Atasi Limbah Oil Sludge dengan Teknologi Plasma
by Dian Shofinita on 28/02/09 at 3:18 am | 11 Comments | |
Dua bulan lalu, perairan Batam kedatangan tamu tak dikenal. Kapal tanker asing berbendera San Lorenzo, MT Seraya, berupaya mencurahkan sebanyak 6 ton sludge oil sisa daur ulang ke laut. Mereka membawa limbah tersebut tanpa dokumen lengkap. Perairan Batam memang berulang kali menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari kapal, terutama kapal-kapal asing. Kasus pencemaran akibat oil sludge seperti ini juga pernah terjadi di Tarakan (Kalimantan Timur), Riau, Sorong (Papua), dan terakhir di Indramayu.
Tentu saja para pembuang limbah itu belum tahu tentang teknologi plasma. Teknologi plasma banyak diterapkan sebagai teknik pengolahan limbah, salah satunya limbah oil sludge. Oil sludge adalah endapan sedimentasi pada dasar tangki penyimpanan akibat oksidasi proses yang dipicu oleh kontak antara minyak, udara dan air. Oil sludge terdiri dari minyak (hidrokarbon), air, abu, karat tangki, pasir, dan bahan kimia lainnya.
Oil sludge dapat diolah lewat plasma suhu tinggi (thermal plasma). Thermal plasma adalah gas yang terionisasi dengan suhu tinggi diatas 10.000 รป. Thermal plasma dapat dibuat dengan electric arc, yang terbentuk diantara dua elektroda, dalam sebuah alat yang disebut plasma torch. Dengan memasukkan gas seperti udara, argon, nitrogen, steam dan sebagainya ke dalam plasma torch, atom atau molekul gas akan bertumbukan dengan elektron yang terbentuk dalam electric arc. Hasil dari proses ini adalah panas dan gas terionisasi yang akan memproduksi thermal plasma jet dengan temperatur yang sangat tinggi. Plasma yang dihasilkan oleh plasma torch ini dipergunakan untuk menguapkan senyawa organik (hidrokarbon) yang terkandung dalam oil sludge. Senyawa organik yang menguap dapat dibentuk kembali dalam bentuk minyak, dan dapat dimanfaatkan.
Energi yang diperlukan dalam proses dibentuk dalam plasma torch. Gas yang dipergunakan dalam torch adalah argon atau nitrogen. Gas organik yang yang terbentuk dalam reaktor bersamaan dengan gas argon atau nitrogen kemudian dimasukkan ke dalam kondensor, untuk mengubah uap gas tadi menjadi cairan. Setelah melalui pendinginan dalam kondensor cairan yang terbentuk dari gas organik tadi adalah light oil yang 100% dapat dipergunakan kembali. Gas argon atau nitrogen sendiri dapat dipergunakan kembali dalam reaktor proses.
Normal operasi temperatur yang dipergunakan dalam proses ini adalah sekitar 800 hingga 1200 derajat Celcius. Kondisi dalam reaktor proses dikondisikan sedemikian rupa agar tidak terjadi proses oksidasi pada material hidrokarbon dan dapat mendukung proses pembentukan minyak pada kondensator. Residu yang dihasilkan dari proses ini akan bebas dari kandungan hidrokarbon, dan siap untuk dibuang ke TPA dengan aman.
Apabila pada oil sludge terkandung logam berat seperti timbal, proses lanjutan dengan plasma dapat dilakukan untuk mendaur ulang logam tersebut. Beberapa kelebihan dari pemanfaatan proses ini adalah energi efisiensinya dapat mencapai 80%. Hal ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada proses yang menggunakan gas atau bahan bakar minyak lain yang hanya dapat mencapai 20%. Plasma proses akan lebih efektif jika diaplikasikan pada limbah oil sludge yang memiliki kandungan hydrocarbon di atas 10%. Selanjutnya, kandungan hydrocarbon pada residu yang dihasilkan berkisar dibawah 0.01% dari total hidrokarbon. Dengan penerapan plasma proses , maka limbah oil sludge dapat didaur ulang sehingga dapat menjadikan nilai tambah bagi industri perminyakan nasional.
Referensi: http://indeni.org/
Gambar: http://www.flickr.com/photos/25160595@N06/2374362016/
http://www.flickr.com/photos/miedo/62138622/




11 Comments
Fathur Rahman
Mar 1st, 2009
Hai Shofi ni gw Fathur 8 ank. 2006.. masi inget nga??
Kebetulan Fathur lagi browsing mengenai teknologi plasma..
Coz’ Riset fathur mengenai itu..
Kalo ada jurnal2 ilmiah tentang teknologi plasma pm-in ke email fathur ya..
Buat nambah2 literatur aja..
Tx be4
Adi Lukmanto
Mar 7th, 2009
minta ke pak bismo aja thur… lengkap…
Fathur Rahman
Mar 16th, 2009
Eh ada bang adi..
Pak bismo kan tau sendiri gimana orangnya ^_^
Piss
Asep
Apr 21st, 2009
Wah, bagus sekali tuh teknologi plasma. Tapi di indonesia sudah ada belum ya? Kalo ada di mana dan untuk pengolahan limbah apa. Material yang digunakan apa yah mengingat plasma menghasilkan temperatur yang sangat tinggi. Trus kebutuhan listriknya berapa watt?
felix
May 13th, 2009
kalo direcoveri energinya dengan co-processing di tanur semen kayaknya juga bisa. temperatur di tanur mencapai 1450C, dan ini bisanurunin konsumsi bahan bakar konvensional, tapi tetep monitoring untuk meminimisasi teremisikanya gas berbahaya
herald
Aug 11th, 2009
Saya sangat tertarik dengan proses Teknologi Plasma untuk menguraikan sludge oil spt yang diuraikan tsb di atas. kebetulan kami punya limbah tersebut cukup banyak (12 juta mt) dan siap untuk diolah.
Jika bapak berkenan sbg tenaga ahli dapat menghubungi kami di email: mra_pt@yahoo.com Kami ingin mengajak kerjasama untuk menerapkan teknologi ini secara real.
Rgds
Herald Ardian
PT MITRA RAJAWALI
herald
Aug 11th, 2009
Atau menghubungi kami di 08134444676, pls sms before call.
Rgds
Herald
herald
Aug 11th, 2009
Revised Number: 0813 444 24 676.
Kami juga mendengar bahwa limbah tsb dapat digunakan untuk Aspal atau MFO dsb.
Jika ada yang mengetahui pemanfaatannya dapat menghubungi kami, dgn alamat tsb di atas. Thanks.-
Rgds
Herald
senin
Aug 21st, 2009
salam,
mau nanya, bisa kasih penjelasan ga tentang perkiraan sludge dari tangki timbun BBM.
terimakasih…
harry kurnia
Mar 23rd, 2010
kebetulan saya lagi skripsi yang berkaitan tentang oksida process dalam mengolah air limbah industri perminyakan.
boleh share juga gak nich mengenai oxida process ??
Kira-kira ada yang tahu gak ya ? tolooong doong…. pleasee yeee….
thanks before
asoi....
Jun 6th, 2010
hahahaiiii….. thanks artikelnya ya……… tugas ku selesai juga
Leave a Comment