Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

by on 12/02/08 at 11:09 pm | 55 Comments | |

Legalisasi pendirian pabrik kimia? Jangan pernah lupakan faktor AMDAL. Mungkin teman-teman sekalian sudah sering sekali mendengar istilah AMDAL, bahkan tahu bahwa istilah ini merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Namun, tahukah teman-teman usaha/kegiatan apa saja yang diwajibkan untuk menyusun AMDAL? Siapa saja pihak-pihak yang terkait dalam penyusunan AMDAL? Dan bagaimana prosedur pengajuan AMDAL? Bagi yang belum tahu mungkin ulasan di bawah ini bisa membantu.

Apa yang dimaksud dengan AMDAL?

Berdasarkan PP no. 27 tahun 1999, definisi AMDAL ialah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Dokumen AMDAL terdiri dari beberapa bagian:

  1. Dokumen kerangka acuan analisis dampak lingkungan (KA-ANDAL)
  2. Dokumen analisis dampak lingkungan
  3. Dokumen rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL)
  4. Dokumen rencana pemantauan lingkungan hidup (RPL)

Siapa pihak-pihak terkait dalam penyusunan AMDAL?

  1. Pemrakarsa
    Orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha/kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam penyusunan studi AMDAL, pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan dokumen AMDAL. Penyusun dokumen AMDAL harus telah memiliki sertifikat Penyusun AMDAL dan ahli di bidangnya.
  2. Komisi penilai
    Komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL.
  3. Masyarakat yang berkepentingan
    Masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan seperti kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya. Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.

Bagaimana prosedur AMDAL?

Prosedur AMDAL terdiri dari 4 tahapan, yaitu:

  1. Penapisan (screening) wajib AMDAL
    Menentukan apakah suatu rencana usaha/kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak. Berdasarkan Kepmen LH no 17 tahun 2001, terdapat beberapa rencana usaha dan bidang kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL, yaitu: pertahanan dan keamanan, pertanian, perikanan, kehutanan, kesehatan, perhubungan, teknologi satelit, perindustrian, prasarana wilayah, energi dan sumber daya mineral, pariwisata, pengembangan nuklir, pengelolaan limbah B3, dan rekayasa genetika. Kegiatan yang tidak tercantum dalam daftar wajib AMDAL, tetapi lokasinya berbatasan langsung dengan kawasan lindung, termasuk dalam kategori menimbulkan dampak penting, dan wajib menyusun AMDAL. Kawasan lindung yang dimaksud adalah hutan lindung, kawasan bergambut, kawasan resapan air, kawasan sekitar waduk/danau, kawasan sekitar mata air, kawasan suaka alam, dan lain sebagainya.
  2. Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat
    Berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.
  3. Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL
    Penyusunan KA-ANDAL adalah proses untuk menentukan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL (proses pelingkupan). Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen KA-ANDAL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya. Apabila dalam 75 hari komisi penilai tidak menerbitkan hasil penilaian, maka komisi penilai dianggap telah menerima kerangka acuan.
  4. Peyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL
    Proses penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL). Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen ANDAL, RKL dan RPL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.

Bagaimana jika usaha/kegiatan tidak diwajibkan menyusun AMDAL?

Usaha/kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL). UKL dan UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan izin. melakukan usaha dan atau kegiatan.

Sumber: Situs Kementrian Lingkungan Hidup, Diktat Kuliah Pengelolaan Limbah Industri TK-ITB

  • Mac

    Saya sdng ngerjain amdal batubara. Sgt sulit n muahal

  • http://--- azwan

    Apa sehhh… dampak negaif dari amdal i2 sendiri….

  • http://--- azwan

    Tolong materi amdalx lbh lgkp lg….

  • cwok muslim

    asl jgn jd plengkap aj y,,,,,,,
    ujungny2 duit (uuD)

  • http://zonareza.blogspot.com reza unim

    kalau amdal memeang diperlukan untuk perusaan yang mengandung B3, kalau perusaan yang tidak menghasilkan B3 haya perlu membuat UKL UPL,
    kira2 temen2 ada yang punya contoh ukl upl gak ya?
    he..he…he….

  • http://plurk.com/aiiurahma chessa

    amdal itu kapan dan dimana lahirnya iiah??

  • CAUN_TIK

    thank’s ya buat makalahnya

  • sarah

    apa perbedaan yg signifikan antara RPL dan PKL?

