Ekstraksi

by Devy Nandya Utami on 09/03/09 at 9:38 am | 13 Comments | |

Fragonard Perfume (Grasse, France)

Fragonard Perfume (Grasse, France)

Salah satu proses yang paling mendasar dari industri parfum adalah ekstraksi minyak-lemak. Contohnya dalam ekstraksi minyak atsiri dari biji pala (Myristica fragrans). Pertama-tama yang dilakukan adalah mengambil kandungan minyak-lemak dari bijinya, baru kemudian dilakukan pemurnian untuk mendapatkan minyak esensial atsirinya saja.

Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya.

Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena efektivitasnya. [Lucas, Howard J, David Pressman. Principles and Practice In Organic Chemistry]

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:

  • Tipe persiapan sampel
  • Waktu ekstraksi
  • Kuantitas pelarut
  • Suhu pelarut
  • Tipe pelarut

Minyak dapat diekstraksi dengan perkolasi, imersi, dan gabungan perkolasi-imersi. Dengan metode perkolasi, pelarut jatuh membasahi bahan tanpa merendam dan berkontak dengan seluruh spasi diantara partikel. Sementara imersi terjadi saat bahan benar-benar terendam oleh pelarut yang bersirkulasi di dalam ekstraktor. Sehingga dapat disimpulkan:

  • Dalam proses perkolasi, laju di saat pelarut berkontak dengan permukaan bahan selalu tinggi dan pelarut mengalir dengan cepat membasahi bahan karena pengaruh gravitasi.
  • Dalam proses imersi, bahan berkontak dengan pelarut secara periodeik sampai bahan benar-banar terendam oleh pelarut. Oleh karena itu pelarut mengalir perlahan pada permukaan bahan, bahkan saat sirkulasinya cepat.
  • Untuk perkolasi yang baik, partikel bahan harus sama besar untuk mempermudah pelarut bergerak melalui bahan.
  • Dalam kedua prosedur, pelarut disirkulasikan secara counter-current terhadap bahan. Sehingga bahan dengan kandungan minyak paling sedikit harus berkontak dengan pelarut yang kosentrasinya paling rendah.

Metode perkolasi biasa digunakan untuk mengekstraksi bahan yang kandungan minyaknya lebih mudah terekstraksi. Sementara metode imersi lebih cocok digunakan untuk mengekstraksi minyak yang berdifusi lambat.

Ekstraksi bahan makanan biasa dilakukan untuk mengambil senyawa pembentuk rasa bahan tersebut. Misalnya senyawa yang menimbulkan bau dan/atau rasa tertentu.

Ekstraksi Soxhlet

Ekstraksi Soxhlet

Ada dua jenis ekstraktor yang lazim digunakan pada skala laboratorium, yaitu ekstraktor Soxhlet dan ekstraktor Butt. Pada ekstraktor Soxhlet, pelarut dipanaskan dalam labu didih sehingga menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor melalui pipa kecil dan keluar dalam fasa cair. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong berisi padatan. Pelarut akan membasahi sampel dan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut di selongsong. Kemudian pelarut seluruhnya akan menggejorok masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu seterusnya. Peristiwa ini disebut dengan efek sifon.

Prinsip kerja ekstraktor Butt mirip dengan ekstraktor Soxhlet. Namun pada ekstraktor Butt, uap pelarut naik ke kondensor melalui annulus di antara selongsong dan dinding dalam tabung Butt. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong langsung lalu keluar dan masuk kembali ke dalam labu didih tanpa efek sifon. Hal ini menyebabkan ekstraksi Butt berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan (rapid). Selain itu ekstraksinya juga lebih merata. Ekstraktor Butt dinilai lebih efektif daripada ekstraktor Soxhlet. Hal ini didasari oleh faktor berikut:

