Analisis Ekonomi Penggunaan Briket Batubara sebagai Sumber Energi Alternatif
by Ivan Hadinata Rimbualam on 25/07/11 at 2:58 pm | 6 Comments | |
Penduduk Indonesia yang bergolongan ekonomi menengah ke bawah masih cukup banyak yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk menjalankan kehidupan kesehariannya. Padahal, harga minyak bumi yang beberapa tahun terakhir ini sangat bergejolak dan cenderung mengalami trend kenaikan harga membuat harga minyak tanahpun semakin meningkat. Berbagai sumber energi alternatif pengganti BBM tentunya sangat diperlukan dalam rangka menghadapi kondisi ini. Salah satu energi alternatif untuk kebutuhan memasak yang berpotensi bagi penduduk ekonomi menengah ke bawah adalah briket batubara.
Walaupun cadangan batubara di Indonesia relatif besar, sebagian besar sumber daya batubatra tersebut merupakan batubara berperingkat rendah yang berkadar air tinggi. Batubara berperingkat rendah akan cocok untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan industri kecil, misalnya memasak. Oleh karena itu, bentuk briket merupakan bentuk paling cocok sebagai sumber energi alternatif memasak di kegiatan rumah tangga.
Selanjutnya, perbandingan analisis ekonomi pada investasi dan pengeluaran saat menggunakan minyak tanah, elpiji, dan briket batubara akan diperlihatkan. Berbagai asumsi yang dipakai dalam analisis ekonomi ini adalah sebagai berikut:
- Investasi awal untuk penggunaan minyak tanah dan briket batubara adalah berupa kompor
- Investasi awal untuk penggunaan elpiji adalah berupa kompor gas, regulator, dan tabung elpiji 3 kg.
- Harga dari minyak tanah dan elpiji adalah harga yang ditetapkan oleh PT Pertamina sebagai bahan bakar bersubsidi
- Harga briket batubara merupakan harga nyata di daerah Bandung, Jawa Barat (di tingkat pengecer)
- Lama penggunaan bahan bakar : 2 jam/hari
Minyak Tanah | Elpiji | Briket | ||
Investasi Awal (Rupiah) | 50000 | 300000 | 60000 | |
Harga (Rupiah/Unit) | 2500 | 15000 | 1500 | |
Lama Pemakaian (hari) | 1 | 10 | 1 | |
Pengeluaran Bulanan (Rupiah) | 75000 | 45000 | 45000 | |
Pengeluaran Total (Rupiah) | 6 bulan | 500000 | 570000 | 330000 |
1 tahun | 950000 | 840000 | 600000 | |
Tabel di atas memaparkan analisis ekonomi pada bahan bakar minyak tanah, elpiji, dan briket batubara. Setelah sekitar 6 bulan pemakaian briket batubara, pengguna briket diprediksi sudah mampu menekan pengeluaran total dibandingkan jika menggunakan bahan bakar minyak tanah atau elpiji. Penggunaan bahan bakar elpiji relatif mahal di awal karena investasi peralatannya relatif lebih mahal dibandingkan yang lain. Penggunaan elpiji baru akan ekonomis saat bahan bakar ini digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Dalam jangka waktu 1 tahun, diperlihatkan bahwa baik elpiji maupun briket batubara sudah mampu memberikan penghematan jika dibandingkan dengan penggunaan minyak tanah yang masih banyak digunakan sekarang untuk memasak. Analisis ekonomi dengan berbagai asumsi kasar di atas ini menunjukkan adanya potensi keekonomisan penggunaan bahan bakar alternatif briket batubara dalam menggantikan minyak tanah saat ini.
