alam sekarang ini, akan dapat bertahan selama 60 tahun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1007" title="majarimagazine-ch4" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/majarimagazine-ch4-150x150.jpg" alt="majarimagazine-ch4" width="150" height="150" />Berdasarkan data dari <em>Natural Gas Fundamentals, Institut Francais Du Petrole</em> pada tahun 2002, cadangan terbukti (<em>proved reserves</em>) gas alam dunia ada sekitar 157703,109 m<sup>3</sup>. Jumlah cadangan ini, dengan tingkat konsumsi gas alam sekarang ini, akan dapat bertahan selama 60 tahun. Apabila kita bandingkan dengan cadangan minyak dunia,  berdasarkan tingkat konsumsi sekarang ini, minyak bumi hanya akan dapat bertahan sampai 40 tahun ke depan saja. Namun demikian, biasanya penemuan baru cadangan gas alam dan minyak bumi lebih cepat daripada tingkat konsumsinya.</p>
<p>Gas alam seperti juga minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon (C<sub>n</sub>H<sub>2n+2</sub>) yang terdiri dari campuran beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non-hidrokarbon seperti N<sub>2</sub>, CO<sub>2</sub>, H<sub>2</sub>S dan gas mulia seperti He dan Ar, terdapat pula uap air dan pasir. Umumnya gas yang terbentuk sebagian besar dari metan CH<sub>4</sub>, dan dapat juga termasuk etan C<sub>2</sub>H<sub>6</sub> dan propan C<sub>3</sub>H<sub>8</sub>. Gas alam yang didapat dari dalam sumur di bawah bumi, biasanya bergabung dengan minyak bumi. Gas ini disebut sebagai gas <em>associated</em>. Ada juga sumur yang khusus menghasilkan gas, sehingga gas yang dihasilkan disebut gas <em>non-associated</em>.</p>
<h3><strong>Asal Mula Gas Alam</strong></h3>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-1221" title="natural_gas_rig" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2009/02/natural_gas_rig-300x223.jpg" alt="natural_gas_rig" width="300" height="223" />Gas alam lebih mudah ditemukan dibanding minyak bumi. Pembentukan gas alam dapat dibagi menjadi dua jenis yakni proses biologis dan proses thermal.</p>
<h4>Proses Biologis</h4>
<p>Pada proses awal, gas alam terbentuk dari hasil dekomposisi zat organik oleh mikroba anaerobik. Mikroba yang mampu hidup tanpa oksigen dan dapat bertahan pada lingkungan dengan kandungan sulfur yang tinggi. Pembentukan gas alam secara biologis ini biasanya terjadi pada rawa, teluk, dasar danau dan lingkungan air dengan sedikit oksigen. Proses ini mmembentuk gas alam pada kedalaman 760 sampai 4880 meter akan tetapi pada kedalaman dibawah 2900 meter, akan terbentuk wet gas (gas yang mengandung cairan <em>hydrocarbon</em>). Proses jenis ini menempati 20 persen keseluruhan cadangan gas dunia.</p>
<h4>Proses Thermal</h4>
<p>Pada kedalaman 4880 meter, minyak bumi menjadi tidak stabil sehingga produk utama hydrocarbon menjadi gas metan. Gas ini terbentuk dari hasil <em>cracking </em>cairan <em>hydrocarbon</em> yang ada disekitarnya. Proses pembentukan minyak bumi juga terjadi pada kedalaman ini, akan tetapi proses pemecahannya menjadi metan lebih cepat terjadi.</p>
<p>Sebenarnya, pembentukan gas alam dari bahan inorganik juga dapat terjadi. Walaupun ditemukan pada jumlah yang tidak banyak, gas metan terbentuk dari batuan awal lapisan pembentuk bumi dan jenis meteorit yang mengandung bayak kabon (<em>carbonaceous chondrite type</em>).</p>
<p>Gas mulia (He dan Ar) yang ditemukan bersama gas alam adalah produk hasil dari disintegrasi radioaktif alam. Helium berasal dari <em>thorium </em>dan keluarga uranium sedangkan argon berasal dari <em>potassium</em>. Gas-gas ini kemungkinan besar sama-sama terjebak oleh lingkungan pada gas alam.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/majarimagazine-gasalam.jpg" alt="" width="475" height="168" />Seperti minyak bumi, gas alam bergerak dan terakumulasi pada beberapa titik.<br />
Titik inilah yang menjadi target penambangan gas alam. Ladang gas alam terbesar Eropa terdapat di Gronigen-Belanda (2270 x 10^9 m<sup>3</sup>), US terdapat di Kansas (1986 x 10^9 m<sup>3</sup>), Afrika terdapat Algeria (2520 x 10^9 m<sup>3</sup>) dan di benua Asia terdapat di Arun-Indonesia (383 x 10^9 m<sup>3</sup>).</p>
<h3>Pengukuran Gas Alam</h3>
<p>Gas alam dapat diukur dalam sejumlah cara. Sebagai gas, ia dapat diukur melalui volume satuan m3 pada temperatur 15 C dan tekanan 750 mmHg, atau dalam <em>cubic feet</em> (CF) dengan temperatur 60 F dan tekanan 14,73 lb/in<sup>2</sup>. Satuan volume yang umumnya dipakai adalah dalam ribuan <em>cubic feet </em>(MCF), jutaan <em>cubic feet</em> (MMCF), atau triliun <em>cubic feet</em> (TCF). Gas alam juga sering diukur dan dinyatakan dalam British thermal unit (BTU). Satu BTU adalah sejumlah gas alam yang akan menghasilkan energi yang cukup untuk memanaskan satu <em>pound </em>air dengan satu derajat pada tekanan normal. Satu cubic feet gas alam mengandung sekitar 1,027 BTU. Gas alam yang dikirim melalui pipa di USA, diukur dalam satuan ‘<em>therms</em>’ untuk penggunaan pembayaran. Satu ’<em>therm</em>’ adalah ekivalen dengan 100.000 BTU, atau sekitar 97 SCF gas alam.</p>
<h3>Pengolahan Gas Alam</h3>
<p>Pada proses pengolahan modern, dilakukan pemisahan untuk menghilangkan <em>impurities</em>. Beberapa gas hidrokarbon seperti propan (C<sub>3</sub>H<sub>8</sub>) dan butan (C<sub>4</sub>H<sub>10</sub>) dipisahkan dan dijual secara terpisah. Setelah diproses, gas alam yang bersih ditransmisikan ke titik-titik penggunaan melalui jaringan pipa. Gas alam yang dikirim melalui pipa tersebut merupakan gas alam dalam bentuk metan (CH<sub>4</sub>).</p>
<p style="text-align: left;">Gas alam yang dikirim tersebut merupakan ‘<em>dry gas</em>’ atau ‘gas kering’. Metan adalah molekul yang dibentuk oleh satu atom karbon dan empat atom hidrogen sebagai CH<sub>4</sub>. Gas metan mudah terbakar apabila terjadi reaksi antara metan dan oksigen yang hasilnya berupa karbon dioksida (CO2), air (H2O) ditambah sejumlah besar energi, sebagaimana persamaan berikut :</p>
<p style="text-align: center;">CH<sub>4</sub> + 2 O<sub>2</sub> &#8211;&gt; CO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O + 891 kJ</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<th><strong>Daerah</strong></th>
<th style="text-align: center;"><strong>Total Produksi</strong></th>
<th style="text-align: center;"><strong>Cadangan</strong></th>
<th style="text-align: center;"><strong>Perkiraan Penemuan Baru</strong></th>
</tr>
<tr>
<td>US</td>
<td style="text-align: center;">22,4</td>
<td style="text-align: center;">4,6</td>
<td style="text-align: center;">11,2</td>
</tr>
<tr>
<td>Kanada</td>
<td style="text-align: center;">2,6</td>
<td style="text-align: center;">2,7</td>
<td style="text-align: center;">10,3</td>
</tr>
<tr>
<td>Meksiko</td>
<td style="text-align: center;">0,8</td>
<td style="text-align: center;">2,0</td>
<td style="text-align: center;">4,4</td>
</tr>
<tr>
<td>Amerika Selatan</td>
<td style="text-align: center;">1,8</td>
<td style="text-align: center;">5,5</td>
<td style="text-align: center;">5,9</td>
</tr>
<tr>
<td>Eropa Barat</td>
<td style="text-align: center;">4,1</td>
<td style="text-align: center;">5,4</td>
<td style="text-align: center;">5,8</td>
</tr>
<tr>
<td>Rusia dan Ukraina</td>
<td style="text-align: center;">8,6</td>
<td style="text-align: center;">47,0</td>
<td style="text-align: center;">45,0</td>
</tr>
<tr>
<td>Asia Tengah dan Transcaucasia</td>
<td style="text-align: center;">2,9</td>
<td style="text-align: center;">10,7</td>
<td style="text-align: center;">6,6</td>
</tr>
<tr>
<td>Middle East</td>
<td style="text-align: center;">2,1</td>
<td style="text-align: center;">44,3</td>
<td style="text-align: center;">31,5</td>
</tr>
<tr>
<td>Afrika (termasuk Afrika Utara)</td>
<td style="text-align: center;">1,1</td>
<td style="text-align: center;">9,6</td>
<td style="text-align: center;">12,4</td>
</tr>
<tr>
<td>Oceania dan Asia (termasuk China)</td>
<td style="text-align: center;">2,5</td>
<td style="text-align: center;">10,0</td>
<td style="text-align: center;">20,3</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>TOTAL DUNIA</strong></td>
<td style="text-align: center;">48,9</td>
<td style="text-align: center;">141,8</td>
<td style="text-align: center;">153,4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Apabila dilihat dari pertumbuhan konsumsi gas alam dunia dalam 20 (dua puluh) tahun ke depan berdasarkan data dan proyeksi dari <em>Energy Information Administration</em> (US) dalam <em>International Energy Outlook </em>tahun 2002, maka proyeksi konsumsi gas alam dunia akan mencapai 162 trilliun <em>cubic feet</em> (TCF) pada tahun 2020. Jumlah ini merupakan 2 (dua) kali konsumsi pada tahun 1999 yang sebesar 84 TCF. Kalau pada tahun 1999 pangsa pasar gas alam dibandingkan sumber energi lain adalah 23%, maka pada tahun 2020 diproyeksikan akan naik menjadi 28%.</p>
<blockquote><p>Sumber:<br />
1. <em>Gas Alam, Sumber Energi Masa Depan.</em> Pertamina, 2007<br />
2. <em>Natural Gas</em><strong>.</strong> Encyclopædia Britannica. Ultimate Reference Suite. Chicago: Encyclopædia Britannica, 2008.</p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1005&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/02/gas-alam-habis-40-tahun-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hybrid Cars, Hi-fashion Solution for Air Pollution</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/01/hybrid-cars-hi-fashion-solution-for-air-pollution/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2009/01/hybrid-cars-hi-fashion-solution-for-air-pollution/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 21:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Inra Sumahamijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[fuel cell]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[Hybrid cars began grabbing headlines in 2004, especially after movie stars were seen arriving at the Academy Awards in these environmentally friendly vehicles. With worries over air pollution and with gasoline prices topping $2 a gallon, the public imagination has seized on hybrid cars as a high-tech, high-fashion solution.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1010" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1010" title="Toyota Prius" src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/12/majarimagazine-prius-300x219.jpg" alt="Toyota Prius" width="300" height="219" /><p class="wp-caption-text">Toyota Prius</p></div>
<p>Hybrid cars began grabbing headlines in 2004, especially after movie stars were seen arriving at the Academy Awards in these environmentally friendly vehicles. With worries over air pollution and with gasoline prices topping $2 a gallon, the public imagination has seized on hybrid cars as a high-tech, high-fashion solution.</p>
<p>The state of California provided the major commercial impetus in the U.S. for the development of electric (battery), electric-gasoline (hybrid), and fuel-cell vehicles. In 1990 the California Air Resources Board mandated a schedule for sales of light-duty vehicles in the state in order to reduce air pollution. The first modern hybrid cars, the <strong>Toyota Prius</strong> and the <strong>Honda Insight</strong>, went on sale in Japan in 1997 and 1999, respectively, and in the U.S. in very limited numbers in 2000 not mentioned when in Indonesia. Greater numbers—although still fewer than 50,000 in the U.S. (compared with some 17 million gasoline vehicles sold each year)—became available with the 2004 model year. Sales took off, with dealers reporting waiting lists of from six months to a year. American manufacturers countered in the summer and fall of 2004. Ford introduced the <strong>Escape</strong>, the world&#8217;s first hybrid sport utility vehicle; General Motors offered hybrid versions of its <strong>Chevrolet Silverado</strong> and <strong>GMC Sierra</strong> trucks; and DaimlerChrysler came up with a hybrid version of its <strong>Dodge Ram</strong> truck.</p>
<p>Hybrids typically use nickel–metal-hydride (NiMH) batteries to provide power for an electric motor that shares duties with a small gasoline motor. Either or both motors may be operating, according to driving conditions. When the car is idling at a stop, going downhill, or cruising at low speeds, the gasoline motor is shut off. (Unlike conventional gasoline vehicles, hybrids get better mileage in the city than on the highway.) Under full-throttle acceleration, when climbing hills, or while cruising at high speeds, the two engines operate in tandem by means of a sophisticated electronic transmission. When decelerating or braking, the force used to slow the car is harnessed to charge the battery.</p>
