Zero Energy Building
by Inra Sumahamijaya on 09/06/09 at 9:04 am | 5 Comments | |
Sebuah bangunan yang berbeda dari biasanya, mungkin itu kesan pertama bagi orang yang melihat sekolah SD Jean-Louis di Perancis. Sekolah ini adalah sekolah pertama yang mampu memproduksi energi dengan jumlah yang sama dengan energi yang sekolah tersebut konsumsi. Dengan kata lain, sebuah sekolah “Zero Energy“, dimana para siswanya juga dididik betapa pentingnya melindungi planet kita ini.
Back-to-school tahun 2007
Konstruksi dimulai pada tahun 2005, sekolah yang mendapatkan penghargaan pemenang pertama pada kategori “Enviromental Quality of Construction” pada acara tahunan Enviromental Awards ke 10 Perancis tahun 2006, memakan biaya total 7 milyar Euro. Hasilnya, bangunan bertingkat 2 dengan 5 ruang kelas TK dan 7 ruang kelas SD dibuka tepat waktu sebelum tahun ajaran 2007-2008. Didalam sekolah yang memiliki luas fasilitas 3000 meter persegi, terdapat taman bermain seluas 800 meter persegi dan lahan untuk menanam berbagai sayuran dan buah. Sekolah ini juga mendapatkan penghargaan pertama pada kategori “Enviromental Policy – Clean Energy” pada acara Oxygen Awards bulan November 2006.
Inovasi ide pembuatan bangunan
Konsep utama dibalik pembuatan sekolah ini adalah untuk menciptakan bangunan yang dapat memproduksi energi sebanyak atau mungkin lebih dari energi yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut selama beroperasi. Sekolah ini didesain agar menghadap matahari pada saat musim dingin, untuk mendapatkan panas yang cukup sebagai pengganti penghangat ruangan. Untuk mengurangi penggunaan lampu penerangan, lorong dan ruang kelasdi lantai atas dilengkapi dengan dinding dan lantai kaca, dan sekolah tersebut juga menggunakan banyak jendela besar untuk memaksimalkan penggunaan cahaya penerangan alam. Sebagai tambahan, sebanyak 650 meter persegi panel surya digunakan pada atap dan gerbang sekolah tersebut.
Walaupun demikian, lokasi yang berada pada pinggiran kota paris membuat sekolah ini tidak dapat bergantung sepenuhnya pada radiasi matahari dimusim dingin. Maka dari itu,digunakan double flux system yang menakjubkan untuk mengembalikan panas dari udara sekitar, sebelum panas tersebut lolos keluar. Space heating, digunakan dengan cara mengekstrak aliran air tanah pada kedalaman 70 meter dibawah sekolah tersebut.
Tentu saja, disini air-lah yang memainkan peranan penting. Sekolah ini memiliki tanah permeable yang melapisi, sehingga aliran air tanah akan terisi kembali setiap kali hujan. Bagian atas dari bangunan sekolah ditutupi dengan tumbuh-tumbuhan, didesain untuk mengisolasi bangunan dan memperlambat penguapan air hujan. Setelah di recovery, sebagian air digunakan untuk berkebun. Pada akhirnya, tiga perempat dari air panas digunakan untuk kamar mandi dan toilet, dengan pemanas yang berasal dari 30 meter persegi panel surya di atap gedung.
Siswa yang Eco-educated
Sekolah ini tidak hanya bergantung pada teknologinya dalam mengimbangi kebutuhan enegi. Konsumsi energi juga bergantung pada kebiasaan penghuni sekolah. Untuk menghindari penggunaan kendaraan bermotor di sekitar sekolah, sebuah “walking bus” diletakkan disuatu tempat untuk semua siswa yang berangkat kesekolah jalan kaki. Diperpustakaan, sebuah layar TV plasma enampilkan secara real-time konsumsi elektrik dan produksi elektrik dari gedung sekolah ini, sehingga siswa mampu mengontrol “energi behaviour” mereka oleh mereka sendiri.
Sedikit konsumsi, hasilkan lebih – Sebuah tantangan untuk seluruh kota
Sekolah ini mengkonsumsi setengah dari energi yang diperlukan oleh bangunan tradisional, tapi ini hanya sebagian kecil dari program besar yang dicanangkan dikota Limeil-Brévannes. Sebenarnya, program utamanya adalah dalam lima tahun untuk membangun distrik baru, “Quartier des Temps Durables” (“The Sustainable Time Zone“). Dengan lokasi di bekas lahan kosong industri, area tersebut akan mengutamakan pengembangan ketahanan dan standar ecological.
Sebuah contoh yang baik untuk diterapkan.
Sumber:
Disadur dari planete-energies.com



5 Comments
Ferlyn
Jun 11th, 2009
Asslm… Wah, bang Nra postingannya keren euy…
Sip lah.. ditunggu info laennya..
Harapan kita semua, sekolah keg gni juga ada di Indonesia.. all of place in my beloved country Indonesia
Inra
Jun 16th, 2009
Wlkslm, akhi ferlyn…InsyaAllah info lainnya dalam progress… (^_^)
anie
Oct 22nd, 2009
Wah, keren …tp sbenranya hemat energi hanya sedikit yg terbantu dengan tekno…kontribusi terbesar berasal dari behavior. bayangannya waktu mo baca bangunan yg produksi energi untuk kebutuhannya seniri adalah ilustrasi dgn embel2 piranti tekno yg sarat kabel atau gambaran rumit.
tapi tenryata hya optimalisasi dari sumber yg ada..maksimalin bukaan bangunan untuk cahaya, tmbah cermin dan kaca untuk lighting juga (irit listrik),…pake daya natural wkt bergerak (jalan), larangan bwa kendaraan yg adlh sumber polusi…
Dan bagian yg sulit dan mahal mgkn panel solar cell nya n processor heaternya…
but trully nice article..andaikan tekno bisa murah, SDM nya jago, n gak pelit bagi ilmu, pemerintahnya nggak ngotot, rakyatnya gak konsumtif, gila elektronik yg otomatis boros listrik (PS, motor, mobil) … halah…. pro safe energy..wah indonesia bkal keren deehhh…
crozz
Nov 21st, 2009
nice ..
Ija Wanda
Dec 8th, 2009
Lengkap bgt yak gedungnya,,
Kira2 kalo lg gempa kaca2nya nge-bahaya-in g y bt org2 di dalmny,,
Sebagian besar gedung niy kan dikelilingi byk kaca,,
Coba aj niy gedung ada di Indonesia,,
Ada gag y??
Hmm,
Leave a Comment