Bahan Bakar Alternatif Dengan DiMethyl Ether

by on 08/12/08 at 3:54 pm | 11 Comments | |

Dimethyl Ether (CH3OCH3)

Dimethyl Ether (CH3OCH3)

DiMethylEther (DME) merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti BBM. Layaknya biosolar, DME tergolong bahan alternatif yang dapat diperbaharui dan dapat digunakan untuk mesin diesel serta untuk kompor gas sebagai bahan bakar rumah tangga.

MajariMagazine (Dec, 2008) – DME memiliki monostruktur kimia yang sederhana (CH3-O-CH3), berbentuk gas pada ambient temperature (suhu lingkungan), dan dapat dicairkan seperti halnya Liquefied Petroleum Gas (LPG) sehingga infrastruktur untuk LPG dapat juga digunakan untuk DME. DME adalah bahan bakar multi-source (dapat didapatkan dari banyak sumber), diantaranya dari gas alam, fuel oil, batubara, limbah plastik, limbah kertas, limbah pabrik gula, dan biomassa. Saat ini, DME diproduksi dari gas alam melalui reaksi dehidrasi metanol dan penggunaannya sebagian besar ditujukan untuk aerosol propellant (gas pendorong) pengganti CFC (chlorofluorocarbon) pada hair spray atau deodorant serta penggunaan yang terbatas sebagai bahan bakar rumah tangga berupa campuran (blending) DME-LPG.

Perkembangan DME
DiMethylEther termasuk bahan kimia tidak beracun, senyawa yang tidak mengandung unsur Sulfur (S) dan Nitrogen (N), sehingga memungkinkan emisi SOx, Nox, particulate matter, dan jelaga yang jauh lebih rendah dari solar. DME tidak bersifat korosif terhadap metal. Di China, pabrik DME komersial dengan kapasitas 30 ton per hari (10.000 ton/tahun) telah dibangun oleh Lituanhua Group Incorporation dengan lisensi teknologi dari Toyo Engineering Japan dan dioperasikan pada bulan Agustus 2003. Atas dasar keberhasilan ini, telah dilanjutkan pembangunan lainnya dengan kapasitas yang lebih besar (110.000 ton per tahun) dan telah dioperasikan pada akhir tahun 2005. Pada Desember 2006, China menandatangani kerjasama antara Lituanhua Group dan Toyo Engineering untuk pembangunan DME Plant dengan kapasitas 1 juta ton per tahun di Provinsi Mongolia, yang akan menjadi kilang DME terbesar di dunia.

Konsumsi DME di China saat ini diperkirakan mencapai 120.000 ton per tahun, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan aerosol propellant, bahan baku industri kimia, dan sebagian kecil digunakan untuk bahan bakar rumah tangga di-blending (campuran) antara DME dengan LPG. Di Jepang, konsumsi DME mencapai 10.000 ton per tahun, sebagian besar sebagai untuk aerosol propellant pada hair spray atau deodorant. Karena sifat dan kualitasnya yang hampir sama dengan LPG, Pemeritah Jepang merencanakan untuk mensubsitusi sebagian pemakaian LPG dengan DME.

Pemerintah Swedia, bersama Swedish Energy Agency, tengah melakukan penelitian pengembangan mesin diesel DME sebagai pengganti solar (gas oil) dan dijadwalkan akan selesai pada tahun 2010. Perusahaan otomotif Swedia, Volvo, telah mengembangkan mesin diesel DME untuk bus dan truk dan saat ini telah memasuki tahap pembuatan mesin diesel DME generasi ketiga. Demikian juga Nissan dari Jepang dengan proyek mesin diesel DME, 6900cc tipe PW 25A DME untuk kendaraan berat.

Proses Pembuatan DME
DME dapat diperoleh melalui dua cara, yaitu melalui proses langsung dan proses tidak langsung. Melalui proses tidak langsung, methanol disintesis terlebih dahulu, diikuti dengan reaksi dehidrasi methanol, dan pada reaktor terpisah DME akan disintesis. Pda proses pembentukan langsung, syngas (H2 & CO) disintesis menjadi DME.

Prospek DME di Indonesia
Bahan baku pembuatan DME sangat beragam dan dapat dijumpai di Indonesia, mulai dari gas alam, batubara, residu minyak, limbah plastik, limbah peternakan, limbah pabrik gula, hingga limbah kertas. Penggunaan blending DME-LPG untuk rumah tangga akan mengantisipasi kekurangan LPG di masa yang akan datang. Selain itu, sumber gas alam yang potensial dan belum teralokasikan dapat dipertimbangkan sebagai bahan baku pabrik DME di Indonesia guna mengantisipasi kebutuhan DME dunia: subsituen chlorofluorocarbon (CFC) pada aerosol propellant untuk hair spray, deodorant, dan kebutuhan kosmetik lainnya.

