<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majari Magazine &#187; Dinda Elefani</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/author/dheend/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 04:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Produksi Metil Ester Sulfonat untuk Surfaktan</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2008/05/produksi-metil-ester-sulfonat-untuk-surfaktan/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2008/05/produksi-metil-ester-sulfonat-untuk-surfaktan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 05:44:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dinda Elefani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>
		<category><![CDATA[process design]]></category>
		<category><![CDATA[products]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Anda mengenal produk personal care, shampoo, atau deterjen? Semuanya itu tidak terlepas dari kandungan aktif bernama surfaktan yang terdapat didalamnya. Bahkan, surfaktan juga digunakan sebagai bahan aktif pada lumpur pengeboran minyak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/05/surfactant.png' alt='Head and Tails' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>A micelle.</strong> The lipophilic ends of the surfactant molecules dissolve in the oil, while the hydrophilic charged ends remain outside, shielding the rest of the hydrophobic micelle</div>
</div>
</div>
<p>Teman-teman pasti mengenal berbagai macam produk <em>personal care</em>, <em>shampoo</em>, maupun deterjen. Lalu, bagaimana produk-produk tersebut dibuat? Semuanya itu tidak terlepas dari kandungan aktif bernama <strong>surfaktan </strong>yang terdapat didalamnya. Bahkan, surfaktan juga digunakan sebagai bahan aktif pada lumpur pengeboran minyak.</p>
<h3>Apa itu surfaktan?</h3>
<p>Surfaktan (<strong>surf</strong>ace <strong>act</strong>ing age<strong>nt</strong>) merupakan senyawa organik yang dalam molekulnya memiliki sedikitnya satu gugus hidrofilik dan satu gugus hidrofobik. Apabila ditambahkan ke suatu cairan pada konsentrasi rendah, maka dapat mengubah karakteristik tegangan permukaan dan antarmuka cairan tersebut. Antarmuka adalah bagian dimana dua fasa saling bertemu/kontak. Permukaan yaitu antarmuka dimana satu fasa kontak dengan gas, biasanya udara.</p>
<style>
.table { margin-bottom:15px; }
.header { background : #ececec; color:#333; padding: 2px; border:none; }
.isi { background : #fff; padding: 2px; border-bottom:#bbb solid 1px;}
</style>
<table border=0 cellspacing=0 cellpadding=0 width="100%" class="table">
<tr class="header">
<th> Ekor : Hidrofobik (grup nonpolar)
</th>
<th>Kepala : Hidrofilik (grup polar)
</th>
</tr>
<tr>
<td class="isi">Bersifat hidrofobik dalam media air</td>
<td class="isi">Bersifat hidrofilik dalam media air</td>
</tr>
<tr>
<td class="isi">Bersifat hidrofilik dalam media hidrokarbon</td>
<td class="isi">Bersifat hidrofobik dalam media hidrokarbon</td>
</tr>
</table>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/05/surfactant-microscopy.jpg' alt='Polarised Light Microscopy' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Surfactant.</strong> Polarised Light Microscopy imaging of a liquid-crystalline phase formed during the melting process of a surfactant. </div>
</div>
</div>
<p>Saat ini surfaktan deterjen masih didominasi oleh produk turunan petrokimia yang bernama <em>Linier Alkyl Benzene Sulfonat</em> (LABS). Semakin tingginya harga minyak bumi dunia membuat beberapa pabrikan deterjen di Amerika dan Jepang sudah mulai menggunakan metil ester sulfonat (MES) berbasis minyak nabati. Beberapa produsen <em>oleochemical </em>bahkan pabrik biodiesel (metil ester) sudah memasang unit sulfonasi untuk bisa paralel membuat metil ester atau terus ke MES untuk bahan deterjen.</p>
<p>MES memiliki beberapa kelebihan dibandingkan surfaktan lainnya, yaitu antara lain kemampuan penyabunan yang baik; terutama yang berasal dari C16 dan C18 (dari minyak kelapa), toleransi yang baik terhadap kesadahan air, bersinergi baik dengan sabun (sebagai zat aditif sabun), daya larut dalam air yang baik, lembut dan tidak iritasi pada kulit, dan memiliki karakteristik biodegradasi yang baik.</p>
<h3>Produksi Metil Ester Sulfonat</h3>
<p>Produksi metil ester sulfonat dalam skala industri terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu tahap sulfonasi, tahap pemucatan, tahap netralisasi, dan tahap pengeringan.</p>
<ol>
<li><strong>Tahap Sulfonasi</strong><br />
