Gambut dan Gasifikasi Biomassa
by Saepul Rohman on 03/02/09 at 7:13 am | 4 Comments | |
Ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil perlu segera dicarikan solusinya. Sebelum terjadinya krisis energi global akibat kelangkaan bahan bakar fosil yang menurut Association for the Study of Peak Oil and Gas (ASPO) diperkirakan akan terjadi di akhir abad 21 ini. Tentu saja hal itu dapat kita cegah bila kita siap menciptakan sumber energi terbarukan. Gasifikasi biomassa dapat menjadi salah satu solusi menjanjikan untuk menjawab tantangan krisis energi global tersebut.
Gasifikasi adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung karbon untuk mengubah material baik cair maupun padat menjadi bahan bakar gas dengan menggunakan temperatur tinggi. Gas yang dihasilkan mempunyai nilai bakar sehingga dapat menghasilkan energi.
Mungkinkah Gambut?
Siapa sangka gambut yang selama ini kita kenal hanya sebagai salah satu jenis tanah yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi, ternyata mungkin untuk dijadikan sebagai sumber energi baru. Penelitian pun dilakukan oleh Eka Satrya B.K.W., Habib Ahmad Gebril A.Z., Mahasiswa Teknik Kimia ITB angkatan 2004, dibawah bimbingan dosen Dr. Yazid Bindar. Dengan judul: “Gasifikasi Gambut dengan Metoda Fluidisasi Tersirkulasi”.
Gambut memiliki kadar karbon cukup tinggi sehingga berpotensi untuk dijadikan bahan bakar. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah gambut menjadi bahan bakar adalah gasifikasi. Dengan teknik gasifikasi, gambut diharapkan dapat menjadi sumber bahan bakar yang potensial untuk mengatasi krisis energi.
Gambut merupakan timbunan material vegetasi yang tidak terdekomposisi secara sempurna. Pada prinsipnya, gambut terbentuk dari vegetasi yang mengalami hambatan dalam proses dekomposisinya pada lingkungan asam dimana terjadi genangan air sepanjang tahun atau disebut kondisi rawa. Pada kondisi ini, dekomposisi yang membutuhkan kehadiran oksigen menjadi terhambat, sehingga vegetasi di lingkungan tersebut terakumulasi dengan lambat (Fuchsman, 1980).
Gambut memiliki bentuk dan ukuran yang beragam. Sebagian besar gambut yang digunakan berbentuk bongkahan. Selain itu gambut juga memiliki kadar air tinggi. Sebagai umpan gasifikasi, jika digunakan secara langsung, maka gambut akan sulit diproses dan dapat mengganggu kinerja gasifikasi. Oleh sebab itu, pengolahan awal terhadap gambut perlu dilakukan. Pengolahan awal tersebut berupa pengecilan dan penyeragaman ukuran serta pengurangan kadar air pada gambut.
Proses gasifikasi gambut terdiri dari tahap pemanasan gasifier, pengumpanan pasir, pengumpanan bahan bakar. Pemanasan gasifier dilakukan hingga temperatur bagian bawah gasifier mencapai temperatur gasifikasi, yaitu 800 – 1000 °C. Pada saat temperatur bagian bawah gasifier mencapai 700 °C, pasir diumpankan ke gasifier. Ketika temperatur gasifikasi tercapai, bahan bakar diumpankan ke gasifier.
Berdasarkan percobaan gasifikasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa gambut dapat tergasifikasi melalui mekanisme fluidisasi. Sifat reaktif gambut memungkinkan terjadinya gasifikasi dengan cepat. Karakteristik gasifikasi gambut yang diperoleh pada percobaan gasifikasi gambut yaitu: profil temperatur gasifikasi; kandungan gas produser terdiri dari CO, H2, CH4, CO2, O2, dan N2; perolehan gas produser; nilai bakar gas produser (LHV); efisiensi gasifikasi; serta konversi karbon. Dan yang tidak kalah penting adalah nilai bakar gas produser (LHV) yang cukup besar, yakni 1330 – 1370,6 kJ/Nm3.
Satu pelajaran penting yang dapat diambil adalah mungkin selama ini kita belum tergerak mengoptimalkan sumber daya alam di sekitar kita dan bahkan selama ini terabaikan. Kalau gambut saja bisa dijadikan sumber energi baru, maka bagaimana dengan kekayaan lain negeri Indonesia ini mulai dari rempah – rempah hingga minyak bumi?
Sekedar mengingatkan bahwa kekayaan alam bangsa kita sangat banyak, dan mereka menunggu untuk dimanfaatkan secara optimal oleh putra – putri terbaik negeri ini, demi kemakmuran negeri kita juga tentunya.
Sumber:
1. “Gasifikasi Gambut dengan Metoda Fluidisasi Tersirkulasi”. Eka Satrya B.K.W., Habib Ahmad Gebril A.Z.