(inra/Pertamina, Wiki, SH)

  • http://www.semuaorangtau.blogspot.com Uno_pams

    Thanks,,,infonya
    sangat bermafaat…

  • Pingback: Bahan Bakar Alternatif Dengan DiMethyl Ether « dittakris

  • http://umor-rex.net andrea

    Apakah bahan baku DME bisa berasal dari Aren .. ? mengingat Aren juga bisa dijadikan bahan alternatif untuk bioenergy …, ^_^

  • mario

    Rekans,

    Berapa market demand dari DME di indonesia saat ini?
    kalau ada yg punya info, please share yah.
    (harganya masih around US$240?)

  • http://[email protected] artha

    Untuk pembuatan DME apakah bisa dipelajari oleh orang awam, krn saya belajar urban and regional planning tapi pengen banget bisa belajar energy alternatif

    Mohon arahannya membeli bukunya dimana dan judulnya apa

    Terima Kasih

    Salam

    Artha

  • http://majarimagazine.com/author/inra/ Inra Sumahamijaya

    @mudz makasi mba…semoga lancar ng-lab nya…informasi seputar thermo-nya ditunggu yah mba, siapa tau bisa dipublish nti…

  • http://- IMAM SANTOSA

    beritaaaaaa menarik dan banyak manfaatnya,

  • mudz

    good job my bro….

  • http://chem-eng.its.ac.id/emissivity Inra Sumahamijaya

    PT Arrtu Mega Energie berniat membangun kilang pengolahan batu bara rendah kalori menjadi bahan bakar gas alternatif dimethyl ether (DME) dengan investasi 1,9 miliar dolar AS di Riau. PT Pertamina akan menampung produksi DME Arrtu, bahkan bekerja sama membangun kilang DME bila prospeknya bagus.

    DME bisa jadi pengganti LPG untuk skala rumah tangga dan bila feedstock nya dari batu bara, lebih murah dari LPG nya gas alam. DME dapat berbentuk Liquid dalam tekanan tinggi sama seperti Liquidnya LNG. Harga DME dunia mencapai US$ 241.5/Ton. Info lebih lanjut tentang DME silahkan browse di sini. Hasil penelitian studi kelayakan plant DME di Indonesia sudah dipublikasikan oleh Husaini and Yusep Kartiwa Caryana Research and Development Center for Oil and Gas Technology – Lemigas.

    Terima kasih sudah bergabung di farum kami. Setelah Registrasi, silahkan kamu login dan berinteraksi dengan lebih dari 1000 orang teman-teman mu di seluruh Indonesia (yang dari luar negri juga ada).

  • Soesanto

    Majari Magazine ,

    Mau ikut nyumbang info mengenai DME supaya DME lebih dikenal di Indonesia.

    Pada tahun 1995 disebuah kota di RRC telah dibangun sebuah DME pilot plant dengan
    kapasitas 500 ton/thn ; dimana hasil produksinya digunakan oleh sekitar 3000 rumah
    tangga sebagai Cooking Fuel pengganti LPG.
    Feedstock yg dipakai adalah Methanol.
    Pabrik tsb bertahan selama 2 thn dan terpaksa ditutup bukan oleh masalah teknis atau problem2 dalam penggunaannya sbg cooking fuel , akan tetapi oleh melambungnya harga
    Methanol sehingga tidak kompetitif lagi thd LPG

    Production cost untuk 1ton DME adalah 1.5 kali harga Methanol ditambah O&M cost sebesar 0.5 harga Methanol , sedangkan harga Methanol saat itu 1000 Yuan.
    Saran dari pengelola pabrik tsb untuk menekan production cost adalah mengintegrasikan
    pabrik DME didalam satu pabrik Methanol

    Ada baiknya kalau sekarang dimulai membuat satu Pra Studi Kelayakan untuk pembangunan satu DME Demonstration Plant sebagai uji coba , mengingat Feedstock berupa Natural Gas dan Batu bara sangat melimpah di Indonesia ; daripada mengimpor
    LPG sebanyak 1,3 juta ton per tahun !

    Salam

    Soesanto

  • L1ngg@

    Hohoho….. Tambah banyak aja Energi Alternatif di bumi ini….
    Tapi harga jual DME di dunia berapa ya??
    Pabriknya ada di Indonesia atau ga sich? Kegunaanya apakah hanya itu?
    Di Indonesia sudah dijual bebas ga??
    kalo DME sudah bisa dijadikan sebagai pengganti bahan bakar diesel, berarti dikondisikan cair dong..

    Buat Majari Magazine.
    Aq ikut registrasi di forum majari, tapi ga tau gimana memanfaatkannya.. Tempat buat nanya, ngasih komen, dll di mana sich??

    mohon Tanggapannya ya ke [email protected]
    Makasih semuanya….

pestilence439
lovelock506 voltigeur296 fiance206 pecunious261 hyperphysical624 printer549 earnestness679