MES diproduksi melalui proses sulfonasi metil ester dengan campuran SO3/udara. Reaksi pengontakkan SO3 dan bahan organik terjadi di dalam suatu <em>falling film reactor</em>. Gas dan organik mengalir di dalam tube secara <em>co-current</em> dari bagian atas reaktor pada temperatur 45<sup>o</sup>C dan keluar reaktor pada temperatur sekitar 30<sup>o</sup>C. Proses pendinginan dilakukan dengan air pendingin yang berasal dari <em>cooling tower</em>. Air pendingin ini mengalir pada bagian shell dari reaktor. Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan temperatur reaksi akibat reaksi eksoterm yang berlangsung di dalam reaktor.<br />
<center><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/05/fig1.png" alt="" title="fig1"  class="aligncenter size-full wp-image-330" /></center></p>
<p>Agar campuran MESA mencapai waktu yang tepat dalam reaksi sulfonasi yang sempurna, MESA harus dilewatkan kedalam <em>digester</em> yang memilki temperature konstan (~80<sup>o</sup>C) selama kurang lebih satu jam. Efek samping dari MESA digestion adalah penggelapan warna campuran asam sulfonat secara signifikan. Sementara itu, gas-gas yang meninggalkan reaktor menuju sistem pembersihan gas buangan (<em>waste gas cleaning system</em>).</li>
<li><strong>Tahap Pemucatan (<em>Bleaching</em>)</strong><br />
Untuk mengurangi warna sampai sesuai dengan spesifikasi, digested MESA harus diukur didalam sistem kontinu <em>acid bleaching</em>, dimana dicampurkan dengan laju alir metanol yang terkontrol dan hidrogen peroksida sesudahnya. Reaksi bleaching lalu dilanjutkan dengan metanol reflux dan pengontrolan temperatur yang presisi.</li>
<li><strong>Tahap Netralisasi</strong><br />
Acid ester yang terbentuk dalam proses sulfonasi bersifat tidak stabil dan mudah terhidrolisis. Oleh karena itu, pencampuran yang sempurna antara asam sulfonat dan aliran basa dibutuhkan dalam proses netralisasi untuk mencegah lokalisasi kenaikan pH dan temperatur yang dapat mengakibatkan reaksi hidrolisis yang berlebih. <em>Neutralizer </em>beroperasi secara kontinu, mempertahankan komposisi dan pH dari pasta secara otomatis.<br />
<center><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/05/fig2.png" alt="" title="fig2"  class="alignnone size-full wp-image-331" /></center></li>
<li><strong>Tahap Pengeringan</strong><br />
Selanjutnya, pasta netral MES dilewatkan ke  dalam sistem <em>TurboTube<sup>TM</sup> Dryer</em> dimana metanol dan air proses yang berlebih dipisahkan untuk menghasilkan pasta terkonsentrasi atau produk granula kering MES, dimana produk ini tergantung pada berat molekul MES dan target aplikasi produk. Langkah akhir adalah merumuskan dan menyiapkan produk MES dalam komposisi akhir, baik itu dalam bentuk cair, batangan semi-padat atau granula padat, dengan menggunakan teknologi yang tepat.<br />
<center><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2008/05/fig3.png" alt="" title="fig3" class="alignnone size-full wp-image-332" /></center></li>
</ol>
<blockquote><p><strong>Referensi</strong>: Chemithon Corporation, US Patent 5587500; Wikipedia</p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=329&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2008/05/produksi-metil-ester-sulfonat-untuk-surfaktan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nanotechnology</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/nanotechnology/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/12/nanotechnology/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 16:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dinda Elefani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[nanotechnology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/nanotechnology/</guid>
		<description><![CDATA[What is nanotechnology? A brief explanation of what it can do, both the dangers and benefits. Watch this! It's a very mind-broadening video!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nanotechnology refers broadly to a field of applied science and technology whose unifying theme is the control of matter on the atomic and molecular scale, normally 1 to 100 nanometers, and the fabrication of devices within that size range. It is a highly multidisciplinary field, drawing from fields such as applied physics, materials science, interface and colloid science, device physics, supramolecular chemistry, chemical engineering, mechanical engineering, and electrical engineering. Much speculation exists as to what new science and technology may result from these lines of research. Nanotechnology can be seen as an extension of existing sciences into the nanoscale, or as a recasting of existing sciences using a newer, more modern term.</p>