  • Pada ekstraktor Soxhlet cairan akan menggejorok ke dalam labu setelah tinggi pelarut dalam selongsong sama dengan pipa sifon. Hal ini menyebabkan ada bagian sampel yang berkontak lebih lama dengan cairan daripada bagian lainnya. Sehingga sampel yang berada di bawah akan terekstraksi lebih banyak daripada bagian atas. Akibatnya ekstraksi menjadi tidak merata. Sementara pada ekstraktor Butt, pelarut langsung keluar menuju labu didih. Sampel berkontak dengan pelarut dalam waktu yang sama.
  • Pada ekstraktor Soxhlet terdapat pipa sifon yang berkontak langsung dengan udara ruangan. Maka akan terjadi perpindahan panas dari pelarut panas di dalam pipa ke ruangan. Akibatnya suhu di dalam Soxhlet tidak merata. Sedangkan pada ekstraktor Butt, pelarut seluruhnya dilindungi oleh jaket uap yang mencegah perpindahan panas pelarut ke udara dalam ruangan.

Referensi:
AOCS Official Method Am. 2-93. Determination of Oil Content in Oilseeds.
Lucas, Howard J, David Pressman. 1949. Principles and Practice In Organic Chemistry. New York: John Wiley and Sons, Inc.
Whitaker, M.C. 1915. The Journal of Industrial and Engineering Chemistry. Easton: Eschenbach Printing Company.

13 Comments

putri

Jun 24th, 2009

ekstraksi itu ada berapa macamsich??apa aja??tolong dikirim ke email saya.thanks yach….

adien

Aug 7th, 2009

tolong berikan penjelasan kelemahan dan kelebihan ekstraksi,,,,dkirim ke email ak gpp. .

kdy

Aug 11th, 2009

1.Teknologi ekstraksi apakah yang paling tepat/efektif untuk simplisia / bahan jamu ?
( cara perkolasi, maserasi atau cara yang lain )
2.Untuk mendapatkan zat maker yang paling efektif apakah dilakukan secara mono componen ataukah multi komponen ?

bob

Aug 18th, 2009

tergantung pak, dalam artian tiap metode punya keefektifan sendiri2 terhadap suatu zat aktif yang akan diekstrak.

emma karmila

Sep 24th, 2009

aku butuh video tahap kerja metode ekstraksi soxhlet………..

ari

Nov 1st, 2009

tolong dong saya pengin mengekstrak temulawak dengan peralatan di dapur trus tak jadikan tepung bubuk. tq

adit

Nov 23rd, 2009

apa pengertian PERKOLASI ??? tx

reqgi

Dec 7th, 2009

bagaimana jika ingin mengekstraksi senyawa protein dari ikan? mohon dijawab segera…

hinur

Mar 1st, 2010

my name is hinur awa, I am is one of student in university of andalas padang , I am is final semester student which is compiling final duty.

what do you think about use the 2 fasa in soxlet and how if the samples liquid?

can you replace to my email, thanks.

indah

Mar 13th, 2010

Buat penelitian ekstrak tumbuhan obat, biasanya digunakan ekstraksi soxhletasi, alasannya apa sih? apa syarat2 pemilihan jenis pelarut untuk ekstraksi? kenapa etanol sering dipakai? tolong dijawab soalnya bwt nanti ujian…bisa d’kirim k e-mail q…makasih..

Jay

May 8th, 2010

kalo ekstraksi yang tipe maserasi ada gak…? penjelasannya sekalian dong

Alvina

May 9th, 2010

Macam-macam ekstraksi ada apa aja? serta kelebihan dan kekurangannya masing2? sama saya masih belum terlalu jelas bedanya antara ekstraktor soxhlet dan ekstraktor butt?

terima kasih sebelumnya…ditunggu jawabannya secepatnya…

Syifa

Jun 26th, 2010

Apa kelebihan ethanol sebagai pelarut utk ekstraksi tanaman obat??dibanding air gmn?ditunggu jawaban secepatnya ya..mu bwt ujian.makasih banget.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>