Mengelola Sampah, Mengelola Gaya Hidup

by on 15/02/09 at 1:16 pm | 8 Comments | |

Tempat sampah plastik daur ulang (recycle bin for plastic waste)

Tempat sampah plastik daur ulang (recycle bin for plastic waste)

Potensi limbah plastik sebagai bahan komoditas mulai disadari para perlaku bisnis di Indonesia. Terbukti dengan munculnya industri-industri daur ulang plastik di Jakarta bahkan di Kalimantan. Tidak hanya membawa dampak positif bagi lingkungan, daur ulang plastik juga dapat membuka lapangan kerja baru, seperti tenaga sortir plastik, tenaga giling, tenaga pengepakan sampai staf administrasi dan keuangan.

Hanya saja industri ini sering terbentur kendala bahan baku akibat belum adanya kebijakan dari pemerintah untuk mengikut sertakan masyarakat sebagai konsumen untuk ikut berperan dalam daur ulang sampah. Pembuangan sampah yang tercampur seperti yang berlaku di Indonesia saat ini dapat merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi bahan-bahan yang mungkin masih bisa didaur ulang.

Sudah saatnya kita mulai mengikuti jejak negara-negara maju dalam hal pengelolaan sampah. Sebut saja Jepang. Daur ulang di Jepang dilakukan secara besar-besaran, dengan melibatkan seluruh masyarakat, lengkap dengan undang-undang. Para konsumen bertanggung jawab untuk memilah-milah sampah masing-masing (sampah basah, sampah kering yang dipilah-pilah lagi menjadi botol gelas dan plastik, kaleng aluminium, dan kertas, sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab mengorganisir sampah-sampah itu untuk diserahkan ke pabrik pendaur ulang.

Perubahan itu memang perlu dan ada baiknya perubahan dimulai dari diri kita masing-masing karena pengelolaan sampah tidak lepas dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyarakat. Apalagi kita sebagai insan akademis sudah seharusnya peduli pada isu lingkungan yang satu ini. Tips-tips berikut ini dapat diterapkan untuk meningkatkan jumlah sampah plastik yang di daur ulang dan juga mengurangi jumlah sampah plastik perumahan.

  1. Cari tahu jenis-jenis plastik yang dapat didaur ulang. Sebagian besar industri daur ulang plastik hanya menerima botol plastik yang terbuat dari PET (#1) dan HDPE (#2) dan memang sebagian besar kemasan plastik (terutama botol plastik) termasuk dalam golongan-golongan tersebut. Pengelompokan kemasan plastik berdasarkan komponen penyusunnya dapat dilihat disini.
  2. Kosongkan dan bilas botol plastik. Lepas tutup dan label botol karena keduanya bersifat kontaminan. Remuk botol agar lebih menghemat tempat.
  3. Gunakan tas plastik lebih dari sekali sebelum membuangnya. Masing-masing jenis tas plastik dapat digunakan kembali untuk hal yang berbeda-beda. Contohnya adalah sebagai pelapis tempat sampah yang sering dipraktekkan oleh ibu rumah tangga.
  4. Pastikan tas plastik kosong dan bersih. Hal ini penting karena struk belanja dan bahan lain dapat mengkontaminasi plastik saat di daur ulang. Semua tas plastik bersih berlabel #2 (HDPE) atau #4 (LLDPE) dapat didaur ulang. Tas plastik yang terkena kontak langsung dengan makanan sebaiknya dipisahkan dari plastik yang akan di daur ulang.
  5. Kembalikan kemasan plastik untuk di daur ulang. Beberapa toko dan retailer mengadakan program yang menyarankan customer-nya untuk mengembalikan kemasan plastiknya untuk didaur ulang dengan imbalan tertentu.
  6. Biasakan hanya membeli hal-hal yang dibutuhkan dan pastikan kemasannya dapat didaur ulang. Apabila membeli keperluan sehari-hari dan rumah tangga, belilah dalam kemasan yang lebih besar untuk meminimalisir jumlah kemasan.
  7. Bawalah tas belanja sendiri saat berbelanja ke supermarket. Gunakan saja tas-tas plastik yang didapat dari belanja sebelumnya.
  8. Belilah produk-produk yang lebih tahan lama untuk mengurangi frekuensi membuang kemasan. Misalnya membeli shampo atau deterjen dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