<blockquote><p><i>This video is co-provided by YouTube. If you experience errors playing the video, check you Internet connection. The video needs a high speed DSL/Broadband connection. To avoid lag times when playing the video, click the play button and let your Internet browser cache the video. Re-play after the video has been cached completely.</i></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=194&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/12/nanotechnology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Organic and EcoFashion</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/organic-and-eco-fashion/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/organic-and-eco-fashion/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 12:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dinda Elefani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/organic-and-eco-fashion/</guid>
		<description><![CDATA[Nylon, polyester, katun, wool, pewarna kain, kapas, bahkan sutra. Semuanya ialah hasil industri tekstil: industri yang berkontribusi besar membuat bumi ini semakin penuh dengan polusi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:142px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/syaldinda.jpg' alt='Scarf' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Lagi trend.</strong> Scarf umumnya terbuat dari nylon, polyester, atau campuran keduanya. Keduanya terbuat dari petrokimia yang rentan menyebabkan <em>global warming</em>. Nah lo.. Apa teman-teman menyadarinya?</div>
</div>
</div>
<p>Teman-teman merasa tidak peduli <em>fashion</em>? Terlepas dari Anda merasa jadi orang yang peduli trend mode atau tidak, mau tak mau Anda harus menggunakan produk sandang yang memang adalah hasil dari indutri tekstil dunia. Nylon, polyester, katun, wool, pewarna kain, kapas, bahkan sutra. Semuanya ialah hasil industri tekstil: industri yang berkontribusi besar membuat bumi ini semakin penuh dengan polusi.</p>
<p>Sebagian besar dari kita mungkin belum pernah mendengar atau tahu tentang <em>organic fashion</em> dan <em>eco–fashion</em>. Bahkan umumnya masyarakat awam tidak terlalu peduli apa arti terminologi &#8220;eco&#8221; dan &#8220;organic&#8221;. Untuk menambah wawasan teman-teman semua, kita patut tahu bahwa <em>organic</em> dan <em>eco-fashion</em> telah menjadi sesuatu yang sangat besar dan merupakan <em>statement </em>terdepan dari komunitas <em>fashion </em>di negara-negara maju.</p>
<h3>Fashion dan Pencemaran Lingkungan</h3>
<p>Isu mengenai pemanasan global yang belakangan ini ramai diusung ke permukaan mendorong kesadaran berbagai pihak untuk mulai bersahabat dengan lingkungan, termasuk juga para desainer kelas dunia.</p>
<p>Memang, tidak dapat dibantah bahwa fungsi dan dampak dari <em>fashion </em>dalam kehidupan masyarakat kini sangatlah besar. Misalnya, bahan nilon dan polyester. Keduanya terbuat dari petrokimia yang rentan menyebabkan <em>global warming</em>. Kedua produk itu juga sulit didaur ulang. <strong>Untuk memproduksi nylon, nitro oksida “diproduksi” sebagai bagian dari prosesnya.</strong> Nitro oksida merupakan salah satu gas yang berbahaya dalam <em>greenhouse effect</em> yang kekuatannya <strong>310 kali lebih kuat daripada karbon dioksida</strong> dalam menyebabkan <em>global warming</em>. Wuihhh&#8230;</p>
<p>Bahkan, kain katun yang terlihat paling natural sekalipun, sebenarnya, justru lebih tidak ramah lingkungan dibandingkan dengan kain sintetis lainnya. Kapas merupakan salah satu tumbuhan di dunia yang paling tidak ramah lingkungan. Tahukah kalian bahwa <strong>kapas secara rutin disemprot dengan campuran pestisida dan bahan kimia lainnya yang jauh lebih berat dan berbahaya daripada yang digunakan untuk tumbuhan pangan?</strong></p>
<p>Bahan-bahan kimia yang digunakan selama proses pembuatan bahan-bahan dan pakaian ini, akan terus ada dan akan terus memberikan dampak pada penggunannya. Oleh karena itu, dengan banyaknya dampak buruk yang ditimbulkan, maka sudah sewajarnya industri yang berdampak besar bagi kehidupan manusia itu mulai memikirkan dan mengambil langkah untuk lebih ”menghijaukan” industrinya.</p>
<p>Berbekal harapan untuk kehidupan bersama yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, dunia tanpa kemiskinan, serta <em>trade fair</em> bagi semua, sebagian dari komunitas fashion dunia mulai berusaha mengubah dunia melalui <strong>organic and eco-fashion</strong>.</p>