<p>Hopefully this hi-fashion modern car type can replace the former hi-&#8221;urban air pollution source&#8221; car type. Talking about urban air pollution, Los Angeles is worst example of polluted air. Tokyo has such a serious air-pollution problem that oxygen is supplied to policemen who direct traffic at busy intersections. Milan, Ankara, Mexico City, and Buenos Aires face similar problems. Although New York City produces greater quantities of pollutants than Los Angeles, it has been spared from an air-pollution disaster only because of lucky favorable climatic circumstances. Compared with those cities, Jakarta and Surabaya is &#8220;not very polluted enough&#8221; but our kind of air problem still dangerous for traffic and pedestrian user like us.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=1009&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2009/01/hybrid-cars-hi-fashion-solution-for-air-pollution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EPC? Engineering, Procurement, and Construction</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/03/epc-apa-itu-epc-company/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/03/epc-apa-itu-epc-company/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 02:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Michael Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[process design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarikanayakan.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang sarjana Teknik Kimia, apakah peran dan tanggung jawab kita apabila bekerja dalam industri EPC? Apakah industri EPC itu sebenarnya? Bagaimanakah siklus pekerjaan EPC dalam menangani sebuah proyek? Juga beberapa perusahaan EPC terkemuka di Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/epc.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Kerja di mana setelah lulus? <strong>Oil and Gas? Konsultan? Peneliti? Bank? Oil Services? EPC?</strong> Teman-teman semua pastinya sudah mempunyai ancang-ancang bagian industri mana yang teman-teman ingin terjuni. Artikel berikut ini disadur dari <a href="http://kampungmelayu.wordpress.com/" target="_blank">KampungMelayu&#8217;s Weblog</a> yang sedang berbagi cerita tentang engineer&#8217;s life di EPC Company.</p>
<p><strong>EPC ialah singkatan dari Engineering, Procurement, Construction.</strong> Terkadang ditambahkan Installation sehingga singkatannya menjadi EPCI (EPCI biasanya berkecimpung di offshore/platform). Terkadang juga ditambahkan C (menjadi EPCC) jika perusahaannya menggeluti bagian Commissioning (test unjuk kerja).</p>
<p>Dari singkatannya sudah jelas bahwa tugas dari EPC adalah untuk melakukan rekayasa (engineering) dari suatu plant, melakukan pembelian (procurement) barang-barang dan equipment yang terkait dan kemudian mendirikan/membangun (construction) plant tersebut. EPC terkadang disebut sebagai <strong>‘integrator</strong>’ karena EPC lah yang menjembatani dan mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu plant; mulai dari <strong>licensor </strong>(yang memiliki lisensi), <strong>vendor </strong>(yang menjual barang), shipper (yang mengirim barang), bahkan sampai <strong>operator </strong>(yang mengoperasikan plant).</p>
<p>Dalam prakteknya, suatu perusahaan EPC tidak harus melakukan E-P-C nya sekaligus, bisa aja hanya salah satu atau salah duanya. Jadi sangat normal jika ada EPC yang hanya mengambil E-nya saja (bertindak sebagai konsultan engineering saja), E dan P atau malah C (hanya memasang saja) nya saja.</p>
<p>Untuk yang masih belum familiar, berikut ialah penjabaran satu persatu siklus pekerjaan di dalam EPC:</p>
<ol>
<li><strong> Owner mengumumkan </strong>rencana pendirian plant baru (misalkan: Pertamina ingin membangun kilang minyak dengan kapasitas 100ribu barel per day).</li>
<li><strong> Owner mengundang</strong> EPC Company yang berminat untuk menyampaikan profil perusahaan (fase Pra Kualifikasi).</li>
<li> Owner mengumumkan <strong>EPC Company yang lolos dari Pra Kualifikasi</strong> dan berhak mengikuti proses tender EPC dan melakukan proses Invitation To Bid (ITB).</li>
<li><strong> EPC Company yang lolos mengambil dokumen</strong> tender dari Owner dan mendapat penjelasan tentang rule-of-the game.</li>
<li> Dalam rentang tertentu, <strong>EPC Company tersebut menyampaikan proposal teknis</strong> dan rencana bagaimana merancang, membeli, dan mengkonstruksi.</li>
<li> Jika lolos, maka <strong>EPC Company harus menyampaikan proposal komersial</strong> (berapa estimasi ongkos dan harga pembangunan plant tersebut).</li>
<li> Siapa yang terbaik (belum tentu termurah) akan <strong>ditentukan sebagai pemenang</strong> tender.</li>
<li> Jika menang, maka <strong>Owner akan menyerahkan project tersebut</strong> ke EPC Company terpilih dengan kesepakatan harga yang di point 6 (masih dimungkinkan untuk bernegosiasi) sesuai dengan kualifikasi teknis dan rencana/waktu di point 5 (juga negotiable).</li>
<li> EPC Company yang memenangkan tender <strong>mulai mengerjakan proses E-P-C nya yang jauh lebih mendetai</strong>l daripada saat proposal tadi. Jika dalam proses detailing, EPC Company tersebut mampu berhemat maka profit tentunya akan bertambah (dari perkiraan saat proposal).</li>
</ol>
<p><span id="more-29"></span><br />
Berikut ini sedikit nama-nama EPC Company yang beroperasi (memiliki kantor) di Indonesia, juga sedikit backgroundnya. Sebagian besar di Jakarta tentunya. Berikut daftar yang diurutkan secara alfabetik:</p>
<ol>
<li> <strong>AMEC Berca</strong>. Memiliki headquarter di UK. Perusahaan ini di Indonesia joint-venture dengan grup Berca (grup Murdaya). Project mereka saat ini banyak untuk TotalFinaElf (d/h Total Indonesie).</li>
<li> <strong>Bechtel Indonesia</strong>. Dulu memakai nama PT Purna Bina Indonesia.</li>
<li> <strong>Citra Panji Manunggal</strong>. Local EPC dengan spesial di pipeline dan Stations.</li>
<li> <strong>Inti Karya Persada Teknik</strong>. Secara ‘tradisi’ IKPT adalah ‘raja’nya LNG. Ini dikarenakan IKPT menerima banyak repeat order untuk Train-train LNG PT Badak. IKPT adalah salah satu anak perusahaan dari grupnya Bob Hassan. Salah satu project mereka yang cukup besar adalah Ujung Pangkah Amerada Hess.</li>
<li> <strong>Kellog Brown and Root (KBR Indonesia)</strong>. Adalah ‘branch’ KBR (giant group di bawah Halliburton) di Jakarta. Di South East Asia pusatnya di Singapore. Kalau tidak salah, KBR Jakarta mengerjakan banyak sub project baik dibawah KBR Singapore maupun Houston. Reputasi KBR di LNG (baik liquefaction maupun terminal) sudah tidak perlu diragukan lagi. In fact KBR ’sangat dekat’ dengan IKPT.</li>
<li> <strong>McDermott</strong>. McDermott perusahaan EPCI yang cukup memimpin dengan spesialisasinya di bidang manufacturing and service. Memiliki proyek yang umumnya merupakan industri energi dan pembangkit listrik. McDermott beroperasi di 23 negara dan memiliki lebih dari 20.000 karyawan.</li>
<li> <strong>Rekayasa Industri</strong>. Secara struktur sebenarnya berada di holding PT Pupuk Sriwijaya dan memang traditionally dikenal sebagaia ‘raja’ dan ’spesialis’ seluruh EPC fertilizer di Indonesia. Saat ini cukup expansif termasuk ‘menyerbu’ proyek proyek migas dan bio-diesel.</li>
<li> <strong>Saipem Indonesia</strong>. Berada di bawah grup ENI International (Italy) dan yang ada di Jakarta adalah hasil merger dengan Sofresid. Grup mereka berspesialis di platform dan offshore.</li>
<li> <strong>Technip Indonesia</strong>. Untuk South Eas Asia, Technip berpusat di Kuala Lumpur. Sebagai raksasa EPC dunia berbasis di Paris, Technip mengerjakan project-project di seluruh dunia mulai dari migas dan infrastructure.</li>
<li> <strong>Tripatra</strong>. Dikenal sebagai perintis EPC di bidang migas, mendahului EPC lain di Indonesia termasuk mengerjakan giant NSO MobilOil dan jejak kaki mereka di Caltex sangat impresif. Tripatra didirikan oleh Pak Iman Taufik (perintis industri migas dan pendiri Guna Nusa). Tripatra sempat ‘terpuruk’ namun saat ini dikabarkan sedang bangkit lagi (suntikan dana luar?) termasuk mendapatkan mega project di Amerada Hess.</li>
<li> <strong>WorleyParsons</strong>. Di Indonesia berbendera CeriaWorley. WorleyParsons adalah spesialis engineering dan sudah berkaliber internasional dan menangani mulai dari mining (core bisnis mereka di Australia) sampai infrastructure.</li>
</ol>
<p>Note:<br />
Jika EPC bermodal asing tidak dihitung, big-three dari EPC lokal di Indonesia (sekali lagi secara alfabetik) adalah <strong>IKPT</strong>, <strong>Rekayasa Industri</strong>, dan <strong>Tripatra</strong>.</p>
<blockquote><p>Artikel diatas disadur dari <a href="http://kampungmelayu.wordpress.com/" target="_blank">KampungMelayu&#8217;s Weblog.</a><br />
<a href="http://kampungmelayu.wordpress.com/2007/09/28/apakah-itu-industri-epc/" target="_blank">http://kampungmelayu.wordpress.com/2007/09/28/apakah-itu-industri-epc/</a><br />
<a href="http://kampungmelayu.wordpress.com/2007/09/29/epc-company-di-indonesia/" target="_blank"> http://kampungmelayu.wordpress.com/2007/09/29/epc-company-di-indonesia/</a></p></blockquote>
<p>Sekian informasi yang saya dapat rangkum mengenai EPC Company dan sangat diharapkan agar teman-teman yang pernah kerja praktek atau magang di perusahaan EPC  dapat membagikan pengalamannya.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=29&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/03/epc-apa-itu-epc-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>88</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sesep: January&#8217;s Author of The Month</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/02/sesep-is-januarys-author-of-the-month/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/02/sesep-is-januarys-author-of-the-month/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 06:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2008/02/sesep-is-januarys-author-of-the-month/</guid>
		<description><![CDATA[Sesep Bimiwa Sianturi is January's Author of the Month with his opinion in the article “Pertamina vs Petronas“ with 1144 views, 21 comments, and rating of 4.35.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/02/sesepbimiwa.jpg' alt='Sesep Bimiwa Geopold Sianturi' align="left"  class="alignleft" />Sesep Bimiwa Geopold Sianturi is January&#8217;s Author of the Month with his opinion in the article <a href="http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/">“Pertamina vs Petronas</a>“ with 1144 views, 21 comments, and rating of 4.35.</p>
<p>And anyway, here is a brief interview with him.</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;Hi, Sesep! Congratulations for being the January&#8217;s Author of The Month! Any surprise?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;Oh yeah?? Of course I am glad and I appreciate it very much..&#8221;</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;Yes, you are. You article has made a lot of traffic until now. It&#8217;s one of most favorite article in Majari last month. Anyway, can you tell us once more, what was the final conclusion of your opinion about slow Pertamina growth compared to Malaysia&#8217;s Petronas?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;OK, I&#8217;ll try to answer this briefly. Basically there are technical and non-technical problems that influence the slow growth of Pertamina compared to Malaysia&#8217;s Petronas. I am not capable of answering the details about the negative sides of Pertamina but I think the government should cooperate well with Pertamina to help them solving their problems. We are as Indonesian people can also participate in many ways to help Pertamina.&#8221;</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;So, what do you mean with the terms technical and non-technical problems? Are the uncooperative government regulations included in the non-technical problems?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;OK, maybe examples could make it clear. According to the source that I read, the profit sharing between Pertamina and the Indonesian government is 10:90; 10% for Pertamina and 90% for the government. The average yearly profit of Pertamina is about 27 billion rupiahs and only 2.7 billion goes to Pertamina. And, this is one simple example, do you know that they need at least 13 billion rupiahs to build a new refinery? And let&#8217;s do the math: they can only build a new refinery once in 5 years if they use all of the profits. That&#8217;s the technical problem, this is contrary to Malaysia&#8217;s Petronas because only 10% of their profit that goes to the Malaysian government. And about the non-technical problems; one of non-technical problem is BP MIGAS. BP MIGAS is starting to give trusts to foreign oil and gas companies to manage the fields in Indonesia. We can see ExxonMobil is managing the Cepu Block (oilfield) and BP is managing the Tangguh Field (gas field). And why are they doing that? Well, it will be a very long argument if we discuss about their reasons. Take a look at my article and you will know why.&#8221;<br />
<strong><br />
