Gas-Turbine Engine (Part 1)
by Inra Sumahamijaya on 07/02/09 at 8:34 am | 14 Comments | |

Gas Turbine Engine
Gas-turbine engine adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan pembakaran internal. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar roda turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas.
Prinsip Kerja Sistem Turbin Gas (Gas-Turbine Engine)
Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).
Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
- Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
- Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar.
- Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel (nozzle).
- Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan.
Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugiankerugian yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas. Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:
- Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure losses) di ruang bakar.
- Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
- Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
- Adanya mechanical loss, dsb.
Klasifikasi Turbin Gas
Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya, kontruksi poros dan lainnya. Menurut siklusnya turbin gas terdiri dari:
- Turbin gas siklus tertutup (Close cycle)
- Turbin gas siklus terbuka (Open cycle)
Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. Pada turbin gas siklus terbuka, akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke udara atmosfir, sedangkan untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya didinginkan untuk kembali ke dalam proses awal.
Dalam industri turbin gas umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu :
- Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)
Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik yang menghasilkan energi listrik untuk keperluan proses di industri. - Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)
Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin bertekanan tinggi dan turbin bertekanan rendah, dimana turbin gas ini digunakan untuk menggerakkan beban yang berubah seperti kompresor pada unit proses.
Siklus-Siklus Turbin Gas
Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu:
- Siklus Ericson
Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat balik (reversible isobaric). Proses perpindahan panas pada proses isobarik berlangsung di dalam komponen siklus internal (regenerator), dimana effisiensi termalnya adalah : hth = 1 – T1/Th, dimana T1 = temperatur buang dan Th = temperatur panas. - Siklus Stirling
Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (isotermal reversible) dengan volume tetap (isokhorik). Efisiensi termalnya sama dengan efisiensi termal pada siklus Ericson. - Siklus Brayton
Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga saat ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer dalam analisa untuk performance upgrading. Siklus Brayton ini terdiri dari proses kompresi isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan. Pada siklus Bryton tiap-tiap keadaan proses dapat dianalisa secara berikut:

Proses 1 ke 2 (kompresi isentropik). Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma (h2 – h1). Proses 2 ke 3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Jumlah kalor yang dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 – h2). Proses 3 ke 4, ekspansi isentropik didalam turbin. Daya yang dibutuhkan turbin: WT = (ma + mf) (h3 – h4). Proses 4 ke 1, pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara. Jumlah kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 – h1)
Perkembangan Gas Turbin
Disain pertama turbin gas dibuat oleh John Wilkins seorang Inggris pada tahun 1791. Sistem tersebut bekerja dengan gas hasil pembakaran batu bara, kayu atau minyak, kompresornya digerakkan oleh turbin dengan perantaraan rantai roda gigi. Pada tahun 1872, Dr. F. Stolze merancang sistem turbin gas yang menggunakan kompresor aksial bertingkat ganda yang digerakkan langsung oleh turbin reaksi tingkat ganda. Tahun 1908, sesuai dengan konsepsi H. Holzworth, dibuat suatu sistem turbin gas yang mencoba menggunakan proses pembakaran pada volume konstan. Tetapi usaha tersebut dihentikan karena terbentur pada masalah konstruksi ruang bakar dan tekanan gas pembakaran yang berubah sesuai beban. Tahun 1904, “Societe des Turbomoteurs” di Paris membuat suatu sistem turbin gas yang konstruksinya berdasarkan disain Armengaud dan Lemate yang menggunakan bahan bakar cair. Temperatur gas pembakaran yang masuk sekitar 450 C dengan tekanan 45 atm dan kompresornya langsung digerakkan oleh turbin.
Selanjutnya, pada tahun 1935 sistem turbin gas mengalami perkembangan yang pesat dimana diperoleh efisiensi sebesar kurang lebih 15%. Pesawat pancar gas yang pertama diselesaikan oleh “British Thomson Houston Co” pada tahun 1937 sesuai dengan konsepsi Frank Whittle (tahun 1930).


14 Comments
SH4ND1
Mar 16th, 2009
thanks banget ya,…
informasinya sangat membantu untuk mengingatkan kembali, juga menambah
pengetahuan tentang gas turbine compressor,…
tambah lagi ya,… equipment yang berhubungan dengan gas process,…
bravo,… buat pak inra sumahamijaya
bravo,.. baravo,..
maju terus buat majarimagazine
,….
nurcaya
Mar 19th, 2009
bagi rumus tuk cari Qin (panas yang masuk keruang bakar) T3 ga di ketahui, yang ada hanya laju aliran massa bahan bakar dal LHV, dll. bantuin dooong…….!!!!!!!!
inra
Mar 22nd, 2009
Bisa dicari pake energy balance nda? bahan bakarnya apa, trus nti dicari entalphynya…
rizki
Apr 14th, 2009
Trimakasih atas informasinya.. Mohon bantuannya penjelasan tentang sistem udara pembakaran pada Gas Turbine Plant Type 13.E1 nya ya..
NURCAYA
Apr 20th, 2009
makasi dah di bantu dah ketemu qin = LHV *konsumsi bb (natural gas), bener ga? oya minta gambar T-s n P-v tapi yang menyimpang dari siklus brayton
alief
May 29th, 2009
pa tolong beri penjelasan singkat dari perbedaan antara sistem terbuka dengan sistem tertutup pada turbin gas.terutama mengenai jenis bahan bakar dan sistem bahan bakarnya pada masing2 sistem
hendro
Jul 24th, 2009
salam kenal majari,
majari tolong kasi tau donk kasi tau gimana caranya mengevaluasi turbin expander yang dikopel dengan compressor secara termodinamikanya pada proses pendinginan udara di pabrik pemisahan gas oksigen dari unsur lainnya?
unan
Oct 8th, 2009
thank’s bngeD..
sdikT Banyak Na dah membantu penulisan Laporan PKL ku, tentang “sistem proteksi turbine gas”
gandy
Mar 15th, 2010
parameter yang penting untuk menghitung compresor sentrifugal pada turboprop, apa saja?
daniel
Apr 7th, 2010
hai bro!!!!
pengen nanya nih.
ada gak sih literatur yang mnjelaskan tentang bagaimana meningkatkan
efisiensi mesin, khususnya untuk turbin gas, agar performanya dapat mencapai atau kalo bisa sampai melampaui batas performa turbin itu sendiri????
kalo kamu tau menjelaskan tolong di share ya!!!!!!
Utomo
May 26th, 2010
bagaimana cara kerja “Liquid Fuel Module” pada Turbin ??
Dan minta salah satu contoh spesifikasi dari “Liquid Fuel Module”
Mohon dijawab…!! Terima kasih
bara
Jul 21st, 2010
mas seumpama kalo gas turbin engine d taruh ke sistim engine pada mobil bisa gak mas…?
atum n kakam tralala...
Jul 21st, 2010
mas gmn manfaatnya jika kita memakai bahan bakar nya memnggunakan nasi…//?
gas turbinnya masih bisa jalan kah…?
sparatos tos..toni blank
Leave a Comment