<h3>Organic and Eco-Fashion</h3>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:203px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/sans-inhabitat2.jpg' alt='Eco-Fashion' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><em>Organic</em> dan <em>eco-fashion</em> telah menjadi sesuatu yang sangat besar dan merupakan <em>statement </em>terdepan dari komunitas <em>fashion </em>di negara-negara maju.</div>
</div>
</div>
<p><strong><em>Organic fashion</em></strong> berarti pakaian yang di produksi dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia dan meminimalkan pula dampak kerusakan pada lingkungan. Ini termasuk minimalisasi bahan kimia yang digunakan pada setiap langkah pemrosesan, mulai dari proses penanaman dan pemeliharaan bahan baku, pengupasan, pemintalan, sampai hingga ke <em>finishing</em> menjadi produk jadi berupa pakaian, tas, dan lainnya.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:122px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/greenshoes3_3.jpg' alt='Green Shoes' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Green </strong>shoes anyone? (*hehehe..)</div>
</div>
</div>
<p><strong><em>Eco-fashion</em></strong> ditujukan untuk pakaian dan produk fashion yang telah di produksi menggunakan produk &#8211; produk ramah lingkungan. Produk eco-fashion dapat menggunakan bahan-bahan pakaian lama yang di <em>recycle</em> atau bahkan menggunakan material<em> recycle</em> lainnya yang diproduksi dari botol plastik, kaleng soda, dan lainnya. Eco-fashion tidak selalu harus dibuat menggunakan serat organik.</p>
<p>Sebelumnya hanya segelintir desainer saja yang tertarik untuk membuat busana yang ramah lingkungan, baik dari segi bahan yang digunakan hingga proses pengerjaannya. Namun kini desainer kelas dunia beramai-ramai menciptakan busana berkonsep eco-fashion tersebut, antara lain <strong>Stella McCartnye</strong>, <strong>Versace</strong>, dan <strong>Diesel</strong>.</p>
<p>Fashion yang paling ramah lingkungan adalah produk-produk <em>recycle</em> dan pakaian <em>vintage</em>. Karena dengan menggunakan kembali, kita menggali fungsi dan menambahkan nilai secara keseluruhan. Sekarang ini di negara-negara maju, terutama Amerika, sudah banyak <em>t-shirt architect</em> ataupun <em>green designer</em> yang menggunakan produk-produk daur ulang dan bahan-bahan second hand untuk menghasilkan karya-karya mereka. Baik karya <em>haute couture</em> maupun <em>ready to wear</em>.</p>
<p>Banyak label fashion dunia yang telah menggunakan kain-kain vintage, mengubah tekstil-tekstil lama menjadi <em>funky</em> dan orisinil. Hasilnya adalah penampilan yang Anda inginkan tanpa menyengsarakan planet ini, style yang baik tanpa kerusakan alam.</p>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:161px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/namaste_superflair_250.jpg' alt='The Eco-Fashion' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption">Are you going to mindlessly go the easy way or are you going to go the ethical way?</div>
</div>
</div>
<p>Beberapa designer dan brand dunia seperti <strong>Giorgio Armani</strong> dan <strong>Adidas </strong>juga telah menggunakan bahan organik seperti rami dan bamboo untuk produk-produk terbaik mereka. Ini bukan sekadar trend, tetapi sudah kebutuhan yang mutlak.</p>
<p>Karena menggunakan bahan yang ramah lingkungan, soal kualitas juga dijamin oleh para desainer. Pasalnya, pakaian tersebut memiliki pori sehingga bisa &#8220;bernapas&#8221; dan anti alergi. Selain itu, karena berasal dari bahan-bahan alami, <strong>pembuatan kainnya tidak akan memakai bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara), seperti halnya pada pembuatan kain nylon atau polyester.</strong></p>
<p>Dari kalangan selebriti Hollywood, beberapa nama layak jadi panutan. Ada Angelina Jolie, Natalie Portman, Sienna Miller, dan Alicia Silverstone. Mereka termasuk yang konsisten mengenakan produk-produk eco-fashion dan produk ramah lingkungan lainnya.</p>
<p>Ingin mengikuti jejak para pesohor itu dengan memakai produk fashion ramah lingkungan? Tentunya.. Perubahan lebih baik dimulai dari diri sendiri. Mungkin Anda akan menjadi orang pertama, tetapi saat orang lain mengikuti jejak Anda, Anda pasti akan merasa puas. Satu langkah maju telah Anda tempuh. Yakinlah, pelan tapi pasti, eco-fashion akan menjadi pilihan yang tepat.</p>
<p>Di Indonesia sendiri, sebenarnya, banyak jenis bahan alami untuk produk fashion, seperti <strong>kulit kerang, tulang, bambu untuk kancing</strong>, serta aksesori lainnya. <strong>Daun pisang, rotan, hingga eceng gondok</strong> juga bisa dimanfaatkan untuk produk tas dan sepatu.</p>
