<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; Prayudi Noverri</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/author/kampoengsss/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 04:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Aplikasi Membran Kontaktor untuk Pemisahan CO2</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/aplikasi-membran-kontaktor-untuk-pemisahan-co2/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/12/aplikasi-membran-kontaktor-untuk-pemisahan-co2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 05:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prayudi Noverri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[membrane]]></category>
		<category><![CDATA[separation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/aplikasi-membran-kontaktor-untuk-pemisahan-co2/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah hollow fiber itu sebenarnya? Hollow fiber dapat diartikan sebagai membran kapiler yang terdiri dari bagian tube dan shell, persis seperti heat exchanger.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/themes/catalyst/scripts/timthumb.php?src=http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/old/membrankontaktor.jpg&amp;w=200&amp;h=210&amp;zc=1&amp;q=80" alt="" class="left" />Pemanasan global (<i>global warming</i>) merupakan permasalahan lingkungan yang telah banyak mendapat perhatian serius saat ini. Konsekuensi yang timbul akibat pemanasan global antara lain meningkatnya temperatur rata-rata bumi dan tinggi permukaan air laut, kemarau yang berkepanjangan, meluasnya gurun, adanya gelombang panas, terpecah belahnya ekosistem, dan berkurangnya aktivitas agrikultural. Gas CO2 memiliki kontribusi yang paling besar dalam efek rumah kaca, Berdasarkan observasi yang dilakukan laboratorium Mauna Loa, Hawaii, jumlah karbon dioksida di udara meningkat dengan cepat, dari 310 ppmv pada tahun 1958 sampai 370 ppmv di tahun 2001. Peningkatan jumlah karbon dioksida ini terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang memproduksi sekitar 24 milyar ton CO2 per tahun dan hanya setengahnya yang dapat diabsorb oleh proses alam.</p>
<p>CO2 dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk siklus karbon di alam, seperti yang kita ketahui tumbuhan membutuhkan CO2 untuk proses fotosintesis. Tapi, CO2 dalam jumlah besar juga dimanfaatkan di dalam industri kimia. Beberapa aplikasi gas CO2 antara lain : </p>
<ol>
<li>Minuman berkarbonasi</li>
<li>Proses pembuatan urea </li>
<li>Produksi etanol</li>
<li><i>Fire extinguisher</i></li>
<li><i>Dry ice</i></li>
<li><i>Supercritical carbon dioxide</i></li>
</ol>
<p>Gas CO2 dalam jumlah besar dapat ditemukan pada gas buang yang dihasilkan dari peralatan industri seperti <i>steam generator</i>, <i>furnace</i>, <i>blast furnace</i> pada industri besi dan baja, <i>rotary kiln</i> pada industri semen, dan lain sebagainya. Secara prinsip, berbagai cara dapat digunakan untuk pemisahan CO2. Pemilihan metoda yang cocok tergantung pada beberapa parameter, seperti konsentrasi CO2 di aliran umpan, sifat alami komponen umpan, tekanan dan temperatur. Pemilihan proses pemisahan CO2 dapat dilihat pada gambar dibawah.</p>
<p><center><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/membran-fig11.png' alt='Proses-proses Pemisahan CO2' /></center></p>
<p>Berdasarkan diagram tersebut, proses yang paling banyak digunakan untuk pemisahan CO2 adalah absorpsi cairan. Absorben yang digunakan harus mempunyai kapasitas yang besar terhadap CO2 dan harus bisa diregenerasi.</p>
<h3>Membran Kontaktor untuk Pemisahan CO2</h3>
<p><strong>Membran Kontaktor versus Kontaktor Gas/Cair</strong><br />
Secara umum proses absorpsi dilakukan menggunakan kontaktor gas-cair. Perpindahan massa kontaktor gas-cair diperoleh dengan kontak langsung dan dispersi satu fasa ke fasa yang lainnya. Kontaktor industri diklasifikasikan ke dalam tiga kategori tergantung pada fasa terdispersinya.</p>
<ol>
<li>Kontaktor dimana cairan mengalir sebagai film tipis (contoh: <i>packed column</i>, <i>disc contactors</i>, dll).</li>
