<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pertamina versus Petronas</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/</link>
	<description>No.1 Magazine for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 08:37:21 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: aminin sahru</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-32147</link>
		<dc:creator>aminin sahru</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 15:49:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-32147</guid>
		<description>petronas tidaklah seperti apa yang kita  bayangkan....mobil dan rumah karyawannya juga masih kredit, bahkan diujung usia pensiun ada yang belum selesai kridit rumahnya, yang  menikmati adalah staff contract (expatriate)..... gajinya bisa mencapai 4 kali bahkan lebih dengan level dan pendidikan yang sama........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>petronas tidaklah seperti apa yang kita  bayangkan&#8230;.mobil dan rumah karyawannya juga masih kredit, bahkan diujung usia pensiun ada yang belum selesai kridit rumahnya, yang  menikmati adalah staff contract (expatriate)&#8230;.. gajinya bisa mencapai 4 kali bahkan lebih dengan level dan pendidikan yang sama&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: WellHead</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-25113</link>
		<dc:creator>WellHead</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 20:47:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-25113</guid>
		<description>memang NKRI negara yg manajemenya amburadul.. pemerintahan yg mau nya untung scara instan tanpa mau ribett. pantez gk maju pemerintahan &amp; penguasa punya moral bobrok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang NKRI negara yg manajemenya amburadul.. pemerintahan yg mau nya untung scara instan tanpa mau ribett. pantez gk maju pemerintahan &amp; penguasa punya moral bobrok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: World’s Leading Oil and Gas Company &#171; Artikel Arunals</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-24330</link>
		<dc:creator>World’s Leading Oil and Gas Company &#171; Artikel Arunals</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 08:06:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-24330</guid>
		<description>[...] Total Reserves in Oil Equivalent Barrels sebesar 4,414 juta barrels. Negara tetangga kita dengan Petronas-Malaysia nya menduduki peringkat 14 besar dunia dengan Total Reserves in Oil Equivalent Barrels sebesar [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Total Reserves in Oil Equivalent Barrels sebesar 4,414 juta barrels. Negara tetangga kita dengan Petronas-Malaysia nya menduduki peringkat 14 besar dunia dengan Total Reserves in Oil Equivalent Barrels sebesar [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gaji di Oil and Gas Company &#171; Cahayanya seperti Cahaya Matahari</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-23856</link>
		<dc:creator>Gaji di Oil and Gas Company &#171; Cahayanya seperti Cahaya Matahari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 08:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-23856</guid>
		<description>[...] Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nizar</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-22067</link>
		<dc:creator>Nizar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 06:47:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-22067</guid>
		<description>salam nusantara!

saya terpanggil untuk memberi komentar pada ruangan ini.semasa belajar di kolej,saya ada membuat kajian tentang cara2 dan kejayaan PETRONAS berbanding dengan Petamina.Secara jujur tanpa bias,saya akui memang PETRONAS jauh lebih baik dari banyak segi jika dibanding dengan Petamina.salah satu segi ialah betapa supportivenya pemerintah Malaysia terhadap PETRONAS dan PETRONAS sendiri amat bijak dan amat strategik di dalam mengembangkan kekayaannya bukan sahaja dalam bidang migas,tetapi juga dalam banyak bidang seperti Housing Development,Construction,Perlumbaan kereta F1,Perniagaan Kesihatan dan Hospital,dan juga banyak lagi bidang yang memang berjaya membawa keuntungan pada PETRONAS.malah PETRONAS juga dikatakan telah banyak mengeksplorasi zon-zon migas di sekitar peraian Acheh dan Indonesia.maka tidak syak lagi PETRONAS amat berjaya berbanding Petamina.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam nusantara!</p>
<p>saya terpanggil untuk memberi komentar pada ruangan ini.semasa belajar di kolej,saya ada membuat kajian tentang cara2 dan kejayaan PETRONAS berbanding dengan Petamina.Secara jujur tanpa bias,saya akui memang PETRONAS jauh lebih baik dari banyak segi jika dibanding dengan Petamina.salah satu segi ialah betapa supportivenya pemerintah Malaysia terhadap PETRONAS dan PETRONAS sendiri amat bijak dan amat strategik di dalam mengembangkan kekayaannya bukan sahaja dalam bidang migas,tetapi juga dalam banyak bidang seperti Housing Development,Construction,Perlumbaan kereta F1,Perniagaan Kesihatan dan Hospital,dan juga banyak lagi bidang yang memang berjaya membawa keuntungan pada PETRONAS.malah PETRONAS juga dikatakan telah banyak mengeksplorasi zon-zon migas di sekitar peraian Acheh dan Indonesia.maka tidak syak lagi PETRONAS amat berjaya berbanding Petamina.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rassa</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-17744</link>
		<dc:creator>Rassa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 05:22:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-17744</guid>
		<description>membaca artikel di atas, saya tidak terlalu kaget dengan segala aspek yg notabena mengganggu laju pertumbuhan Pertamina sebagai perusahaan migas nasional terbesar. jika dikaitkan dgn pertumbuhan persh. migas nasional negara jiran Malaysia Petronas, tentu saja Pertamina makin susah dicari perbandingannya karena Pertamina bergerak lambat dalam persaingan bisnis berskala internasional.
