<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; Simson Arifin</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/author/simson/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 17:19:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Fuel Additive: Solusi Kenaikan Harga BBM?</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 17:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Simson Arifin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<category><![CDATA[business]]></category>

		<category><![CDATA[energy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana reaksi teman-teman terhadap kenaikan harga BBM yang diberlakukan oleh pemerintah? Apakah teman-teman pernah mendengar teknologi fuel additive?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/mpg.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Bagaimana reaksi teman-teman terhadap kenaikan harga BBM yang diberlakukan oleh pemerintah? Harga BBM fosil semakin meroket dan di sisi lain industri bioenergi belum sedemikian berkembangnya sehingga transisi energi masih sulit dilakukan. Bagaimana tindakan kita untuk mengurangi penggunaan energi di tengah mahalnya harga BBM fosil? Apakah teman-teman pernah mendengar teknologi <em>fuel additive</em>? Salah satu produk <em>fuel additive</em> yang tersedia di pasaran ialah MPG Caps, suatu produk yang ditujukan untuk menghemat pengeluaran para pengguna kendaraan bermotor.</p>
<p>MPG Caps (<em>Mileages Per Gallon Capsule</em>) adalah suatu produk berbentuk kapsul yang ditujukan untuk perawatan mesin yang diproduksi oleh <em><a href="http://www.fuelxplode.myffi.biz/en">Fuel Freedom International</a></em> di Amerika Serikat dan terbuat dari 100% bahan organik aktif yang tidak mengandung diluen atau <em>filter</em>. MPG Caps dapat digunakan untuk semua jenis bahan bakar seperti: bensin, solar, dan biodiesel. Tentunya untuk  semua merek bahan bakar seperti: <a href="http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/">Pertamina</a>, Shell, dan sebagainya. </p>
<p>MPG Caps berfungsi untuk meningkatkan <em>mileage per gallon</em> (kilometer per liter) kendaraan, meningkatkan umur <em>valve </em>(klep mesin) dan <em>spark plugs</em> (busi mesin), mencegah pembentukan limbah sisa-sisa pembakaran yang tidak diinginkan dalam mesin, mengurangi peningkatan karbondioksida setelah mesin bekerja.</p>
<p>Sebelum mebahas cara kerja MPG Caps dalam mesin kendaraan bermotor, sebaiknya kita mengerti sedikit hubungan antara termodinamika dengan suatu mesin. Relasi termodinamik menunjukkan bahwa efisiensi termal (<em>thermal efficiency</em> - TE) dlm sistem mesin motor adalah, persentasi perbandingan kuantitas tenaga mekanik keluaran (<em>mechanical energy quantity output</em>) dan kuantitas tenaga panas masukan (<em>heat energy quantity input</em>), yang bila dijabarkan secara matematika fisika berdasarkan hukum termodinamika yang adalah sebagai berikut:</p>
<p><center><strong>TE = W / Q1 x 100% =  [(Q1 - Q2) / Q2] x 100% =  [1 - Q2 / Q1] x 100% </strong></center></p>
<p>dimana: </p>
<ul>
<li>Q1, <em>quantity of heat energy input</em> (kuantitas tenaga panas masukan) </li>
<li>Q2, <em>quantity of heat energy output</em> (kuantitas tenaga panas keluaran) </li>
<li>W, <em>work </em>(kerja), <em>quantity of mechanical energy output </em>(energi mekanik keluaran / tenaga mesin yang dihasilkan). </li>
<li>TE, <em>thermal efficiency</em> (efisiensi termal)</li>
</ul>
<p>Pada kebanyakan mesin kendaraan bermotor, kuantitas BBM via percikan busi yg berhasil diubah mesin menjadi gerakan mesin hanya sekitar 70%, dan sisanya sekitar 30% terbuang sebagai panas, berarti efisiensi hanya sekitar 70%. Berdasarkan pada rumusan diatas, efisiensi bisa diperbesar atau ditingkatkan dengan dua cara, yaitu: (1) memperkecil kuantitas input pada kuantitas output efektif tetap, atau kebalikannya, (2) memperbesar kuantitas output efektif pada kuantitas input tetap.</p>
<p>Dan dari dua cara teoritis tersebut, beberapa cara menigkatkan efisiensi termal mesin antara lain:</p>
<ul>
<li>meningkatkan rasio kompresi (<em>comression ratio</em>) mesin menjadi lebih besar daripada 9, dan ini berkaitan dengan kadar oktan BBM karena munculnya bunyi yang disebut ketukan (<em>knocking</em>) dalam mesin.</li>
