Fuel Additive: Solusi Kenaikan Harga BBM?

by on 08/01/08 at 12:03 am | 36 Comments | |

Bagaimana reaksi teman-teman terhadap kenaikan harga BBM yang diberlakukan oleh pemerintah? Harga BBM fosil semakin meroket dan di sisi lain industri bioenergi belum sedemikian berkembangnya sehingga transisi energi masih sulit dilakukan. Bagaimana tindakan kita untuk mengurangi penggunaan energi di tengah mahalnya harga BBM fosil? Apakah teman-teman pernah mendengar teknologi fuel additive? Salah satu produk fuel additive yang tersedia di pasaran ialah MPG Caps, suatu produk yang ditujukan untuk menghemat pengeluaran para pengguna kendaraan bermotor.

MPG Caps (Mileages Per Gallon Capsule) adalah suatu produk berbentuk kapsul yang ditujukan untuk perawatan mesin yang diproduksi oleh Fuel Freedom International di Amerika Serikat dan terbuat dari 100% bahan organik aktif yang tidak mengandung diluen atau filter. MPG Caps dapat digunakan untuk semua jenis bahan bakar seperti: bensin, solar, dan biodiesel. Tentunya untuk semua merek bahan bakar seperti: Pertamina, Shell, dan sebagainya.

MPG Caps berfungsi untuk meningkatkan mileage per gallon (kilometer per liter) kendaraan, meningkatkan umur valve (klep mesin) dan spark plugs (busi mesin), mencegah pembentukan limbah sisa-sisa pembakaran yang tidak diinginkan dalam mesin, mengurangi peningkatan karbondioksida setelah mesin bekerja.

Sebelum mebahas cara kerja MPG Caps dalam mesin kendaraan bermotor, sebaiknya kita mengerti sedikit hubungan antara termodinamika dengan suatu mesin. Relasi termodinamik menunjukkan bahwa efisiensi termal (thermal efficiency – TE) dlm sistem mesin motor adalah, persentasi perbandingan kuantitas tenaga mekanik keluaran (mechanical energy quantity output) dan kuantitas tenaga panas masukan (heat energy quantity input), yang bila dijabarkan secara matematika fisika berdasarkan hukum termodinamika yang adalah sebagai berikut:

TE = W / Q1 x 100% = [(Q1 - Q2) / Q2] x 100% = [1 - Q2 / Q1] x 100%

dimana:

  • Q1, quantity of heat energy input (kuantitas tenaga panas masukan)
  • Q2, quantity of heat energy output (kuantitas tenaga panas keluaran)
  • W, work (kerja), quantity of mechanical energy output (energi mekanik keluaran / tenaga mesin yang dihasilkan).
  • TE, thermal efficiency (efisiensi termal)

Pada kebanyakan mesin kendaraan bermotor, kuantitas BBM via percikan busi yg berhasil diubah mesin menjadi gerakan mesin hanya sekitar 70%, dan sisanya sekitar 30% terbuang sebagai panas, berarti efisiensi hanya sekitar 70%. Berdasarkan pada rumusan diatas, efisiensi bisa diperbesar atau ditingkatkan dengan dua cara, yaitu: (1) memperkecil kuantitas input pada kuantitas output efektif tetap, atau kebalikannya, (2) memperbesar kuantitas output efektif pada kuantitas input tetap.

Dan dari dua cara teoritis tersebut, beberapa cara menigkatkan efisiensi termal mesin antara lain:

  • meningkatkan rasio kompresi (comression ratio) mesin menjadi lebih besar daripada 9, dan ini berkaitan dengan kadar oktan BBM karena munculnya bunyi yang disebut ketukan (knocking) dalam mesin.
  • meningkatkan suhu penyalaan dan pembakaran (ignition and combustion temperature) via peningkatan tegangan elektroda busi, dengan cara mengganti koil penyalaan (ignition coil) atau menambahkan SPB (spark-plug booster) antara koil dan busi, dan mengganti busi dengan yg lebih tahan panas.
  • meniadakan endapan kerak arang/karbon dalam ruang silinder mesin, dengan cara meningkatkan pembakaran menjadi lebih sempurna.

CombustionSalah satu cara menigkatkan pembakaran BBM agar lebih sempurna adalah dengan menambah katalisator dalam ruang pembakaran mesin. Sehingga MPG Caps, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi mesin kendaraan bermotor tersebut.

MPG Caps bekerja sebagai suatu katalis yang mempercepat mesin dalam melakukan pembakaran sehingga meningkatkan efisiensi mesin. Ketika kapsul MPG Caps dimasukan bersamaan dengan pengisian bahan bakar, bahan bakar befungsi sebagai cairan pembawa (carrier) untuk mengantar kapsul tersebut ke ruang pembakaran mesin. Di dalam ruang pembakaran, MPG Caps dengan bantuan panas dari hasil pembakaran akan membentuk lapisan katalis sangat tipis di permukaan logam. Lapisan katalis tesebut menghasilkan areal permukaan acak sangat tipis (nano-phase) untuk menyimpan katalis sehingga menyebabkan percepatan dan penyempurnaan reaksi pembakaran BBM agar mampu membakar gas campuran BBM dan udara lebih banyak per satuan waktu.

Reaksi pembakaran BBM yang lebih cepat dan sempurna akan membuat bahan bakar terbakar lebih efisien sehingga mesin lebih irit, performa mesin yang lebih baik dan mereduksi emisi. Hasil penelitian para ahli telah membuktikan bahwa penambahan MPG Caps menghasilkan pengiritan bahan bakar yang cukup signifikan dan meningkatkan mileage per gallon kendaran. Bukti nyata dari pemakaian MPG Caps telah dirasakan oleh banyak orang, khususnya orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat (negara di mana MPG Caps dibuat). Jerry Lang, seorang peneliti dalam bidang proses pembakaran mesin telah membuktikan bahwa penggunaan MPG Caps pada kendaran akan mengehmat penggunaan bahan bakar (miles per gallon) sekitar 12 %.

Manfaat dari penggunaan MPG Caps pada kendaraan Anda akan dirasakan secara bertahap, tetapi Anda akan dapat merasakan perbedaannya pada saat awal menggunakan MPG Caps, seperti tarikan mesin yang lebih baik. Secara ekonomis, MPG Caps sangat bermanfaat untuk semua orang di dunia, termasuk Indonesia ketika harga minyak mentah di dunia semakin tinggi. Manfaat lain yang dapat diakibatkan secara tidak langsung adalah pengurangan emisi gas rumah kaca, yang dapat mengurangi efek dari global warming.

pestilence439
lovelock506 voltigeur296 fiance206 pecunious261 hyperphysical624 printer549 earnestness679