Majari:</strong> &#8220;That&#8217;s very interesting. But don&#8217;t you think that the problem is way too complex? And can you think of any other factors beside profit-sharing and BP MIGAS trust that has been influencing the slow growth of Pertamina?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;Do you mean the corruption activity like most of the people and media say?&#8221;</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;Exactly, doesn&#8217;t it make everything worse if they conduct any corruption activities while the profit is already small in amount?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;Hahaha, you naked me straight to the point. It&#8217;s true I guess, everyone knows that corruption sucks. But again, it&#8217;s not my capability to explain that in details.&#8221;</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;Yes, maybe just let us hand the problem to whom it may concern. Hehehe.. And, you&#8217;ve mentioned that we, as Indonesian citizens, can also help Pertamina to grow. So, can you tell us some examples that we can do?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;Nice question.. Ideally, we can be Pertamina&#8217;s employee and work there with the motivation to help Pertamina. But it doesn&#8217;t mean that we will not be able to help Pertamina if we aren&#8217;t their employee. One example is to try preferring Pertamina&#8217;s products to others or go to Pertamina&#8217;s Gas Stations to fill the gas for our cars and motorcycles. It is very simple but helpful.&#8221;</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;Hmm.. that&#8217;s a good point. And what do you think about Pertamina in the future? Will they be better?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;I hope so.. If they can take care of their problems, they will be better. The government and BP MIGAS should also support Pertamina to solve all the problems there. I myself will be proud if Pertamina can improve their capability. Will you?&#8221;</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;Definitely, we all should be proud of our own products and services, including Pertamina. And about the prize, what will you do about that?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;Are there any prizes?? Hahhaha, just kidding.. Hmm.. don&#8217;t even think about that yet. Watching movies, food hunting, etc. Just like everyone does to have fun, I guess. Hehehe. &#8221;</p>
<p><strong>Majari:</strong> &#8220;Yeah right! We guess there is zero probability that you forgot about the prize. Hahaha.. Anyway, Thank you for your time, Sesep! Hope to read another interesting articles from you! Any info about you next article?&#8221;<br />
<strong>Sesep:</strong> &#8220;My next article?? Hmmm, it&#8217;s confidential.. Hahaha, just wait for my surprise.. Ok, thanks for majarikanayakan.com and also the commentators in my article. I really appreciate you all very much. Big sucess for majarikanayakan.com!&#8221;</p>
<p>Congratulations, Sesep! And is it today the Chinese&#8217;s new year? It must be really great to have angpou even if you are not celebrating the new year at all. <img src='http://majarimagazine.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>And, whose turn next? Submit your articles and let the comments flow!</p>
<p>Salam Majari Kanayakan.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=270&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/02/sesep-is-januarys-author-of-the-month/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>World&#8217;s Leading Oil and Gas Company</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/01/worlds-leading-oil-and-gas-company/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/01/worlds-leading-oil-and-gas-company/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 10:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Michael Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2008/01/worlds-leading-oil-and-gas-company/</guid>
		<description><![CDATA[Coba sebutkan 10 perusahaan migas yang teman-teman ketahui dan bandingkanlah dengan daftar 50 besar perusahaan gas dan minyak bumi dunia ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/leadingoilgas.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" /><em><strong>Migas versi Mahasiswa:</strong> &#8220;Coba sebutkan 10 perusahaan migas dunia yang kamu ketahui!&#8221; &#8220;Shell, Petronas, Chevron (Caltex), ConocoPhilips, Exxon, Total, BP, hmm.. apa lagi ya?? Pertamina?? Hmm.. belum sepuluh ya?&#8221;</em></p>
<p>Umumnya, jawaban tersebut merupakan jawaban yang biasanya diungkapkan oleh mahasiswa Teknik Kimia sekalipun oleh seorang mahasiswa Teknik Kimia tingkat 4 yang notabene beberapa waktu lagi akan terjun ke dalam dunia kerja. Padahal jelas sekali bahwa industri minyak dan gas ialah salah satu industri yang sangat digemari oleh para <em>fresh graduate</em> Teknik Kimia karena <a href="http://majarimagazine.com/2007/10/berapa-gaji-bekerja-di-oil-and-gas/">gajinya yang 8 (delapan) digit itu</a>. Lalu, mengapa yang kita tahu hanya itu-itu saja? Apakah perusahaan tersebut adalah memang perusahaan-perusahaan migas terbesar di dunia? Untuk menilai itu, banyak sekali parameter yang berpengaruh dan salah satunya ialah total cadangan minyak bumi dan gas yang mereka miliki.</p>
<p>Sebuah hal yang menarik ialah, tidak ada satupun perusahaan yang umumnya disebut oleh mahasiswa di atas yang termasuk dalam 10 perusahaan terbesar dalam industri minyak dan gas berdasarkan jumlah cadangan minyak dan gas yang mereka miliki. Berikut ini ialah 50 Besar Perusahaan Minyak dan Gas Dunia yang diurutkan berdasarkan <em>Total Reserves in Oil Equivalent Barrels</em> dalam satuan <em>Million Barrels</em>.</p>
<style>
.header { color:#333; padding: 2px; border:none; text-align: center; font-weight:bold; }
.isi { background : #FFF; padding: 2px; border-bottom:black solid 1px; }
</style>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="590">
<tr>
<th class="header" align="center" valign="center" width="5%">Rank<sup>1</sup></th>
<th class="header" align="center" valign="center" width="50%">Company</th>
<th class="header" align="center" valign="center" width="15%">Liquids Reserves<sup>4</sup></th>
<th class="header" align="center" valign="center" width="15%">Natural Gas Reserves<sup>5</sup></th>
<th class="header" align="center" valign="center" width="15%">Total Reserves<sup>6</sup></th>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">1</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.nioc.com/index.html">National Iranian Oil Company</a> (Iran)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">136,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">974,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">302,496</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">2</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.saudiaramco.com/bvsm/JSP/home.jsp">Saudi Arabian Oil Company</a> (Saudi Arabia)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">259,400</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">248,500</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">302,279</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">3</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/iraq.html">Iraq National Oil Company </a> (Iraq)<sup>2,3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">115,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">112,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">134,145</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">4</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.qgpc.com.qa/">Qatar General Petroleum Corporation</a>(Qatar)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">15,207</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">910,500</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">170,848</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">5</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.adnoc.com/">Abu Dhabi National Oil Company</a> (UAE)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">92,200</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">198,500</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">126,132</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">6</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.knpc.com.kw/">Kuwait Petroleum Corporation</a> (Kuwait)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">99,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">54,500</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">108,316</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">7</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.pdv.com/pdvsa/pdvsa.html">Petroleos       de Venezuela.S.A. </a>(Venezuela)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">80,120</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">152,380</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">106,060</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">8</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.nnpcgroup.com/">Nigerian National Petroleum Corporation</a> (Nigeria)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">36,220</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">181,900</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">67,314</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">9</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/libya.html">National Oil Company</a>  (Libya)<sup>2,3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">41,464</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">52,650</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">50,464</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">10</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/algeria.html">Sonatrach</a> (Algeria)<sup>2,3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">12,270</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">161,740</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">39,918</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">11</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.gazprom.ru/eng" target="main">Gazprom</a> (Russia)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">0</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">171,176</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">29,261</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">12</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/china.html" target="main">PetroChina Co. Ltd.</a> (China)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">11,618</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">53,469</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">20,758</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" height="22" valign="top">13</td>
<td class="isi" height="22" valign="top"><a href="http://www.rosneft.com/english/about_rosneft/index.html">OAO </a><a href="http://www.rosneft.com/english/about_rosneft/index.html">Rosneft</a> (Russia)</td>
<td class="isi" align="right" height="22" valign="top">15,963</td>
<td class="isi" align="right" height="22" valign="top">24,758</td>
<td class="isi" align="right" height="22" valign="top">20,195</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">14</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/malaysia.html" target="_self">Petronas</a> (Malaysia)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">5,300</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">82,096</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">19,334</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">15</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.lukoil.com/">OAO Lukoil</a> (Russia)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">15,927</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">26</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">15,931</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">16</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.pemex.com/">Petroleos Mexicanos</a> (Mexico)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">12,849</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">13,856</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">15,218</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">17</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www2.exxonmobil.com/corporate/">ExxonMobil Corporation</a> (United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">8,194</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">32,480</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">13,746</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">18</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.bp.com/">BP Corporation</a> (United Kingdom)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">5,893</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">45,931</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">13,744</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">19</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/egypt.html">Egyptian General Petroleum Corp.</a> (Egypt)<sup>2</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,700</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">58,500</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">13,700</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">20</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.chevron.com" target="_self">Chevron Corporation</a> (United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">7,806</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">22,894</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">11,720</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">21</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.conocophillips.com/" target="main">ConocoPhillips</a> (United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">6,696</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">26,835</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">11,283</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">22</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.total.com/en/home_page" target="main">Total</a> (France)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">6,592</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">25,539</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">10,958</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">23</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.pdo.co.om/pdo">Petroleum Development Oman LLC</a> (Oman)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">5,500</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">30,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">10,628</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">24</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www2.petrobras.com.br/ingles/index.asp">Petroleo Brasilerio S.A.