Co-production of Bioethanol

by Rendra Bayu on 08/02/08 at 2:15 pm | 163 Comments | |

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Indonesia kaya akan biomassa, apapun itu bentuknya. Oleh karena itu, pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi sangat potensial untuk dikembangkan. Berikut ini adalah paparan ringkas tentang produksi bioetanol dari bahan baku biomassa (bahan berselulosa) yang dikaitkan dengan produksi biofuel yang lain serta sedikit pembahasan tentang bio/catalytic refineries dan integrasinya dengan conventional refineries.

Hydrogen Production

Konversi biomassa menjadi hidrogen secara biologi dapat dilakukan dengan proses photofermentation maupun darkfermentation. Perolehan hidrogen dengan dark fermentation hanya mencapai 10-20% dari jumlah kandungan hidrogen dalam bahan organik teoretik. Perolehan hidrogen bervariasi dari 0,52 mol/mol heksosa yang diperoleh jika menggunakan subtrat molase dalam batch culture Enterobacter aerogenes, hingga 2,3 mol/mol heksosa jika menggunakan glukosa sebagai substrat dalam continuous culture Clostridium butyricum. Selain perolehan yang rendah, permasalahan lain yang ada dalam produksi hidrogen secara fermentasi adalah konsumsi hidrogen oleh organisme lain seperti metanogenik sehingga substrat awal harus di sterilisasi terlebih dahulu dan menggunakan inokulum yang dalam keadaan murni. Proses produksi hidrogen yang berdiri sendiri dengan cara ini masih tidak laik untuk diaplikasikan saat ini.

Methane Production

Dalam ekosistem anaerobik degradasi biomassa (yang tak tersterilisasi) secara normal dapat mengikuti jalur yang diilustrasikan pada Fig 1. Jika tidak ada akseptor elektron anorganik seperti sulfat atau nitrat, metana menjadi produk akhir proses karena semua senyawa intermediet dari bakteri fermentasi dapat di degradasi menjadi metana, karbondioksida, dan air. Hampir 90% energi dalam biomassa terkonversi menjadi produk akhir dan hanya 10% digunakan untuk bakteri fermentasi. Dalam tahap akhir proses pembentukan metana, karbon (dalam biomassa) hampir sepenuhnya diubah menjadi keadaan paling teroksidasi (CO2) dan paling tereduksi (CH4). Hanya 4% energi digunakan unuk mikroorganisme dan 86% energi terkandung dalam metana.

Degradation pathway and avaiable energy to participating microorganisms and in intermediates and end products during anaerobic degradation of organic matter. The percentages refer to residual energy in substrate and fermentation products (in bold), and to the energy used by microorganisms (in italics).

Dalam proses fermentasi metanogenik secara umum diperoleh perolehan metana mendekati perolehan maksimum teoretik 3 mol CH4/mol glukosa.

Production Biofuels Using the Maxifuel Concept

Proses produksi hidrogen, metana, dan bioetanol dapat dilangsungkan secara terintegrasi, seperti dalam Maxifuel concept (ilustrasi Fig 2). Konsep ini didesain untuk produksi Etanol dari bahan lignoselulosa, untuk menghasilkan jumlah biofuel yang maksimum per unit raw material dan memanfaatkan residu untuk konversi lebih lanjut menjadi energi. Produk utama bioetanol digunakan untuk bahan bakar transportasi dan penekanan proses ini untuk optimasi produksi etanol. Produksi biofuel yang lain seperti metana, hidrogen, dan produk bernilai lain seperti bahan bakar padat akan menambah nilai lebih pada proses. Proses ini juga ramah lingkungan karena dilakukan recycle dan reuse aliran keluaran. Pengembangan produksi etanol berbasis bahan lignoselulosa dapat diintegrasikan lebih lanjut dalam produksi bioetanol konvensional dari bahan jagung, dimana residu jagung dan fiber dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas 20% seperti tertera pada ilustrasi Fig 3.

Flow sheet of the Maxifuel concept. All major processes and process streams from solid lignocellulosic biomass to ethanol, hydrogen, and methane are shown.

Increasing the ethanol yield from a conventional corn-to-ethanol plant by bolting on a pretreatment and xylose fermenting unit. The ethanol output is increased by 20%.

Lebih dari 19% bahan baku terpisahkan sebagai padatan, yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembakaran. Jika diinginkan, fraksi ini dapat ditingkatkan, sebaliknya jika tidak diinginkan dapat diresirkulasi pada proses pretreatment bersama dengan bahan baku. Neraca massa dari proses Maxifuel dapat dilihat pada ilustrasi Fig 4. Pilot plant proses ini telah di buat di Technical University of Denmark, DTU (ilustrasi Fig 5) dan konsep ini akan didemonstrasikan pada tahun 2008.

Mass balance based on COD of different products from the Maxifuel processes. The percentage values represent the relative contribution to the total COD.

The pilot plant at DTU. a. Inlet, b. Fermentation tanks (2700 L each), c. Fermenters and holding tanks, d. Distillation tanks.

Proses Maxifuel yang telah dipatenkan terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Pretreatment
    Proses pretreatment dari bahan lignoselulosa lebih intensif dibandingkan dengan bahan gula dan bahan berpati. Metode pretreatment bahan lignoselulosa sekarang ini mengonsumsi 30-40% biaya total untuk produksi bioetanol.
  2. Hydrolysis
    Hidrolisa keluaran tahap pretreatment direaksikan dengan enzim untuk memecah selulosa dan hemiselulosa menjadi heksosa dan pentosa sehingga dapat di fermentasi mejadi etanol. Harga enzim sangat mahal, sehingga penelitian untuk mendapatkan enzim dengan aktivitas tinggi dan harga murah adalah kunci untuk mengatasi hambatan ini. Adapun cara lain untuk mereduksi biaya adalah dengan melakukan recycle loops untuk mengumpan balik enzim dalam tangki hidrolisis enzimatik.
  3. Fermentation of C6 sugars
    Tahap hidrolisis dapat dioptimalkan dengan melakukan kombinasi hidrolisis enzymatik bersamaan dengan proses fermentasi oleh ragi (simultaneous saccharification and fermentation, SSF). Temperatur optimum enzim yang lebih tinggi dari pada temperatur optimum ragi dapat mengurangi keuntungan menggunakan proses SSF dibandingkan dengan proses terpisah. Ragi roti Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk menghasilkan etanol, dan telah banyak digunakan dalam produksi skala industrial. Produktivitas etanol yang besar serta toleran terhadap etanol dan inhibitor lain dalam hidrolisa biomassa adalah alasan penting digunakannya organisme ini, meskipun proses fermentasi xylose organisme ini kurang.
  4. Separation
    Setelah fermentasi glukosa oleh ragi dalam konsep Maxifuel, lignin dipisahkan dengan menggunakan filter, yang sangat mungkin didapatkan lignin dengan berat kering yang tinggi untuk menghindari pembuangan xylose dan etanol yang berada dalam fasa likuid.
  5. Fermentation of C5 sugars
    Gula residu dalam hidrolisat setelah proses fermentasi oleh ragi di fermentasikan lagi menggunakan mikroorganisme termofilik, Thermobacter BG1. Modifikasi genetik pada mikroorganisme ini dapat menghasilkan 38,7 g/L atau 5,4% v/v etanol dalam sistem kontinu dari hidrolisa bahan nondetoxified lignoselulosa. Temperatur pertumbuhan pada 75oC memberi kemudahan untuk proses distilasi etanol dari reaktor. Operasi pada kondisi termofilik dapat menurunkan pengaruh kontaminasi, yang merupakan hambatan utama proses fermentasi pada kondisi mesofilik. Selama proses fermentasi gula residu ini, 0,5 sampai 1,1 mol hidrogen/mol substrat dihasilkan sebagai produk samping. Untuk optimasi kelayakan, proses fermentasi termofilik bioetanol dilakukan dalam sistem reaktor terimobilisasi. Imobilisasi organisme ini dalam up flow reactor meningkatkan toleransi etanol, meningkatkan konversi substrat, dan menurunkan sensitivitas ketidakseimbangan proses fermentasi
  6. Anaerobic digestion of process water and recirculation
    Efluen dari produksi bioetanol masih mengandung bahan organik yang besar, kecuali karbohidrat. Anaerobik digestion telah lama digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung zat organik dalam konsentrasi yang tinggi. Keuntungan proses ini antara lain menstabilkan aliran limbah, efisiensi reduksi kandungan zat organik tinggi, dan produksi metana sebagai bahan baku energi. Pendapatan dari produksi metana dapat mengurangi biaya produksi bioetanol hingga mencapai 34%. Efluen dari tahap fermentasi mengandung lignin berberat molekul rendah yang dihasilkan selama proses fisik-kimia pada tahap pretreatment, yang berupa senyawa aromatik. Senyawa aromatik ini secara umum sukar di degradasi pada proses anaerob, dan jika digunakan kembali akan menginhibisi proses fermentasi. Oleh karena itu, pencapaian dalam proses purifikasi anaerobik yang dapat mendegradasi senyawa ini sangat penting dilakukan.

Bio/Catalytic Refineries

Perkembangan lanjut biorefineries dapat dilakukan dengan teknik hibrida menggabungkan proses konversi biologi dengan proses hilir katalitik. Proses dalam autothermal reformer dengan efisiensi tinggi dapat mengubah 1 mol etanol menjadi 5 mol hidrogen. Jika digabungkan dengan proses biologi dimana 2 mol etanol dihasilkan dari setiap molekul gula (glukosa) perolehan hidrogen dalam dua tahap menjadi 83 % dari nilai maksimum teoretik, lebih besar jika dibandingkan dengan proses fermentasi yang hanya mencapai 10-20%. Selain itu, dihasilkan juga hidrogen dari proses fermentasi termofilik yang akan menambah perolehan hidrogen pada keseluruhan proses mendekati nilai maksimal teoretik yaitu 12 mol hidrogen/mol monosakarida.

Hidrogen dipandang sebagai salah satu energi masa depan. Pengenalan proses hilir konversi katalitik biofuel memungkinkan digunakannya bahan bakar yang tidak memerlukan perlakuan yang lebih kompleks (etanol untuk menghasilkan hidrogen) untuk alat transportasi dengan menggabungkan teknologi fuel cell.

Integrated Conventional and Bio/Catalytic Refineries

Adanya perhatian dan perkembangan yang pesat pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku energi, tidak menutup kemungkinan bahan bakar minyak akan terganti semua dalam kurun waktu 50 tahun. Integrasi antara conventional refineries dengan bio/catalytic refineries akan menimbulkan kesinergian dalam proses, ketersediaan bahan kimia, dan logistik. Beberapa aliran proses, limbah, dan panas dari conventional refinery dapat dimanfaatkan dalam biorefinery (ilustrasi Fig 6). Air pendingin dan beberapa aliran efluen dapat digunakan sebagai air proses dalam biorefinery. Conventional refinery memiliki sejumlah besar energi dengan temperatur rendah yang dapat ditukar dan dimanfaatkan untuk energi proses dalam biorefinery. Produk biorefinery dapat digunakan sebagai bahan baku untuk bermacam-macam proses dalam conventional refinery. Sebagai contoh, etanol digunakan sebagai bahan campuran produk gasolin.

Hidrogen yang dihasilkan dari proses biologi dapat dimanfaatkan untuk proses hidrogenasi dalam conventional refiery. Methane dari proses biorefinery dapat digunakan untuk bahan bakar, dan dapat juga digunakan sebagai bahan baku proses reformasi katalitik untuk menghasilkan hidrogen. Dapat juga digunakan untuk menghasilkan gas sintesis (CO/H2), yang dapat dimanfaatkan dalam proses gas to liquids atau produksi metanol. Adanya tahap proses katalitik antara kedua refinery ini dapat meningkatkan keuntungan dua kali lipat , karena hidrokarbon keluaran proses katalitik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku proses refining lebih lanjut pada coventional refinery.

Combination of bio/catalytic refinery and petroleum-based refinery. cat indices chemical catalytic conversion.

Referensi: Bioscience and Technology, BioCentrum-DTU, Technical University of Denmark.

163 Comments

Bhe

Feb 9th, 2008

Bagaimana menurut anda sekalian tentang prospek Bioetanol di Indonesia. Selama ini, pabrik bioetanol yang telah lama beroperasi berbahan baku molase, dan baru-baru ini ada yang menggunakan bahan pati singkong. Kalo ga salah juga Medco telah punya pabrik bioetanol dari singkong. Ada yang tahu pabrik2 yang lain tak??