<li>meningkatkan suhu penyalaan dan pembakaran (<em>ignition and combustion temperature</em>) via peningkatan tegangan elektroda busi, dengan cara mengganti koil penyalaan (<em>ignition coil</em>) atau menambahkan SPB (<em>spark-plug booster</em>) antara koil dan busi, dan mengganti busi dengan yg lebih tahan panas.</li>
<li>meniadakan endapan kerak arang/karbon dalam ruang silinder mesin, dengan cara meningkatkan pembakaran menjadi lebih sempurna. </li>
</ul>
<p><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/01/060625124445.jpg' alt='Combustion' align="left"/>Salah satu cara menigkatkan pembakaran BBM agar lebih sempurna adalah dengan menambah katalisator dalam ruang pembakaran mesin. Sehingga MPG Caps, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi mesin kendaraan bermotor tersebut.</p>
<p>MPG Caps bekerja sebagai suatu katalis yang mempercepat mesin dalam melakukan pembakaran sehingga meningkatkan efisiensi mesin. Ketika kapsul MPG Caps dimasukan bersamaan dengan pengisian bahan bakar, bahan bakar befungsi sebagai cairan pembawa (<em>carrier</em>) untuk mengantar kapsul tersebut ke ruang pembakaran mesin. Di dalam ruang pembakaran, MPG Caps dengan bantuan panas dari hasil pembakaran akan membentuk lapisan katalis sangat tipis di permukaan logam. Lapisan katalis tesebut menghasilkan areal permukaan acak sangat tipis (<em>nano-phase</em>) untuk menyimpan katalis sehingga menyebabkan percepatan dan penyempurnaan reaksi pembakaran BBM agar mampu membakar gas campuran BBM dan udara lebih banyak per satuan waktu. </p>
<p>Reaksi pembakaran BBM yang lebih cepat dan sempurna akan membuat bahan bakar terbakar lebih efisien sehingga mesin lebih irit, performa mesin yang lebih baik dan mereduksi emisi. Hasil penelitian para ahli telah membuktikan bahwa penambahan MPG Caps menghasilkan pengiritan bahan bakar yang cukup signifikan dan meningkatkan <em>mileage per gallon</em> kendaran. Bukti nyata dari pemakaian MPG Caps telah dirasakan oleh banyak orang, khususnya orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat (negara di mana MPG Caps dibuat). Jerry Lang, seorang peneliti dalam bidang proses pembakaran mesin telah membuktikan bahwa penggunaan MPG Caps pada kendaran akan mengehmat penggunaan bahan bakar (<em>miles per gallon</em>) sekitar 12 %.  </p>
<p>Manfaat dari penggunaan MPG Caps pada kendaraan Anda akan dirasakan secara bertahap, tetapi Anda akan dapat merasakan perbedaannya pada saat awal menggunakan MPG Caps, seperti tarikan mesin yang lebih baik. Secara ekonomis, MPG Caps sangat bermanfaat untuk semua orang di dunia, termasuk Indonesia ketika harga minyak mentah di dunia semakin tinggi. Manfaat lain yang dapat diakibatkan secara tidak langsung adalah pengurangan emisi gas rumah kaca, yang dapat mengurangi efek dari <em><a href="http://majarimagazine.com/2007/12/indonesia-dan-global-warming/">global warming</a></em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/01/fuel-capsule-solusi-kenaikan-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CHE Around Us: Sabun</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/che-around-us-sabun/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/12/che-around-us-sabun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 03:44:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Simson Arifin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[chemistry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/che-around-us-sabun/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak di antara kita yang tidak mengerti bagaimana sabun dalam media air dapat membersihkan kita dari minyak yang menempel di tangan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/sabun.jpg&amp;w=200&amp;h=230&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Dalam kemajuan jaman yang sangat pesat ini, kita sebagai masyarakat yang terlibat di dalamnya harus peka dan mengerti akan fenomena-fenomena kimia sederhana yang terjadi di sekitar kita karena hal tersebut dapat menjadi batu loncatan untuk menciptakan kreasi dan inovasi di masa mendatang. Banyak orang awam kurang memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal kecil atau bahkan tidak peduli akan fenomena yang sering terjadi dalam keseharian mereka. Salah satu contoh sederhana yang dapat kita tinjau ialah mencuci tangan. Berapa kali sehari teman-teman mencuci tangan? 3 kali? 5 kali? 10 kali? Banyak di antara kita yang tidak mengerti bagaimana sabun dalam media air dapat membersihkan tangan kita dari minyak yang menempel di tangan. </p>