</a> (Brazil)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">9,418</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,166</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">9,618</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">25</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.shell.com/">Royal Dutch/Shell</a>  (Netherlands)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,270</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">30,058</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">8,408</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">26</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.sonangol.co.ao/wps/portal/ep">Sonangol</a> (Angola)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">8,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">8,342</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">27</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eni.it/english/panorama/eni_oggi/eni_oggi.html">ENI</a> (Italy)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,481</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">16,965</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">6,381</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">28</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/uae.html">Dubai Petroleum Company </a>(UAE)<sup>2,3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,684</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">29</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www4.ecua.net.ec/petroecuador/">Petroleos de Ecuador</a> (Ecuador)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,517</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">NR</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,517</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">30</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.catalog.com/pertamin/corp.htm">Pertamina</a> (Indonesia)<sup>3</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">903</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">20,538</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,414</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">31</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.statoil.com/eindex.html">Statoil</a> (Norway)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,675</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">14,255</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,112</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">32</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.encana.com" target="main">EnCana Corp.</a>  (Canada)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,133</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">12,418</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,256</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">33</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.anadarko.com/" target="_self">Anadarko Petroleum Corporation </a>(United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,264</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">10,486</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,056</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">34</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.oxy.com/" target="_self">Occidental Petroleum Corporation </a>(United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,264</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,810</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,915</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">35</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.cnoocltd.com/cnoocltd/front/index.jsp" target="main">China National Offshore Oil Corp. </a>(China)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,490</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">6,232</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,555</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">36</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.repsol.com/eng/home/home.asp" target="main">Repsol YPF</a> (Spain)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,057</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">8,718</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,548</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">37</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.devonenergy.com/" target="_self">Devon Energy Corporation</a>  (United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">983</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">8,356</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,411</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">38</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.apachecorp.com" target="main">Apache Corp.</a>  (United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,061</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">7,513</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,345</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">39</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.ecp.com/">Ecopetrol</a> (Columbia)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,453</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,996</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,136</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">40</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.cnrl.com/">Canadian Natural Resources</a> (Canada)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,316</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,798</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,965</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">41</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.hydro.com/">Norsk Hydro ASA</a> (Norway)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">748</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">6,611</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,878</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">42</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.talisman-energy.com/" target="main">Talisman Energy Ltd.</a> (Canada)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">767</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">5,400</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,690</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">43</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/seeurope.html" target="main">Romanian National Oil Co.</a> (Romania)<sup>2</sup></td>
<td class="isi" align="right" valign="top">940</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">3,550</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,547</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">44</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.bg-group.com" target="main">BG Group PLC</a> (United Kingdom)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">432</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">5,928</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,445</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">45</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.bhpbilliton.com" target="main">BHP Billiton Ltd</a> (Australia)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">551</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">4,867</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,383</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">46</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.petro-canada.ca/">Petro-Canada</a> (Canada)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">950</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,945</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,282</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">47</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.hess.com/index2.aspx">Hess Corp. </a>(United States)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">832</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">2,466</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,254</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">48</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.nexeninc.com/">Nexen Inc.</a> (Canada)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">946</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">618</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,052</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">49</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.shell.ca/home/ca-en/html/iwgen/main.html">Shell Canada Ltd.</a> (Canada)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">08</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,400</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,047</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi" align="center" valign="top">50</td>
<td class="isi" valign="top"><a href="http://www.cos-trust.com/">Canadian Oil Sands Trust</a> (Canada)</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,000</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">0</td>
<td class="isi" align="right" valign="top">1,000</td>
</tr>
</table>
<p><em>Notes:<br />
<sup>1</sup> Ranked in order of 2006 worldwide oil equivalent reserves as in &#8220;OGJ 200/100&#8243;, <em>Oil &#038; Gas Journal</em>, September 17, 2007.<br />
<sup>2</sup> Information from Energy Information Administration <a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/contents.html">Country Analysis Briefings</a>.<br />
<sup>3</sup> <a href="http://www.opec.org/aboutus/">OPEC</a> member<br />
<sup>4</sup> Worldwide Liquids Reserves (Million Barrels)<br />
<sup>5</sup> Worldwide Natural Gas Reserves (Billion Cubic Feet)<br />
<sup>6</sup> Total Reserves in Oil Equivalent Barrels (Million Barrels)</em></p>
<h3>Negara Arab merupakan penguasa utama minyak dan gas bumi dunia.</h3>
<p>Sepertinya Jazirah Arab memang diberkati oleh sang Pencipta dengan kandungan bahan bakar fosil yang sedemikian banyaknya. Teman-teman bisa melihat di ranking 1 hingga 6 pada tabel di atas yang diisi oleh <a href="http://www.nioc.com/index.html">NIOC-Iran</a>, <a href="http://www.saudiaramco.com/bvsm/JSP/home.jsp">ARAMCO-Saudi Arabia</a>, <a href="http://www.eia.doe.gov/emeu/cabs/iraq.html">INOC-Iraq</a>, <a href="http://www.qgpc.com.qa/">QGPC-Qatar</a>, <a href="http://www.adnoc.com/">ADNOC-UAE</a>, dan <a href="http://www.knpc.com.kw/">KNPC-Kuwait</a>. Untuk meyakinkan teman-teman semua, coba jumlahkan <em>Total Reserves in Oil Equivalent Barrels</em> keenam perusahaan tersebut dan bandingkan dengan jumlah <em>Total Reserves in Oil Equivalent Barrels</em> ke-44 perusahaan lainnya. Hasilnya ialah 1,444,216 juta barrel dibanding 557,473 juta barrel. Benar-benar terbayang betapa signifikan jumlah cadangan energi fosil yang mereka miliki. Dan pada tanggal 10–14 September 1960, beberapa negara tersebut (Iran, Iraq, Kuwait, dan Saudi Arabia) bersama dengan Venezuela bersepakat untuk mendirikan suatu organisasi kumpulan negara pengekspor minyak bumi dan organisasi tersebut dinamakan <a href="http://www.opec.org/aboutus/">OPEC</a> (<a href="http://www.opec.org/aboutus/">Organization of the Petroleum Exporting Countries</a>). Indonesia sendiri bergabung dengan OPEC pada tahun 1972.</p>
<h3>Kita berada di ranking 30 dan negara tetangga kita berada di ranking 14.</h3>
<p>Sebagai anggota OPEC, Indonesia merupakan pemain industri migas yang secara teoritis cukup berpengaruh terhadap industri migas dunia walaupun kenyataannya tidak demikian. Apabila dilihat dari <em>Total Reserves in Oil Equivalent Barrels</em>, Pertamina-Indonesia menduduki peringkat 30 besar dunia dengan <em>Total Reserves in Oil Equivalent Barrels</em> sebesar 4,414 juta barrels. Negara tetangga kita dengan <a href="http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/">Petronas-Malaysia</a> nya menduduki peringkat 14 besar dunia dengan <em>Total Reserves in Oil Equivalent Barrels</em> sebesar 19,334 juta barrels.</p>
<p>Nah, bagaimana menurut teman-teman semua? Sah-sah saja kok apabila memang hanya Shell, Petronas, Chevron (Caltex), ConocoPhilips, Exxon, Total, BP, dan Pertamina yang berputar-putar di pikiran teman-teman semua apabila ditanya tentang perusahaan migas dunia. Tapi setidaknya, bukalah pikiran teman-teman karena di luar sana masih banyak perusahaan migas yang belum teman-teman ketahui yang tentunya tidak kalah menjanjikan dengan perusaahaan migas populer versi mahasiswa.</p>
<blockquote><p>