Kenapa Pertamina kurang mampu bersaing dgn persh.-persh. migas yg lain? jawabannya tentu saja kembali kepada bangsa Indonesia sendiri yg diberi wewenang  mengelola aset nasional itu. soal pada giliran Pertamina kurang laju dalam perjalananya berkompetisi dgn persh. asing lain adalah hal yg lumrah dan biasa. bangsa ini sepertinya tidak pernah ingin memperbaiki dan mejadi sebuah negara yg diperhitungkan oleh bangsa lain. negara ini spertinya puas dengan predikat negara yg penuh &quot;misteri&quot; dengan segala macam jurus2 aneh yg semua orang sudah kenal dan paham kemana arahnya.
tapi nyatanya dari dulu kala hingga kini (jaman yg sudah terang benderang) dgn arus teknologi dan segala macam transparansidi bidang  komunikasi, bangsa (baca:elit penguasa) ini tidak menginginkan negara lebih unggul  dari yg lain. kalo sudah begitu adanya sampai kapanpun sulit bangsa ini bersaing dan berkompetisi dalam era global.
menyamai capaian yg diperoleh oleh bangsa lain saja tidak mudah, apalagi ingin mlampaui sesuatu yg dicapai oleh bangsa lain...? 
capek deh mikirnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>membaca artikel di atas, saya tidak terlalu kaget dengan segala aspek yg notabena mengganggu laju pertumbuhan Pertamina sebagai perusahaan migas nasional terbesar. jika dikaitkan dgn pertumbuhan persh. migas nasional negara jiran Malaysia Petronas, tentu saja Pertamina makin susah dicari perbandingannya karena Pertamina bergerak lambat dalam persaingan bisnis berskala internasional.<br />
Kenapa Pertamina kurang mampu bersaing dgn persh.-persh. migas yg lain? jawabannya tentu saja kembali kepada bangsa Indonesia sendiri yg diberi wewenang  mengelola aset nasional itu. soal pada giliran Pertamina kurang laju dalam perjalananya berkompetisi dgn persh. asing lain adalah hal yg lumrah dan biasa. bangsa ini sepertinya tidak pernah ingin memperbaiki dan mejadi sebuah negara yg diperhitungkan oleh bangsa lain. negara ini spertinya puas dengan predikat negara yg penuh &#8220;misteri&#8221; dengan segala macam jurus2 aneh yg semua orang sudah kenal dan paham kemana arahnya.<br />
tapi nyatanya dari dulu kala hingga kini (jaman yg sudah terang benderang) dgn arus teknologi dan segala macam transparansidi bidang  komunikasi, bangsa (baca:elit penguasa) ini tidak menginginkan negara lebih unggul  dari yg lain. kalo sudah begitu adanya sampai kapanpun sulit bangsa ini bersaing dan berkompetisi dalam era global.<br />
menyamai capaian yg diperoleh oleh bangsa lain saja tidak mudah, apalagi ingin mlampaui sesuatu yg dicapai oleh bangsa lain&#8230;?<br />
capek deh mikirnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: baskoro</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-16458</link>
		<dc:creator>baskoro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 02:59:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-16458</guid>
		<description>Kondisi pertamina saat ini:
1. Full KKN dimulai dari top manajemen hingga proses recruitment 
2. Kinerja lemah, malas, boros dan tidak profesional
3. Seluruh data tipu-tipu (asal bp/wartawan/masyarakat dll  senang)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi pertamina saat ini:<br />
1. Full KKN dimulai dari top manajemen hingga proses recruitment<br />
2. Kinerja lemah, malas, boros dan tidak profesional<br />
3. Seluruh data tipu-tipu (asal bp/wartawan/masyarakat dll  senang)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dimana aja sih biasanya lulusan teknik kimia bekerja? &#171; Radiks Tekim&#039;s Blog</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-15420</link>
		<dc:creator>Dimana aja sih biasanya lulusan teknik kimia bekerja? &#171; Radiks Tekim&#039;s Blog</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2010 05:29:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-15420</guid>
		<description>[...] Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: org malaysia</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-3/#comment-12290</link>
		<dc:creator>org malaysia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 18:47:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-12290</guid>
		<description>salam, tidak terlambat bg pertamina... indonesia mempunyai hasil migas yg luas dan sy percaya kalau nanti pertamina bakal gegarkan industri migas. lihat petronas yg tpaksa bermati2an membina empayar sdgkan kami tdk sekaya hasil migas di indonesia..