Bhe

Feb 15th, 2008

wah.. ternyata jadi salah satu topik di prarancangan pabrik saia nihh…. hehe

Jeanne Suzan

Mar 7th, 2008

dengan hormat,

saya tertarik dengan teknolongi danperkembangan pembuatan bioethanol dan biomass fuel sebagai bahan pengganti bahan bakar..

Apakah anda sendiri sekarang sudah memproduksi bioethanol?

Dan untuk menggantikan bensin dan bahan bakar, manakah yang lebih hemat dalam produksi? apakah dengan singkong, molase atau sorgum atau adakah yang lainnya?

Apakah anda juga dapat memberikan saya specs untuk mesin pembuatnya?

jikalah saya interest membuat bahan bakar alternative ini, bagaimanakah caranya? mesin saja saya tidak mengerti…

terima kasih kalau anda dapat membantu saya.

Bhe

Mar 8th, 2008

Dear Miss Jeanne Suzan
Kebetulan saya masih mahasiswa, jadi kalaupun sudah produksi bioetanol masih skala lab, itupun hanya tahap fermentasi saja, tidak sampai ke tahap pemurnian lebih lanjut. Sebagai informasi, Bioetanol generasi pertama menggunakan bahan baku yang bisa bersaing dengan bahan makanan seperti nira tebu, nira bit, singkong, umbi, jagung, dkk. Untuk berikutnya dikembangkan bioethanol generasi kedua dengan memanfaatkan bahan yang tidak berhubungan dengan pangan, seperti lignoselulosa. Berdasarkan referensi ini saya sampaikan perolehan etanol dari beberapa bahan baku yang banyak tersedia di Indonesia:

Sumber karbohidrat Hasil panen ton/ha/tahun Perolehan etanol
Molase 3,6 270 L/ton 973 L/ha/tahun
Singkong* 25 * 180 L/ton 4500 L/ha/tahun
Tebu 75 * 67 L/ton 5025 L/ha/tahun
Sagu 6,8 ** 608 L/ton 4133 L/ha/tahun
Ubi Jalar 62,5 *** 125 L/ton 7812 L/ha/tahun
Nipah 27 93 L/ton 2500 L/ha/tahun
Keterangan :
*) panen 10 bulan sekali
**) pati sagu kering, panen 98 bulan
***) panen 2,5 kali setahun

Untuk bahan baku mana yang lebih hemat produksi (biaya operasi per satuan produk) biasanya lebih murah untuk bahan-bahan yang sudah mengandung gula sederhana, seperti nira tebu, nira bit, ataupun molase. Untuk bahan berpati harus dilakukan dulu proses hidrolisis untuk memperoleh larutan gula, begitu juga untuk bahan lignoselulosa. Proses hidrolisis ini akan menambah biaya produksi tentunya, apalagi untuk bahan lignoselulosa, biaya yang dibutuhkan masih sangat mahal, karena susah di hidrolisis untuk saat ini.

Untuk specs mesin pembuatnya, ada yang bisa membantu? Kebetulan saya belom sampe tahap perancangan nih, sebentar lagi mo mulai. hehe….
mungkin bisa kerja sama dengan badan tertentu yang terkait, misalnya BPPT.

Regards….

Rendra

Bhe

Mar 8th, 2008

Waduhh kok tabel yg di susun jadi ngga karuan yahhh…. ni diperbaiki deh, mudah2an bisa dimengerti

Molase, Hasil panen 3,6 ton/ha/tahun, Perolehan etanol 270 L/ton atau 973 L/ha/tahun

Singkong, Hasil panen 25 * ton/ha/tahun, Perolehan etanol, 180 L/ton atau 4500 L/ha/tahun

Tebu, Hasil panen 75 * ton/ha/tahun, Perolehan etanol 67 L/ton atau 5025 L/ha/tahun

Sagu, Hasil panen 6,8 ** ton/ha/tahun, Perolehan etanol 608 L/ton atau 4133 L/ha/tahun

Ubi Jalar, Hasil panen 62,5 *** ton/ha/tahun, Perolehan etanol 125 L/ton 7812 L/ha/tahun

Nipah, Hasil panen 27 ton/ha/tahun, Perolehan etanol 93 L/ton atau 2500 L/ha/tahun

Keterangan :
*) panen 10 bulan sekali
**) pati sagu kering, panen 98 bulan
***) panen 2,5 kali setahun

yanuar sandy

Mar 13th, 2008

Halo semua,
Saya Sandy Yanuar, alumni UPN Surabaya angkatan lama (he he tahun 1987-1992). Pengalaman saya selama ini di Pabrik Makanan dan Minuman, sekarang saya lagi tertarik dengan bioetanol dan ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang proses bioetanol terutama proses dan alat distilasi dan deaeratornya . Demikian dan terima kasih.

Inar

Mar 23rd, 2008

Hallo, saya Inar Mahasiswa semester 8 di ITS Surabaya. Sekarang ini saya baru mengerjakan TA Pra Desain Pabrik. Rencananya saya mau membuat pabrik Bioethanol.Tapi masih sulit memilih bahan bakunya. dari jagung,cassava, molasses atau nira.saya masih bingung dengan pemilihan masing-masing bahan baku, baik dari harga, kualitas maupun kuantitas. Sebaiknya saya memilih bahan yang mana yang paling tepat.Mohon penjelasan. Terima kasih banyak

Arie

Mar 31st, 2008

Halo semua, kebetulan saya tinggal di Lampung dan punya sdikit info seputar produksi etanol dlampung. Utk skala besar saat ini ada bbrp pabrik yg telah produksi diantaranya BPPT dan Medco dg bahan baku singkong. Dan saat ini juga sedang dikembangkan produksi etanol skala kecil baik dari singkong ataupun molases. Kalau di Maluku utara, juga telah dimulai produksi skala kecil dengan bahan baku aren. Utk yg tertarik detailnya, kalau tidak salah sudah ada asosiasi produsen etanol skala kecil di Indonesia.
Utk Inar (oh ya saya dari K-37), pemilihan bahan bakunya akan tergantung lokasi pabrik yg akan kamu rancang, karena bahan bakunya adlh produk agro maka akan tergantung dg daerahnya juga. Kalau BPPT & Medco di Lampung memilih menggunakan singkong, bukan berarti utk daerah lain akan feasible jika menggunakan bahan baku yg sama. Salam.

yusnita

Apr 4th, 2008

Hallo, semua…..
Saya Yusnita alumni ITS Surabaya. saya tertarik dengan pembuatan etanol dengan bahan baku Nira. Saya mohon bantuan teman-teman tentang data perolehan etanol dgn bahan baku Nira serta harga bahan baku plus kalo bisa ama flowsheetnya.matur suwun…….

harries

Apr 9th, 2008

saya harries di banjarmasin
saya tertarik dengan teknolongi dan perkembangan pembuatan bioethanol (fuel grade) dan kemungkinan mix dengan solar sebagai upaya penghematan biaya bahan bakar. … katanya harga ethanol lebih murah dibanding harga solar..
Saya mohon bantuan teman-teman info biaya investasinya dan teknik pembuatan bioetanol terutama proses dan alat distilasi dan deaeratornya . Demikian dan terima kasih.

asih

Apr 10th, 2008

hallo…salam kenal
saya asih mahasiswi teknik lingkungan undip semarang, sekarang saya semester8 & lagi penelitian tentang pembuatan bioethanol dari onggok(limbah tapioka), mohon bantuannya jika ada literatur atau jurnal tentang hal tsb
saya juga mau nanya bagaimana cara menghidrolisa kandungan lignin pada limbah onggok tersebut..?mohon bantuannya..terimakasih

Bhe

Apr 10th, 2008

@ Inar, pabrik bioetanol memang benar merupakan salah satu jenis agroindustri jika bahan-bahan yang digunakan merupakan produk pertanian/perkebunan, sehingga untuk penentuan lokasi harus yang dekat dengan sumber bahan baku yang digunakan. Sebagai contoh Medco yang mendirikan pabrik di Lampung, karena lampung adalah produsen singkong terbesar di Indonesia. Untuk memilih bahan baku, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: perolehan etanol, ketersediaan bahan baku yang sinambung, persaingan pemanfaatan bahan baku untuk industri lain, ketersediaan teknologi dsb. Untuk skala kecil, industri etanol di indonesia sebenarnya cukup berpotensi di kembangkan, akan tetapi margin harga bahan baku dan harga produk yang sempit membuat industri ini agak kurang begitu kompetitif. Contoh produksi etanol dari sirup nanas, jambu monyet, dan buah bergula lainnya (di sejumlah daerah waktu panen tersedia melimpah dengan harga yang sangat murah dan kurang laku, sayang kalo dibiarkan membusuk). Untuk rincian peralatan pembuatan etanol skala kecil/menengah, saya pernah membaca di internet, situs majalah trubus tepatnya, tp saya lupa alamatnya (bisa di cari via mbah google, kalo masih aktif).
@Arie, apakah anda yakin pabrik etanol Medco Lampung sudah mulai memproduksi etanol?? Kalo sudah berdiri sihh emang benar (pabrik sudah jadi).
@Yusnita, bahan baku nira yang dimaksud nira apa? ada banyak jenis tumbuhan bernira di Indonesia, nira tebu (jangan dibuat etanol dehh, buat gula ajah masih kurang, kalo molasenya sihh boleh2 ajah), nira aren, kelapa, nipah, dll.

Rule of Thumb untuk perkiraan perolehan etanol
Untuk bahan berpati, konversi pati —–> glukosa sebesar 1.1
Konversi etanol —–> glukosa 0.51 (bisa dikalikan dengan perolehan)
Contoh: Singkong, kadar pati 24 %. dengan basis 100 kg, diperoleh pati 24 kg. konversi ke glukosa dihasilkan (24*1.1) = 26.4 kg, dalam proses fermentasi dihasilkan etanol (26.4*0.51*0.9) = 12.12 kg (perolehan etanol 90%).
densitas etanol 0.79 kg/L (suhu kamar), sehingga diperoleh etanol (12.12/0.79) = 15.34 L
Jadi untuk memproduksi 1L etanol dari singkong dengan kadar pati 24%, diperlukan 6.5 kg singkong.
Maaf jika ada kesalahan.

Best regards

Rendra

wulan

Apr 19th, 2008

saya tertarik dengan teknologi Bioetanol.
tetapi ada beberapa hal yang belum saya mengerti.
1. perencanaan pembangunan pabrik bioetanol
saya sedang melakukan riset tentang studi kelayakan pabrik bioetanol, dengan rencana kapasitas produksi 500 lt/hari, dengan bahan baku molases.sedangkan bahan baku yang tersedia cukup banyak. bagaimana cara menentukan kapasitas maksimal agar pabrik bisa layak produksi.
2. desain mesin dan pabrik bioetanol dan spesifikasinya
mohon bantuannya. trims

Dani

Apr 21st, 2008

Saya pengin tahu tentang proses pengolahan bahan berselulosa untuk dijadikan etanol? Ada yang bisa bantu untuk informasi detailnya? Disain untuk distilator nya ada yang tahu?

eni

May 25th, 2008

apakah hasil samping dari pabrik glukosa dari tepung tapioka efektif dijadikan produk etanol??

Bhe

May 27th, 2008

Hmm… hasil sampingnya apa ya? kalo masih mengadung gula yang cukup banyak dan jumlahnya mencukupi, mungkin masih bisa efektif untuk memproduksi etanol. Untuk proses batch dan kontinu, biasanya memerlukan kadar gula yang tinggi, untuk mendapatkan kadar etanol yg tinggi pula (tetapi terbatas), sehingga akan mengurangi kebutuhan energi diproses hilirnya (terutama distilasi). Coba aja hitung dengan perhitungan di atas, apa masih efektif??

Regards

andre_CG

May 30th, 2008

Saya andre alumni UBAYA surabaya jurusan t.kimia03

Kalo boleh memberi pendapat..
Pembuatan bioethanol terdiri dari beberapa tahap yang penting,saya coba jelaskan secara singkat dan sederhana:

1. Proses persiapan bahan baku
Disini misal kita menggunakan bhn baku singkong..singkong dikuliti,dicuci, dan dicacah sampe halus sampai berbentuk slurry..

