<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengelola Sampah, Mengelola Gaya Hidup</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/</link>
	<description>No.1 Magazine for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 08:37:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Ozy</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-32298</link>
		<dc:creator>Ozy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 16:00:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-32298</guid>
		<description>maaf mbak anita kira-kira kalau saya mau ambil foto ini untuk dijadikan poster boleh ndak ya? makasih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf mbak anita kira-kira kalau saya mau ambil foto ini untuk dijadikan poster boleh ndak ya? makasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syifa F Leonita</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-28055</link>
		<dc:creator>Syifa F Leonita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 12:52:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-28055</guid>
		<description>lalu bagaimana tindak lanjutnya?
apakah kita hanya dapat memisahkan sampah tersebut saja?
bagaimana cara mendaur ulang sampah plastik tersebut secara individual-manual?
mohon bantuannya terima kasih :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lalu bagaimana tindak lanjutnya?<br />
apakah kita hanya dapat memisahkan sampah tersebut saja?<br />
bagaimana cara mendaur ulang sampah plastik tersebut secara individual-manual?<br />
mohon bantuannya terima kasih <img src='http://majari.lemuel.netdna-cdn.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fhya</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-18480</link>
		<dc:creator>Fhya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 08:05:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-18480</guid>
		<description>cara mengelolanya gmana ?yang ramah lingkungan n menguntungkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cara mengelolanya gmana ?yang ramah lingkungan n menguntungkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ernesto-trisakti university</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-11934</link>
		<dc:creator>ernesto-trisakti university</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 17:55:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-11934</guid>
		<description>harus ad sanksi yg tegas,sosialisasikan bagaimana cara hidup green living yg benar,tingkatkan kualitas hidup tanpa merusak lingkungan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>harus ad sanksi yg tegas,sosialisasikan bagaimana cara hidup green living yg benar,tingkatkan kualitas hidup tanpa merusak lingkungan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nia</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-4954</link>
		<dc:creator>nia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:30:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-4954</guid>
		<description>Ya seharusnya pemerintah tegas membuat peraturan tentang sampah dan masyarakat juga harus diberikan penjelasan mengenai pengelolaan sampah dan dampak sampah terhadap lingkungan. Saya sadari bahwa di lingkungan RW saya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangat kurang sehingga mereka seenaknya saja membuang sampah ke sungai. Truk sampah pun datang seminggu sekali dan itu pun tidak jelas sehingga mereka malas menunggu dan akhirnya masyarakat malas membayar iuran sampah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya seharusnya pemerintah tegas membuat peraturan tentang sampah dan masyarakat juga harus diberikan penjelasan mengenai pengelolaan sampah dan dampak sampah terhadap lingkungan. Saya sadari bahwa di lingkungan RW saya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangat kurang sehingga mereka seenaknya saja membuang sampah ke sungai. Truk sampah pun datang seminggu sekali dan itu pun tidak jelas sehingga mereka malas menunggu dan akhirnya masyarakat malas membayar iuran sampah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: susi</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-4792</link>
		<dc:creator>susi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 09:15:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-4792</guid>
		<description>masalah sampah mrpkn masalah yg rumit, setidaknya pengelolaan sampah dimulai dari diri kita sendiri. Skrg pengelolaan sampah sdh merambah ke desa2 hal ini merupakan langkah yg bagus. masyarakat sudah banyak yg tahu bgmna cara mengelola sampah yg benar ini merupakan tugas dari pemerintah dan lembaga2 masyarakat yg tdk bosan2nya mensosialisasikan pengelolaan sampah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masalah sampah mrpkn masalah yg rumit, setidaknya pengelolaan sampah dimulai dari diri kita sendiri. Skrg pengelolaan sampah sdh merambah ke desa2 hal ini merupakan langkah yg bagus. masyarakat sudah banyak yg tahu bgmna cara mengelola sampah yg benar ini merupakan tugas dari pemerintah dan lembaga2 masyarakat yg tdk bosan2nya mensosialisasikan pengelolaan sampah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erman</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-4466</link>
		<dc:creator>Erman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 02:19:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-4466</guid>
		<description>Kalau menurut saya: masalah sampah ini khususnya masalah plastik pemerintah harus tegas mengatur tentang hal ini. Misalnya menetapkan kepada perusahaan2 yang menggunakan plastik sebagai kemasan productnya untuk bertanggungjawab mendaur ulang plastik. Dan memberi reward kepada yang dapat melakukannya dengan baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut saya: masalah sampah ini khususnya masalah plastik pemerintah harus tegas mengatur tentang hal ini. Misalnya menetapkan kepada perusahaan2 yang menggunakan plastik sebagai kemasan productnya untuk bertanggungjawab mendaur ulang plastik. Dan memberi reward kepada yang dapat melakukannya dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inra sumahamijaya</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup/comment-page-1/#comment-4296</link>
		<dc:creator>inra sumahamijaya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 06:06:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1296#comment-4296</guid>
		<description>Pertanyaannya saya adalah setelah pemilahan sampah tingkat rumah tangga terus apa? ditingkat daerah jarang sekali ada pemisahan sampahya. Bukan maksud apa-apa tapi, setelah sampah kita pilah, kita buang di tempat sampah khusus (wet or dry) di rumah kita  tapi tetap saja diangkut oleh satu truk yang sama (sampah tadi tercampur lagi dong).

Di surabaya setahu saya sudah ada pemilahan sampah di tingkat daerah, yang ini memanfaatkan sampah organik dari pasar disekitar situ. Untuk daur ulang plastik, masih menggunakan pemilahan manual tahap akhir (pemulung di TPA).

Menurut saya, kesadaran ini munkin harus dimulai serentak minimal 1 RT, paling tidak pemulung sampah di RT tersebut diperringan. Atau, kita mulai di kampus sendiri dulu, disekolah-sekolah, dan sarana pendidikan lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaannya saya adalah setelah pemilahan sampah tingkat rumah tangga terus apa? ditingkat daerah jarang sekali ada pemisahan sampahya. Bukan maksud apa-apa tapi, setelah sampah kita pilah, kita buang di tempat sampah khusus (wet or dry) di rumah kita  tapi tetap saja diangkut oleh satu truk yang sama (sampah tadi tercampur lagi dong).</p>
<p>Di surabaya setahu saya sudah ada pemilahan sampah di tingkat daerah, yang ini memanfaatkan sampah organik dari pasar disekitar situ. Untuk daur ulang plastik, masih menggunakan pemilahan manual tahap akhir (pemulung di TPA).</p>
<p>Menurut saya, kesadaran ini munkin harus dimulai serentak minimal 1 RT, paling tidak pemulung sampah di RT tersebut diperringan. Atau, kita mulai di kampus sendiri dulu, disekolah-sekolah, dan sarana pendidikan lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 2/15 queries in 0.013 seconds using disk: basic
Object Caching 359/359 objects using disk: basic
Content Delivery Network via majari.lemuel.netdna-cdn.com

Served from: majarimagazine.com @ 2012-02-08 17:30:32 -->