Sumber: <a href="http://www.petrostrategies.org/Links/Worlds_Largest_Oil_and_Gas_Companies_Sites.htm">PetroStragies.com</a>, <a href="http://www.opec.org">OPEC</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=265&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/01/worlds-leading-oil-and-gas-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fluoridation</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/01/fluoridation/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/01/fluoridation/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 08:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birru Pagi Lucha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[reaction]]></category>
		<category><![CDATA[waste treatment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2008/01/fluoridation/</guid>
		<description><![CDATA[Dentists, doctors and government health authorities who actually promote the fluoridation of public water supplies are nothing less than clinically insane.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/comic/Fluoride_Water_Main_600.png" alt="Fluoridation" /></p>
<p>Commentary by <a href="http://www.newstarget.com">Mike Adams</a>, the creator of this cartoon:</p>
<p>The fluoride issue is, in my opinion, a &#8220;sanity test&#8221; for anyone who claims to know anything about health. As I will explain here, all the dentists, doctors and government health authorities who actually promote the fluoridation of public water supplies are nothing less than clinically insane.</p>
<p>How do I know? Because I know where this so-called &#8220;fluoride&#8221; comes from. Cities actually buy the stuff from coal plants and chemical manufacturers, where it would normally have to be disposed of as a toxic waste chemical if it wasn&#8217;t sold to towns and cities to be dumped into the water supply. This fluoride byproduct of chemical processing is so toxic that it&#8217;s a violation of environmental laws to dump it into any river. Yet it&#8217;s somehow perfectly legal to feed it to infants, children, adults and senior citizens who are drinking from the public water supply. Interesting, huh? It&#8217;s so toxic that it kills fish, but dentists want your babies to drink it.</p>
<p>The entire pro-fluoride argument lacks a single shred of scientific evidence showing any benefit whatsoever to the mass consumption of the fluoride chemical. Essentially, the leaders in dentistry and medicine simply invented a myth about fluoride and dental health, then invested their careers and egos in the desperate defense of this myth, even as the scientific evidence clearly shows increased rates of hip fractures, fluorosis and even cancer from fluoride consumption.</p>
<p>The claims about fluoride essentially make it a drug according to FDA regulations, yet this &#8220;drug&#8221; has never been approved as a treatment or cure for dental caries by the FDA. Furthermore, can you think of any other drug that is mass-medicated to the entire population with no diagnosis, no medical oversight and no patient follow-up whatsoever? It&#8217;s like dumping Prozac into the water supply and saying, &#8220;Everyone is depressed and needs their brain chemistry balanced.&#8221; A silly idea, of course, but it&#8217;s essentially the same as dumping fluoride into the water supply.</p>
<p>Of course, any use of reason, logic or genuine science is not allowed in the fluoride debate. Dentists, doctors and health authorities viciously defend the indiscriminate fluoridation of all humans with the ferocity of rabid pack dogs. For any sane person to even suggest that perhaps industrial waste chemicals should not be dumped into public water supplies is to invite a wild-eyed verbal assault by dentists so filled with ignorance and froth that you would think you were insulting the false gods of some outdated superstition from eons past. Which, of course, is exactly what fluoridation is: superstition.</p>
<p>Any perceived health benefit of mass fluoridation is nothing more than persistent myth, desperately defended by the most irrational, unscientific and easily offended members of modern society &#8212; who all happen to reside in some branch of medicine, by the way. These myth pushers claim to base their support of dumping toxic chemicals into the water supply based on so-called &#8220;scientific evidence&#8221; that they can never quite produce. The only evidence they have is the circular-logic statements of various dentists quoting each other in some sort of deviant doctoral blabbing contest. Meanwhile, they selectively ignore any real evidence from scientific studies showing the damaging effects of fluoride.</p>
<p>Selective censorship of reality is, of course, the very foundation of modern dentistry &#8212; an industry that exists in such blatant denial of reality that it continues to implant some 34 metric tons of mercury &#8212; one of the most toxic substances to human and environmental health &#8212; into the mouths of dental patients each year. All while calling it perfectly safe, of course.</p>
<p>Mercury is perfectly safe, they all proclaim. And so is fluoride. And, come to think of it, there&#8217;s no such thing as any chemical too dangerous to put in the mouths or stomachs of patients as long as your dentist says so. And while we&#8217;re at it, don&#8217;t forget to have your wisdom teeth surgically removed &#8212; yet another medically useless procedure that&#8217;s been scientifically shown to be utterly worthless according to the British Medical Journal. I, for one, still have all my wisdom teeth, and nearly every time I see a new dentist, the idiot insists that I have them surgically removed even though they are entirely asymptomatic (i.e. nothing&#8217;s wrong with them).</p>
<p>All this explains why the fluoride question is such an effective sanity test. Anyone who genuinely supports the disposal of toxic fluoride chemicals via public waterways is not merely a fool and a danger to themselves; they are a danger to society and should probably be locked away in some sort of institution where crazy people can bang their heads against the walls until their mercury fillings fall out. There, at least, they won&#8217;t harm anybody else.</p>
<p>Fortunately, there are a growing number of sane dentists and doctors in the world. One of the leading organizations in this regard is the IAOMT. Watch their &#8220;Smoking Teeth&#8221; video if you want to learn the truth about mercury fillings, or read their Position on Fluoridation to hear what sane, intelligent dentists have concluded about mass fluoridation practices.</p>
<p>And if you still have mercury fillings in your mouth, get them removed by a dentist who specializes in mercury removal. Be sure to take plenty of chlorella and Jon Barron&#8217;s Metal Magic tincture before and after any such procedure to minimize the amount of fluoride that gets into your body during removal.</p>
<p>Finally, if your dentist continues to push fluoridation and mercury fillings (they call them &#8220;silver fillings&#8221; to hide the fact that they&#8217;re made with mercury), fire the idiot and find yourself a new dentist who runs a more natural health oriented practice. Natural dentistry is a growing practice. And it&#8217;s no mystery why. The American Dental Association, in my opinion, remains stuck in the Dark Ages. I can&#8217;t wait for the day when they finally reverse their support of fluoride and mercury and join the rest of the sane people in the world who have long since figured out that toxic chemicals do not belong in the human body.</p>
<p>This is not complicated, folks. I think that perhaps the only reason anyone still supports fluoride or mercury is because their brains have been affected by the chemicals.</p>
<p>And yes, by the way, it&#8217;s true that people who handle fluoride have to wear chemical suits, just as shown in this comic. If you drop a bottle of pure fluoride and inhale the fumes or get some on your skin, it can kill you. </p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=262&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/01/fluoridation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fuel Additive: Solusi Kenaikan Harga BBM?</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 17:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Simson Arifin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana reaksi teman-teman terhadap kenaikan harga BBM yang diberlakukan oleh pemerintah? Apakah teman-teman pernah mendengar teknologi fuel additive?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/mpg.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Bagaimana reaksi teman-teman terhadap kenaikan harga BBM yang diberlakukan oleh pemerintah? Harga BBM fosil semakin meroket dan di sisi lain industri bioenergi belum sedemikian berkembangnya sehingga transisi energi masih sulit dilakukan. Bagaimana tindakan kita untuk mengurangi penggunaan energi di tengah mahalnya harga BBM fosil? Apakah teman-teman pernah mendengar teknologi <em>fuel additive</em>? Salah satu produk <em>fuel additive</em> yang tersedia di pasaran ialah MPG Caps, suatu produk yang ditujukan untuk menghemat pengeluaran para pengguna kendaraan bermotor.</p>
<p>MPG Caps (<em>Mileages Per Gallon Capsule</em>) adalah suatu produk berbentuk kapsul yang ditujukan untuk perawatan mesin yang diproduksi oleh <em><a href="http://www.fuelxplode.myffi.biz/en">Fuel Freedom International</a></em> di Amerika Serikat dan terbuat dari 100% bahan organik aktif yang tidak mengandung diluen atau <em>filter</em>. MPG Caps dapat digunakan untuk semua jenis bahan bakar seperti: bensin, solar, dan biodiesel. Tentunya untuk  semua merek bahan bakar seperti: <a href="http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/">Pertamina</a>, Shell, dan sebagainya. </p>
<p>MPG Caps berfungsi untuk meningkatkan <em>mileage per gallon</em> (kilometer per liter) kendaraan, meningkatkan umur <em>valve </em>(klep mesin) dan <em>spark plugs</em> (busi mesin), mencegah pembentukan limbah sisa-sisa pembakaran yang tidak diinginkan dalam mesin, mengurangi peningkatan karbondioksida setelah mesin bekerja.</p>
<p>Sebelum mebahas cara kerja MPG Caps dalam mesin kendaraan bermotor, sebaiknya kita mengerti sedikit hubungan antara termodinamika dengan suatu mesin. Relasi termodinamik menunjukkan bahwa efisiensi termal (<em>thermal efficiency</em> &#8211; TE) dlm sistem mesin motor adalah, persentasi perbandingan kuantitas tenaga mekanik keluaran (<em>mechanical energy quantity output</em>) dan kuantitas tenaga panas masukan (<em>heat energy quantity input</em>), yang bila dijabarkan secara matematika fisika berdasarkan hukum termodinamika yang adalah sebagai berikut:</p>
<p><center><strong>TE = W / Q1 x 100% =  [(Q1 - Q2) / Q2] x 100% =  [1 - Q2 / Q1] x 100% </strong></center></p>
<p>dimana: </p>
<ul>
<li>Q1, <em>quantity of heat energy input</em> (kuantitas tenaga panas masukan) </li>
<li>Q2, <em>quantity of heat energy output</em> (kuantitas tenaga panas keluaran) </li>
<li>W, <em>work </em>(kerja), <em>quantity of mechanical energy output </em>(energi mekanik keluaran / tenaga mesin yang dihasilkan). </li>
<li>TE, <em>thermal efficiency</em> (efisiensi termal)</li>
</ul>
<p>Pada kebanyakan mesin kendaraan bermotor, kuantitas BBM via percikan busi yg berhasil diubah mesin menjadi gerakan mesin hanya sekitar 70%, dan sisanya sekitar 30% terbuang sebagai panas, berarti efisiensi hanya sekitar 70%. Berdasarkan pada rumusan diatas, efisiensi bisa diperbesar atau ditingkatkan dengan dua cara, yaitu: (1) memperkecil kuantitas input pada kuantitas output efektif tetap, atau kebalikannya, (2) memperbesar kuantitas output efektif pada kuantitas input tetap.</p>
<p>Dan dari dua cara teoritis tersebut, beberapa cara menigkatkan efisiensi termal mesin antara lain:</p>
<ul>
<li>meningkatkan rasio kompresi (<em>comression ratio</em>) mesin menjadi lebih besar daripada 9, dan ini berkaitan dengan kadar oktan BBM karena munculnya bunyi yang disebut ketukan (<em>knocking</em>) dalam mesin.</li>
<li>meningkatkan suhu penyalaan dan pembakaran (<em>ignition and combustion temperature</em>) via peningkatan tegangan elektroda busi, dengan cara mengganti koil penyalaan (<em>ignition coil</em>) atau menambahkan SPB (<em>spark-plug booster</em>) antara koil dan busi, dan mengganti busi dengan yg lebih tahan panas.</li>
<li>meniadakan endapan kerak arang/karbon dalam ruang silinder mesin, dengan cara meningkatkan pembakaran menjadi lebih sempurna. </li>
</ul>
<p><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/01/060625124445.jpg' alt='Combustion' align="left"  class="alignleft" />Salah satu cara menigkatkan pembakaran BBM agar lebih sempurna adalah dengan menambah katalisator dalam ruang pembakaran mesin. Sehingga MPG Caps, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi mesin kendaraan bermotor tersebut.</p>
<p>MPG Caps bekerja sebagai suatu katalis yang mempercepat mesin dalam melakukan pembakaran sehingga meningkatkan efisiensi mesin. Ketika kapsul MPG Caps dimasukan bersamaan dengan pengisian bahan bakar, bahan bakar befungsi sebagai cairan pembawa (<em>carrier</em>) untuk mengantar kapsul tersebut ke ruang pembakaran mesin. Di dalam ruang pembakaran, MPG Caps dengan bantuan panas dari hasil pembakaran akan membentuk lapisan katalis sangat tipis di permukaan logam. Lapisan katalis tesebut menghasilkan areal permukaan acak sangat tipis (<em>nano-phase</em>) untuk menyimpan katalis sehingga menyebabkan percepatan dan penyempurnaan reaksi pembakaran BBM agar mampu membakar gas campuran BBM dan udara lebih banyak per satuan waktu. </p>