2. Proses hidrolisis/liquifikasi
Slurry yang sudah terbentuk dimasukkan kedalam jetcooker untuk dimasak spy terjadi proses gelatinasi
sebelumnya ditambahkan enzym untuk bisa memecah amylosa yang ada dalam pati tersebut. Setelah proses pemasakan selesai dimasukkan ke dalam reaktor sampai proses pemecahan amylosa berlangsung sempuna.

3.Proses Sakarifikasi
Ditambakan enzym lagi untuk dapat memecah amylopeptin yg tidak dapat dipecah menjadi gula sederhana oleh enzym yang sebelumnnya.Setelah semua amylosa dan amylopeptin terpecah menjadi d-glucosa maka baru siap untuk dilakukan proses fermentasi. Tapi sebelum masuk fermentor harus difilter semua impuritiesnya serta meng disaktifasi enzym..

4.Proses Fermentasi
Disini kita menggunakan yeast dan suppyl O2 untuk dapat menghasilkan etanol. Perlu juga untuk ditambahkan nutrisi dll untuk dapat membuat kinerja dari yeast optimum.Jgn lp juga untuk mengatur suhu dan PH (begitu juga proses hidrolisis dan sakarifikasi)

5.Proses pemurnian ethanol
Hasil produk ethanol dari hasil fermentasi tidak dapat langsung digunakan untuk bhn bakar pengganti bensin. Kadar kemurnian bioethanol untuk biofuel harus lebih tinggi dari 99.5%, Jadi disini kita harus memrnikan ethanol dari kandungan air yang ada sampe maksilmal menggunakan sistem distilasi. Ethanol-air larut sempurna, jadi disini kesulitannya kita harus menggunakan distilasi azeotropik yang terkenal sangat sulit perhitungannya.

Demikian yang saya bisa tuliskan..semoga bisa membantu…Soalnya judul Skripsi saya adalah “DESAIN PROYEK PABRIK BIOETHANOL BAHAN BAKU SINGKONG” jadi saya lumayan mengertilah walau banyak kesalahannya he he he

Regards
Andre_CG

santo

Jun 15th, 2008

Saya Santo di Blitar, karyawan swasta, saya tertarik tentang pembuatan bioethanol dari molases, mohon bantuan secara detil cara buat bioethanol berbahan baku molases plus flowchartnya, bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk proses, bisa juga dikirim via email : pwsanto@yahoo.com
Atas bantuannya, Trimakasih.

olive

Jun 23rd, 2008

saya mohon infonya bagaimana kalau bahan baku yg digunakan untuk produksi bioethanol adalah onggok (limbah padat) tapioka. Bagaimana treatmentnya? Apa perlu menggunakan Effective Microorganisme (EM)?Mohon detailnya/linknya (kalau ada). Utk separasinya, metode yg cocok dlm skala lab sebaiknya memakai apa? terima kasih banyak.

nuning purwaningsih

Jun 23rd, 2008

Dear Majari,
saya alumni informatika-its angk99, sedang meneliti kemungkinan bisnis bioetanol ini. dasar kimia saya nyaris nol:) karena itu mohon jika ada artikel2 sehubungan dgn bioetanol dari molase dan singkong tlg dikirim via email ke nuning.purwaningsih@gmail.com. termasuk utk mesin dan proses pembuatannya. terimakasih banyak atas bantuannya.

best regards,

nuning purwaningsih

anom

Jun 24th, 2008

saya tertarik dengan pembahasan bioethanol dengan bahan baku singkong
yang ingin saya tanyakan :
1. bagaimana dampak lingk. thd produksi bioethanol.
2. mohon bantuan, berapa kapasitas mesin bioethanol skala rumahan dan bagaimana cara pemesanan, pelatihan

very

Jun 26th, 2008

saya mahasiswa brawijaya ingin melakukan penelitian mengenai bioetanol dari bahan lignoselulose
yang ingin saya tanyakan:
1. saya ingin meggunakan bakteri zymomonas mobilis karena dapat menfermentasi gula rantai C5 dan C6, bagaimana metode pembuatan kultur starternya
2. mohon saya diberi pustaka penentuan effisiensi fermentasi etanol, karena seandainya saya ingin membandingkan bakteri zymomonas dengan saccharomyces.
mohon bantuanya terima kasih.

dickson mulia

Jul 8th, 2008

hai smuanya, saya mahasiswa Teknik Kimia UI angkatan 2005 dan kebetulan saya lagi KP di PT Molindo Raya Industrial di Malang (klo temen2 tau PT Molindo itu pionir untuk produksi Fuel Grade Etanol)..

Banyak pertanyaan yang temen2 diatas itu bisa dijawab di buku:
Judul: Bioetanol Ubi Kayu: bahan bakar masa depan,
Pengarang: Rama Prihandana dkk.
Penerbit: Agromedia.

Saya sudah baca buku itu dan hampir semua pertanyaan temen2 ada di buku ini.. Walopun bilangnya dari singkong tapi buku ini membahas cukup detail ke semua bahan bakunya. Pokoknya sangat recommended lah buat temen2 yang juga tertarik di bidang bioetanol.

Untuk Andre Ubaya, mungkin Anda blom update lagi, untuk distilasi azeotrop sekarang sudh digantikan dengan teknologi membran yang jauh lebih mudah, jadi untuk mencapai FGE bukan mustahil bahkan di industri rumahan sekalipun.. Checkout: http://www.pusatagroindustri.com/2008/05/23/teknologi-membran-ternyata-mampu-memurnikan-etanol-hingga-998/

Regards,

dickson

andre_CG

Jul 9th, 2008

yup betul skali yang dikatakan oleh sdr.dickson mulia

Memang sekarang ini teknologi membran telah membuat kita menatap masa depan yang lebih cerah ttg pembuatan ethanol FG
Bagi para mahasiswa yang masih aktif di bidang Riset tidak ada salahnya untuk mencoba bereksperimen ttg hal tersebut…Good luck

Best Regards
Andre_cg

risman

Jul 15th, 2008

Saya telah mampu membuat pabrik skala kecil dengan kapasitas 100Lt/hari dengan memanfaatkan molase (tetes tebu). dengan menggunakan sekitar 1 drum tetes tebu mampu menghasilkan 105Lt/ hari rata-rata untuk kadar 95% dan sekitar 50Lt/hari kadar 90%. Jika kadar 90% diturunkan menjadi 40% maka akan mendapatkan sekitar 100Lt/hari kadar 40% yang bisa digunakan untuk menggantikan fungsi minyak tanah. Untuk yang berkadar 40% ini sangat efektif membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energy alternatif selain minyak tanah dan gas.untuk produk yang 40% kami mampu memasarkannya disekitar kami. namun yang berkadar tinggi (95%) kami sangat membutuhkan informasi lebih lanjut kemana kiranya dapat memasarkannya dengan harga yang kompetitif? pesan saya lagi khusus yang bisa menggantikan minyak tanah yang berkadar 40% itu, tolong dicampur dulu dengan bahan kimia tertentu yang mampu merusak fungsi etanol yang berpotensi digunakan untuk minuman beralkohol. mungkin juga dapat diubah menjadi bentuk gel sehingga tidak layak dikonsumsi namun dapat digunakan secara tepat guna. untuk urusan yang satu ini silahkan kontak TRUBUS. untuk yang ada informasi marker bioetanol kadar tinggi please call me at rismanarif@yahoo.co.id. thanks

wahyu

Jul 24th, 2008

hallo salam kenal,
saya berdomisili di malang selatan, saya ingin membuat industri rumahan bioetanol berbasis singkong.
memang di tempat saya banyak pabrik gula yang dapat mensupply tetes tapi ada beberapa permasalahan yaitu
1. tetes tebu sudah menjadi rebutan pabrik rokok, pabrik MSG, dll
2. tetes tebu tersedi musiman yitu 6 bulan saja, selebihnya 6 bulan lagi tidak ada.

maka dari itu saya mencoba untuk membuat etanol dari singkong. tetapi yag menjadi kendala adalah mencari enzim “alfa amilase dan gluko amilase”. dimana saya bisa mencarinya sebab saya sudah mencari di toko kimia malang tidak ada yang menjual.

ada lagi pertanyaan saya
apakah tanpa enzim tersebut bisa dilakukan pengolahan dari pati menjadi etanol?(hanya menggunakan ragi)

kalau ada yang mengetahuinya bisa minta tolong untuk dikabari saya. trims
wahyunugroho@yahoo.com

octavianus

Jul 24th, 2008

saya baru mau mulai belajar tentang bioetanol dan proses pengolahannya, apakah dalam prosesnya menghasilkan limbah yang dapat merusak lingkungan atau ada produk sampingannya, apakah ada referensi yang bisa saya jadikan acuan untuk mencari informasi mengenai bioetanol dan proses pengolahannya?

Best Regards,

octavianus

adi kupank

Jul 28th, 2008

saia mau menanyakan kl biobutanol bgmn cr buatnya?
apakah sama seperti bioetanol tetapi berbeda mikrobanya saja?
minta jwbn nya donk di adi_kupank@yahoo.com
makasih…

Rio

Aug 1st, 2008

Saya tertarik dengan bioethanol tapi saya masih nol untuk pengetahuannya maupun cara membuat. Ada rencana untuk membuat yang akan di gunakan masyarakat kecil di ciawi. Tolong bantuannya Terima kasih.
oir31@yahoo.com

rasyidin

Aug 2nd, 2008

saya pernah nonton di tv tentang pembuatan bioethanol dari singkong , cuma saya ndak tahu alamatnya. bisa nggak tman-tman infokan alamatnya

yudi

Aug 2nd, 2008

Saya tertarik dengan bioethanol tapi saya masih nol untuk pengetahuannya maupun cara membuat. Ada rencana untuk membuat yang akan di gunakan masyarakat kecil desa cikadongdong kab. tasikmalaya Tolong bantuannya Terima kasih.

Abdillah

Aug 5th, 2008

Saya tengah mencoba membuat ethanol dari singkong, tapi nampaknya gagal. Mungkin karena bio prosesnya.

Yang saya mau tanya, dimana mendapatkan cendawan aspergillus dan bakteri saccharomyces?.

Apakah untuk proses sakarifikasi dan fermentasi saya dapat menggunakan ragi yang sama?

Please Help, saya membutuhkan informasi itu. Tolong kirim ke email saya: gemamandiri@yahoo.com

Terimakasih sebelumnya.

Abdillah

Aug 7th, 2008

Tanya lagi, setelah mendapatkan ethanol 95% perlu disuling lagi dan pengeluarannya menggunakan pipa yang bagian dalamnya dilapisi zeolit.

Zeolit jenis apa yg efektif? bagaimana cara melapisi selang keluaran penyulingan sebelum memasuki pendingin?

Tolong beri informasi yang lengkap, itu akan membantu saya dan masyarakat saya dalam mengatasi kebutuhan energi alternatif yang mandiri. Minyak dan gas makin mahal dan sering kali menghilang soalnya.

Sebelumnya saya ucapkan “terima kasih” atas bantuannya.

andre_CG

Aug 7th, 2008

mau nanya nih..saya sudah mencoba membuat bioethanol dari molasses..
tapi terkendala dengan baunya yang menyengat..(bau seperti ciu-minuman keras)
bagaimana cara menghilangkan bau yg menyengat tersebut ya ???

Atas bantuannya saya ucapan Terima kasih..
Regards
Andre_CG

Misbahul Munir

Aug 13th, 2008

Maaf mas andre ya kalau bau menyengat itu hasil akhir dari proses yaitu etanol dan gas co2 jadi yang menyengat co2nya, kalau mau hilang biarkan setelah etanol itu pada suhu kamar. begini teman-teman yang baik kalau mau bikin etanol anda dalami dulu teknologinya atau ilmunya kelihatan mudah tetapi banyak faktor yang dispelekan, contoh untuk yang dari singkong, mencari amilasenya aja setengah mati. pada hal itu kelihatan mudah tinggal beli, tapi kenyataannya sulit. thx

andre_CG

Aug 14th, 2008

Terima kasih mas Misbahul Munir atas jawabannya..

tetapi saya sudah diamkan sampai suhu kamar..tetapi bau menyengat tetap tercium..
Saya harap ada solusi dari teman2..

Atas bantuannya saya ucapkan byk terima kasih..

REGARDS
Andre_CG

Bima

Aug 14th, 2008

Saat ini saya tengah melakukan penyulingan bio ethanol dari mollase. Sudah dua jam saya suling pada suhu 78,8 o C tetapi ethanol belum juga muncul. Padahal katanya ethanol menguap pada suhu tersebut. Apa yang salah dengan lat saya? pada semua proses telah berjalan baik.