<li>Kontaktor dimana gas didispersikan ke dalam fasa cairan (contoh: <i>plate column</i>, <i>bubble column</i>, <i>mechanically agitated contactors</i>, dll).</li>
<li>Kontaktor dimana cairan didispersikan ke dalam fasa gas (contoh: <i>spray column</i>, <i>venturi scrubbers</i>, dll).</li>
</ol>
<p>Sayangnya kontaktor konvensional ini memiliki beberapa kekurangan, antara lain: konsumsi energi yang besar, susah dioperasikan karena seringnya muncul masalah seperti <i>flooding</i>, <i>foaming</i>, <i>channeling</i>, dan <i>entrainment</i>. Keterbatasan teknologi ini menyebabkan proses menjadi kurang efisien dan biaya yang mahal.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:188px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/membran-fig2.jpg' alt='Membran' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Membran <i>Hollow Fiber</i></div>
</div>
</div>
<p>Teknologi alternatif yang tepat untuk menggantikan proses kontaktor konvensional adalah <strong>membran kontaktor <i>hollow fiber</i></strong>. Sekarang pertanyaannya ialah, mengapa demikian? Untuk menjawab hal tersebut, marilah kita meninjau beberapa keuntungan membran kontaktor dibandingkan dengan kontaktor konvensional, antara lain:</p>
<ol>
<li>Kontak bersifat non-dispersif sehingga tidak mungkin terjadi <i>flooding</i> dan <i>entrainment</i></li>
<li>Laju alir gas dan cairan lebih rendah dari kontaktor konvensional dan dapat bervariasi secara bebas</li>
<li>Luas permukaan kontak yang sangat besar, yaitu 500-1500 m2/m3. Luas ini jauh lebih besar dari pada luas permukaan kontaktor konvensional yaitu 100-250 m2/m3 </li>
<li><i>Hold up</i> pelarutnya rendah, sangat atraktif untuk pelarut yang mahal</li>
<li><i>Scale-up</i> dapat dilakukan dengan mudah</li>
</ol>
<p>Keuntungan yang diberikan oleh membran kontaktor menyebabkan ukuran kontaktor menjadi jauh lebih kecil daripada kontaktor konvesional.</p>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:272px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/membran-fig31.png' alt='Membran Kontaktor'  class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Kontak Non-Dispersif pada Membran Kontaktor</div>
</div>
</div>
<p><strong>Membran Kontaktor <i>Hollow fiber</i></strong><br />
Aplikasi membran ini menggunakan modul <i>hollow fiber</i>. Apakah <i>hollow fiber</i> itu sebenarnya? <i>Hollow fiber</i> dapat diartikan sebagai membran kapiler yang terdiri dari bagian <i>tube</i> dan <i>shell</i>, persis seperti <i>heat exchanger</i>.  Pada membran kontaktor, absorben mengalir didalam tube sedangkan aliran gas akan mengalir di bagian <i>shell</i> atau bisa juga sebaliknya.  Jenis membran yang digunakan bisa berupa membran <i>porous</i> maupun membran <i>non-porous</i>. Pada membran <i>non-porous</i>, membran berfungsi sebagai batas antara fasa gas dan fasa liquid. Sedangkan pada membran porous, terjadi proses selektif dan perpindahan partikel yang terkontrol dari fasa gas ke fasa cairan. Akan tetapi, membran porous menyebabkan transfer perpindahan massa dari gas ke cairan menjadi kecil akibat tahanan dari membran. Sehingga,membran porous lebih disukai pada aplikasi membran kontaktor. </p>
<p>Seperti yang dijelakan di atas, pada membran kontaktor terjadi kontak non-dispersif, yang artinya tidak terjadi kontak secara langsung antara absorben dan gas. Permukaan (<i>interface</i>) fluida/fluida terbentuk pada mulut pori membran, dan perpindahan massa akan terjadi melalui difusi pada permukaan fluida di dalam pori membran. Berbeda dengan jenis membran <i>reverse osmosis</i> ataupun nanofiltrasi yang menggunakan tekanan sebagai gaya dorong karena pada membran kontaktor gaya dorong yang digunakan adalah perbedaan konsentrasi. CO2 akan berpindah dari gas yang memiliki konsentrasi CO2 tinggi menuju cairan absorben yang memiliki konsentrasi CO2 rendah.</p>
<h3>Perpindahan Massa dan <i>Modelling</i> pada Membran Kontaktor Gas/Cair</h3>