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Gasification
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Gambut


4 Comments
02073
Feb 26th, 2009
Mo curhat soal lahan gambut ini :
Lahan gambut ini emg menjanjikan bgt dr kandungan energinya & feedstock yg ada di indonesia, tapi sayangnya kalah hawa sm sawit… Sawit yg sdh tergolong biasa dr segi pengolahan n marketnya yg sdh mengakar, malah geser posisi si lahan gambut ini. Terbukti dari kebijakan pemerintah yg ¨memanfaatkan¨ lahan gambut ini utk tanam kelapa sawit.
Apa ada yg protes dr dalam negeri? harusnya sih ada, tp lebih kenceng suara org2 sawit ya, n guess what?! group biodiesel di jerman (UFOP) protes keras soal kebijakan pemerintah ini (detailnya disini -> http://www.biodieselmagazine.com/article.jsp?article_id=3269).
Ini nih dilemanya di negara2 produsen kayak indo. Kita punya bahan bakunya, teknologi kita punya basic-nya (dan sangat bisa diimprove lewat pengalaman, di negara2 maju jg gitu koq), tp sayangnya ada alternatif laen yg lebih menjanjikan dr faktor ekonomi.
Nah, itu pokok masalahnya, g sbg org awam bisa kasih solusi ky gini :
1. Rupanya gasifikasi gambut ini kan sdh dimulai penelitiannya, ini udah one step ahead! brangkat dr penelitian rigorous ini, coba tanyain ke dosennya (pak herri? pak tatang?) udah sampe mana perkembangannya, bisa ga diaplikasikan ke lapangan, yg tentunya utk aplikasi langsung butuh biaya, dosen -> byk kenalan (pasti ada cara).
2. Yg tadi itu cara alusnya, sekarang cara nekadnya : quick review penelitian ini & tekankan di parameter2 kritisnya, abis itu tulis surat & call langsung ke dept2 terkait (ristek? bppt?) utk tau tanggapan n peluangnya, obrolin sm dosennya n ajuin proposal dgn nama itb.
Dari sini qt bs byk belajar ap sih yg nyebabin penelitian2 yg brilliant (yg harusnya bs difollow up n commercialized) koq malah melempem n msuk filing cabinet gitu doang??
Nah, itu pandangan g, tp ga cm sebatas memandang, kalo emang tertarik, g siap buat dilibatkan =D
nurdin ali
Apr 15th, 2009
Kalau masalah gambut dapat dijadikan bahan bakar sperti penelitian diatas, saya pikir
sudah terlambat, di Firlandia sudah lebih dari 30 tahun mereka memakai gambut menjadi
bahan bakar alternatifnya, di Indonesia sendiri sudah lebih dari 20 tahun memakai gambut
untuk bahan bakar alternatif khususnya untuk PLTU, di Riau misalnya.
sebenarnya kita ketinggalan informasi.
TQ
ardhie
May 20th, 2010
pada proses gasifikasi yang menggunakan sekam padi kug sangat sulit untuk mendapatkan gas yang kita inginkan..
kami telah melakukan berbagai modifikasi alat tersebut..
mungkin ada solusi dari masalah tersebut..
terimakasih…
Danan Eko Cahyono ST
Jan 28th, 2012
Ide tersebut diatas sangatlah cocok dan sangatlah bagus bila diterapkan di indonesia. Biomass sangat banyak tersebar, belum lagi kalo kita bicara Limbah kertas dan Limbah sawit. Luuuuuaaarrrrr biasa banyak dan dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar terbaharukan secara kontinyu. Alangkah sayangnya bila pihak Usahawan dan Pemerintah tidak memperdayakan sumber bahan bakar ini.
Kami telah melakukan riset panjang dan telah diuji cobakan di industri. Hasilnya sangat Luar Biasa. Untuk Aplikasi energi pembangkit listrik pun sangat Mumpuni. Kami Mengundang Para Investor untuk mengaplikasikan teknologi ini agar menjadikan Indonesia yang terdepan dalam pengolahan Energi Biomass, dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomass. Jadi Ide bukan hanya hidup di dunia mimpi dan Khayalan namun harus sebagai kunci untuk membuatnya jadi nyata.
Untuk teknologi Aplikasi yang kami sudah aplikasikan bisa di lihat di daftar blog kami dibawah ini (Terima kasih Sudah Berkunjung, Jangan lupa beri Komentar)
Usulan Pemecahan Masalah untuk Pengolahan limbah sludge di PT Adiprima Suraprinta di : http://santosorising.blogspot.com/2012/01/usulan-pemecahan-masalah-untuk.html
Usullan Pemecahan Masalah di PT PINDO DELI PULP & PAPER MILLS di : http://santosorising.blogspot.com/2012/01/sludge-kertas-sebagai-sumber-bahan.html\
Perbandingan Biaya Konsumsi : http://santosorising.blogspot.com/2012/01/perbandingan-biaya-konsumsi.html
PERBANDINGAN PENGGUNAAN BBM DAN BIOMASS Tahun 2006 di : http://santosorising.blogspot.com/2012/01/perbandingan-penggunaan-bbm-dan-biomass.html
System Kerja Biomass Furnace di : http://santosorising.blogspot.com/2012/01/system-kerja-biomass-furnace.html
Leave a Comment