<p>Reaksi pembakaran BBM yang lebih cepat dan sempurna akan membuat bahan bakar terbakar lebih efisien sehingga mesin lebih irit, performa mesin yang lebih baik dan mereduksi emisi. Hasil penelitian para ahli telah membuktikan bahwa penambahan MPG Caps menghasilkan pengiritan bahan bakar yang cukup signifikan dan meningkatkan <em>mileage per gallon</em> kendaran. Bukti nyata dari pemakaian MPG Caps telah dirasakan oleh banyak orang, khususnya orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat (negara di mana MPG Caps dibuat). Jerry Lang, seorang peneliti dalam bidang proses pembakaran mesin telah membuktikan bahwa penggunaan MPG Caps pada kendaran akan mengehmat penggunaan bahan bakar (<em>miles per gallon</em>) sekitar 12 %.  </p>
<p>Manfaat dari penggunaan MPG Caps pada kendaraan Anda akan dirasakan secara bertahap, tetapi Anda akan dapat merasakan perbedaannya pada saat awal menggunakan MPG Caps, seperti tarikan mesin yang lebih baik. Secara ekonomis, MPG Caps sangat bermanfaat untuk semua orang di dunia, termasuk Indonesia ketika harga minyak mentah di dunia semakin tinggi. Manfaat lain yang dapat diakibatkan secara tidak langsung adalah pengurangan emisi gas rumah kaca, yang dapat mengurangi efek dari <em><a href="http://majarimagazine.com/2007/12/indonesia-dan-global-warming/">global warming</a></em>.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=214&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertamina versus Petronas</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 16:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sesep Bimiwa Sianturi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/</guid>
		<description><![CDATA[Pertamina hanya memegang 8 persen dari pangsa pasar migas di Indonesia dan sisanya dipegang Chevron, Total, Exxon, CNOOC, dan perusahaan migas asing lainnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/pertapetro.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Banyak di antara kita yang berpikir bahwa bekerja di perusahaan migas asing ialah suatu hal yang amat membanggakan tanpa menyadari bahwa perusahaan asing tersebut pada dasarnya sedang mengambil keuntungan lebih untuk negaranya sendiri. Dan sekalipun begitu, kita tetap saja mengikuti proses seleksi kerja di salah satu perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia. Termasuk saya, seorang mahasiswa yang baru saja lulus dan tergiur akan gaji dan fasilitas sebuah perusahan minyak dan gas.</p>
<p>Mengapa kondisi seperti itu bisa terjadi? Ada apa sebenarnya dengan industri minyak dan gas nasional kita? Sebagian dari kita menyalahkan perusahaan migas nasional kita yang kurang kredibel dan bonafit dan sebagian lain beralasan ingin meniti karir dengan standar internasional. Namun, bukan itu yang hendak saya bahas dalam artikel ini karena saya ingin mencoba menggali permasalahan tersebut dari sisi yang lain.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya sedang mengisi waktu luang saya dengan melihat berbagai informasi yang tersebar di internet dan saya menemukan potongan artikel yang sangat menarik. <i>Please enjoy reading this while listening to music and having a cup of coffee in the morning..</i> =p</p>
<blockquote><p><strong>Someone asked:</strong><br />
&#8220;Semua orang pasti sudah tahu bahwa Pertamina mempunyai sumber minyak yang banyaknya <i>gak ketulungan</i>. (halaah.. bahasanya..) Bila kita lihat Petronas, mereka tidak mempunyai sumber minyak di negaranya dan kalaupun ada, jumlahnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan Indonesia. <i>Dear all.. Do you know why Petronas grow faster and bigger than Pertamina??</i>&#8220;</p></blockquote>
<blockquote><p>
<strong>And the answer was:</strong><br />
&#8220;Yang mempunyai sumber minyak banyak adalah Indonesia, bukan Pertamina. Dalam hal ini, pemerintah memberi wewenang pada BP MIGAS untuk mengurusi pengelolaan kontrak perusahaan terhadap ladang minyak dan gas.&#8221;</p></blockquote>
<p>Apabila diangkat dari aspek ekonomi politik, permasalahannya adalah karena BP MIGAS seringkali memberikan hak konsesi kepada pihak asing diluar Pertamina untuk mengelola suatu ladang minyak yang ada di Indonesia. Banyak alasan yang dilontarkan BP MIGAS dalam keputusan tersebut, katakanlah dengan alasan Pertamina korupsi, atau strukturnya yang masih payah, dikatakan tidak mampu secara teknologi, atau dibilang minim pendanaan. Alasan terakhir ialah alasan yang dikemukakan Pemerintah kita saat pengelolaan di Blok Cepu diserahkan kepada ExxonMobil dan bukan sepenuhnya kepada Pertamina. </p>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/pertamina.jpg' alt='Pertamina Station' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Pertamina Station</div>
</div>
</div>
<p>Alasan-alasan tersebut bisa dikatakan logis namun juga agak dibuat-buat. Mari kita coba untuk meninjau alasan-alasan tersebut satu per satu. Alasan pertama: katakanlah Pertamina korupsi. Bukankah seharusnya Pemerintah bertanggungjawab memberantas korupsi yang terjadi di Pertamina? Atau mungkin Pemerintah tidak mampu memberantas korupsi di Pertamina karena Pemerintah dan DPR juga sedang sibuk korupsi? Atau mungkin karena adanya solidaritas sesama koruptor?? Entahlah.. hanya mereka yang tahu.</p>
<p>Alasan kedua ialah struktur dan sistem manajemen Pertamina yang belum benar. Bukankah seharusnya Pemerintah mempunyai tanggungjawab moral untuk mendorong Pertamina melakukan pembenahan internal? Apabila pengelolaan minyak dan gas malah diserahkan ke pihak asing, bukankah itu sama saja semakin mematikan Pertamina? Dan untuk alasan teknologi, Pertamina sudah memiliki teknologi yang udah diakui oleh Inggris. Sedangkan untuk alasan pendanaan, seharusnya keuntungan tahunan Pertamina jangan disedot besar-besaran untuk menutupi defisit anggaran atau malah dimasukkan ke kantong pejabat. Pertamina untung? Ya, sekalipun dengan adanya subsidi BBM atau apapun itu namanya, Pertamina masih menghasilkan untung yang sangat besar.</p>
<p>Pada poin pertama tadi, saya bermaksud memberi tahu bahwa Pemerintah kita kurang mendukung Pertamina sebagai perusahaan migas nasional. Apabila hal itu terus berlangsung, kapan Pertamina bisa maju? Keadaan benar-benar berbeda apabila melihat Petronas. Perusahaan minyak dan gas milik Malaysia itu menjalankan operasi yang  didukung penuh oleh Pemerintah Malaysia dengan cara memberikan sebagian besar hak konsesi khusus ke Petronas dan bahkan mendorong Petronas untuk melakukan ekspansi ke luar negeri.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/petronas.jpg' alt='Petronas Station' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Petronas Station</div>
</div>
</div>
<p>Pada poin kedua, saya ingin meninjau aspek bisnis industri minyak dan gas itu sendiri. Menurut saya, penyebab kekalahan Pertamina ialah inefisiensi pengeluaran. Banyak pengeluaran yang seharusnya tidak perlu dilakukan apalagi ditambah dengan pengeluaran yang kurang jelas juntrungannya. Sebagai contoh yang dapat kita lihat ialah biaya sewa kapal tanker. Biaya sewa tersebut sangatlah mahal dan dapat mencapai US$60.000 per HARI untuk SATU kapalnya. Nah, Pertamina menyewa kapal dengan jumlah lebih dari 140 padahal kapal Pertamina tidak lebih dari 30 buah. Apabila mau berpikir panjang, seharusnya Pertamina memutuskan untuk memiliki kapal sendiri sebagai investasi. Beberapa tahun yang lalu Pertamina sempat memiliki kapal tanker VLCC namun kapal tanker tersebut dijual oleh Menneg BUMN (Laks. Sukardi) saat Megawati menjabat sebagai Presiden. Dan apa yang terjadi sekarang? Ternyata penjualan tersebut dipermasalahkan karena adanya dugaan praktek korupsi dalam penjualannya.</p>
<blockquote class="pullquote"><p>Apabila diangkat dari aspek ekonomi politik, permasalahannya adalah karena BP MIGAS seringkali memberikan hak konsesi kepada pihak asing untuk mengelola suatu ladang minyak yang ada di Indonesia.</p></blockquote>
<p><i>Bottomline</i>, apabila ditinjau dari segi ekonomi politik dan bisnis, Pertamina akan sulit berkembang di masa depan bila kondisinya terus seperti itu. Sayangnya, kita sebagai warganegara Indonesia tidak bisa mengubah keadaan itu karena itu semua ialah keputusan petinggi-petinggi negara kita. Tapi setidaknya, kita dapat membantu Pertamina dengan membeli produk buatan Pertamina. <i>Beli Produk Pertamina, Kita Untung Bangsa Untung.</i></p>
<p>Patut teman-teman ketahui bahwa di negara kita Indonesia yang kaya akan minyak ini, Pertamina hanya memegang 8 persen dari pangsa pasar migas di Indonesia dan sisanya dipegang Chevron, Total, Exxon, CNOOC, dan perusahaan migas asing lainnya. Walaupun hanya memiliki 8 persen pasar, Pertamina dapat menghasilkan keuntungan Rp35 triliun di tahun 2006. Coba bayangkan apabila 100 persen ladang minyak yang ada di Indonesia dipegang oleh Pertamina.</p>
<p>Di samping itu, 90% keuntungan Pertamina wajib diberikan kepada Pemerintah dan hanya 10% sisanya yang dapat digunakan Pertamina. Bagaimana dengan Petronas? Keadaan Petronas berkebalikan dengan Pertamina karena hanya 10% keuntungan Petronas yang diberikan untuk Pemerintah Malaysia. Itulah penyebab mengapa Petronas dapat melakukan ekspansi besar-besaran. Mengapa Pertamina sulit melakukan ekspansi? Keuntungan rata-rata tahunan Pertamina ialah Rp27 triliun dan hanya Rp2.7 triliun yang tersisa di Pertamina padahal untuk membangun sebuah kilang baru dibutuhkan dana sekitar Rp 13 triliun.</p>
<blockquote><p><strong>Referensi:</strong> KOMPAS, Yahoo! Answers</p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=169&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boston Consulting Group and McKinsey &amp; Company</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 17:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Michael Hutagalung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/</guid>
		<description><![CDATA[For those who want to work in a consultant company, you may find this article interesting. Here is the company profile, a bit about the interview process, and the office location in Jakarta of two greatest consultant company in the world: The Boston Consulting Group and McKinsey &#038; Company.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>For those who want to <a href="http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/">work in a consultant company</a>, you may find this article interesting. Here is the company profile, a bit about the interview process, and the office location in Jakarta of two greatest consultant company in the world: The Boston Consulting Group and McKinsey &amp; Company.</p>
<h3>The Boston Consulting Group</h3>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/bcg_logo.jpg" title="BCG" alt="BCG" align="left" class="alignleft" /> The <strong>Boston Consulting Group</strong> (BCG) is a prestigious <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Management_consulting" title="Management consulting">management consulting</a> firm founded in 1963 by <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bruce_Henderson" title="Bruce Henderson">Bruce Henderson</a>, a <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harvard_Business_School" title="Harvard Business School">Harvard Business School</a> alumnus. BCG typically hires for an Associate or a Consultant position. BCG recruits MBA graduates to join as Consultants from the world&#8217;s top business schools, and focuses the majority of their recruiting effort to schools such as <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harvard_Business_School" title="Harvard Business School">Harvard Business School</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wharton_School" title="Wharton School">Wharton School</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stanford_Graduate_School_of_Business" title="Stanford Graduate School of Business">Stanford Graduate School of Business</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/INSEAD" title="INSEAD">INSEAD</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Darden" title="Darden">Darden</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dartmouth_College" title="Dartmouth College">Dartmouth College</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kellogg_School_of_Management" title="Kellogg School of Management">Kellogg School of Management</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MIT_Sloan" title="MIT Sloan">MIT Sloan</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/University_of_Chicago" title="University of Chicago">University of Chicago</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Haas_School_of_Business" title="Haas School of Business">Haas School of Business</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Duke_University" title="Duke University">Duke University</a>, and <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Columbia_University" title="Columbia University">Columbia</a>. Additionally, increasing effort is place on hiring advanced non-business degree holders. Graduates holding degrees in disciplines like <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Engineering" title="Engineering">engineering</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Science" title="Science">science</a>, and <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Liberal_arts" title="Liberal arts">liberal arts</a> receive training in business fundamentals and then typically join the firm as Consultants. There is also an opportunity to join as a Summer Associate or Summer Consultant (internship) position for 10 weeks, which for the majority of interns will result in an offer for full-time position.</p>
