Produksi Metil Ester Sulfonat untuk Surfaktan

by Dinda Elefani on 03/05/08 at 12:44 pm | 28 Comments | |

Head and Tails
A micelle. The lipophilic ends of the surfactant molecules dissolve in the oil, while the hydrophilic charged ends remain outside, shielding the rest of the hydrophobic micelle

Teman-teman pasti mengenal berbagai macam produk personal care, shampoo, maupun deterjen. Lalu, bagaimana produk-produk tersebut dibuat? Semuanya itu tidak terlepas dari kandungan aktif bernama surfaktan yang terdapat didalamnya. Bahkan, surfaktan juga digunakan sebagai bahan aktif pada lumpur pengeboran minyak.

Apa itu surfaktan?

Surfaktan (surface acting agent) merupakan senyawa organik yang dalam molekulnya memiliki sedikitnya satu gugus hidrofilik dan satu gugus hidrofobik. Apabila ditambahkan ke suatu cairan pada konsentrasi rendah, maka dapat mengubah karakteristik tegangan permukaan dan antarmuka cairan tersebut. Antarmuka adalah bagian dimana dua fasa saling bertemu/kontak. Permukaan yaitu antarmuka dimana satu fasa kontak dengan gas, biasanya udara.

Ekor : Hidrofobik (grup nonpolar) Kepala : Hidrofilik (grup polar)
Bersifat hidrofobik dalam media air Bersifat hidrofilik dalam media air
Bersifat hidrofilik dalam media hidrokarbon Bersifat hidrofobik dalam media hidrokarbon
Polarised Light Microscopy
Surfactant. Polarised Light Microscopy imaging of a liquid-crystalline phase formed during the melting process of a surfactant.

Saat ini surfaktan deterjen masih didominasi oleh produk turunan petrokimia yang bernama Linier Alkyl Benzene Sulfonat (LABS). Semakin tingginya harga minyak bumi dunia membuat beberapa pabrikan deterjen di Amerika dan Jepang sudah mulai menggunakan metil ester sulfonat (MES) berbasis minyak nabati. Beberapa produsen oleochemical bahkan pabrik biodiesel (metil ester) sudah memasang unit sulfonasi untuk bisa paralel membuat metil ester atau terus ke MES untuk bahan deterjen.

MES memiliki beberapa kelebihan dibandingkan surfaktan lainnya, yaitu antara lain kemampuan penyabunan yang baik; terutama yang berasal dari C16 dan C18 (dari minyak kelapa), toleransi yang baik terhadap kesadahan air, bersinergi baik dengan sabun (sebagai zat aditif sabun), daya larut dalam air yang baik, lembut dan tidak iritasi pada kulit, dan memiliki karakteristik biodegradasi yang baik.

Produksi Metil Ester Sulfonat

Produksi metil ester sulfonat dalam skala industri terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu tahap sulfonasi, tahap pemucatan, tahap netralisasi, dan tahap pengeringan.

  1. Tahap Sulfonasi
    MES diproduksi melalui proses sulfonasi metil ester dengan campuran SO3/udara. Reaksi pengontakkan SO3 dan bahan organik terjadi di dalam suatu falling film reactor. Gas dan organik mengalir di dalam tube secara co-current dari bagian atas reaktor pada temperatur 45oC dan keluar reaktor pada temperatur sekitar 30oC. Proses pendinginan dilakukan dengan air pendingin yang berasal dari cooling tower. Air pendingin ini mengalir pada bagian shell dari reaktor. Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan temperatur reaksi akibat reaksi eksoterm yang berlangsung di dalam reaktor.

    Agar campuran MESA mencapai waktu yang tepat dalam reaksi sulfonasi yang sempurna, MESA harus dilewatkan kedalam digester yang memilki temperature konstan (~80oC) selama kurang lebih satu jam. Efek samping dari MESA digestion adalah penggelapan warna campuran asam sulfonat secara signifikan. Sementara itu, gas-gas yang meninggalkan reaktor menuju sistem pembersihan gas buangan (waste gas cleaning system).

