UNCCC2007: Bali Roadmap

by on 19/12/07 at 1:28 am | 12 Comments | |

UNCCC2007: Delegates rise to applaud the decision to adopt the Bali Roadmap for a future international agreement on climate change.

United Nations Climate Change Conference 2007 baru saja dilaksanakan di Denpasar pada tanggal 3-14 Desember 2007 lalu. Konferensi tersebut telah menghasilkan sejumlah keputusan dan yang paling utama di antaranya adalah Bali Roadmap yang merupakan sebuah kumpulan keputusan yang dibuat sebagai persiapan untuk konferensi PBB tentang perubahan iklim global yang akan diselenggarakan di Kopenhagen (Denmark) pada tahun 2009. Selanjutnya, hasil dari konferensi di Kopenhagen tersebut akan diratifikasi oleh negara-negara di dunia untuk menggantikan Kyoto Protocol yang akan berakhir pada tahun 2012.

Pada dasarnya, Bali Roadmap ialah langkah-langkah yang didalamnya tercakup kesepakatan aksi adaptasi, jalan pengurangan emisi gas rumah kaca, dan transfer teknologi dan keuangan yang meliputi adaptasi dan mitigasi. Berikut ini ialah poin-poin Bali Roadmap:

  1. Adaptasi
    Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk membiayai proyek adaptasi di negara-negara berkembang melalui metode clean development mechanism (CDM). CDM ialah salah satu dari ketiga metode pengurangan emisi CO2 yang ditetapkan dalam Kyoto Protocol. Proyek ini dilaksanakan oleh Global Environment Facility (GEF). Kesepakatan ini memastikan adanya dana adaptasi pada tahap awal periode komitmen pertama Kyoto Protocol (2008-2012). Dana yang tersedia berjumlah sekitar 37 juta euro dan mengingat banyaknya jumlah proyek CDM, angka ini akan bertambah menjadi sekitar US$ 80-300 juta dalam periode 2008-2012. Beberapa negara peserta konferensi belum menyepakati pelaksanaan proyek adaptasi ini dikarenakan sulitnya regulasi dan penyatuan kebijakan nasional. Isu tersebut akan diagendakan untuk dibahas selanjutnya di Bonn (Jerman) pada tahun 2008.
  2. Teknologi
    Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk memulai program strategis untuk memfasilitasi teknologi mitigasi dan adaptasi yang dibutuhkan negara-negara berkembang. Tujuan program ini adalah untuk memberikan contoh proyek yang konkrit, menciptakan lingkungan investasi yang menarik, dan juga termasuk memberikan insentif untuk sektor swasta untuk melakukan alih teknologi. Global Environment Facility (GEF) akan menyusun program ini bersama dengan lembaga keuangan internasional dan perwakilan-perwakilan dari sektor keuangan swasta. Negara-negara peserta konferensi juga bersepakat untuk memperpanjang mandat Expert Group on Technology Transfer selama 5 tahun. Grup ini diminta memberikan perhatian khusus pada kesenjangan dan hambatan pada penggunaan dan pengaksesan lembaga-lembaga keuangan.
  3. Reducing emissions from deforestation in developing countries (REDD)
    Emisi karbon yang disebabkan karena deforestasi hutan merupakan isu utama di Bali. Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk menyusun sebuah program REDD dan menurunkan hingga tahapan metodologi. REDD akan memfokuskan diri kepada penilaian perubahan cakupan hutan dan kaitannya dengan emisi gas rumah kaca, metode pengurangan emisi dari deforestasi, dan perkiraan jumlah pengurangan emisi dari deforestasi. Deforestasi dianggap sebagai komponen penting dalam perubahan iklim sampai 2012.
  4. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
    Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk mengakui Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) sebagai assessment yang paling komprehensif dan otoritatif.
  5. Clean Development Mechanisms (CDM)
    Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk menggandakan batas ukuran proyek penghutanan kembali menjadi 16 kiloton CO2 per tahun. Peningkatan ini akan mengembangkan angka dan jangkauan wilayah negara CDM ke negara yang sebelumnya tak bisa ikut mengimplementasikan mekanisme pengurangan emisi CO2 ini.
  6. Negara Miskin
    Negara-negara peserta konferensi bersepakat untuk memperpanjang mandat Least Developed Countries (LDCs) Expert Group. Grup ini akan menyediakan saran kritis bagi negara miskin dalam menentukan kebutuhan adaptasi. Hal tersebut didasari fakta bahwa negara-negara miskin memiliki kapasitas adaptasi yang rendah.

Setelah mundurnya jadwal konferensi selama satu hari dan setelah diadakannya perpanjangan waktu selama 23 jam, delegasi dari 189 negara, termasuk Amerika Serikat, akhirnya dapat menyepakati Bali Roadmap. Keikutsertaan Amerika Serikat dalam Bali Roadmap memberikan sinyal positif bagi keberhasilan menyatukan seluruh bangsa dalam satu aksi bersama untuk menyelamatkan bumi. Seperti yang kita ketahui, Amerika Serikat ialah negara emiten karbon dan negara industri yang sangat besar dan tanpa keikutsertaan AS dalam Bali Roadmap, upaya penyelamatan bumi tidak akan maksimal.