<blockquote><p><strong>“The fashion industry tends to attract people with serious personality defects. They just want to be rich and famous. But at some point you have to decide: Are you going to mindlessly go the easy way or are you going to go the ethical way?”</strong></p></blockquote>
<p>So, which one do you prefer?</p>
<blockquote><p>Sumber : <strong><a href="http://www.bbc.co.uk/blast/art/articles/organic_and_eco_fashion.shtml">BBC</a></strong></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=124&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/organic-and-eco-fashion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nanotechnology and the Natural Gas Industry</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/nanotechnology-and-the-natural-gas-industry/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/11/nanotechnology-and-the-natural-gas-industry/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 19:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dinda Elefani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[nanotechnology]]></category>
		<category><![CDATA[oil and gas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/nanotechnology-and-the-natural-gas-industry/</guid>
		<description><![CDATA[Nanotechnology may be applied to improve the efficiency of extraction of a wide variety of hydrocarbon fuel compounds and chemical feedstocks.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/natural-gas-rig.jpg' alt='Natural Gas Rig'  class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Natural gas rig</strong>: While the natural gas exploration and production industry seems to be not very innovative, nanotechnology might be applied to improve the efficiency of extraction of a wide variety of hydrocarbon fuel compounds and chemical feedstocks.</div>
</div>
</div>
<p>In a wake-up call for the natural gas industry, Saeid Mokhatab and Brian Towler of the University of Wyoming warn that <strong><em>ignoring the potential of nanotechnology to revolutionize the business could be an enormous missed opportunity</em></strong>.</p>
<p>First, let we discuss about nanotechnology itself.</p>
<p>From Wikipedia, the free encyclopedia, <strong><a href="http://majarimagazine.com/2007/12/nanotechnology/">Nanotechnology</a></strong> is the science of the very small, of the properties of structures and materials at the molecular level. Nanotechnology refers broadly to a field of applied science and technology whose unifying theme is the control of matter on the atomic and molecular scale, normally 1 to 100 nanometers, and the fabrication of devices within that size range. It is a highly multidisciplinary field, drawing from fields such as applied physics, materials science, interface and colloid science, device physics, supramolecular chemistry, chemical engineering, mechanical engineering, and electrical engineering.</p>
<h3>How could nanotechnology revolutionize the natural gas industry?</h3>
<p>Nanotechnology could revolutionize the natural gas industry across the whole lifecycle from extraction to pollution reduction or be an enormous missed opportunity, claim two industry experts writing in <strong><em><a href="http://www.uwyo.edu/news/showrelease.asp?id=18685">nanotechnology could revolutionize the natural gas industry</a>.</em></strong> They suggest that <strong><em>nanotechnology could help us extract more fuel and feedstock hydrocarbons from dwindling resources.</em></strong> However, they recognize that the oil and gas exploration and production industry is not very innovative. If the sector doesn’t accept the idea that nanotechnologies can help them to face their increasing technical challenges, this could represent a missed opportunity to improve the industry, both for exploration and production.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:242px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/kohlenstoffnanoroehre_animation.gif' alt='Carbon Nanotube Animation' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Carbon nanotube: </strong>This animation of a rotating carbon nanotube shows its 3D structure. [Wikipedia]</div>
</div>
</div>
<p>They said that the industry had been slow to understand the potential benefits offered by the wide range of nanostructured materials developed over the past decade. In their study, the researchers complain the industry&#8217;s lack of innovation in exploration and production coupled with <strong><em>a perception of high costs, new risks and a general lack of awareness of the benefits of nanotechnology</em></strong><em>.</em></p>