  2. Tahap Pemucatan (Bleaching)
    Untuk mengurangi warna sampai sesuai dengan spesifikasi, digested MESA harus diukur didalam sistem kontinu acid bleaching, dimana dicampurkan dengan laju alir metanol yang terkontrol dan hidrogen peroksida sesudahnya. Reaksi bleaching lalu dilanjutkan dengan metanol reflux dan pengontrolan temperatur yang presisi.
  3. Tahap Netralisasi
    Acid ester yang terbentuk dalam proses sulfonasi bersifat tidak stabil dan mudah terhidrolisis. Oleh karena itu, pencampuran yang sempurna antara asam sulfonat dan aliran basa dibutuhkan dalam proses netralisasi untuk mencegah lokalisasi kenaikan pH dan temperatur yang dapat mengakibatkan reaksi hidrolisis yang berlebih. Neutralizer beroperasi secara kontinu, mempertahankan komposisi dan pH dari pasta secara otomatis.
  4. Tahap Pengeringan
    Selanjutnya, pasta netral MES dilewatkan ke dalam sistem TurboTubeTM Dryer dimana metanol dan air proses yang berlebih dipisahkan untuk menghasilkan pasta terkonsentrasi atau produk granula kering MES, dimana produk ini tergantung pada berat molekul MES dan target aplikasi produk. Langkah akhir adalah merumuskan dan menyiapkan produk MES dalam komposisi akhir, baik itu dalam bentuk cair, batangan semi-padat atau granula padat, dengan menggunakan teknologi yang tepat.

Referensi: Chemithon Corporation, US Patent 5587500; Wikipedia

28 Comments

rozie

May 3rd, 2008

Wah menarik juga artikelnya, membahas tentang produksi surfaktan dari minyak nabati. Saya pengen memastikan aja, bener nggak minyak kelapa mengandung C16 (palmitat) dan C18 (stearat) dalam jumlah besar? Setau saya minyak kelapa kandungan terbesarnya tuh C12 (laurat) dan C14 (miristat). Yang memiliki kandungan C16 dan C18 banyak itu minyak sawit. Mohon dikoreksi kalo ada salah.

Mau nanya juga. Prinsip kerja surfaktan dalam membebaskan minyak dari formasi batuan kaya gimana?

michaeljubel

May 6th, 2008

jadi mana yang bener nih? hehehe.. kalian ini emang expert dah di bidang rancang pabrik surfaktan. hehehe…

Efrat

May 6th, 2008

cie dinda yang rpnya surfaktan….

Eka

May 7th, 2008

wah..sepakat gw Din ma Rozie…

kandungan terbesar di minyak kelapa itu C12 ma C14, C12nya sekitar 71,5% trz C14nya sekitar 28%. kalo kandungan C16 ma C18 di minyak kelapa itu malah kecil banget (C116~0.6% ; C18~0%)

Kalo kandungan C16 dan C18 di minyak sawit: C16sekitar 65,4% trz C18 sekitar 32,2%

mau nanya juga: persamaan kinetika reaksi ME+SO3–>MES kek gmn ya?ada yang tau tak?

cha_cha

May 10th, 2008

wah kyanya pmbahasan surfaktan yang lebih mendalmnya kurang neh,,, cz gw nyari tentang dasar-dasar surfaktannya,,, bukan cara kerja apa tuch yg da di situ,, klo yg di bahas di situ qoq ttg teknologi kimianya ya,,,

hizkia

May 10th, 2008

@cha-cha: yah namanya juga web teknik kimia.. kalo mau tau tentang teori dasar surfaktan mungkin bisa nyari di web kimia sains kali ya. teknik kimia kan bertanggung jawab untuk bikin pabriknya.. bukan ngebahas dasar teori kimianya.. hehehe…

widy

May 12th, 2008

thank bgt,ni saya jadiin referensi bwt tugas kimfis. tolong di lock donk biar cm saya yg punya makalah ini

Onei

May 12th, 2008

di PT. Sumiasih – Bekasi sudah memproduksi surfactant dari minyak nabati sejak 10 tahun lalu..

onei97@gmail.com

hizkia

May 12th, 2008

@widy: wah, artikel ini boleh dibaca siapa saja widy.. tidak mungkin artikel ini di-lock sehingga cuman widy yang bisa memilikinya.. hehe.. penulisnya saja tidak masalah kok kalo artikelnya dipublikasikan.. hehe.. salam.. :D

dheend

May 14th, 2008

@cha_cha: Mohon maaf memang yang kami jelaskan di sini hanya teknologi proses pembuatan surfaktannya. Kalau kamu memang ingin mempelajari surfaktan lebih mendalam, kamu bisa baca di barbagai literatur mengenai surfaktan .

dheend

May 14th, 2008

@rozie: hohoho…iya ji..maap itu salah ketik yaa.. yg C16 – C18 itu maksudnya emg minyak sawit ko..klo yg prinsip kerja surfaktan dalam membebaskan minyak dari formasi batuan tu kan yg lebih ngerti lo ji..gmn tho?? kan rp lo yg ttg surfaktan bwt EOR..klo gw mah surfaktan scr umum..hehehe..

@jubel: hehe..itu emg gw yg salah ko..maap yaa..

@efrat: cie..cie jg..

@Eka: klo ME+SO3 –> MES itu reaksinya kompleks bgt..ada 7 tahap.. ga bisa nulisnya disini ni,,hehehe..klo mw tw hubungi gw aja..hahha (gaya =p)

@cha_cha: ya klo itu mah cari di internet aja..ini mah ttg gmn pabrik surfaktannya..