Sumber: KOMPAS Cybermedia, DetikNews, UNFCCC

12 Comments

dave

Dec 19th, 2007

wew…
tonggak sejarah baru dalam penurunan pemanasan global…

Bu Gelang/Pak Tjandra/Pak Ucok ikut konferensi akbar ini ga ya?
semoga mereka turut berkontribusi dalam pengambilan keputusan.

koq yang hot malah reforestasi? penghutanan-ulang?
padahal kan lama booww nunggu hasilnya.. -_-

yah..terserah pucuk atas lah..
apalah kita2 ini, cuman kaleng2nya -_-

michaeljubel

Dec 19th, 2007

sadis. baru beberapa detik dipublish tiba-tiba langsung dikomentarin. hehehe..

sepertinya sih mereka2 dateng ke sana.. entah liat pamerannya ato ikut konferensinya sih ga tau juga.. pak tatang aja dateng kok ke bali.. tapi pak tatang tuh ngeliat pamerannya sepertinya..

reforestasi? gua gak menemukan kata reforestasi dave.. deforestasi maksudmu?

Rian

Dec 19th, 2007

yach, kita ( negara berkembang ) kalah lagi dech….btw, kenalin dulu ya nama saya Rian, Tekim ITB 2007, pengen ikut gabung neh, boleh Kan? sebenernya, menurut hemat saya, yang harusnya paling banyak berkontribusi buat ngurangin efek gas rumah kaa tuh negara – negara Industri kayak Jepang, Amerika Serikat, etc. ironisnya mereka malah ga mau nyetujuin poin Bali Road Map yang mminta agar negara – negara Industri mengurangi emisi sebesar 20 % hingga taun 2020, sebel bagt euy….mereka yang nyumbang banyak emisi tapi ga mau nguranginnya, malah negdesek negara berkembang kayak Indonesia buat nguranginnya. gimana mau maju dongkz?yang kaya makin kaya, yang berkembang makin terpuruk, capee deh…o iya, masalah deforestasi hutan tu, saya setuju bgt. walaupun sebenernya Indonesia gak perlu segitunya buat ngurangi efek gas rumah kaca cz yang paling b’tanggung jawab kan negara – negara industri. tapi, ada baiknya juga ko, Kata Pak Mubiar seh kalo mau hancurin negara, hanurin aza sistem hidrologinya. nah, berangkat dari situ, berarti untuk memperbaiki sistem hidrologi kita yang udah rusak, berarti kita harus memperbaiki gudang – gudang tempat penampungan air. salah satu gudang air itu adalah hutan. ga cuma itu, kita juga sama – sama tau kan klo bencana yang banyak terjadi saat ini karena gundulnya hutan, jadi ya sambil menyelam minum air lah…ayo, stop pembalakan liar n cegah kebakaran hutan, belum terlambat ko, hutan kita masih banyak…o iya, btw cukong – cukong tu kan kebanyakan orang Malaysia ya? ko tega ya mereka, katanya satu rumpun…klo masalah curi menuri kebudayaan aza, mereka bilang kan kita serumpun, capee deeh…

dave

Dec 19th, 2007

eh iya deforestasi..
dulu masih kebayang2 pas pembicaraan ama Bu Gelang sich :D ato pas gw kul Kemurgi Pak Tatang yah? hihi..
oh Pak Tatang dink..
Pak Tatang dulu juga mikir ngapain juga penghutanan kembali? terlalu lama..

eh ternyata di Bali Roadmap (koq bahasanya bahasa PPE yah, “roadmap” :D ) membahas dampak penebangan hutan terhadap emisi karbon..

ooo maksud dari “metode pengurangan emisi dari deforestasi” tuh ialah mengurangi emisi yang meningkat akibat hutan2 sudah makin gundul toh… oo…
kalimat tsb agak2 membingungkan dan perlu dicerna lebih lanjut :p hihi..

itu yang lagi kul Kemurgi baca ga yah……..?

amoy

Dec 26th, 2007

Deal Amrik di Bali Roadmap itu hanya sebatas tahun deadline penurunan emisi doang yakni 2020, tp masalah berapa besar emisi gas rumah kaca yang bakal diturunkan tidak dicantumkan di hasil kesepakatan Bali Roadmap (benerin klo statement ini salah). So, jadi percuma dong! bisa aja kan Amrik nurunin emisi GRK-nya cuma 1% doang?

michaeljubel

Dec 27th, 2007

@amoy..

iya juga sih.. emang gak ada ketentuan spesifik USA harus menurunkan hingga berapa banyak.. tapi setidaknya keikutsertaan mereka dalam kesepakatan sudah merupakan kemajuan. Di Kyoto Protocol mereka kan gak mau ikut serta.. semoga saja di konferensi Copenhagen, segala sesuatu bakal lebih jelas dan konkrit.. semoga USA bisa nyadar diri.. hehehe..

lita

Jul 20th, 2008

yo’i bro…..

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>