Berapa lama didapat ethanol pada penyulingan di suhu 78,8 o C?. Terima kasih.

Linda

Aug 18th, 2008

@ wahyu

untuk alfa amilase dan glukoamilase, sebenarnya bisa diproduksi sendiri.

misalnya dengan bantuan aspergillus niger.
kebetulan research S1 saya berkutat di produksi enzim-enzim tersebut, cara pembuatannya pun relatif sederhana mengingat mikroba yang digunakan adalah aspergillus niger.

dan hasilnya tidak mengecewakan :D

nugroho

Aug 19th, 2008

salam kenal,
mau tanya ke mas andre mengenai tahap I dalam proses produksi bioethanol.
“Proses persiapan bahan baku
Disini misal kita menggunakan bhn baku singkong..singkong dikuliti,dicuci, dan dicacah sampe halus sampai berbentuk slurry”…
Apa ada alat untuk mengambil kandungan pati dari bahan singkong pada saat berbentuk slurry, sebelum dimasukkan ke tungku masak, hal ini dimaksudkan untuk mengefektifkan proses produksi dan meminimalkan biaya produksi.
Untuk teman-teman yang lain, bikin inkubator bisnis bioethanol donk supaya bisa mewadahi kemampuan dan potensi di masyarakat.
Terima kasih.

Linda

Aug 20th, 2008

@ nugroho

sekedar informasi, mungkin untuk mengambil pati singkong kita bisa meniru cara yang digunakan industri rakyat.

slurry singkong dibungkus kain, kemudian diperas, dan air hasil perasannya ditampung. ampas singkong kemudian dapat dicuci dan diperas ulang sampai air hasil perasan hampir jernih.

untuk skala laboratorium kegiatan ini dapat dilakukan dengan tangan, mungkin untuk skala lebih besar diperlukan mesin press atau semacamnya.

nugroho

Aug 21st, 2008

@ linda
thank you untuk infonya. akan saya coba. :)

Hoomaira

Aug 25th, 2008

Salam kenal…
wahh rame ni pada ngomongin bioethanol… jadi pengen ikutan…
Saya alumni refrigerasi polban.. mo ngomentarin bima nih yg tanya berapa lama ethanol bisa tersuling. Sebenarnya, seharusnya pada saat proses distilasi, ketika temperatur cairan mencapai 78C, ethanol seharusnya sudah menguap secara alami.. jadi mungkin desain destilation chambernya yg belum pas. Coba saja, desain bagian atasnya dibuat sedikit kerucut, dan jangan lupa pada pipa outletnya dilewatkan pada air bertemperatur 20C sehingga uap ethanol akan mengembun sempurna…
sorry.. kalo ada2 salah… thx.

fadil

Aug 25th, 2008

Ada yang tau nggak dimana tempat penyulingan Bioetanol dari singkong…?
Kalo ada mohon infonya yach……

Tx

nugroho

Aug 26th, 2008

ada yang tahu soal membran dalam proses pembuatan bioethanol? pernah baca di trubus soal itu, bisa beli dimana yah membrannya? tq

Bima

Aug 26th, 2008

Terima kasih yah hoomaira infonya. Bener deh kayaknya, soal boilernya udah dibuat kerucut, cuma itu, kondensernya yang harus saya perbaiki. Typenya sih model pot. Hasilnya masih banyak air. Kalo packing…apa bisa menggunakan batu putih, batu kerikil asli (bukan pecahan dari yg besar? Soalnya susah cari packing yg pas. Apa paking dapat di tiadakan?.

nugroho

Sep 2nd, 2008

saya butuh bioethanol 96%. kalau ada yang sudah produksi bisa email saya di wbnugroho@hotmail.com. tolong cantumkan harga barang sampai di jakarta dan lebih bagus lagi kalau sudah ada hasil analisa lab.
tq.

rohim

Sep 3rd, 2008

please…minta plant lay out pabrik bioethanol yang udah jadi dari teman 2 semua yang mungkin dah punya pengalaman ato memberikan info siapa yang punya ato mendapatkannya dimana…!!!!!, bisa kirim ke email : arohim_tekkim@yahoo.com…thanks

rohim

Sep 3rd, 2008

o ya…,bioethanolnya yang 99,5 % (FGE) dari bahan baku ubi kayu.Juga kalo ada design untuk molekular shieve-nya dan klo beli molekular shive dimana? thanks lagi….

nugroho

Sep 4th, 2008

@ rohim,
lay out pabrik yg skala produksinya berapa banyak pak? besaran skala pabrik tergantung modal dan ketersediaan bahan baku. masalahnya sekarang ubi kayu jadi rebutan banyak industri . di lampung petani singkong diuntungkan dengan adanya permintaan pasar yang semakin meningkat. masalahnya para petani di indonesia rata-rata belum menerapkan sistem tanam yang profesional. kalau mau beli mesin produksi yg sudah jadi, sekarang banyak tersedia di pasaran. coba lihat di majalah trubus. dari yg harga terjangkau skala ukm, sampai harga skala besar. untuk yg skala besar (kapasitas diatas 30 kiloliter per hari) sayangnya masih buatan luar, karena sudah terbukti kehandalan produksinya dan sistemnya sudah menyeluruh.
btw, rencana lokasi pabriknya dimana? kalau sudah produksi boleh juga saya salurkan penjualannya. :)
saya sendiri sedang mencoba produksi dalam jumlah kecil, dengan bahan baku bervariasi (ubi kayu, ubi jalar, molase).
Untuk bioethanol FGE, pasar sebetulnya akan besar, tapi lebih banyak yang membutuhkan bioethanol 96% saat ini.

Bima

Sep 5th, 2008

buat yang sudah berhasil, kasih info mesinnya donk, apa aja sih dan berapalama proses setelah fermentasi ke etanol? berapa kali penyulingan sampe dapat bio etanol 95%. Pemanasan dengan suhu 78,4 o C yang saya lakukan kok tidak keluar (menguap) ethanolnya.

Yalun

Sep 7th, 2008

Salam kenal.
Saya dosen Teknik Kimia yang sedang studi S3 di bidang Bioengineering di Australia. Walaupun riset saya bukan di biofuel namun mungkin saya bisa nimbrung dikit. Dulu waktu master di Delft pernah diskusi ama teman yang riset fermentasi xylose menjadi ethanol oleh S. cerevisiae.
Bau yang dimunculkan akibat hasil fermentasi bukan dari CO2. CO2 adalah gas tak berbau. Bayangkan kita tiap detik menghembuskan CO2 dari paru-paru. Bau muncul akibat produksi fusel alcohol yang berasal dari fermentasi asam amino yang terkandung dalam molasses. Misalnya isoamyl alcohol yang berbau mirip pisang busuk adalah hasil fermentasi leucine oleh yeast. Molasses sendiri pada awalnya memiliki bau yang khas mirip karamel, terlebih jika molassesnya jenis molasses B dan C yang amat kental dengan kandungan gula 40-60 %.

Mengenai biofuel, biofuel (dari proses fermentasi) yang perlu dikembangkan di Indonesia sebaiknya second generation biofuel yang menggunakan bahan non pangan sebagai raw material. Di samping itu jenis biofuel yang diproduksi lebih baik biobutanol krn memiliki banyak keunggulan dari ethanol. Ada banyak cara produksi biobutanol, yang paling umum skrg dengan fermentasi oleh C.acetobutylicum.

rohim

Sep 9th, 2008

rencananya mau dibuat yang kapasitas kecil dulu untuk program kerakyatan di pulau jawa…

andre_CG

Sep 9th, 2008

Wah pak Yalun..saya ini anak didik bapak..
Walau cuma sekedar 1semester..he2

Betul opini bapak,saya rasa bau yang ditimbulkan oleh hasil penyulingan bioethanol tersebut merupakan masih banyaknya kandungan asam amino..

Dapatkah bapak membantu saya untuk dapat menghilangkan bau tersebut..
Soalnya waktu saya sudah terbatas,dan susah untuk melakukan riset lagi..

Thx alot

Contact : bbbbinx2@yahoo.com

nugroho

Sep 10th, 2008

@ Yalun
Salam kenal pak.
Saya sangat tertarik dengan biobutanol. kalau mungkin bapak bersedia memberikan informasi lebih lanjut mengenai proses produksi, mesin/alat yang diperlukan, cara pembiakan mikroba yang dibutuhkan, dan terutama dimana bisa mendapatkan semua yang dibutuhkan dalam proses produksi biobutanol di Indonesia.

Terima kasih.

Misbahul Munir

Sep 10th, 2008

ok mas andre, berarti penyulingan anda kurang bersih. thx., saya lagi cari membran yang sesuai dengan rekomendasi Bp I Gede dengan kapasitas 50 lt/hari dengan listrik 1000 watt, ada yang bisa bantu thx.

contact : mnr_mnr99@yahoo.com

Yalun

Sep 11th, 2008

Halo Pak Nugroho,
Kalau ngga keberatan, saya bisa kirim jurnal ilmiah tentang produksi biobutanol ke email Bapak. Mohon info emailnya. Yang saya miliki bukanlah PFD atau PID namun lebih ke review paper secara general. Jika menggunakan fermentasi, mesin yang dibutuhkan tidak jauh berbeda dengan produksi ethanol. Yang berbeda hanya jenis mikroorganisme dan kondisi operasi di fermentor. ABE fermentations oleh C. acetobutylicum bisa juga dipelajari di banyak text book industrial microbiology krn merupakan teknologi lama. Terus terang kalau ditanya di mana bisa mendapatkan semua alat untuk produksi butanol mohon maaf saya belum pernah buka pabrik. Mungkin mereka yang pernah punya pabrik ethanol walaupun skala kecil bisa membantu. Mengenai mikroorganisme, biasanya ada patentnya. Kalau beli dari ATCC (www.atcc.org) biasanya hanya untuk riset. Kecuali kalau bisa kontak langsung dengan penelitinya dan beli dari mereka, maka Bapak yang memegang lisensi.

nugroho

Sep 11th, 2008

Salam Pak Yalun,
Thank you for your kind reply. Jujur saja saya tidak punya background chemistry, cuma ingin belajar bisa membuat biobutanol – profit oriented, frankly speaking… :)
sejauh ini saya sedang belajar membuat bioethanol dengan teknologi sederhana (pernah ikut kursus di trubus). dari hasil searching di internet mengenai biobutanol (proses produksinya), jadi makin bingung.. hehehe..
untuk fermentasi singkong saya memakai ragi roti biasa yang belinya juga di toko bahan roti, plus NPK dan urea. bagaimana dengan biobutanol? saya baca salah satu review di internet ada yang menggunakan bakteri E.coli. kalau tidak salah itu kan bakteri berbahaya yah? bagaimana dengan keamanan, kesehatan dan keselamatan produksi bila menggunakan bakteri semacam itu?
maaf yah pak banyak nanya… :)
btw, ambil S3-nya di universitas apa pak?

email saya: wbnugroho@hotmail.com

nugroho

Sep 11th, 2008

@ Pak Yalun,
one more thing sir,
bagaimana jika saya menggunakan gula rafinasi sebagai bahan baku bioethanol? apakah prosesnya sama seperti molases?
thank you.

Yalun

Sep 11th, 2008

Gula rafinasi hasil pemurnian raw sugar tentu berbeda dengan molasses yang banyak pengotornya. Juga tergantung jenis molasses A, B, atau C. Anda bisa saja pakai alat, yeast, kondisi operasi reaktor yang sama, dll nanti hasilnya pasti ada bedanya. Pada dasarnya performa mikroorganisme tergantung beberapa faktor seperti suhu, kadar oksigen, komposisi medium nutrient, jenis sumber karbon, jenis sumber nitrogen, sifat genetik, dll. Singkatnya, kalau satu aja yang berbeda pasti hasilnya beda. Itulah sebabnya kalau industri biotechnology yang maju perlu kuat di R&D dan QA.

misbahul

Sep 12th, 2008

teman-teman ada yang punya informasi mengenai mesin distilasi membrane atas rekomendasi Dr. I Gede dengan kapasitas 50 lt/hr listrik 1000 watt, tolong teman-teman saya butuh banget informasi tersebut, sebelumnya trim’s.

nugroho

Sep 12th, 2008

@ Pak Yalun
Thank you buat infonya pak.