<p><strong>The Interview </strong><br />
BCG uses the case method to conduct interviews, which is an interview technique designed to simulate the types of problems inherent in management consulting and to test the qualitative and quantitative skills deemed important for abstract thinking in a business setting. The first round of interviews consists of two 45 minute case interviews with BCG consultants. Successful candidates may be passed onto the second round corresponding with a regional office. The second round consists of three 30-45 minute interviews with partners from that office in a similar format to the first round interviews.</p>
<p><strong>BCG Indonesia </strong><br />
BCG opened its Jakarta office in 1995 after several years of serving clients through other offices in the region. Like many of its clients, BCG Jakarta has grown rapidly and built a strong team of local and foreign consultants during the past several years. Today, the office is home to consultants from around the world, including Indonesians, Indians, Americans, Germans, Norwegians, and New Zealanders. Primary industries which are served by BCG Jakarta are energy, utilities, financial services, industrial goods, telecommunications, and health cares.</p>
<p>Over the years, BCG Jakarta has performed strategy and portfolio analysis for local conglomerates and banks, completed market entry and acquisition searches for multinationals, and consulted in the restructuring of a number of state-owned enterprises. In spite of its relatively small size, BCG Jakarta features a particularly diverse client base that includes companies in the energy, utilities, financial services, industrial goods, telecommunications, and health care industries.</p>
<p><strong>The Boston Consulting Group Jakarta</strong><br />
Sampoerna Strategic Square Tower A, 19th Floor<br />
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 45-46<br />
Jakarta 12930, INDONESIA<br />
Phone: +62 21 3006 2888<br />
Fax: +62 21 3006 2889<br />
<a href="http://www.bcgsea.com/" target="_blank">http://www.bcgsea.com</a></p>
<h3>McKinsey&amp;Company</h3>
<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/mckinseycompanylogo.thumbnail.gif" title="McKinsey &amp; Company" alt="McKinsey &amp; Company" align="left" class="alignleft" />Known among its employees simply as <strong>&#8220;The Firm&#8221;</strong>, James O. McKinsey &amp; Company was founded in Chicago in 1926 by <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/James_O._McKinsey" title="James O. McKinsey">James O. (&#8220;Mac&#8221;) McKinsey</a>. McKinsey was a professor at the <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/University_of_Chicago" title="University of Chicago">University of Chicago</a> who pioneered budgeting as a management tool. Recently, McKinsey has diversified by soliciting candidates from graduate programs in law, medicine, engineering, science, and the liberal arts as well as by recruiting &#8220;experienced hires&#8221; from a variety of professional backgrounds including the military, law and medicine. Today, roughly half of McKinsey consultants with a graduate degree are not MBAs. These Advanced Professional Degree candidates (APDs) attend a training program before starting their careers at McKinsey.</p>
<p><strong>The Interview </strong><br />
McKinsey&#8217;s interviews are notorious for their difficulty and rigor. MBA-level interviews usually take place on-campus and follow a two round process. Since summer 2007, the first round starts with a 60 minute test, consisting of 26 multiple choice questions on 3 to 4 strategy cases; the intensity and difficulty levels are beyond those of GMAT&#8217;s. Sample questions of milder level are found on the company&#8217;s website.</p>
<p>The first round typically continues with two or three 45-minute interviews. Each interview consists of two parts. The first part, usually referred to as the &#8220;FIT&#8221; portion, is designed to test the interviewees skills in 4 key areas: Problem Solving, Achieving, Personal Impact, and Leadership. Common questions during this portion of the interview include: &#8220;Tell me about a time you had to convince someone of something&#8221; and &#8220;Tell me about a time when you had to lead a team through a challenging situation.&#8221; Interviewers will often push the interviewee in certain directions to verify truthfulness, as well as gain further insight into the interviewee&#8217;s thought process.</p>
<p>The second part of the interview consists of a formal business case. This part of the interview is designed to test a candidates problem solving skills. Typically a business problem, often resembling prior work done by the interviewer, is presented to the candidate. The interviewer then asks the candidate a series of focused questions that test basic math skills, business sense, and communication/presentation skills.<a href="http://www.mckinsey.com/aboutus/careers/applyingtomckinsey/interviewing/online_casestudy/" class="external autonumber" title="http://www.mckinsey.com/aboutus/careers/applyingtomckinsey/interviewing/online_casestudy/" rel="nofollow"></a></p>
<p>Candidates who are successful in the first round will be asked to come back for a second round of interviewing, usually taking place in the actual McKinsey office. These rounds usually consist of two or three interviews, typically conducted by McKinsey partners, or other senior firm members. The interviews themselves are largely similar to those of the first round, albeit slightly more informal and high-level. Candidates who succeed in their second round interviews are made an offer to join the firm.</p>
<p><strong>McKinsey &amp; Company Indonesia </strong><br />
Situated in a region of unique economic, religious, and cultural diversity, ours is one of the fastest growing McKinsey complexes in the world. Since we established Jakarta as our first local office in 1995, we have successfully tackled diverse business issues for domestic, regional, and multinational corporations: from developing companies into regional or even global &#8220;champions&#8221; to ensuring long-term survival; from mobilizing frontline employees to building strong leadership. Explore this site to find out more about who we are and how we go about helping corporations in Asia achieve their performance objectives.</p>
<p><strong>McKinsey &amp; Company Jakarta</strong><br />
Wisma GKBI 40th Floor<br />
Jl. Jend. Sudirman 28<br />
Jakarta 10210 &#8211; Indonesia<br />
Voice : 62 (21) 5798 6600<br />
Fax : 62 (21) 574 1540<br />
<a href="http://www.mckinsey.com/locations/southeastasia/index.asp" target="_blank"> http://www.mckinsey.com/locations/southeastasia/index.asp</a></p>
<blockquote><p>Reference(s): <a href="http://www.wikipedia.org/" target="_blank">Wikipedia</a>, <a href="http://www.mckinsey.com" target="_blank">McKinsey.com</a>, <a href="http://www.bcgsea.com" target="_blank">BCGsea.com</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=51&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/boston-consulting-group-and-mckinsey-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Engineers in a consultant company?</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 17:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birru Pagi Lucha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[consultant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah konsultan keuangan itu? Konsultan keuangan adalah salah satu profesi yang sedang booming di era perekonomian yang sedang bertumbuh seperti saat ini. Bagaimanakah prospek kita sebagai sarjana Teknik Kimia di industri konsultan keuangan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/meeting.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Konsultan keuangan adalah salah satu profesi yang sedang booming di era perekonomian yang sedang bertumbuh seperti saat ini. Profesi konsultan cukup populer di kalangan MBA dan lulusan (freshgrads) karena gaji dan fasilitas yang baik, kesempatan untuk travelling ke seluruh penjuru dunia, dan gengsi/prestise atas profesi itu sendiri. Makanya tak perlu heran jika label ‘financial consultant’ sering disalahgunakan atau digunakan untuk menjebak lulusan/MBA yang mencari pekerjaan.</p>
<p>Salah satu karakter khas dari profesi ini adalah competitiveness yang begitu rapat dan intens. Akan tetapi, ketika teman-teman sudah mendapatkan jabatan tersebut, teman-teman akan memiliki kesempatan yang sangat luas untuk bergaul dengan manajer puncak perusahaan-perusahaan mulitnasional. Teman-teman akan berkesempatan melakukan perjalanan dari ujung dunia yang satu ke ujung dunia yang lain. Yang lebih menyenangkan lagi, Anda akan “bekerja” dengan isu-isu bisnis terkini seperti high-level strategy, integration, alliances, dan seterusnya.</p>
<h3>Konsep kerja perusahaan konsultan tuh gimana sih?</h3>
<p>Jasa konsultasi adalah memberikan advice kepada klien dengan imbalan sejumlah fee tertentu. Klien mereka adalah perusahaan yang membutuhkan advice dan skill yang dimiliki oleh konsultan atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Perusahaan klien biasanya membutuhkan expertise dan perspektif outsider yang dimiliki oleh konsultan.<br />
Beberapa perusahaan konsultan memiliki spesialisasi tertentu. Ada yang berkonsentrasi pada bidang pemasaran atau teknologi informasi. Ada pula yang memfokuskan diri hanya pada industri perbankan dan jasa keuangan. Sebagian konsultan menyasar pada pucuk pimpinan pemerintahan saja. Beberapa konsultan hanya memiliki dua orang staff saja. Tetapi beberapa yang lain bisa memiliki ratusan karyawan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Namun, satu hal yang pasti, konsultan adalah problem-solver. <em>The only product to offer is the ability to make problems go away.</em></p>
<h3>Beberapa Fakta tentang Konsultan</h3>
<ul>
<li><strong>Pendapatan</strong>. Boleh dikata, gaji seorang konsultan sangat besar, terutama di negara-negara maju dengan membawa bendera consulting firm ternama. Akan tetapi, gaji sebesar itu bukanlah easy money. Kita dituntut untuk workaholic. Dalam beberapa kasus, kita harus bekerja sampai 20 jam per hari dan dipaksa melakukan perjalanan serta berpisah dari anak istri.</li>
<li> <strong>Glamor</strong>. Walaupun memiliki prestis dan gengsi yang cukup tinggi, konsultan tidak selalu exciting dan high profile. Kita tidak selalu akan bertemu dan berdiskusi dengan CEO sebuah perusahaan. Kita juga nggak selalu tinggal di kota-kota besar dunia dan menginap di hotel berbintang empat. Ada kalanya kita harus terjun di pedalaman Kalimantan karena perusahaan memiliki instalasi pengolahan kelapa sawit di sana. Ada kalanya kita harus nongkrong berjam-jam di pabrik yang penuh dengan asap dan kotor. Ada kalanya kita bahkan hanya berinteraksi dengan karyawan tingkat bawah, bukan dengan direktur/manajer puncak.</li>
<li><strong>Implementasi</strong>. Konsultan mungkin digambarkan sebagai seorang analis yang memberi nasihat lalu dibayar. Selesai. Sayangnya, dalam banyak kasus, menembak masalah klien adalah sebagian kecil dari pekerjaan yang harus dituntaskan. It isn’t just about knowing what’s wrong. It’s about figuring out how to make it right. Konsultan harus memastikan bahwa solusi yang diberikan layak untuk diimplementasikan. Dan sungguh, ini bukan merupakan pekerjaan yang remeh.</li>
<li> <strong>Prestis</strong>. Tak bisa dipungkiri bahwa profesi konsultan adalah dambaan, terutama diantara para MBA. Sayangnya, konsultan lebih banyak bekerja di belakang layar. Nama seorang konsultan sangat jarang dipublikasikan di surat kabar atau majalah bisnis terkemuka. Ketika perusahaan sukses melakukan implementasi, nama konsultan juga tidak akan disebutkan. Orang-orang kebanyakan pada umumnya juga tidak akan pernah “mendengar” nama perusahaan Anda.</li>
</ul>
<blockquote><p><strong> A:</strong> Kamu kerja dimana?<br />
<strong>B:</strong> McKinsey.<br />
<strong>A:</strong> Semacam restoran fast-food kah?<br />
<strong>B:</strong> Bukan, itu McDonald’s. Ini McKinsey.<br />
<strong>A:</strong> Perusahaan apa tuh?</p></blockquote>
<h3>Secara umum, apa saja yang dikerjakan oleh sebuah perusahaan konsultan?</h3>
<p>Walaupun tiap perusahaan konsultan memiliki metode yang berbeda dalam bekerja, secara umum, konsultan melakukan pekerjaan seperti pitching, riset, analisis, dan report writing. Siklus tersebut berjalan terus menerus dan berulang.</p>
<ul>
<li><strong>Pitching</strong>. Intinya adalah menjual dan menawarkan jasa. Kegiatan ini bisa berupa menyiapkan dokumen dan meriset klien yang prospektif, menulis proposal, atau melakukan presentasi (sales pitch) kepada calon klien.</li>
