Indonesia, Negara 17.504 Pulau yang Impor Garam

by on 15/03/09 at 5:17 pm | 10 Comments | |

majarimagazine-pembuatan-garam

Proses tradisional pembuatan garam

Berdasarkan catatan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, dalam satu tahun Indonesia membutuhkan garam lebih dari 2,1 juta ton. Akan tetapi industri garam rakyat hanya mampu memproduksi 112.000 ton garam dan sisanya mencapai 900.000 ton garam masih diimpor. Pada data tahun 2000, tercatat kebutuhan garam nasional mencapai 855.000–950.000 ton untuk kebutuhan konsumsi dan 1.150.000–1.345.000 ton untuk kebutuhan industri. Hal ini sangat ironis, melihat negara Indonesia yang memiliki garis pantai 81.000 km dan intensitas panas yang cukup, tapi kualitas dan kuantitas garam rakyat masih sangat rendah.

Walaupun Indonesia merupakan negara kepulauan, pembuatan garam masih terkonsentrasi di pulau Jawa dan pulau Madura.

Pulau Madura Area Produksi Garam
Sumenep 10.067 Ha
Pemekasan 3.075 Ha
Sampang 2.168 Ha
Pulau Jawa Area Produksi Garam
Jawa Barat 1.159 Ha
Jawa Tengah 2.168 Ha
Jawa Timur 6.904 Ha
Pulau Lain Area Produksi Garam
NTB 1.155 Ha
Sulawesi Selatan 2.040 Ha
Sematera dll 1.885 Ha

Luas area yang dikelola oleh PT Garam hanya 5.116 Ha dan seluruhnya berada di pulau Madura hanya mampu memproduksi 60 ton/Ha/tahun. Luas area penggaraman 25.542 Ha yang dikelola secara tradisional oleh rakyat dan hanya memproduksi 40 ton/Ha/tahun. (Dini Purbani, data dari PT. Garam Persero, 2000).

Kualitas garam yang dikelola secara tradisional pada umumnya harus diolah kembali agar layak dijadikan garam konsumsi maupun untuk garam industri. Pembuatan garam dilakukan dengan beberapa kategori berdasarkan perbedaan kandungan NaCl nya sebagai unsur utama garam. Jenis garam dapat dibagi dalam beberapa kategori seperti; kategori baik sekali, baik dan sedang. Dikatakan berkisar baik sekali jika mengandung kadar NaCl diatas 95 persen, kategori baik dengan kadar NaCl 90–95 persen, dan kategori sedang dengan kadar NaCl antara 80–90 persen. Di Indonesia, kebutuhan kadar garam diatas 95 persen yang mencapai 1,2 juta ton seluruhnya masih diimpor.

Sistem penggaraman rakyat sampai saat ini menggunakan kristalisasi total sehingga produktifitas dan kualitasnya masih kurang. Pada umumnya garam dengan proses tradisional memiliki kadar NaCl kurang dari 90 persen dan banyak mengandung pengotor padahal luas lahan penggaraman rakyat 25.542 Ha atau sekitar 83,31 persen dari luas areal penggaraman nasional.

Jika saja 50% dari luas area penggaraman ini ditingkatkan produktifitasnya menjadi 80 ton/Ha/tahun, maka produksi garam dapat mencapai 1,5 juta ton sehingga total produksi garam nasional meningkat menjadi 1,8 juta ton. Dengan demikian kebutuhan impor garam industri dapat dikurangi dari 1,2 juta ton menjadi hanya sekitar 300.000 ton. Angka yang cukup besar untuk menghemat devisa negara.

Sumber:
Proses Pembentukan Kristalisasi Garam. Dini Purbani. Departemen Kelautan dan Perikanan. 2003
http://www.dkp.go.id

  • nancy

    mo,nanya alamat distributor garam krosok di surabaya, dimana ya,krn saya mau beli..kitar 23 ton

  • Maulana Malik

    Distributor / Produsen.. Ready Stok Garam Krosok 800 ton

  • mel

    mohon distributor ramsol

  • I Nugroho

    Mo nanya mengapa dalam pembuatan garam secara tradisional, garam dipanen sebelum air menguap hingga kering?

  • david

    kemana pasar yg baik, untuk menjual garam krosok ( tanpa yodium ) hasil olahan petani garam di wilayah jawa barat…??

  • http://brimoblife.blogspot.com Bayu

    O YA LUPA TAMBAKNYA ADA DI CIREBON.

  • http://www.brimoblife.blogspot.com Bayu

    OJO LALIIII PENTING BANGET

  • http://www.brimoblife.blogspot.com Bayu

    o ya. rekan saya punya tambak 15 hektar tambak itu tambak garam. kalau menjualnya kemana ya????kirim dong ke email saya butuh banget infornya

  • elin

    mohon masukan, sebenarnya garam yg biasa kt konsumsi itu sehat atau tdk ya? saya baca buku REAL FOOD – NINA PLANCK katanya garam sehat itu ga perlu dipanaskan apalagi diproses pabrik. jadi sebaiknya pakaib garam yg gmn ya? tks

    • http://majarimagazine.com/author/inra/ Inra Sumahamijaya

      Memang, mengkonsumsi garam secara berlebihan dapat merusak kesehatan, karena pada garam terdapat sodium yang mampu meningkatkan tekanan darah yang kemudian memicu stroke dan penyakit jantung. Saya tidak menemukan informasi yang cukup mengenai pengaruh pemanasan atau proses pabrik terhadap garam, tapi menurut saya tidak mungkin menjadi garam bila air laut [sumber utama garam] tidak dievaporasi. Ada beberapa alternatif garam yang tetap asin tanpa mengandung sodium, tapi tingkat keasinannya tinggi, dan menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Pertimbangannya kita dapat mengkonsumsi garam sehat beryodium agar terhindar dari berbagai penyakit, tapi tetap membatasi konsumsi garam agar tekanan darah juga terjaga.

pestilence439
lovelock506 voltigeur296 fiance206 pecunious261 hyperphysical624 printer549 earnestness679