<h3>So what would be the benefits of using nanotechnologies during the exploration process?</h3>
<p>They point out that nanomaterials, such as nanotubes or engineered porous minerals, might be used in gas fields or other sources to improve the efficiency of extraction of a wide variety of hydrocarbon fuel compounds and chemical feedstocks. Nanomaterials could be used to develop new absorbents and membranes to assist in the separation and capture of carbon dioxide and other contaminants such as hydrogen sulphide and nitrogen from natural gas. Sensors based on certain nanomaterials could be used to detect leaks in natural gas plant, while adding another kind of nanomaterials to mud would help to maintain the stability of well bores during drilling for gas.</p>
<h3>What about the production of natural gas?</h3>
<p>Similarly, related nanomaterials might be used to improve purification and storage of hydrocarbons, while yet other nanomaterials might be used in environmental remediation, allowing contaminated sites to be cleaned up of harmful pollutants. Nanomaterials might even be developed as corrosion inhibitors for equipment and at the same time, more sophisticated nanotechnology could be developed as solid-state gas sensors for air pollution monitoring.</p>
<div class="thumb tleft">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><img src='http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/11/srg-iii-pov-animation2.gif' alt='Nanomachine Modelling' class="thumbimage" />
<div class="thumbcaption"><strong>Imagine this! </strong>With 15,342 atoms, this parallel-shaft speed reducer gear is one of the largest nanomechanical devices ever modeled in atomic detail. <a href="http://nanoengineer-1.com/content/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=40&#038;Itemid=50">[Nanorex Inc.]</a></div>
</div>
</div>
<h3>How about the future use of nanotechnology by the natural gas industry?</h3>
<p>Yeah,, the researchers are quite enthusiastic about that. Why? Because, the past decade has seen explosive growth worldwide in the synthesis and study of a wide range of nanostructured materials, the building blocks of nanotechnology. Investigations of mechanical, chemical, electrical, magnetic, and optical behavior of nanostructured materials have demonstrated the possibilities to engineer the properties of these new materials for a wide range of applications.</p>
<p>Well,, it’s a challenge for us as a chemical engineer.. Hope that nanotechnology really could revolutionize the natural gas industry..</p>
<p>Anyway, since we are talking about nanotechnology, let&#8217;s get into the main idea of nanotechnology. Do you believe that nanomachinery will be exist in the future? Imagine tools and equipments within nanometer sizes.. and even the whole chemical plant will be in nanometer.. a nanoplant?</p>
<blockquote><p>Reference(s): <a href="http://www.wikipedia.org">Wikipedia</a>, Nanorex Inc., <a href="http://www.crnano.org">crnano.org</a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=107&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/11/nanotechnology-and-the-natural-gas-industry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biogas Toilets to Stop Global Warming</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/10/human-waste-to-save-the-planet/</link>
		<comments>http://majarimagazine.com/2007/10/human-waste-to-save-the-planet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 08:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dinda Elefani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/10/human-waste-to-save-the-planet/</guid>
		<description><![CDATA[Apa teman-teman semua pernah membayangkan bahwa manusia juga bisa berkontribusi menghasilkan biogas? Atau pernah terlintas dalam benak teman-teman semua bahwa senyawa komoditi industri (NH3) terkandung dalam jumlah yang besar pada urine yang teman-teman keluarkan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah artikel berjudul <a href="http://news.yahoo.com/s/afp/20071017/od_afp/indiaenvironmenthealthtoiletwastewarming_071017103121;_ylt=AtQPTocRq0XkMSV051ESWYsFO7gF" target="_blank"><strong>Human waste can help save planet: Indian expert</strong></a> menceritakan bagaimana kotoran manusia dapat menyelamatkan bumi kita dalam mengurangi dampak pemanasan global. <em>Beneran nihh?? </em>Human waste? Ya.. itu berarti urine dan tinja teman-teman semua.</p>