Sumber:
Rangkuman paper yang ditulis oleh Dimas Putra Paramajaya, 2011, “Pemanfaatan Briket Batubara sebagai Sumber Energi Alternatif untuk Industri Kecil dan Rumah Tangga” dengan referensi sebagai berikut:
- Goleczka J, et al, 1988, United States Patent Number: 4,738,685 tertanggal 19 April 1988
- Gronli M, Industrial Production of Charcoal, SINTEF Energy Research
- Hawaria, 2000, Pengaruh Volatile Matter Briket Batubara pada Pembakarannya, Universitas Indonesia
- Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor: 47 Tahun 2006, Pedoman Pembuatan dan Pemanfaatan Briket Batubara dan Bahan Bakar Padat Berbasis Batubara
- Suganal, 2008, Rancangan Proses Pembuatan Briket Batubara Nonkarbonisasi Skala Kecil dari Batubara Kadar Abu Tinggi, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, Vol.5 No.13 Januari 2009
- Suhala S, Quo Vadis Kebijakan Energi Nasional, Majalah TAMBANG, 25 Oktober 2010
- Yusgiantoro, P, 2006. Peran Strategis Gasifikasi Batubara Untuk Memperkuat Ketahanan Energi Nasional, Paparan Seminar Gasifikasi Batubara Peringkat Rendah, Jakarta, Mei 2006.
Sumber gambar: http://www.keywordpicture.com/keyword/briket%20batubara/



6 Comments
Atak sumedi.SP.MP
Aug 14th, 2011
Kalau dilihat secara ekonomis memang briket batubara lebih hemat dibanding dengan bahan bakar yang lain bahkan ini bisa menjadi trayel bagi bahan bakar alternatif, namun perlu perhatian buat kita bahwa kandungan batubara yang belum ternetralkan akan berdampak sangat kurang baik bagi penggunanya. saat ini kandungan jat bercun yang ada didalam batu bara sangat banyak bahkan ribuan jenis,untuk itu sebaiknya dalam penggunaan konsumsi rumah tangga sebaiknya dikurangi unsur yang berbahaya tersebut,misalnya belerang,zat terbang,kadar abu,monoksida,ter dan banyak lainnya.
saran saya sebaikya briket batubara digunakan untuk pemanas ayam saja atau untuk ketel uap dll.jenis sarang tawon sangat efektif digunakan untuk produksi home indutri kecil seperti tahu.produk briket kami sudah kami salurkan seperti diatas. oke selamat atas promosi briket sebagai energi alternatif semoga sukses salam kami.
Ivan Hadinata Rimbualam
Aug 14th, 2011
Terima kasih atas masukannya.
zainal
Sep 7th, 2011
terima kasih penelitiannya..
tapi sepertinya masih kurang satu data lagi de, yaitu kalor yang dihasilkan oleh tiap bahan bakar. Misalnya, kalori yang dihasilkan selama 2 jam penggunaan kompor minyak tanah apakah sama dengan kalori 2 jam briket batubara.. Istilahnya kalo nggoreng tempe lebih cepet pake kompor yang mana? minyak tanah atau briket? karena sepertinya itu juga menentukan.. toh kompor listrik jauh lebih hemat biaya dan bersih tapi jarang yang make krn masaknya LAMAAAA…..
Kalo ada data itu akan menunjang untuk penerapannya, bakal DISUKAI atau tidak, begitu…
Ivan Hadinata Rimbualam
Sep 7th, 2011
Terima kasih banyak atas segala masukannya. Semoga saya, dkk segera dapat memberikan informasi selanjutnya yang lebih detail.
Ginanjar
Dec 16th, 2011
Besar energi yang dihasilkan dari batubara pada harga yang sama dengan minyak apakah lebih banyak ato malah jauh lbh sedikit itu juga butuh dipertimbangkan.
Belum hasil pembakarannya apakah optimal ato tidak
Ig.widodo
Jan 2nd, 2012
Terima kasih atas informasinya,tapi bagaimana cara penggunaan yg efektif sehingga masyarakat kecil bisa tdk ragu2 lagi utk beralih ke briket/bt bara.taks ig.widodo
Leave a Comment