<h3>Sabun, Lemak, dan Air</h3>
<p>Prinsip utama kerja sabun ialah gaya tarik antara molekul kotoran, sabun, dan air. Kotoran yang menempel pada tangan manusia umumnya berupa lemak. Untuk mempermudah penjelasan, mari kita tinjau minyak goreng sebagai contoh. Minyak goreng mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh.<strong> Asam lemak jenuh</strong> yang ada pada minyak goreng umumnya terdiri dari <i>asam miristat</i>, <i>asam palmitat, asam laurat</i>, dan <i>asam kaprat</i>. <strong>Asam lemak tidak jenuh</strong> dalam minyak goreng adalah <i>asam oleat, asam linoleat</i>, dan <i>asam linolena</i>. Asam lemak tidak lain adalah <i>asam alkanoat</i> atau asam karboksilat berderajat tinggi (rantai C lebih dari 6).</p>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/200px-lauric_acid.png' alt='Lauric Acid' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Struktur Asam Laurat</strong></div>
</div>
</div>
<p>Sabun merupakan merupakan suatu bentuk senyawa yang dihasilkan dari reaksi <strong>saponifikasi.</strong> Saponifikasi adalah reaksi hidrolisis asam lemak oleh adanya basa lemah (misalnya NaOH). Hasil lain dari reaksi saponifikasi ialah gliserol. Selain C12 dan C16, sabun juga disusun oleh gugus asam karboksilat.</p>
<p>Reaksi saponifikasi dan struktur dasar senyawa sabun yang dihasilkan ialah sebagai berikut:<br />
<center><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/soap.gif' alt='Saponification Reaction' /></center></p>
<p>Seperti yang kita ketahui, air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O, yaitu molekul yang tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Air sering disebut sebagai <em>pelarut universal</em> karena air melarutkan banyak zat kimia. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air.</p>
<h3>Mengapa minyak dapat larut dengan bantuan sabun dalam media air?</h3>
<p><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/180px-stilles_mineralwasser.jpg' alt='Water' align="left" style="padding-top:10px;"/>Dari penjelasan di atas, pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan mudah. Fenomena tersebut tidak lepas dari gaya tarik menarik molekul. Gaya tarik antara dua molekul polar ( gaya tarik dipol-dipol) menyebabkan larutan polar larut dalam larutan polar. Molekul polar mempunyai dipol yang permanen sehingga menginduksi awan elektron non polar sehingga terbentuk dipol terinduksi, maka larutan nonpolar dapat larut dalam non polar. Hal tersebut dapat menjelaskan proses yang terjadi saat kita mencuci tangan. Saat pencucian tangan, air yang merupakan senyawa polar menginduksi awan elektron sabun sehingga dapat membantu larutnya asam lemak yang juga merupakan senyawa non polar. Maka dari itu, bila kita mencuci tangan dengan menggunkan sabun, lemak yang menempel pada tangan akan melarut bersama sabun dengan bantuan air.</p>
<p><i>&#8220;So, what? Gua gak peduli tuh mo ada awan elektron kek atau awan hujan kek.. yang penting tangan gua bersih..&#8221;</i></p>
<p>Mungkin mudah bagi kita untuk berkata seperti itu sekarang. Tapi cobalah teman-teman bayangkan. Anggaplah teman-teman sedang bekerja di bagian <i>R&#038;D</i> sebuah perusahaan <i>consumer goods</i> seperti misalnya <i>Unilever, P&#038;G</i>, atau <i>L&#8217;oreal</i>. Suatu hari sang <i>R&#038;D Manager</i> menugaskan teman-teman untuk menemukan formula sabun baru yang efektif dan handal. Bagaimana teman-teman bisa memikirkan sebuah inovasi apabila teman-teman tidak mengerti bagaimana cara kerja dasar sebuah sabun? </p>
<p>Tingkatkan <i>awareness </i>teman-teman terhadap fenomena-fenomena kimia yang terjadi di sekitar kita mulai dari sekarang karena ilmu dasar tersebut hanya dapat kita dapatkan saat kuliah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/12/che-around-us-sabun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