@ Rohim
Program kerakyatan? boleh juga dikembangkan, mesin siap pakai skala kecil sudah mulai ada beberapa yang buat (sesuai kemampuan dana). saya juga siap kok menampung produksinya.. :)

riyanto

Sep 13th, 2008

Berbagai comments di situs ini makin lama makin menarik sehingga saya kepingin ikutan.
Saya sedang orat-oret mencoba membuat alat distilasi ethanol singkong, tiba-tiba sadar (belakangan ini saya koq agak telmi) bahwa masalah penyulingan ini nomor 2 atau nomor 3. Masalah nomor 1 (menurut saya lho, mungkin saja saya salah) adalah ketersediaan alpha amylase dan glucoamylase enzyme yang berkesinambungan dalam jumlah cukup dan harga pantas. Kalau buat sendiri di lab kan kurang ekonomis ? Apakah ada cara bikin enzyme yang murah seperti kalau orang bikin ragi tempe atau ragi tape ? Atau, apakah ada yang tahu siapa yang yang jual enzyme tersebut di Indonesia ? Saya sangat berterimakasih kalau ada teman-teman yang mau bantu beritahu saya.
Sementara ini saya terpaksa berhenti dulu membuat alat destilasi sampai masalah ini terpecahkan. Wah repot deh.

Yalun

Sep 14th, 2008

Pak Riyanto,
Ragi tempe (Rizhopus oryzae) dan ragi bir (Saccharomyces cerevisiae) mudah diproduksi karena merupakan mikroorganisme yang dipakai selama ribuan tahun. Sedangkan enzim harus diproduksi dengan quality control extra ketat. Enzim merupakan protein yang memiliki jumlah molekul dan struktur tertentu yang memungkinkan reaksi terjadi dengan cepat. Enzim bersifat khas dan hanya mempercepat reaksi tertentu yang spesifik. Artinya satu enzim umumnya cuma bisa buat satu reaksi. Maka agar bisa berfungsi optimum, enzim harus murni dan ditambah kofaktor metal tertentu seperti magnesium dan manganese.

Singkatnya sangat susah membuat enzim. Supplier enzim di dunia amat terbatas dan dimonopoli beberapa raksasa seperti Novozymes dan Sigma Aldrich. Kalau buat skala kecil coba kontak agen Sigma Aldrich di Indonesia Untuk pilot plan lebih baik kontak Novozymes. Untuk Indonesia, biasanya di Cek saja beberapa perusahaan besar bahan kimia atau alat-alat lab. Jangan kaget dengan harganya, he he ^_^

nugroho

Sep 15th, 2008

@ misbahul
Wah pak, saya juga sudah 2 bulan cari info mengenai alat membran seperti yang diulas oleh pak Wenten di trubus. sepertinya untuk skala ukm tidak ada yang jual di indonesia. saya malah ditawari yang skala pabrik besar oleh salah satu produsen di taiwan.
seandainya pak Wenten selain mengulas juga mempromosikan produknya, pasti laku deh… :)

@ riyanto
pak, dari pada orat oret terus, mendingan langsung bikin alat destilasi saja. katanya sih solusi terbaik didapat setelah mengalami masalah, bukan sebelumnya.. :)
soal enzym, sudah ada yang jual di jkt. soal harga? dalam cakupan biaya produksi kan harga enzym hanya salah satu faktor, bisalah di irit dari faktor biaya yg lain…

asnawi

Sep 16th, 2008

Salam kenal
saya sudah bisa buat bioethanol berkat pelatihan ditrubus persoalannya siapa yang dapat menampung hasil produksinya mungkin teman-teman dapat membantu,thx.

contact : milahnawi@yahoo.com

Misbahul munir

Sep 17th, 2008

@P. Asnawi kalau memang bapak ud produksi, ethanolnya kadar brp%?, kapasitas berapa/hr?, sudah ada uji kadar dari suatu instansi formal?, kalau memang itu udah ada saya bisa bantu memasarkan dan kalaupun kadar bagus sampai 99,8% bisa tembus pertamina. kalau ada yang kurang jelas hub. e-mail saya mnr_mnr99@yahoo.com. atau 080331633715.

Misbahul munir

Sep 17th, 2008

Untuk persoalan enzym ada informasi di bekasi harga alpha amilase Rp. 90000,-/Kg, Gluko amilase juga sama tetapi belum ongkos kirim. kalau mau kesana ok sama-sama saya.

Helmy

Sep 23rd, 2008

Pagi Pak….? saya masih awam sekali ttg bioethanol ini, tetapi saya sangat antusias sekali untuk bisa memproduksi bioethanol sendiri. yang menjadi pertanyaan saya adalah, mungkinkah saya bisa memproduksi bioethanol sendiri dengan sekala kecil ? (ussaha kecil-kecilan begitulah), kalo mungkin, kira-kira dana yang dibutuhkan berapa ya….?

Regards
Helmy

nugroho

Sep 24th, 2008

@ Helmy
sekarang sudah banyak yang mengadakan kursus pembuatan bioethanol skala kecil. bisa di lihat di majalah trubus. tapi sayangnya peralatan produksi yang mereka jual harganya bukan skala kecil… :)
kalau bisa buat sendiri sih pasti lebih murah biayanya pak. untuk perkiraan dana menurut saya tergantung kapasitas produksi yang anda inginkan sebesar atau sekecil apa.

Susetyo Dody

Sep 24th, 2008

saya ingin jualan bahan bakar :

1.minyak tanah dari bioethanol
2. Premium dari bioethanol

minta siapa/kontak yang bisa dihubungi dan mensuplainya

terimakasih

Susetyo

Susetyo Dody

Sep 24th, 2008

bagi yang ingin mensuplai Bio ethanol
mohon hub: HP saya 0813 809 23 901
email : dody_susetyo@yahoo.com
Susetyo

t. razali

Sep 24th, 2008

Dear rekan semua,

saya jadi tertarik dg bio ethanol, saya ada lahan sedikit dan saya mau tanam tebu untuk diproduksi jadi ethanol. dari nira tebu bukan dari molasses. Adakah yang bisa kasih pendapat terutama pada pak Yalun, P. Nugroho dll. Bagaimana prosesnya, bahan bahannya, alat alatnya. Please help me

kontak saya : teukurazali@yahoo.com
Salam hijau

nugroho

Sep 25th, 2008

@ t. razali
salam hijau pak razali
untuk pemilihan bahan baku sebenarnya banyak faktor yang harus diperhitungkan pak. tapi untuk peralatan produksi-nya sebetulnya tidak jauh beda antara bahan baku mollase, nira tebu, singkong dan ubi jalar (yang mudah ditemukan di indonesia).
jadi bila nira tebu bisa didapat dengan mudah dan terjangkau harganya ya silahkan saja pak.
saya sendiri belum pernah menggunakan nira tebu, jadi belum tahu efisiensi produksinya. sebagai perbandingan, bila menggunakan mollase diperlukan kurang lebih 225 Lt mollase guna menghasilkan 70 Lt ethanol 95%. maaf kalau kurang tepat informasi yang saya berikan pak. untuk jelasnya mungkin bisa di tanyakan kepada ahlinya.

Greg

Sep 25th, 2008

Huh! Bingung juga baca smua email teman2 dari atas sampai akhir. Saya lagi cari partner untuk bikin bioethanol yang punya pengalaman dan sudah terbukti berhasil. Yang berminat berbisnis dengan saya tolong hub saya ya di gcataquez@crb.elga.net.id Thx.

Yalun

Sep 25th, 2008

Pak Razali,
Secara singkat untuk satu production line Anda mungkin perlu dua tangki fermentor, satu kecil untuk pertumbuhan yeast (inokulum), satu besar untuk konversi gula ke ethanol. Untuk separasi butuh filtrasi dan menara distilasi. Mungkin perlu juga alat bioseparasi yang lain atau/dan destilasi azeotrope, tergantung budget dan kualitas produk diinginkan.
Butuh centrifugal pump, mungkin perlu vacuum pump juga kalau perlu kondisi vakum untuk recovery ethanolnya.
Jenis media pertumbuhan biasanya rich medium atau defined medium untuk pertumbuhan yeast di tangki inokulum. Sedangkan di tangki besar cukup larutan gula.
Bisa cek di http://yalun.wordpress.com/2008/08/24/jenis-raw-material-yang-cocok-untuk-industri-fermentasi-bagian-1/
dan di http://yalun.wordpress.com/2008/08/27/jenis-raw-material-yang-cocok-untuk-industri-fermentasi-bagian-2-glukosa-dari-starch-vs-sukrosa-dari-tebu/

Kondisi operasi dibuat aerobic pada tangki inokulum dan semi-anaerobic di tangki besar. Temperatur sekitar 30 C. Tangki -tangki perlu agitator.
Jenis mikroorganisme paling gampang ragi / yeast (Saccharomyces cerevisiae). Konsentrasi ethanol yang didapat biasanya sekitar 10-12 % v/v namun bisa lebih tinggi pada beberapa mutant yeast.
Semoga bisa membantu.

adi_kupank

Sep 26th, 2008

@ Pak Yalun
Pak, saya tertarik dengan produksi butanol yang bapak diskusikan dengan Pak Nugroho
Apakah saya boleh minta jurnal tentang butanol?
email saya : adi_kupank@hotmaul.com
lalu saya ingin menanyakan tentang bakteri clostridium acetobutylicum
yang saya dengar bakteri tersebut merupakan bakteri anaerob
kl betul bagaimana cara memvakum kan fermentor nya?
lalu dimana kira2 saya bisa mendapatkan bakteri tersebut?
saya mencari di ITB dan ITB ternyata tidak ad…

Yalun

Sep 27th, 2008

Pak Adi,
Membuat suasana anaerobic tidak dengan cara vakum. Kondisi vakum akan mengubah kesetimbangan uap-air dalam fermentor. Anaerobic dicapai dengan nitrogen sparging. Atau jika perlu dengan campuran 85/15 nitrogen/CO2.

Jika Anda tinggal di Surabaya, coba ke perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya) di Rungkut dan cari buku Industrial Microbiology an introduction karangan Michael Waites.
http://www.amazon.com/Industrial-Microbiology-Introduction-Michael-Waites/dp/0632053070
Di buku ini banyak prosedur singkat fermentasi mulai ethanol, butanol, amino acids, food, industrial chemical, pharmacy, etc.

Yalun

Oct 1st, 2008

Oh ya mengenai biobutanol, saya punya tulisan.
Jika Anda tertarik, silakan klik http://yalun.wordpress.com/2008/10/01/biobutanol-sebagai-biofuel-generasi-kedua-di-indonesia/

Bambang S

Oct 5th, 2008

Salam Kenal, Saya Bambang S dari Serpong.
Sangat menarik materi ini. Yang saya dengar untuk mendapatkan produk akhir yang diharapkan juga sangat tergantung komposisi dari bahan baku. Misal singkong darul-hidayah yang bisa mencapai 50 kg per batang, namun memiliki komposisi yang berbeda untuk lahan yang berbeda.

Bagi rekan yang berminat untuk menanam singkong atau bahan lain skala besar, ada kredit lunak tanapa agunan dari pemerintah. Syaratnya diantaranya 1. Lahan, 2. Kelompok Tani 3.Proposal.

Kredit ini juga bisa berupa bantuan sapi (penggemukan), atau apa saja kegiatan kelompok tani yang riil. Dan pengembalian kredit setelah berhasil.

Jika ada yang berminat saya bisa membantu menghubungkan dengan konsultan yang telah banyak berhasil dalam hal ini. Ada fee konsultan (nego).

Terima Kasih, bambang_sudiyono@yahoo.com

agus yulianto

Oct 9th, 2008

kami : LEMBAGA PENGEMBANGAN USAHA MANDIRI Yang Beralamat : Jl. Krakatau 19 Ketapang – Probolinggo Jawa timur Menyediakan Alat Distilasi untuk Bio ethanol sekaligus pelatihan penggunaannya ! Bagi yang berminat Silahkan datang langsung ketempat kami. Untuk informasi : (0335)7608897 Email : agusyulianto@rocketmail.com

agus yulianto

Oct 10th, 2008

bagi yang membutuhkan alat distilasi bioethanol bisa menghubungi kami di : (0335)7608997 atau lewat email : Agusyulianto@rocketmail.com atau bisa datang langsung ke alamt kami : LEMBAGA PENGEMBANGAN USAHA MANDIRI Jl. Krakatau 19 Ketapang – Probolinggo Jawa timur !