  • Retno Affandy aida

    AMDAL adlh concept public policy yg nic3! BTw implementasina nie yg msh plu dptnykan.. Pa da dlakukn sesuai prosedur cz Kenapa di lap, msh tjd bencana akbt usha yg pnya dmpak besar dan penting, so ada apa dgn Amdal di INDONESIA?;-)

  • hasan nu ganteng tea

    salam kenal,saya minta tolong,jelaskan lebih rinci tentang pengertian,tujuan,manpaat amdal.coz buat tugas ipa.please help me!!!!ok

  • dina

    yah lumayan buat nambah wawasan.

  • www007

    salam buat semuanya…
    Kalau mau mengetahui jenis kegiatan apa aja yang wajib memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup, dapat diperiksa di PerMenLH nomer 11 tahun 2006.
    Bila ada rencana kegiatan yang sudah berjalan (sudah ada aktivitas) namun belum memilki dokumen AMDAL, maka kepada pemrakarsa diwajibkan membuat Dokumen Pengelolaan dan Pematauan Lingkungan (DPPL) sesuai dengan PerMenLH nomer 12 tahun 2007.
    Dokumen AMDAL boleh dibaca untuk umum, silahkan menghubungi ke Pusat-pusat studi lingkungan hidup di berbagai perguruan tinggi terdekat di kota anda, atau bsa menghubungk ke BLH setempat (Dulu Bapedalda atau Dinas Lingkungan HIdp).
    Selamat beraktivitas, semoga sukses.

  • Pingback: AMDAL « Apriyantoni’s Blog

  • i_one’s

    jd tmbh deh wawasanku …. thanks

  • lembank

    Good afternoon nih…
    tolong kirimin Contoh kegiatan yang Wajib Amdal Donk…!!!!
    Tugas mw ngumpul, tp blom ketemu2…

  • LIcha

    Aq pernah ikutan tim amdal gt..
    dokumen na itu gak sembarang orang bisa liat (sepengamatan aq slma bantu2 ya…)
    tebel2 deh…
    biasa na mereka yg kompeten buat amdal (konsultan) itu udh ngantongin sertifikasi amdal B (udh pd tauk x ya..),,trs begitu dpt assist dr pihak yg mmbthkn, mereka lgsg nyiapin tim na bwt ngebahas, stlh itu trn ke lapangan (ambil data, survey). buat masyarakat yg terkena dampak, mereka melakukan sosialisasi dg bantuan kades/ aparat pemerintahan (dan biasa na jg dg nyebarin kuisioner), sdgkn bwt masyarakat pemerhati, mereka ngasih kuisioner aja. intina kuisioner itu utk mengetahui kondisi masyarakat di daerah lokasi, respon dan tanggapan serta setuju ato gak thdp proyek/ kegiatan tsb (slma ni sih yg aq liat msyrkt na monggo2 aja asalkan gak ngerugiin mereka).stlh itu kuisioner na diolah (kyk makanan…) ma ahli2 di bidang na dan jadilah itu dokumen. tamat de…
    kira2 gt sih…lebih ato krg mhn maap.

  • izza

    hehe…gi nyari contoh dokumen ANDAL neh…
    ada masukan ga?
    tapi artikelnya lumayan.thanks ya..!

  • http://michaelhutagalung.com michaeljubel

    sampe sekarang gua gak pernah liat contoh asli dokumen AMDAL. hehehe.. tebel kali ya?

  • dian shofinita

    wah.. lumayan bgt nih buat yg mau ujian limbah..

  • dave

    ass.wr.wb

    saya mhsiswa t geologi,saya bisa minta tlng dikirimkan contoh dokumen amdal meliputi KA, Andal, RKL, RPL.

    thanks

  • Sarman S Simanjuntak

    Saya mohon bantuannya tentang cara pengolahan limbah batubara cair dari pembakaran batubara..
    thx

  • Lita

    bedanya AMDAL ma ANDAL, n RKL-RPL ma UKL-UPL apa sich?klo rumah sakit tu msh hrs pake amdal juga atau ga?trims ya atas sedekah ilmunya,,,

  • hengki syah jaya

    lestarii………

    salam kenal sebagai peduli lingkungan

  • uta

    secara konkrit donk…..
    kegiatan yang gimana musti pake amdal……….
    kadang luasan juga mempengaruhi yach???

  • http://www.mmiklaw.co.id Hayu

    FYI, Kepmen LH No. 17 tahun 2001 sudah tidak berlaku lagi, sekarang yang berlaku adalah Permen LH No. 11 Tahun 2006.

pestilence439
lovelock506 voltigeur296 fiance206 pecunious261 hyperphysical624 printer549 earnestness679