<p>Perpindahan massa suatu komponen dari fasa gas ke dalam cairan yang mengalir di dalam membran <i>hollow fiber</i> terdiri dari tiga tahap, yaitu difusi solute dari fasa <i>bulk gas</i> ke permukaan membran, difusi melalui pori membran ke permukaan cairan, dan difusi dari permukaan cairan ke fasa bulk cairan. Koefisien perpindahan massa overall tergantung pada resisten perpindahan massa individual, untuk fasa gas (1/kg), membran (1/km), fasa cairan (1/mkLE) dengan persamaan sebagai berikut [Kreulen et al]:<br />
<center><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/membran-fig4.png' alt='Persamaan Kreulen et al' /></center></p>
<p><i>E</i> adalah <i>enhancement factor</i> yang menunjukkan peningkatan laju absorpsi karena reaksi kimia dan <i>m</i> adalah kelarutan fisik komponen gas di dalam cairan absorben. Sedangkan <i>g</i> ialah koefisien perpindahan massa berhubungan dengan hidrodinamik. </p>
<p>Target dalam proses membran kontaktor adalah terjadinya perpindahan massa yang besar dari aliran gas menuju cairan absorben. Permasalahan utama yang muncul pada membran absorber adalah <i>wetting</i>.</p>
<p><center>
<div class="thumb">
<div class="thumbinner" style="width:388px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/membran-fig5.png' alt='Wetting pada Membran' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><center>(a) Membran kontaktor gas/cair <i>non-wetted</i> ; (b) Membran kontaktor gas/cair <i>wetted</i></center></div>
</div>
</div>
<p></center></p>
<p>Peristiwa <i>wetting</i> disebabkan karena masuknya cairan absorben ke dalam pori membran yang menyebabkan terjadi peningkatan hambatan pada peristiwa perpindahan CO2 menuju cairan absorben sehingga terjadi penurunan koefisien perpindahan massa secara siginifikan. Untuk membran berpori, tekanan minimum dibutuhkan oleh cairan untuk melakukan penetrasi ke dalam pori. Tekanan ini disebut tekanan <i>breakthrough</i> dan untuk menghidari <i>wetting</i>, tekanan cairan harus berada di bawah tekanan <i>breakthrough</i>. Selain itu, ada faktor lain yang harus diperhatikan seperti ukuran pori membran, dan sifat material dari membran.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/hollowfiber.jpg' alt='Hollow Fiber in Detail'  class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>SEM</strong>. Hollow Fiber in Detail. OD=0.6 mm</div>
</div>
</div>
<h3>Aplikasi Komersial Membran Kontaktor</h3>
<p>Beberapa perusahaan yang telah menggunakan membran kontaktor gas/cair untuk pemisahan CO2 secara komersial: </p>
<ul>
<li><strong>Kvaerner Oil &#038; Gas and W.L. Gore &#038; Associates GmbH</strong> mengembangkan membran gas absorpsi untuk pemisahan gas asam dari gas alam dan gas buang dari turbin gas <i>offshore</i>. Pada proses ini, membran <i>hollow fiber PTFE</i> digunakan dengan pelarut fisik (<i>Morphysorb</i>) dan kimia (alkanolamine)</li>
<li><strong>TNO Environment Energy and Process Innovation</strong> (Belanda) telah mengembangkan proses MGA untuk pemisahan CO2 dari gas buang menggunakan membran PP <i>hollow fiber</i>. Pelarut yang digunakan disebut CORAL yang merupakan campuran garam dan asam amino. </li>
</ul>
<p>Saat ini, teknologi membran kontaktor bergerak ke arah pemakaian dual <i>hollow fiber membrane</i> untuk proses absorsi dan desorpsi secara simultan. Saat ini, pemakaian membran kontaktor hanya digunakan pada proses absorpsi, sedangkan proses regenerasi dilakukan dengan menggunakan temperatur tinggi untuk melepaskan gas CO2 dari cairan absorben. Dari sisi energi, hal ini sangat tidak efisien. Oleh karena itu,dikembangkan proses desorpsi yang juga dilakukan melalui membran.</p>
<p><center>
<div class="thumb">
<div class="thumbinner" style="width:582px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/12/membran-fig61.png' alt='Dual Hollow Fiber Membrane' width="580px" class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><center><i>Dual Hollow Fiber Membrane for CO2 Separation</i></center></div>
</div>
</div>
<p></center></p>
<p>Demikian ialah salah satu dari sekian banyak fungsi membran yang berguna untuk melengkapi dan meningkatkan perfomansi teknologi pemisahan CO2 yang sudah ada. Anda tertarik??</p>