Misbahul munir

Oct 13th, 2008

@ Mr. Greg kalau bapak serius, saya sudah berhasil membuat ethanol dari singkong. dan sebagai uji coba sepeda dan saya pakai bio ethanol buatan sendiri dengan BE10.
kalau serius ingin kerja sama hub e-mail saya mnr_mnr99@yahoo.com.

maaf ya bapak-bapak untuk biobutanol sudah saya kerjakan dan hasilnya memang sangat mirip dengan bensin, karena ini adalah termasuk design pabrik saya dalam mencapai S1 teknik kimia. jadi saya yang penting do it dengan teori yang sederhana. sekarang saya akan mendisgn mesin dengan berbagai bahan bisa masuk, tq

ester

Oct 15th, 2008

saya sedang mngerjakan tgs akhir bioetanol dr cassava. apakah ada alat yg merupakan penggabungan dr alat liquifikasi dan sakarifikasi ??apa nama alat itu??negara mana yang sudah menggunakannya??

Yalun

Oct 16th, 2008

Dear Ester,
kalau Anda bisa kasih email Anda. Mungkin ada file saya yang bisa membantu

Wenny

Oct 20th, 2008

Dengan hormat,

Pak,apa beda gula biasa dengan gula rafinasi?
Bagaimana membuat gula rafinasi?

Terima kasih.
Wenny

Frans Ginting

Oct 21st, 2008

Saya sangat tertarik membaca komentar tentang Bio-ethanol. Saya sedang mencari Enzym dan ragi. Mohon rekan rekan membantu dimana saya dapat membelinya.
Makasih atas bantuannya.
Frans Ginting di sumut.
E-mail : frans_ginting69@yahoo.co.id
HP : 081223406296

Wempy

Oct 22nd, 2008

Dear teman-teman patriot Indonesia blue energy,

Saya sangat kagum sudah banyak warga nergara Indonesia yang jago keilmuawannya untuk kemajuan negara, dan keberanian coba-coba walaupun kadang tanpa dibekali knowledge yang pas. Maka jangan kaget kalau ada petani bukan ahli kimia menemukan temuan baru yang jelas bukan bidangnya. Di negara barat yang menjadi peneliti itu ya para ahli sesuai bidangnya, tetapi di Indonesia yang menjadi peneliti siapa saja tanpa melihat pendidikan. Salahnya disini, ilmu latah, ilmu anut grubyuk, satu tanam cabe kriting yang lain ikutan dan menyebabkan komoditas kedelai mesti diimpor karena tidak ada yang bertani kedelai semua pindah ke cabai keriting. Kalau bio-ethanol sukses, maka akan banyak petani tebu, harga tebu turun, tetapi harga beras naik karena petani padi semua pindah ke tebu.

Marilah kita serahkan bio-ethanol ke para ahlinya. Karena untuk mencapai fuel grade tidak bisa dipandang mudah hanya untuk bisa menghidupkan mesin saja, tetapi bagaimana pengaruhnya terhadap performa dan karakteristik mesin agar tidak terganggu. Sebagai contoh sifat korosif alkohol lebih besar dari bensin. Untuk itu diperlukan peralatan yang tepat dengan design yang sesuai standard fuel production. Bagaimana kalau perorangan menjual ethanol ke SPBU yang kemudian dijual untuk umum padahal belum melewati standard fuel? Tetapi kalau hanya sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah saya kira bagus dilanjutkan.

Kompetensi keahlian sangat diperlukan agar terjadi distribusi tenaga kerja secara merata pada semua sektor. Kalau petani atau dokter jadi produser ethanol siapa yang akan bertani dan yang mengobati? Maka banyak tenaga ahli kita tidak menjadi ahli alias general karena mereka tidak fokus pada keahliannya dan masih melihat masalah perut. Sebenarnya para ahli Indonesia itu pintar-pintar tetapi tidak fokus menggunakan kepintarannya akibatnya jadinya setengah-setengah.

Untuk itu saya mengharapkan pemerintah segera membuat standard produksi bioethanol agar rakyat tidak diombang-ambingkan dengan teknik coba-coba yang tidak disertai knowledgement yang memadai.

Bagi rekan-rekan kimia dan ahli bioethanol, kami segera merealisasikan pembuatan pabrik ethanol skala besar bahan tetes 10.000 liter per hari. Kami dari divisi venture and technology perusahaan EPC oil & petrochemical company di Jakarta.

Salam

Lingga W

Oct 23rd, 2008

WAh, menarik sekali artikel ini. Tetapi Lignin dalam artikel ini klo ga salah hanya dipisahkan saja dan ga tau dibuat apa. Saya mahasiswa yang akan membuat Tugas akhir.. Saya jadi pengen tau tentang segala pengambilan/isolasi lignin, pengolahan lignin dan pemanfaatannya. Lignin biasanya hanya sebagai limbah pada pabrik kertas (iya kan ??). Jadi lignin bisa di olah ga ya?? Saya juga pengen tau pabrik yang berbasis kelapa (bukan kelapa sawit) itu bisa menghasilkan produk apa aja sich?? Mohon tanggapannya bagi seseorang yang tau ke : step_stright@yahoo.com
(Buat cari inspirasi Tugas Akhir neh).
Mohon Maaf bila ada salah-salah kata dan
………………………………………………………………………….Terima Kasih………………………………………………………………………….

at

Oct 27th, 2008

wah hebat2 ternyata yah orang indonesia, saya bangga sekali dengan rekan2 disini, ada yang punya artikel lengkap tentang bio ethanol dari awal sampai akhir, ? boleh di share dong..:)
makasih yah sebelumnya..

saya sendiri jualan dan produksi enzyme (alfa amylase, beta amylase, gluco amylase dan ragi sacramises) bagi yang membutuhkan silahkan hub saya di 0817-0729020

Joe Tampubolon

Oct 30th, 2008

Dear Pak Wempy,

Setuju dengan Bapak, bahwa sudah saatnya kita mesti fokus dibidang masing-masing supaya hasilnya lebih memuaskan.

Saya bekerja di konsultan dan developer CDM saat ini saya menangani pabrik ethanol yg sedang dibangun, bidang kami di CDM jadi tentu kami fokus di wastewater dan energi nya.

Jadi untuk wastewaternya kami olah secara anaerobic dan gas methannya kami suppli ke boilernya, cukup signifikan penghematan cost untuk energi.

Saya tertarik ingin tau lebih lanjut dengan rencana pembangunan pabrik bapak, kalau boleh saya dapat info tolong japri ke saya di tampubolon_yohanes@yahoo.co.uk

Siapa tau kita bisa saling melengkapi, terima kasih.

Salam,
Joe

Viet

Oct 30th, 2008

Lam kenal….

Maaf, saya masih SMA…
Saya sangat interest dengan bisnis bioethanol dan biobutanol selayaknya Om dan Tante semua…..
Banyak bahan baku yang bisa kita gunakan….
Paket investasi untuk skala kecil mulai dari 50 juta-an….

Papa saya sudah dorong saya untuk mencoba produksi bioethanol dari singkong, sementara pilihan saya jatuh ke varietas Casersart atau UJ-5 dengan kadar pati bisa sampai 30% dengan budidaya menggunakan paket teknologi WSF di umur 10 bulan…

Tapi saya ragu…
Banyak perusahaan raksasa yang juga bermain di bisnis ini seperti Indo Acidatama (46,2 ribu kl), Indo Lampung Distellery (39,6 ribu kl), Molindo Raya Industrial (39,6 ribu kl), Aneka Kimia Nusantara (14,85 ribu kl), PG Rajawali II (10,5 ribu kl), dan PTPN XI (7,2 ribu kl), dan Medco Global…

Apakah produk kita bisa bersaing dengan produk mereka? terutama dari harga…
Apakah nanti bahan baku (singkong) masih mudah kita peroleh? ketika permintaan pasar atas bahan baku meningkat artinya biaya produksi kita juga naik….

Saya malah lebih tertarik untuk menyediakan bahan baku (singkong)-nya saja bai pada produsen bioethanol…
Tolong dong kasih masukan buat saya….
Thank ya Om, Tante…..

hafiz

Oct 30th, 2008

tolongdong kirim flowsheet prarencana pabrik etanol dari molasses

Fadil S.

Nov 7th, 2008

Saya alumni Teknologi Hasil Pertanian Unibraw, memproduksi dan menjual Enzim (Alfa Amilase + Gluko Amilase) yang berperan penting dalam proses likuifikasi (penguraian/hidrolisis pati menjadi dekstrin) dan sakarifikasi (penguraian dekstrin menjadi gula sederhana/glukosa) pada pembuatan BIOETANOL dan GULA CAIR. Sangat sesuai untuk skala laboratorium, home industry dan industri besar.
Sementara ini saya melayani penjualan eceran kemasan plastik PP 1 kg. Harga : Rp. 75.000/kg. (belum termasuk ongkos kirim). Sistem Pembayaran : Transfer Bank. Hubungi saya di infotech25@yahoo.co.id.

martin

Nov 18th, 2008

Hola, 2 hari yang lalu di tv trans7 ditayangkan tentang produksi bio ethanol skala rumahan dengan hasil produksi yang bahkan bisa dipake utk bbm motor. Lokasinya daerah pasuruan JATIM. Barangkali teman daerah jatim bisa ngasih informasi t4 dan no telp yang bisa dihubungi. Maturnuwun banget

uGie

Nov 25th, 2008

Salam semua…

Saya butuh informasi tentang jurnal bioetanol menggunakan kelapa dalam dimana yah?
Saya butuhkan sebagai bahan untuk membuat tugas akhir saya.

terima kasih

hans

Nov 27th, 2008

saya orang kalimantan barat.. saya sangat tertarik dengan bioethanol..
saya ingin mengembangkan bioethanol di daerah saya ( sekadau, Sintang) mungkin dari seklian banyak saudara yang tertarik dengan proyek ini kita bisa kerja sama..

Hans Christian

Nov 27th, 2008

mungkin dari saudara-saudara ada yang tertarik untuk membudidaya ubi kayu sebagai bahan baku Bioethanol di kalaiman barat khususnya di kab Sekadau, Sintang. kiata bisa kerja sama..
dan saya kita juga bisa tewarkan kerjasama dengan PEMDA setempat. dan kita hanya sebaga pengelola yayasan. untuk lahan dan pemberdayaan kelompok tani saya rasa sangar bisa.
hub saya bagas_mualang@yahoo.co.id

Hans

Nov 28th, 2008

saya mahasiswa. saya sangat tertarik sekali dengan boiethanol..
saya orang kalimantan barat.. saya ingin sekali mengembangkan budidaya ubi kayu sebagai bahan baku bioethanol di daerah saya ( kab Sekadau, Sintang ) mungkin dari ada dari bapa/ ibu yang ingin kerja sama dengan saya. bisa hubungi saya di bagas_mualang@yahoo.co.id atau sms
saya sudah memiliki konsep.
kau bapa/ ibu tertarik saya minta alamat e-mailnya nanti saya kirimkan konsep kerjanya.
terimakasih sebelumnya

By. Hans Christian
HP. 085245671001

eka

Nov 29th, 2008

terima kasih kalau mau kirimi aku data yang lebih komlplit

Shika

Dec 1st, 2008

Salam hangat bwt semua pejuang (bapak2, ibu2 & teman2) yang ikut forum ini.
Perkenalkan nama saya Shika, seorang mahasiswa.
Saya seperti kebanyakan pejuang yang ikut dalam forum ini, yaitu seorang yang tertarik dengan bioethanol.
Saya ingin bertanya tentang campuran (bahan) kimia yang cocok atau sering digunakan untuk bioethanol, sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar, biasanya apa ya? Trus apakah memungkinkan jika bioethanol yang ada langsung digunakan sebagai bahan bakar?
Mungkin dari forum ini saya bisa mendapat jawabannya.
Terima kasih sebelumnya bagi yang menanggapi pertanyaan saya.

Keep smile… :)

Wassalam.

Bima

Dec 3rd, 2008

Duh sayang yah ini website. Banyak pengunjungnya dan bahkan ikut kasih pertanyaan, tapi tidak dijawab oleh pengelola.

Padahal, pengelola bisa buat CD (E-Book)atau Buku tentang Pembuatan Ethanol yang dapat dijual kepada masyarakat atau pengunjung website ini. Saya dah cari buku tersebut, belum ada dipasaran.