@widy: yehh,, ini kan dipublikasikan bwt smua org..

@hiskia: hohoho…salam :)

rozie

May 14th, 2008

gw kan cuma ngerti ngerancang pabriknya aja din..cara kerja surfaktan untuk EOR mah kagak gitu ngerti..kalo cara kerja surfaktan di deterjen gw baru ngerti tu..apa cara kerjanya sama??ada yang bisa memberi informasi??

Slamet

Jan 20th, 2009

salam
kalo ga salah artikel tersebut diambil dari artikel chemiton..bener ga yah?? ada yang tau karakterisasi MES?

thanks

slamet
http://bizniz-bizniz.blogspot.com/

Slamet

Jan 20th, 2009

help me

sharing informasi tentang alat distilasi bertingkat…pengen fraksinasi metil ester
tq

rian

Feb 27th, 2009

salam…..
ada yang tau gak??
apa beda kita pake SO3 dan H2SO4 untuk proses sulfonisasi pada produksi metil ester sulfonat….
ada yang punya bahan tentang ester metil sulfonat??
butuh banget ne..
thanks

Dita

Mar 16th, 2009

Eng… eng… jadi bio deterjen tuh, bikinnya gimana sih? Intinya kan ngegantiin ABS ama MES… (Iya bukan?) Tapi kok bisa gitu? bisa ngejelasin ga? please,,,butuh banget,,,penasaran gua…

fatma

Apr 9th, 2009

setahu saya, MES dapat digunakan untuk recovery minyak bumi. apakah formulasinya sama dengan MES yang digunakan untuk detergent?
kira2 bagaimana analisa dan uji kinerja MES?

tq..tq bgt b4

HeNNy

Apr 20th, 2009

mf,, blh tax..
gmana reaksi antara surfaktan dengan kulit sehingga bisa menimbulkan iritasi?????????

URGENT!!!!!!
Mksih sblumnya,,,,,,,,,,,….

ksbforblog

Apr 22nd, 2009

Website yang sangat berguna buat say ayang ingin membuat blog tentang pompa. Terima kasih informasinya, kalau ada yang baru share yah, di tunggu loh…..

taufiq

Jul 21st, 2009

saya senag sekali dengan topik ini, pas dengan penelitian saya, saya mau tanya klo metil ester palm stearin itu dari CPO, PKO atau minyak kelapa, soalnya sering disebut metil ester c16-c18, tolong ya mbak, balas ke email..terima kasih

taufiq

Jul 21st, 2009

satu lagi mbak, mbak tau gak dimana jual metil ester sulfonat, alnya perlu juga untuk penelitian..tolong informasnya ya mbak..penting

thanks b4

iyan

Aug 6th, 2009

plz banget kasih informasi tenttang micelles of nonionic surfactant Triton X-100 . Aku mau presentasi tentang ini.. tlng kirim ke email aku secepatnya… Makasih…

Muh Amin

Oct 26th, 2009

Surfaktan yang ramah lingkungan adalah idaman bagi kita semua, yang salah satunya dari alam berupa tumbuhan.

om rio

Nov 9th, 2009

mlekum,,,
mw nanya dunn..pas buat metil ester ma metil ester sulfonat kan harus dikondisikan suhunya,,msih lom ngerti nh knpa harus dikondisikan??
mhon jwabannya yak…
maksih,,
mlekum…

Aris

Nov 12th, 2009

Mau tny kalo surfaktan yang digunakan utk lem kayu berbasis PVA/ Polyvinyl Acetate, pakai surfaktan apa ya?
Terima kasih.
Salam,
Aris

ika

Jan 25th, 2010

wahh bagus-bagus artikel nya….
@rozie: salam kenal, bisa share untuk aplikasi surfaktan di EOR??. butuh banget neh untuk penelitian. kirim ke imel ku ikhanovita@gmail.com
thx

rudi_PE

Feb 20th, 2010

surfaktan itu pada aplikasi dengan EOR fungsinya untuk menurunkan tegangan permukaan antara minyak dan air pada batuan di reservoir, maka terjadi emulsifikasi yang dapat menurunkan tegangan antar muka air-minyak, maka gaya kapiler pada
daerah penyempitan pori-pori yang merupakan penghambat
aliran minyak dapat dikurangi, sehingga sisa minyak yang
terperangkap dalam pori-pori dapat didesak dan
diproduksikan. Pendesakan surfaktan tersebut dapat berupa
slug dan biasanya dilakukan setelah injeksi air yang sudah
mencapai breakthrough dan tidak dapat memproduksikan
minyak secara memadai. SALAM….

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>