ITS, Siapkan Energi Alternatif Bantu Atasi Krisis Energi

by on 05/02/09 at 7:38 am | 2 Comments | |

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kini tengah mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai energi alternatif. Dalam upaya mengatasi krisis energi, ITS berusaha menghimpun para pakar untuk turut serta mencari solusi permasalahan ini. Pusat Studi Energi dan Rekayasa (PSER) kini sedang memfokuskan tujuannya pada renewable energy.

PSER dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS telah memetakan potensi-potensi yang ada di ITS khususnya dalam hal energi tebarukan. “Road map-nya telah ada, semua peneliti yang ada di ITS diundang dan berpartisipasi bersama dalam pengembangan energi terbarukan ini,” ungkap Prof.Dr.Ir. I Gede Wibawa, M.Eng, ketua Pusat Studi Energi dan Rekayasa LPPM-ITS.

Sesuai dengan visinya “Menjadi Pusat Ekselensi dan Konservasi Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan”, PSER memfokuskan diri pada penelitian dan pengembangan energi . PSER juga sedang melakukan pengembangan konservasi energi untuk industri dan perusahaan yang meggunakan sumber energi fosil. Selain itu, juga melakukan studi berkaitan dengan energi yang mempunyai dampak positif pada masyarakat secara luas. “Itu semua merupakan misi dari PSER, namun fokus tetap pada energi yang terbarukan,” tambah dosen Teknik Kimia ITS dan guru besar bidang Termodinamika Kimia.Konservasi energi, menurut Gede, dimaksudkan sebagai upaya untuk mengoptimalkan pemenfaatan energi yang bersumber dari fosil.

Atasi Krisi Dengan Teknologi Tahap Hilir

Dalam upaya mengatasi krisis energi, ITS mengambil kebijakan yang lebih menyentuh pada permasalahan nyata dengan memberikan perhatian lebih besar kepada pengembangan teknologi tahap hilir. Tahap hilir tersebut dimaksudkan pada teknologi penggunaan energi yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Sedangkan teknologi hulu untuk mengantisipasi permasalahan energi beberapa tahun ke depan difokuskan oleh ITS dikemudian hari.

Teknologi renewable energy yang saat ini menjadi fokus ITS diantaranya adalah Biomass Energy, Geothermal Energy, Wind Energy, Hydro Energy, Solar Energy, dan Ocean Energy. Dijelaskan bahwa terdapat tiga sektor yang menjadi sumber Biomass Energy, yaitu forestry, agriculture dan estates. Ketiganya diperhitungkan dapat menghasilkan energi sebesar 50.000 MW. Gerthermal Energy diperkirakan memiliki potensi sebesar 27.000 MW dari 40 persen sumber panas bumi dunia. Hydro Energy diperkirakan mencapai potensi sebesar 75.000 MW. Untuk Solar Energy, terdapat dua teknologi yang telah diaplikasikan, yaitu solar thermal energy dan photovoltaics.

Menurut Gede, ITS juga berencana mencanangkan semacam DME (Desa Mandiri Energi), “Jadi ketergantungan terhadap sumber energi yang biasanya dan yang semakin menipis (minyak dan gas, red) akan berkurang, selain itu juga untuk membuktikan bahwa kita bisa mandiri energi, ” tutur pria kelahiran Buleleng, 22 Januari 1963 ini. Dengan program-program penelitian tersebut, ITS berharap mampu membantu pemerintah dalam mencapai sasaran kebjakan energi pada tahun 2010.

Solusi Teknologi yang Telah Diimplementasikan ITS

  • Energi Terbarukan dari Bahan Buangan Industri

    Program ini dilaksanakan oleh Prof.Nonot Soewarno dan Elly Agustiani, M.Eng. Dari program ini didapatkan hasil bawah kolom distilasi untuk duatu industri ethanol 100 kiloliter per hari, sehingga dapat menghemat energi sekitar Rp.125 juta per hari. Selain itu, juga sedang diadakan penelitian untuk pemanfaatan fly dan bottom ash batubara.

  • Implementasi Biogas dari Sapi Perah dengan Pemberdayaan Masyarakat

    Penanggungjawab pelaksananya adalah Dr.Eddy Setyadi S. Telah dibangun biodigester dengan volume 60 meter kubik. Biogas tersebut berbahan baku setidaknya dari kotoran 20 ekor sapi. Biogas tersebut mampu menghidupi kompor gas rumah rumah yang terdapat disekitar biodigester.

  • Pembuatan Bio-Diesel dan Pemanfaatan Produk Sampingnya

    Penanggungjawab pelaksananya adalah Dr.Bambang Sudarmanto, Prof.Djoko Sungkono dan Prof.Rachimoellah. Dalam hal ini, LPPM ITS bekerja sama dengan Pemkab Madiun dan telah membuat mini plant pabrik biodiesel berkapasitas 100 lt per batch. Hasil akhir mini plant tersebut berupa minyak jarak murni (biokerosin) atau dapat diolah lebih lanjut menjadi biodiesel. Spesifikasi biokerosin: FFA < 5 persen, kadar air < 2 persen, dan kadar fosfor < 40 ppm, sedangkan spesifikasi biodiesel telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)

  • Picohydro dan Microhydro Untuk Daerah Terpencil

    Pelaksana program ini adalah Dr.Prabowo. Program ini berupa pemasangan microhydro dengan kapasitas 10-50 kW.

  • Pengembangan Sel Surya

    Pelaksana program ini adalah Prof.Eddy Yahya. Diperlukan setidaknya 5M untuk membuat pabrik sel surya, yakni Market, Material, Machinery Technology, Man, and Money. Untuk Machinery, Man, and Money telah tersedia di Indonesia. Dalam hal Material, Indonesia adalah negara kedua yang memiliki material terbanyak.

  • Audit Energy Untuk Mencapai Konservasi Energi.

    Penanggung jawab pelaksananya adalah Ali Musyafa, M.Sc . Melalui sebuah audit energi, dapat dicapai penghematan konsumsi energi di berbagai gedung dan industri. Beberapa audit yang telah dilakukan di antaranya adalah di Graha Pangera, RS Mata dan berbagai jenis industri lainnya. Audit energi ini dapat menghemat konsumsi energi (dalam KWH/m2 per tahun) hingga 50% dari standar SNI yang diterapkan di industri atau lokasi tersebut.

(Inra/ITS Point)

2 Comments

Antok

Sep 12th, 2009

Inverter sangat membantu untuk konservasi energy pada aplikasi HVAC,Blower,Pompa,kompressor, untuk itu semua Hotel dan Industries yang menggunakan aplikasi tersebut kami sarankan menggunakan Inverter dan kami bisa menghitungkan saving brp % umumnya 30-60%,investasinya brp rp..? dan BEP berapa Bulan. powtran inverter sangat cocok untuk konservasi energy karena harga yang murah dan type yang sesuai dengan kebutuhan dan garansi. untuk detail powtran inverter lihat di http://www.powtran.web.id atau email info@powtran.web.id

Semoga bermanfaat trimakasih.

Salam,

Antok

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>