Saya pernah beli CD dari net tentang pembuatan ethanol, tapi isinya cuma hasil kopi dari net juga yang belum tentu hasilnya terbukti. Jika ada CD atau buku pembuatan ethanol yang benar-benar hasil praktek nyata (bukan cuma copy dari net), saya mau tuh beli. Apalagi jika disertai vidonya.

Tuh kesempatan buat yang kreatif.

tuty

Dec 3rd, 2008

mohon bantuannya, bacillus sp berespirasi secara aerob atau anaerob sih???

tuty

Dec 3rd, 2008

saya sedang melakukan penelitian bioetanol dari biji jagung,
enzim alfa amilase yang berasal dari kapang basillus sp dapat berlangsung dalam keadaan aerob atau anaerob??? kalau bisa keduanya, mana yang lebih baik???
Mohon bantuannya secepatnya yah…………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

at

Dec 4th, 2008

dear all, para peminat,pemerhati, peneliti, pemakai, pengusaha bio ethanol

alhamdulillah kami sudah melakukan “simposium” kecil 2 kali dan gratis di jakarta,
dan telah lahir asosiasi pengusaha bioethanol indonesia,
dimana kami akan membantu bagi siapapun yang membutuhkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bioethanol, baik pelatihan, supervisi, pemanfaatan , penyediaan bahan baku, pengepul maupun masarin bioethanol,

kami didukung oleh beberapa orang ahli dari indonesia green, IPB, LIPI, RNI dan banyak lagi,

kami telah membahas produksi bioethanol dari bahan singkong dan sorgum, insya allah dalam waktu dekat kami akan melakukan pertemuan lagi akan membahas bioethanol dari tetes tebu dan nira

bagi yang berminat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut bisa email saya di at.wiryawan@gmail.com
sms 08170729020 atau 081381177910,

saya ada beberapa artikel hasil dari beberapa penelitian baik dari sisi teknis maupun non teknis yang berminat silahkan japri.

salam sukses

wiryawan

obiyakhi

Dec 19th, 2008

wah pada rame nih ngomongin bioethanol…

klo gtu gw mau iku tnih, tp saat in msh blm bisa bicara bnyak..
saya blan januari ini, bekerja d pt. indo lampung distilerry
sebuah pabrik ethanol berbahan baku molase yang berasal dari limbah pabrik gula (molase)
mungkin nanti saya bisa berbicara banyak mngenai hal ini, bila saya sdah bekerja dan banyak mendapatkan materi mengenai hal ini..

teimaksih

Best Regards
Robiansyah

masrian

Dec 20th, 2008

salam,,tuk semua

saya TK’05 UNSYIAH,,
mau nannya ,,,

pa sih katalis yang baik tuk biodiesel dari alpukad??
n kalau ada materi tau yang laen,,,
bantu saya ya,,,,
thanks 4 all

masrian

Dec 20th, 2008

kalau ada bisa kirim ke buyunk86@yahoo.co.id

Bima

Dec 22nd, 2008

Pak Yalun, boleh donk kalau ada gambar reaktornya. Juga penjelasan cara pengolahan bio ethanolnya. email saya: gemamandiri@yahoo.com

Yalun

Dec 25th, 2008

Pak Bima, sayang saya tidak punya gambar fermentor yang detil. Namun pada dasarnya fermentor itu jenis reaktor yang simple. Biasanya berupa CSTR. Ada juga jenis airlift bioreactor dan packed bed. Mengenai cara pengolahan bioethanol itu sampai sedetil apa? Apa yang Anda inginkan? Jika mau dijelaskan sampai detil kayaknya butuh email berlembar-lembar dan akan tergantung background Anda. Namun sebagai pengantar, Anda bisa cek di http://yalun.wordpress.com/2008/12/14/bagaimana-mikroorganisme-bisa-menghasilkan-alkohol/
Semoga membantu.

Anyway, selamat Natal buat yang merayakan. Happy New Year buat semua ^_^.

angga

Dec 28th, 2008

assalamu’alikum
Salam kenal
Saya sangat berminat sekali untuk membangun pabrik pengolahan bioetanol berbahan baku molase, karena didaerah saya banyak sekali molase yang belum dimanfaatkan, saat ini saya baru lulus jadi kendala terbesar adalah masalah modal, tolong dong kasih informasinya detail cara pembuatan dan peralatan sederhana bioetanol skala pemakaian sendiri (8 liter/hari), (Budget 500 rb)

Terima kasih

eko

Jan 1st, 2009

Teman2x Semua mau tanya, beberapa hari yang lalu saya dengar sudah ada produksi Bio etahnol dari bongkol Jagung yang di Fermantasi dengan enzim yg katanya supliernya dari France dan sudah ada orang Bogor yang melakukan itu dan juga dia menjual enzimnya, kalo ini memang bisa amat sangat luarbiasa karena banyak bongkol Jagung di kampung saya yang di buang bisa dimanfaatkan, mohon infonya kalau ada yang tahu terimakasih.

Bila ada yang mau bermitra saya ada lahan yang luas yang siap tanam kontrak untuk singkong maupun jagung luasnya hingga 900 Ha satu pemilik tanah dan satu lokasi dengan sistem produksi yang sudah terkoordinasi dengan penduduk setempat.

Hub. 0811163935 ato 081910153008 eko

di4n

Jan 12th, 2009

saya t’ tarik dengan bioetanol ……….
kalau dikembangkan di tempat kita, punya dampak ke lingkungan dan masyarakat seperti apa ya ??

requires

Jan 29th, 2009

apa sih beda ethanol dan bioethanol?

Ridwan

Feb 2nd, 2009

oiya… ada yang punya data historis penjualan bioetanol gak?

akketangka

Feb 3rd, 2009

salam kenal semuanya :)
kira2, kalo mau beli mesin distilator yg murah/skala kecil, harga dan tokonya a-da yang bisa bantu kasih infonya ngga yaa?

thanks

andre

Feb 5th, 2009

Sy udah produksi bioetanol kadar 50 – 65 %.
Kapasitas masih 70 Liter/hari.
Tersedia Stock Etanol 55 % sebanyak 800 Liter.
Harga Rp 4700/Liter
Bagi yang berminat silahkan hub di :pungair@yahoo.com
Tq Andre

dewi

Feb 5th, 2009

salam kenal semuanya
Saya dewi dr UAD-yogya, saya udah ngambil TA ttg bioetanol dari pati singkong. Tapi, ada kesulitan nyari persen konversi (XA) untuk mencari kecepatan reaksinya. Atau literatur yg lengkap utk mencari persen konversi tersebut apa ya?..

Thanks

Reynald

Feb 5th, 2009

Teman2 tekkim, saya reynald Unpar TK06, lagi nyusun proposal penelitian nih, topiknya mengenai pembuatan bioetanol dari sagu, ada yang punya jurnal mengenai sagu dan komponen2nya gak?
Kalo ada hubungi saya dong di christian_tjandra@hotmail.com. Makasih..

ilex abdullah

Feb 21st, 2009

salam kenal semuanya…
saya ingin mendirikan industri bioethanol dg kapasitas 200 liter / 8 jam ,
apabila ada yang dapat menyediakan alatnya dg kualitas yg bagus dan
harga yg ekonomis silakan hubungi : ilexabdullah@yahoo.co.id
terima kasih atas perhatiannya

marina

Feb 23rd, 2009

Saya mahasiswi yang lagi menyelesaikan tugas akhir
Skripsi saya berhubungan dengan kacang kedelai. Saya lagi butuh nih data produksi dan impor kacang kedelai di Indonesi juga di Aceh.
Mohon bantuannya ya….

Kalo ada yang tau tolong dikirim ke: nova_mw@yahoo.com

Makasih

nata

Mar 9th, 2009

aduh aku dah capek nyari tugas tuk mata kuliah bioproses
eh taunya dapat infokek gini yang ngebantu banget thx ya
buat penulis siapa ya?????????

toni

Mar 16th, 2009

Kami produsen BIO Ethanol skala rumah tangga, mengadakan workshop bioethanol langsung di pabrik pengolahan bioethanol di Cibubur, Jakarta. Workshop akan diadakan setiap hari.
Materi Workshop meliputi:
• Pengenalan tentang Bioethanol
• Pengenalan Bahan Baku Bioethanol
• Pengenalan Peralatan dan Proses Produksi Bioethanol
• Proses Pengolahan Tetes tebu menjadi Bioethanol
• Proses Pengolahan limbah Bioethanol
• Pengolahan Bioethanol menjadi Biopremium & Minyak tanah
• Prospek dan Analisa Bisnis Bioethanol
• Konsultasi Bisnis Bioethanol

Biaya Workshop Rp. 300.000 (umum)
Rp. 250.000 (pelajar&mahasiswa)
Biaya sudah termasuk materi workshop, snack dan makan siang & transportasi ke lokasi pabrik.
bonus buku produksi bio-etanol serta bantuan pemasaran produk.
Pembayaran tunai di cibubur, atau transfer ke BSM Cabang pembantu jakarta cibubur a.n. Diana Widjayanti no. rekening 1030031963.
Keterangan lebih lanjut hubungi Toni (021-93-72-1975 tlp/sms)
TEMPAT TERBATAS!!! (max 5 orang/hari)

Kami juga menyediakan biologic supply untuk pengolahan bioethanol, yang kami jual sementara ini adalah :

Enzime Amylase
Enzime Glucoamylase
Ragi Saccharomyces cerevisiae

Kami juga membuat peralatan produksi bio ethanol dengan berbagai type dan kapasitas sbb :
1. Kapasitas 70ltr/hr grade 40% -sd. 85% untuk sekala home industri, Harga Rp. 5jt/ set
2. Kapasitas 100lt/hr, grade 85%-95% untuk home industri dan menengah, control manual, harga mulai Rp.10jt/set
3. Kapasitas 200lt/hr, grade 85%-95% untuk home industri dan menengah, control manual, harga mulai Rp. 16jt/set
4. Kapasitas 400lt/hr, grade 85%-95% untuk industri menengah, Ful automatically control, harga mulai rp. 29jt/set

singgih

Mar 17th, 2009

saya mau tanya tentang market bioethanol, terutama di wilayah bogor dan jawa barat

edu

Mar 18th, 2009

Salam kenal semuanya…

Bagi rekan-rekan yang butuh (informasi) alat destilasi dan dehidrator bioetanol kapasitas sampe 200liter/hari, bisa kontak via e-mail ke bioprima.energi@consultant.com. Teknologi terapannya bisa diandalkan dan referensinya valid. Soal harga, barangkali lebih arif kalo “riset – inovatif dan uji alatnya” juga mendapat perhatian dan apresiasi … Semoga membantu. Thx

Edu Charisan

Mar 18th, 2009

Salam kenal semuanya,

Kalo rekan-rekan ingin membeli alat destilasi atau dehidtrator bioetanol (kadar sampai 99,6) coba kontak e-mail ke bioprima.energi@consultant.com. Kapasitas produksi sampai 200 liter/hari. Kualitas alat, teknologi terannya dan referensinya bisa diandalkan. Semoga membantu ….. Thx

Rofi

Mar 31st, 2009

Untuk Mr. Edu Charisan, tolong infonya tentang alatnya ke email saya di apsipro@yahoo.co.id, trims.

rudi

Apr 12th, 2009

kami butuh informasi tentang bahan baku ethanol dari molase. apa saja campurannya biar menghasilkan yang lebih tinggi kadar alkhoholnya.

toni

Apr 12th, 2009

mr.singgih, klo mau masarin etanol di sekitar bogor bisa kontak saya di 021-93721975. saya di cibubur, cuma 30 menit dari bogor via tol

Gieks

Apr 30th, 2009

Kita rekan-rekan di Jember akan membentuk kelompok pengolah bioethanol,kami mempunyai tehnologi destilasi dengan hasil grade bioethanol 85% hingga 90%. Yang menjadi kendala kami adalah dalam hal pemasaran, andai dimungkinkan, kami bisa dijadikan partner kerja dengan system Plasma.
Silahkan beremail dengan saya: free_bss@yahoo.Co.Id

Gieks

Apr 30th, 2009

Kita rekan-rekan di Jember akan membentuk kelompok pengolah bioethanol,kami mempunyai tehnologi destilasi dengan hasil grade bioethanol 14%hingga 90%. Yang menjadi kendala kami adalah dalam hal pemasaran, andai dimungkinkan, kami bisa dijadikan partner kerja dengan system Plasma.
Silahkan beremail dengan saya: free_bss@yahoo.Co.Id
Atau SMS: 085746555688
Thanks.

toni

May 1st, 2009

buat teman2 di sekitar JABOTABEK & JAWA TIMUR yg kesulitan dalam pemasaran etanol,silakan hub sya di 021-93721975 & 085695399653, mudah2an saya bisa bantu. sya terima hasil sulingan kadar berapapun, minimal 20%

Edie tanudjaja

May 2nd, 2009

Saya tertarik dengan biz bioethanol, kemudian saya sudah ikut kursus juga. Cuma hasil ethanol dari molases tsb kok masih ada baunya. Bagaimana menghilangkan bau dari hasil destilasi berbahan molases. Terimakasih.

inesmartins

May 5th, 2009

The honorable,

Saya Ines Martins seorang peniliti, saya sangat tertarik sekali dengan informasi yang anda paparkan di website terlebih bio-etanol.

