<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gambut dan Gasifikasi Biomassa</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/2009/02/gambut-dan-gasifikasi-biomassa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com/2009/02/gambut-dan-gasifikasi-biomassa/</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Aug 2010 04:11:44 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: ardhie</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/gambut-dan-gasifikasi-biomassa/comment-page-1/#comment-14530</link>
		<dc:creator>ardhie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 15:56:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1120#comment-14530</guid>
		<description>pada proses gasifikasi yang menggunakan sekam padi kug sangat sulit untuk mendapatkan gas yang kita inginkan..
kami telah melakukan berbagai modifikasi alat tersebut..
mungkin ada solusi dari masalah tersebut..
terimakasih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pada proses gasifikasi yang menggunakan sekam padi kug sangat sulit untuk mendapatkan gas yang kita inginkan..<br />
kami telah melakukan berbagai modifikasi alat tersebut..<br />
mungkin ada solusi dari masalah tersebut..<br />
terimakasih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurdin ali</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/gambut-dan-gasifikasi-biomassa/comment-page-1/#comment-6068</link>
		<dc:creator>nurdin ali</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 13:12:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1120#comment-6068</guid>
		<description>Kalau masalah gambut dapat dijadikan bahan bakar sperti penelitian diatas, saya pikir
sudah terlambat, di Firlandia sudah lebih dari 30 tahun mereka memakai gambut menjadi
bahan bakar alternatifnya, di Indonesia sendiri sudah lebih dari 20 tahun memakai gambut
untuk  bahan bakar alternatif khususnya untuk PLTU, di Riau misalnya.
sebenarnya kita ketinggalan informasi. 
TQ</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau masalah gambut dapat dijadikan bahan bakar sperti penelitian diatas, saya pikir<br />
sudah terlambat, di Firlandia sudah lebih dari 30 tahun mereka memakai gambut menjadi<br />
bahan bakar alternatifnya, di Indonesia sendiri sudah lebih dari 20 tahun memakai gambut<br />
untuk  bahan bakar alternatif khususnya untuk PLTU, di Riau misalnya.<br />
sebenarnya kita ketinggalan informasi.<br />
TQ</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 02073</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2009/02/gambut-dan-gasifikasi-biomassa/comment-page-1/#comment-4474</link>
		<dc:creator>02073</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 09:41:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/?p=1120#comment-4474</guid>
		<description>Mo curhat soal lahan gambut ini :

Lahan gambut ini emg menjanjikan bgt dr kandungan energinya &amp; feedstock yg ada di indonesia, tapi sayangnya kalah hawa sm sawit... Sawit yg sdh tergolong biasa dr segi pengolahan n marketnya yg sdh mengakar, malah geser posisi si lahan gambut ini. Terbukti dari kebijakan pemerintah yg ¨memanfaatkan¨ lahan gambut ini utk tanam kelapa sawit.

Apa ada yg protes dr dalam negeri? harusnya sih ada, tp lebih kenceng suara org2 sawit ya, n guess what?! group biodiesel di jerman (UFOP) protes keras soal kebijakan pemerintah ini (detailnya disini -&gt; http://www.biodieselmagazine.com/article.jsp?article_id=3269).

Ini nih dilemanya di negara2 produsen kayak indo. Kita punya bahan bakunya, teknologi kita punya basic-nya (dan sangat bisa diimprove lewat pengalaman, di negara2 maju jg gitu koq), tp sayangnya ada alternatif laen yg lebih menjanjikan dr faktor ekonomi. 

Nah, itu pokok masalahnya, g sbg org awam bisa kasih solusi ky gini : 
1. Rupanya gasifikasi gambut ini kan sdh dimulai penelitiannya, ini udah one step ahead! brangkat dr penelitian rigorous ini, coba tanyain ke dosennya (pak herri? pak tatang?) udah sampe mana perkembangannya, bisa ga diaplikasikan ke lapangan, yg tentunya utk aplikasi langsung butuh biaya, dosen -&gt; byk kenalan (pasti ada cara).

2. Yg tadi itu cara alusnya, sekarang cara nekadnya : quick review penelitian ini &amp; tekankan di parameter2 kritisnya, abis itu tulis surat &amp; call langsung ke dept2 terkait (ristek? bppt?) utk tau tanggapan n peluangnya, obrolin sm dosennya n ajuin proposal dgn nama itb. 
Dari sini qt bs byk belajar ap sih yg nyebabin penelitian2 yg brilliant (yg harusnya bs difollow up n commercialized) koq malah melempem n msuk filing cabinet gitu doang??

Nah, itu pandangan g, tp ga cm sebatas memandang, kalo emang tertarik, g siap buat dilibatkan =D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mo curhat soal lahan gambut ini :</p>
<p>Lahan gambut ini emg menjanjikan bgt dr kandungan energinya &amp; feedstock yg ada di indonesia, tapi sayangnya kalah hawa sm sawit&#8230; Sawit yg sdh tergolong biasa dr segi pengolahan n marketnya yg sdh mengakar, malah geser posisi si lahan gambut ini. Terbukti dari kebijakan pemerintah yg ¨memanfaatkan¨ lahan gambut ini utk tanam kelapa sawit.</p>
<p>Apa ada yg protes dr dalam negeri? harusnya sih ada, tp lebih kenceng suara org2 sawit ya, n guess what?! group biodiesel di jerman (UFOP) protes keras soal kebijakan pemerintah ini (detailnya disini -&gt; <a href="http://www.biodieselmagazine.com/article.jsp?article_id=3269)" rel="nofollow">http://www.biodieselmagazine.com/article.jsp?article_id=3269)</a>.</p>
<p>Ini nih dilemanya di negara2 produsen kayak indo. Kita punya bahan bakunya, teknologi kita punya basic-nya (dan sangat bisa diimprove lewat pengalaman, di negara2 maju jg gitu koq), tp sayangnya ada alternatif laen yg lebih menjanjikan dr faktor ekonomi. </p>
<p>Nah, itu pokok masalahnya, g sbg org awam bisa kasih solusi ky gini :<br />
1. Rupanya gasifikasi gambut ini kan sdh dimulai penelitiannya, ini udah one step ahead! brangkat dr penelitian rigorous ini, coba tanyain ke dosennya (pak herri? pak tatang?) udah sampe mana perkembangannya, bisa ga diaplikasikan ke lapangan, yg tentunya utk aplikasi langsung butuh biaya, dosen -&gt; byk kenalan (pasti ada cara).</p>
<p>2. Yg tadi itu cara alusnya, sekarang cara nekadnya : quick review penelitian ini &amp; tekankan di parameter2 kritisnya, abis itu tulis surat &amp; call langsung ke dept2 terkait (ristek? bppt?) utk tau tanggapan n peluangnya, obrolin sm dosennya n ajuin proposal dgn nama itb.<br />
Dari sini qt bs byk belajar ap sih yg nyebabin penelitian2 yg brilliant (yg harusnya bs difollow up n commercialized) koq malah melempem n msuk filing cabinet gitu doang??</p>
<p>Nah, itu pandangan g, tp ga cm sebatas memandang, kalo emang tertarik, g siap buat dilibatkan =D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