Memang hal-hal diatas tampak remeh dan merepotkan. Tetapi bayangkan jika kita semua melakukannya pasti akan menimbulkan dampak yang besar. Karena itu ajaklah kerabat dan teman-teman dekat Anda untuk ikut berperan aktif dalam melindungi lingkungan hidup kita.

Gambar: www.uppergwynedd.org/images/RecyclePlastic.jpg

  • http://- Ozy

    maaf mbak anita kira-kira kalau saya mau ambil foto ini untuk dijadikan poster boleh ndak ya? makasih…

  • http://arushmuse.blogspot.com Syifa F Leonita

    lalu bagaimana tindak lanjutnya?
    apakah kita hanya dapat memisahkan sampah tersebut saja?
    bagaimana cara mendaur ulang sampah plastik tersebut secara individual-manual?
    mohon bantuannya terima kasih :)

  • Fhya

    cara mengelolanya gmana ?yang ramah lingkungan n menguntungkan.

  • ernesto-trisakti university

    harus ad sanksi yg tegas,sosialisasikan bagaimana cara hidup green living yg benar,tingkatkan kualitas hidup tanpa merusak lingkungan

  • nia

    Ya seharusnya pemerintah tegas membuat peraturan tentang sampah dan masyarakat juga harus diberikan penjelasan mengenai pengelolaan sampah dan dampak sampah terhadap lingkungan. Saya sadari bahwa di lingkungan RW saya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangat kurang sehingga mereka seenaknya saja membuang sampah ke sungai. Truk sampah pun datang seminggu sekali dan itu pun tidak jelas sehingga mereka malas menunggu dan akhirnya masyarakat malas membayar iuran sampah.

  • susi

    masalah sampah mrpkn masalah yg rumit, setidaknya pengelolaan sampah dimulai dari diri kita sendiri. Skrg pengelolaan sampah sdh merambah ke desa2 hal ini merupakan langkah yg bagus. masyarakat sudah banyak yg tahu bgmna cara mengelola sampah yg benar ini merupakan tugas dari pemerintah dan lembaga2 masyarakat yg tdk bosan2nya mensosialisasikan pengelolaan sampah.

  • Erman

    Kalau menurut saya: masalah sampah ini khususnya masalah plastik pemerintah harus tegas mengatur tentang hal ini. Misalnya menetapkan kepada perusahaan2 yang menggunakan plastik sebagai kemasan productnya untuk bertanggungjawab mendaur ulang plastik. Dan memberi reward kepada yang dapat melakukannya dengan baik.

  • http://himatekk.com inra sumahamijaya

    Pertanyaannya saya adalah setelah pemilahan sampah tingkat rumah tangga terus apa? ditingkat daerah jarang sekali ada pemisahan sampahya. Bukan maksud apa-apa tapi, setelah sampah kita pilah, kita buang di tempat sampah khusus (wet or dry) di rumah kita tapi tetap saja diangkut oleh satu truk yang sama (sampah tadi tercampur lagi dong).

    Di surabaya setahu saya sudah ada pemilahan sampah di tingkat daerah, yang ini memanfaatkan sampah organik dari pasar disekitar situ. Untuk daur ulang plastik, masih menggunakan pemilahan manual tahap akhir (pemulung di TPA).

    Menurut saya, kesadaran ini munkin harus dimulai serentak minimal 1 RT, paling tidak pemulung sampah di RT tersebut diperringan. Atau, kita mulai di kampus sendiri dulu, disekolah-sekolah, dan sarana pendidikan lain.

pestilence439
lovelock506 voltigeur296 fiance206 pecunious261 hyperphysical624 printer549 earnestness679