Setelah saya membaca wesite muncullah beberapa pertanyaan sebagai berikut:

Pertama saya kepingin tahu lebih lanjut mengenai proses tebu untuk menjadikan tenaga listrik,

Kedua apakah ampas tebu bisa dijadikan pupuk organik? ataukah masih membutuhkan bahan yang lain untuk dijadikan pupuk organik?

Ketiga Limbah dari tebu digunakan untuk apa dan ada dampak negatifnya terhadap lingkugan, kesehatan dll?

Atas perhatian dan kerjasama anda saya mengucapkan banyak terima kasih.

Regards

Ines

edwin

May 10th, 2009

salam kenal semua………

saya lagi nyusun makalah tentang etanol dari patis singkong…………..

tapi saya kekurangan bahan,yaitu flowsheet pabrik beserta utility2 nya

bisa tolong saya ga?

kirimkan ke e-mail saya ya smiler_b@yahoo.co.id

thanks

wsalam

lin

May 13th, 2009

Hai……aq jg lg ta nih….bioetanol dari sagu……………….ada yg pny literaturnya gak…..????sama gak sih sm bahan dr singkong????bedanya dmn???konversinya utk reaktor gmn ya…? thanks

ekino

May 17th, 2009

dmana saya bisa dapatkan alamatnya pengepul/distributor dr hasil penyulingan tetes tebu.mohon jawabanya. ecinodermata@yahoo.com

albashir

May 24th, 2009

saya juga lagi TA tentang desain reaktor bioethanol dari eceng gondok,, bg tman2 yg pnya proses pembuatan dan design reaktor bioethanol (apapun, misal singkong atau yg lainnya)tolong kasih taw saya ya,,
tolong bgt buat bhan referensi saya,,trimakasih..Bantuan dari teman2 sangat saya butuhkan,, untuk masa depan TA saya,,
email: albaizm@enviro.its.ac.id

Buyung Lesmana

May 25th, 2009

Bagaimana menghilangkan bau dari hasil destilasi berbahan molases. Terimakasih.

Indah Lesmana

May 29th, 2009

@Mr. Yalun

Salam kenal pak yalun. Sudah 1 tahun saya berkecimpung di bioetanol. Saya kesulitan memasarkan bioetanol yang saya hasilkan, karena bioetanol yang hasilkan berbau. Menurut pak Yalun, bagaimana cara menghilangkan bau itu.

Mohon bimbingannya pak. Kalau boleh saya minta email bapak.

Terima kasih,
Indah Lesmana.

hendri dunan

Jun 1st, 2009

Sesungguhnya bangsa Kita memilki potensi yang luaarrrr biasa untuk segala hal : Pertanian, perkebunan,hasil sumber daya laut bahkan energi. Sebut saja sample yang bisa kita ambil yaitu Bioethanol…suatu turunan dari alkohol yang begitu mudah dapat kita buat dengan memanfaatkan segala sumber daya alam yang kita miliki….bisa dari singkong,tebu,gandum, jagung dan lainnya asalkan bahan tersebut mengandung glukose…semua itu tersedia berlimpah dinegeri kita….hanya dengan sedikit perhatian dari pemerintah yakinlah negara kita akan dapat menjadi negara dengan sumber energi terbesar kedua didunia setelah Brazil….dengan memanfaatkan para petani, kemudian pengaturan masa panen dan sistem tanam semua akan krisis negeri ini akan dapat teratasi…..

fibra Nurani

Jun 5th, 2009

Mohon informasi untuk mendapatkan kultur bakteri Clostridum acetobutylicum atau C. butylicum atau C. Beijerinckii. Terimakasih atas bantuannya.

koko

Jun 19th, 2009

mohon bantuan, bagi yang memiliki suplai Bio ethanol atau tau chanel terutama didaerah jatim harap menghubungi saya. butuhannya tdk banyak hanya 10ltr saja.penting
koko :HP saya 0813 91539014, flexi:031 72055564

MEMET

Jul 29th, 2009

Dear all,

Bukan main ! itulah kesan saya membaca diskusi didunia maya sedemikian intensif. Peran dosen seperti pak Yalun seolah memberikan kecerahan pada masyarakat/mahasiswa yang haus tentang pengetahuan ini.

Selamat buat semuanya

abdillah

Aug 25th, 2009

Liat alat bioetanolnya serem banget. Saya sudah menciptakan yang mudah, murah, cukup sekali penyulingan sudah dapat dipakai buat kompor. baca saya di jurnal direktorat Pendidikan Tinggi depdiknas. http://dikti.org/?q=node/635 . Smoga bermanfaat.

sukhoi 150

Sep 9th, 2009

@abdillah
terima kasih atas penelitiannya yang sangat amat membantu kami sebeLum terLanjur meneLiti koLom distiLasi.
cuma ingin saran.. jangan sampai terbiasa dengan kelebihan pemanasan sampai 100 C
karena akan boros energi. dan pastinya menghasilkan suhu 78 C lebih hemat energi (kaLor) daripada menghasiLkan suhu 100 C, jadi tetap lebih baik menjaga suhu daripada menambah batu koral.
mohon sy dikoreksi.

okta

Sep 12th, 2009

numpang nanya mas,,
bagaimana penggunaan zeolit sintesis untuk pemurnian etanol ??
apakah dg cara perendaman atau ada cara lain ?

Aries Satriyo

Nov 10th, 2009

Salam kepada semua temen-temen yang fokus pada masalah BIOFUEL dan khususnya bioethanol.
Menarik sekali menyimak diskusi dan tukar pendapat di forum ini.
Saya ingin menanyakan kepada temen-temen disini yaitu kepada :

@ Bhe :
Apakah pabrik bioethanol milik MEDCO di Lampung sudah berjalan produksinya ? Saya mendengar pabrik telah didirikan dengan menanamkan investasi yg cukup besar.

@ Wempy :
Apakah pabrik bioetanol dengan bahan baku tetes 10.000 liter /hari sudah berjalan sebagaimana mestinya ?
Kalo boleh tau alamat website-nya perusahaan tempat Wempy bekerja.

@ Joe Tampubolon :
Apakah CDM ( = Clean Development Management ) kalo gak salah lho itu adalah kepanjangan singkatannya.
Bole saya nanya sedikit di bidang Joe yg kerjakan yaitu : Apakah signifikan sekali gas methan yg diumpankan ke Boiler itu dapat menghemat energi yang ada dan memberikan recovery energy ?

Sebelum dan sesudahnya Terima kasih atas jawabannya yang diberikan kepada saya .

Terima kasih .

Aries Satriyo.

bioennusa

Nov 22nd, 2009

kalau kita diskusi ethanol tetapi tidak tahu bagaimana penggunaannya kan percuma. Oleh sebab itu silahkan lihat di http://www.bioennusa.com untuk tahu bahwa ethanol bisa menggantikan bensin 100 %

bhe

Nov 26th, 2009

hmm lama saya tidak membuka web ini, alhamdulillah, artikel dan diskusi sangat menarik dan bermanfaat.

@ Pak Aries Satriyo: Pabrik Medco seharusnya sudah beroperasi, mkn sejak akhir tahun 2008, akan tetapi saya tidak mengikuti perkembangannya.
Sebenarnya sudah banyak juga pabrik etanol yg ada di indonesia, seperti molindo raya yg memanfaatkan tetes tebu/molase. kalau medco kalau tidak salah menggunakan singkong sebagai bahan bakunya.

Mengenai CDM, seharusnya pabrik etanol bisa mendapatkan carbon credit, yang di hitung berdasarkan pengurangan emisi jika dibandingkan dengan menggunakan fosil fuel. Setahu saya pabrik listrik Geothermal milik Chevron sudah mendapatkan carbon credit ini, karena subtitusi sumber energi pembangkit listrik dari batu bara yang menyebabkan emisi CO2 dengan geothermal yang relatif clean. Hal ini juga merupakan salah satu tantangan yang mungkin dapat mempercepat perkembangan bioenergy khususnya di negara2 berkembang.

Salam

Ivan Siallagan

Dec 7th, 2009

Salam Buat kwan yang mau bantu……..

Mohon bantuan ngirim data mengenai proses pembuatan bioetanol

Alfi

Dec 13th, 2009

Saya sedang mencari contoh flowsheet untuk rancang pabrik yg biasa dibuat menggunakan chemcad,blh minta sumber yg tepat untuk bisa nemuin contoh flowsheet itu???
Makasih sebelumnya.

rachmat

Jan 11th, 2010

Pak Yalun yth,
Maaf saya masih rada telmi soal penjelasan bapak (bau menyengat) bioetanol. Jadi kesimpulannya bagaimana pak?? apa yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan atau mengurangi bau tsb? Mengganti bahan bakunya kah? atau perlakuan yg lain? mohon pencerahannya pak… terima kasih.

nb: bisa bpk tanggapi di sini ato lgs ke email saya rs_abadi@yahoo.com

regard

purwanti

Feb 4th, 2010

untuk semuanya

Wah dapat pencerahan habis baca diskusi ini,..lagi bingung mau mengerjakan tugas pra rancangan pabrik gak punya contoh sama sekali. kalau ada contoh tugas akhir tentang bioetanol tolong dunk.

terimakasih sebelumnya untuk semua!

erika

Feb 15th, 2010

ada yang punya referensi flowsheet pabrik bioetanol dari singkong g? coz ni lagi bikin pra design pabrik..thx y…

anti

Mar 11th, 2010

Mohon bantuan lagi buat TA…pra rancangan pabrik bio etanol dari molases

tolong infonya bagaimana perbandingan nutrisi dalam pembiakkan yeast s.cereviciae

terimakasih sebelumya..(anti_e87@yahoo.co.id)

Johnson Aritonang

Mar 20th, 2010

Untuk enzym alfa amilase tersedia di pasaran dengan merk dagang Enzyplex, harganya Rp 3.800,- (Tiga Ribu Delapan Ratus rupiah). Dapat dibeli di apotek. Semoga bermanfaat…

muslimshare

Apr 19th, 2010

assalamualaikum..
saya mau membagikan informasi seminar…..

Seminar Internasional on Fundamental & Application of Chemical Engineering (ISFAChE) 2010

We Encourage the Chemical Engineering and Related Disciplines Community to Submit Abstracts for Either Oral or Poster Presentation on the Following Topics:

Biochemical Engineering
Catalysis and Reaction Engineering
Clean Energy Systems and The Environment
Computational Chemistry
Conventional and Renewable Energy
Nano-materials and Nano Technologies
Polymer Engineering and Material Processing
Process System Engineering
Thermodynamics
Transport phenomena

for further information please visit link http://isfache2010. its.ac.id

Jusuf Rudiono

Apr 21st, 2010

Dear All,

Saya ada mesin proses bioetanol lengkap (Evaporator, Stripper, Destilator) kapasitas 250 lt /hari (buatan Lampung, hasil bagus kadar 95% dan tidak berbau fussel). Apabila ada yang berminat atau ingin melakukan kerjasama, silahkan hubungi saya melalui email : jala_lentera_nabati@yahoo.com atau telp. 021-70662079.

Terima kasih.

rahmna

Jul 25th, 2010

salam kenal semuanya, infonya bagus banget ada yang lain ngak tentang bioetanol karena ini berhubungan dengan tugas akhir kuliah, and ada yang bisa kasih info ngak dalam pembuatan bioetanol dari ubi enzim apa yang sangat berperan, thank’s banget ya bantuannya ………..

enaira

Jul 27th, 2010

ada yg tw untuk saat ini penelitian terbaru ttg bioetanol dari sorgum apa y?coz sy bgg dasar pmilihan judul untuk bahan skripsi saya..

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>