<p>Pasti teman-teman semua tahu benar apa itu <strong>biogas</strong>. Biogas ialah gas yang terbentuk dari hasil dari kotoran (tinja) ternak yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar kompor yang saat ini mulai diterapkan di desa-desa Indonesia. Apa teman-teman semua pernah membayangkan bahwa manusia juga bisa berkontribusi menghasilkan biogas? Atau pernah terlintas dalam benak teman-teman semua bahwa senyawa komoditi industri (NH3) terkandung dalam jumlah yang besar pada urine yang teman-teman keluarkan?</p>
<blockquote><p> Telah diperkenalkan sebuah sistem yang dapat mengubah kotoran manusia menjadi biogas dan pupuk sehingga dapat berkontribusi dalam mengurangi pemanasan global. Bindeshwar Pathak, pendiri Organisasi Sulabh International Social Service, berencana mengemukakan sistem tersebut pada perayaan World Toilet Summit ke-7 di New Delhi India akhir bulan Oktober ini. Para pakar kesehatan dan sanitasi dari 40 negara akan mendiskusikan hal ini dalam rangka membantu 2.6 miliar penduduk dunia yang kurang memahami pentingnya toilet. Menurut World Health Organization, lebih dari setengahnya itu tinggal di India atau China. Rencananya sepanjang milenium ini adalah menyediakan toilet kepada 2.6 miliar penduduk di dunia sampai akhir tahun 2025.</p>
<p>Pathak mengemukakan betapa pentingnya sebuah toilet bagi keselamatan bumi dari global warming. Sementara, India sendiri akan memberikan kontribusi berupa sistem toilet yang secara organik akan mengubah kotoran manusia menjadi senyawa biogas yang dapat dijadikan tenaga listrik atau bahan bakar untuk memasak. Sedangkan cairan urine dari manusia dapat dijadikan berbagai macam pupuk.</p>
<p>&#8220;<em>We want others to know about this technology</em>,&#8221; tandas Pathak.</p>
<p>Ia bahkan menegaskan bahwa telah terbentuk sebanyak 170 <em>biogas toilets </em>dan 5 diantaranya telah berhasil diimplementasikan di Kabul, Afghanistan.</p></blockquote>
<p>Baru-baru ini <span class="paragraphSubhead"><a href="http://www.wherevertheneed.org.uk/Old%20Site/india/tamilnaduWater.html" target="_blank">Wherever The              Need</a> mengunjungi Desa Madhuranthaganallur, 40 kilometer di selatan Kota Tamil Nadu di Provinsi Tamil Nadu, India. </span><span class="paragraphSubhead">Madhuranthaganallur m</span><span class="paragraphSubhead">erupakan salah satu dari ribuan desa yang terkena dampak musibah tsunami Aceh beberapa tahun yang lalu. Pasti teman-teman semua sudah tahu kan bahwa dampak tsunami Aceh yang dahsyat itu mencapai India dan sekitarnya. Dalam proses rehabilitasi desa dan pembangunan kembali, Desa </span><span class="paragraphSubhead">Madhuranthaganallur </span><span class="paragraphSubhead">melakukan pembangunan <em>biogas toilet</em> dimana limbah toilet tersebut dimanfaatkan untuk diolah menjadi methane (CH4) yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar memasak oleh masyarakat setempat.</span></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/10/bio1.jpg" alt="Biogas 2" /><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/10/graphic1.jpg" alt="Biogas 3" /><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/10/pumpfitting.jpg" alt="Pump Fitting" /><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/10/biogas2_large1.jpg" alt="Biogas Tank" /><img src="http://majarimagazine.com/wp-content/uploads/2007/10/toilet3.jpg" alt="Biogas Toilet" /></p>
<p><span class="paragraphSubhead"></span>Teman-teman semua akan sedikit geli membayangkan memakan makanan hasil masakan kompor bebahan bakar biogas produk MANUSIA. Tapi pada hakikatnya itu hanyalah persepsi belaka. <em>Toh rumus senyawa kimianya sama.. Sumbernya saja yang berbeda.. Rasa makanannya juga pasti sama.. Hehehe.. We&#8217;ll see.. Yahh.. berharap saja </em><em>biogas toilets ini benar-benar mampu mengurangi dampak pemanasan global..</em></p>
<blockquote><p>Sumber: <a href="http://news.yahoo.com/s/afp/20071017/od_afp/indiaenvironmenthealthtoiletwastewarming_071017103121;_ylt=AtQPTocRq0XkMSV051ESWYsFO7gF" target="_blank"><strong>Human waste can help save planet: Indian expert</strong></a><strong>,</strong><a href="http://www.wherevertheneed.org.uk/Old%20Site/india/tamilnaduWater.html" target="_blank"><strong> Wherever The Need<br />
</strong></a></p></blockquote>
<img src="http://majarimagazine.com/?ak_action=api_record_view&id=47&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majarimagazine.com/2007/10/human-waste-to-save-the-planet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