<blockquote><p><strong>Referensi:</strong> <i>The membrane contactors: environmental applications and possibilities</i>, <i>State of the art and recent progress in membrane contactors</i></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=181&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/12/aplikasi-membran-kontaktor-untuk-pemisahan-co2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Point of No Return</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/the-point-of-no-return/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/the-point-of-no-return/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 08:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prayudi Noverri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/the-point-of-no-return/</guid>
		<description><![CDATA[This comic plays on the ridiculous position of the Bush Administration and the pro-business crowd when it comes to CO2 emissions and polluting the environment.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/comic/pollution_point_600.jpg" alt="The Point of No Return" /></p>
<p>Commentary by <a href="http://www.newstarget.com">Mike Adams</a>, the creator of this cartoon:</p>
<p>This comic plays on the ridiculous position of the Bush Administration and the pro-business crowd when it comes to CO2 emissions and polluting the environment. Essentially, Big Business wants to pollute the planet to just below the point of no return, somehow protecting the economy while just barely averting global climate change by controlling emissions to levels they argue won&#8217;t cause global warming.</p>
<p>Of course, what these short-sighted pro-business people don&#8217;t realize is that we&#8217;re already PAST the point of no return. Thanks to the Bush Administration&#8217;s outright hostility towards anything resembling honest climate change science, the world&#8217;s largest polluter &#8212; the United States &#8212; has set things in motion that will radically alter the planet for hundreds of years to come, and we&#8217;re going to be paying the price for generations.</p>
<p>The 20th and 21st centuries will someday be remembered as a time of madness, when the pursuit of corporate profits was considered more important than life, health or even the future of the planet.</p>
<p>There are people who, still today, argue with a straight face that massive human pollution has absolutely zero impact on the environment. Rising world temperatures, the melting of polar ice and radical changes in global weather patterns are just &#8220;imaginary,&#8221; they argue. These things aren&#8217;t really happening, they tell us. And the more than 600 scientists representing 300+ nations who issued a joint report saying global warming is &#8220;very likely&#8221; caused by human activity are all suffering from delusions, we&#8217;re told.</p>
<p>And you know who&#8217;s supporting this denial of reality in the United States? Republicans. From President Bush all the way down to the web gossip kings, these deniers use misdirection, propaganda and their typical fear mongering to try to scare us into believing that protecting the environment will somehow destroy the U.S. economy.</p>
<p>I have news for ya, folks: the U.S. economy is already headed for financial ruin! And once these environmental changes kick in even further, sharply decreasing food production across North America, our economy will find itself in even worse circumstances.</p>
<p>You see, the only way to save the economy is to save the planet first. When the planet becomes inhospitable, there is no economy, period. But if you take care of the planet, it will reward you with abundance: food, medicine, clean water and fresh air. These things are prerequisites for all other human activity (and, therefore, economic activity) on the planet.</p>
<p>Humans are the only species that actually steal the future from their own children. I think it&#8217;s time we put a stop to that and started honoring the planet that has given us so much abundance in the past &#8212; and will continue to do so in the future if we would only stop destroying it.</p>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=192&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/the-point-of-no-return/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