<li><strong>Research</strong>. Menjalankan riset sekunder terhadap klien dan industri terkait dengan menggunakan sumberdaya internal maupun sumber-sumber luar. Melakukan interview mengenai kebutuhan klien dan mendapatkan pemahaman mengenai proses bisnis perusahaan. Memfasilitasi group discussion tentang isu bisnis yang dihadapi perusahaan klien.</li>
<li><strong>Analisis</strong>. Membuat permodelan dalam Excel atau menggunakan permodelan keuangan lainnya. Melakukan analisis dari data yang telah diperoleh dan model yang telah disusun. Membantu menyusun rekomendasi yang diperlukan.</li>
<li> <strong>Reporting</strong>. Menyiapkan presentasi final (biasa disebut “deck“) dalam slide PowerPoint. Membantu klien dan menunjukkan temuan serta rekomendasi yang telah dibuat.</li>
<li> <strong>Implementasi</strong>. Berperan sebagai project manager yang memastikan jalannya implementasi secara benar dalam setiap fase. Melakukan eksekusi dalam integrasi sistem dan menguji sistem yang direkomendasikan (untuk IT consulting firm). Melakukan dokumentasi dan finalisasi setelah project terselesaikan.</li>
<li> <strong>Administrasi</strong>. Bekerja dalam tim riset internal perusahaan ketika tidak sedang terlibat dalam project. Mengisi form untuk time tracking dan expense reports. Menulis publikasi atau hasil temuan dalam buku/jurnal.</li>
</ul>
<p>Di antara tahapan-tahapan tersebut, fase analisis adalah bagian yang paling menarik sekaligus paling sedikit memakan waktu. Tahap-tahap awal biasanya menuntut konsultan untuk bertemu klien atau menghadiri meeting secara intensif. Seiring dengan persaingan yang kian ketat, konsultan juga semakin banyak menghabiskan waktu dan sumberdaya mereka untuk melakukan kegiatan marketing.<br />
It’s not easy to sell your expensive services to companies who don’t think they need your help. To make matter worse, your pay and job security will depend on your ability to make those sales.</p>
<h3>Apa saja karakter inti yang dimiliki oleh seseorang yang bekerja di perusahaan konsultan?</h3>
<ul>
<li><strong>Bekerja bagus dalam tim</strong>. Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsultan bekerja tidak sendirian. Proses brainstorming juga jelas melibatkan peer kita. Kita bahkan harus bekerja bersama dengan staf internal dari perusahaan klien. Jelas, profesi ini bukan ditujukan bagi mereka yang senang bekerja sendirian dalam lingkungan yang tertutup.</li>
<li><strong>Multi tasking</strong>. Ibaratnya sistem operasi (Windows, Mac, Linux, UNIX, BSD), konsultan dituntut untuk menyelesaikan berbagai assignment secara simultan. Karenanya diperlukan organizational skills dan good sense dalam menyusun prioritas. Di satu sisi kita disibukkan dengan aktivitas yang padat, tetapi di sisi lain kita juga dituntut untuk bisa menjaga keseimbangan dengan kehidupan pribadi kita.</li>
<li><strong>Comfortable with quant/math</strong>. Konsultan selayaknya bisa berpikir kreatif “outside the box” di satu sisi, tetapi juga harus speak by data pada sisi yang lain. Karenanya, pengetahuan akan matematika dan perhitungan kuantitatif mutlak diperlukan. Konsultan juga harus familiar dengan software aplikasi seperti spreadsheet atau statistik.</li>
<li><strong>Love school</strong>. Konsultan, umumnya, memiliki nilai bagus dalam sekolahnya. Konsultan juga harus memiliki kecintaan pada pengetahuan dan riset terkini. Seorang konsultan harus mau rajin membaca buku, jurnal, menghadiri seminar/workshop, dan mengikuti perkembangan terbaru. Hal ini akan melengkapi amunisi konsultan tersebut dalam menangani masalah klien yang kian rumit dan berkembang.</li>
<li><strong>Friendship</strong>. Anda tidak harus 100% extrovert. Akan tetapi, kemampuan bergaul, baik dengan sesama peer maupun dengan klien, adalah wajib. Komunikasi, kemampuan presentasi, kemampuan menyampaikan pendapat, dan mempengaruhi orang lain adalah skill set yang mutlak diperlukan.</li>
<li><strong>Workaholic</strong>. Umumnya konsultan bekerja sampai 80 jam per minggu ketika dihadapkan pada suatu project. Jasa konsultasi memang pekerjaan berat yang membutuhkan otak dan stamina. Jelas diperlukan komitmen, kesungguhan, dan berani berkata tidak bagi kemalasan.</li>
<li><strong> Willing to travel</strong>. Konsultan biasanya sering melakukan perjalanan luar kota atau luar negeri. Karenanya, kemampuan dan pengetahuan akan bahasa/budaya/geografi daerah setempat multak diperlukan. Konsultan jelas dituntut untuk piawai dalam urusan packing, tidak phobia pada penerbangan/perjalanan jauh, dan “keberanian” untuk jauh dari anak/istri/keluarga.</li>
</ul>
<h3>Siapa saja pengguna jasa konsultan?</h3>
<p>Di era persaingan bisnis yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk tetap kompetitif. Oleh karenanya, konsultan biasa di-hire untuk memberikan second opinion dan outsider perspective. Perusahaan juga sadar bahwa mereka tidaklah sempurna dalam segalanya. Ketika mereka menyadari bahwa mereka lemah dalam penjualan, saat itu juga mereka memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan pemasaran.</p>
<p>alam beberapa kasus, konsultan bisa di-hire untuk (maaf) alasan politis. Misalnya pemerintah ingin membangun instalasi nuklir di suatu daerah. Untuk mendapatkan dukungan, persetujuan pencairan dana, dan meredam teriakan LSM, konsultan bisa direkrut dan dimanfaatkan jasanya. Tak jarang, tanpa adanya keterlibatan konsultan, surat tidak akan ditandatangani dan dana tidak bisa dicairkan. Saking kentalnya urusan politis ini, di Amerika ada pemeo yang sangat terkenal, “no one ever got fired for hiring McKinsey“.</p>
<p>Tak hanya pemerintah, perusahaan juga biasa memanfaatkan kepentingan politis ini. Misalnya perusahaan ingin melakukan pengurangan tenaga kerja, mereka kemudian meminta rekomendasi konsultan. Ketika dilakukan pemutusan hubungan kerja, mereka “mengatasnamakan” rekomendasi dari konsultan tersebut sebagai kambing hitam.<br />
Walau demikian, perlu dicatat pula bahwa tidak selalu rekomendasi yang diberikan akan benar-benar sepenuhnya diimplementasikan. Selain unsur politis, bureaucratic inertia juga berperan besar dalam hal ini.</p>
<h3>Jenis-jenis konsultan</h3>
<p>Ketika Anda ingin bergabung dengan sebuah perusahan konsultan atau bermaksud menggunakan jasa konsultan, sedikit pengetahuan tentang konsultan yang bersangkutan adalah perlu. Konsultan kini semakin specialized pada bidang/isu tertentu.</p>
<p>Terkait dengan metodologi dalam menyelesaikan project, tiap konsultan juga memiliki pendekatan yang berbeda. McKinsey dan Booz Allen Hamilton, misalnya, mengumpulkan associate dan analis mereka secara keroyokan. Sebaliknya, BCG cenderung memberikan hingga 5 assignment untuk tiap staffnya. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada proses kerja dan penggajian/billing mereka.</p>
<p>Perusahaan jasa konsultan bisa dibedakan dalam beberapa kategori berikut ini. Sebuah perusahaan/konsultan bisa saja blend antara satu kategori dengan kategori yang lain. Dalam beberapa kasus, perusahaan klien bisa saja meng-hire satu konsultan untuk formulasi strategi, dan meng-hire konsultan lain untuk tahap implementasi.</p>
<ul>
<li> <strong>Strategy Consulting</strong>. Kata kuncinya adalah membantu eksekutif senior untuk memahami dan menghadapi tantangan strategis perusahaan mereka. Biasanya, konsultan ini bekerja bersama manajemen senior dalam merumuskan strategi dan rencana jangka panjang. Beberapa hanya memberikan rekomendasi dan melakukan presentasi, akan tetapi, sebagian yang lain juga dituntut untuk stick around selama proses implementasi. Beberapa konsultan besar yang fokus di bidang ini antara lain: <strong>Bain &amp; Company</strong>, <strong>Boston Consulting Group (BCG)</strong>, dan <strong>McKinsey &amp; Company</strong>.</li>
<li> <strong>Operations Consulting</strong>. Kalau perusahaan Anda ingin menentukan bagaimana restoran Anda melakukan penghematan bumbu dan bahan baku tanpa merubah menu, atau perusahaan Anda ingin memperbarui proses pembelian dan rantai pasokan dari pabrikan, maka Anda membutuhkan konsultan operasi. Konsultan ini memiliki ciri khas generally assist in assuring implementation of their suggestions. Konsultan ini berfokus pada proses internal klien seperti distribusi, produksi, order fulfillment, atau customer service. Contoh konsultan jenis ini antara lain: <strong>Accenture</strong>, <strong>Cap Gemini Ernst &amp; Young</strong>, dan <strong>Deloitte Consulting</strong>.</li>
<li> <strong>Human Resources (HR) Consulting</strong>. Adalah konsultan yang memfokuskan diri pada upaya-upaya untuk memaksimumkan value SDM perusahaan dengan menempatkan the right people with the right skills in the right roles. Hal ini disadari mengingat kini perusahaan banyak berinvestasi pada human capital dan berharap banyak dari investasi tersebut. Keterlibatan konsultan ini bisa dimulai sejak proses rekrutmen, melakukan training dan development, memberkan jasa konseling, menyusun benefit’s package dan compensation sttructure, membangun kultur dan komunikasi dalam perusahaan, dan sebagainya. Beberapa contoh konsultan bidang ini seperti <strong>Hewitt Associates</strong>, <strong>Towers Perrin</strong>, <strong>Watson Wyatt Worldwide</strong>, dan <strong>Mercer HR Consulting</strong>.</li>
<li> <strong>Information Technology (IT) Consulting</strong>. Mereka menangani permasalahan bisnis yang kental dengan isu-isu teknis dari sistem/teknologi informasi. Mereka bertanggung jawab mulai dari proses analisis, desain, hingga impelementasi sistem, untuk memastikan solusi tersebut align dengan proses bisnis mereka. Contoh task project yang ditangani oleh IT consulting firms misalnya menguji vulnerability sistem internet banking sebuah bank, instalasi dan troubleshooting modul-modul ERP, menangani konversi database pelanggan ke server berbasis Oracle, dan sebagainya. <strong>American Management Systems</strong>, <strong>Accenture</strong>, <strong>Cambridge Technology Partners</strong>, <strong>Computer Sciences Corporation</strong>, dan <strong>Electronic Data Systems (EDS)</strong> adalah contoh leading IT consulting firms.</li>
<li><strong>E-Consulting</strong>. Adalah konsultan yang concern pada permasalahan yang terkait dengan e-business dan e-commerce dalam skala yang luas. E-business biasanya me-refer pada kegiatan bisnis yang dijalankan secara online, sementara e-commerce umumnya merupakan kegiatan yang melibatkan transfer unit moneter melalui media elektronik/internet. Beberapa konsultan bidang ini antara lain <strong>Digitas</strong>, <strong>Razorfish</strong>, dan <strong>Sapient</strong>. Mereka memiliki spesialisasi mulai dari front-end design (programming, desain grafis) hingga valuasi, branding, marketing, jasa B2B, dan sebagainya.</li>
<li> <strong>Boutique Consulting Firms</strong>. Umumnya fokus menurut bidang yang ditangani, walaupun tidak selalu kecil menurut ukuran atau jumlah karyawan. Konsultan ini biasanya hanya berfokus pada industri tertentu, fungsi bisnis tertentu, atau menggunakan metodologi tertentu. Perkerjaan yang ditangani pun sangat spesifik, misalkan membantu Departemen BUMN untuk menyusun struktur privatisasi dan membuka tender, melakukan turnaround sebuah perusahaan telekomunikasi yang mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut, atau melakukan process reengineering pada perusahaan otomotif dalam membuat implementasi standar bagi suppliernya. Beberapa contoh konsultan ini seperti <strong>Charles River Associates</strong> (fokus pada bidang ekonomi dan jasa litigasi),<strong> L.E.K Consulting </strong>(menangani strategi bisnis, merger dan akuisisi), atau <strong>Marakon Associates</strong> (fokus pada shareholder value methodology).</li>
<li> <strong>Internal Consulting Firms</strong>. Daripada membayar konsultan outsider dengan billing rate mahal, beberapa perusahaan memilih untuk membuka unit konsultan internal. Mereka biasanya disebut “internal consulting” atau, dalam beberapa kasus, “corporate strategy” atau “strategic planning“. Misalnya sebuah perusahaan migas besar ingin meng-hire mitra kerja untuk menangani distribusi dan pemasaran unit hilir dalam jangka panjang, maka konsultan internallah yang menangani masalah semacam itu. Berbeda dengan konsultan lain, konsultan internal dibayar berdasar gaji (tetap) dan umumnya tidak memerlukan perjalanan luar kota/luar negeri secara intens. Amex mempunyai divisi yang mereka sebut sebagai <strong>American Express Strategic Planning Group</strong>. <strong>Johnson &amp; Johnson</strong> punya divisi Decision Sciences Group. JP Morgan Chase menyebutnya <strong>JP Morgan Chase Internal Consulting Services</strong>. Cargill menyebutnya sebagai<strong> Cargill Strategy and Business Development</strong>.</li>
</ul>
<p>Nah.. sekian artikel dari NofieIman.com yang berguna banget buat temen-temen semua yang ingin bekerja di perusahaan konsultan. Selain gajinya yang gak kalah gede dengan <a href="http://majarimagazine.com/2007/10/berapa-gaji-bekerja-di-oil-and-gas/">industri Oil and Gas</a>, kerja di perusahaan konsultan katanya agak sedikit melupakan kepenatan perhitungan Teknik Kimia yang semrawut. Hehehe.. Interested??</p>
<blockquote><p>Sumber: <a href="http://www.nofieiman.com">NofieIman.com</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=74&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/engineers-to-work-in-a-consultant-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