cuma satu sahaja, bebaskan pertamina dr kekangan korupsi dan pemerintah dari segi management tetapi hasilnya trpulang pembahagian antara pemerintah dan pertamina.. pertamina adalah guru petronas dahulu, tp jika pertamina berganding bahu dgn petronas meneroka migas antarabangsa kan indah...

maaf kalau ada tersalah kata, semoga rakyat indonesia dpt melihat pertamina kedepan dan menikmati hasil rakyatnya sendiri... igtlah pertamina itu ibu segala kekuasaan indonesia mendatang..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam, tidak terlambat bg pertamina&#8230; indonesia mempunyai hasil migas yg luas dan sy percaya kalau nanti pertamina bakal gegarkan industri migas. lihat petronas yg tpaksa bermati2an membina empayar sdgkan kami tdk sekaya hasil migas di indonesia..</p>
<p>cuma satu sahaja, bebaskan pertamina dr kekangan korupsi dan pemerintah dari segi management tetapi hasilnya trpulang pembahagian antara pemerintah dan pertamina.. pertamina adalah guru petronas dahulu, tp jika pertamina berganding bahu dgn petronas meneroka migas antarabangsa kan indah&#8230;</p>
<p>maaf kalau ada tersalah kata, semoga rakyat indonesia dpt melihat pertamina kedepan dan menikmati hasil rakyatnya sendiri&#8230; igtlah pertamina itu ibu segala kekuasaan indonesia mendatang..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Karya Nabaya</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-2/#comment-12231</link>
		<dc:creator>Karya Nabaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 01:28:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-12231</guid>
		<description>Dear all, melalui forum ini saya ingin turut berpartisipasi. Melalui forum ini, sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada bangsanya ingin sedikit sharing, karena saya telah baca beberapa buku migas.
Pertamina dulu dibentuk oleh founding father kita berlandaskan kepada UU 45 pasal 33, atas dasar inilah pada kurun waktu sebelum pembentukannya (sebelum 1971), para pemimpin kita dengan gagah berani melakukan perubahan dalam pengelolaan migas dari konsensi ke bagi hasil (bagi hasil adalah orisinal karya bangsa kita, yang kemudian ditiru oleh negara2 lain, krn menguntungkan negara dibanding konsensi), akhirnya di hulu perusahaan asing yang sdh ada harus tunduk kepada aturan ini, di hilir pun demikian tidak boleh ada perusahaan asing yang mengoperasikan kilang minyak, kelak semuanya kembali ke pangkuan pertiwi dengan cara akuisisi (bukan nasionalisasi) oleh Pertamina.  Pertamina sendiri lahir dengan UU No. 8 tahun 1971 yang sangat powerfull bagi Pertamina, satu2nya BUMN yang didirikan dengan UU.  Posisi Dirut berada di bawah presiden.  Dengan UU tersebut saat itu mining right dan pengelolaan migas hulu dan hilir di bawah kuasa Pertamina, termasuk sumberdaya migas yang dikelola menjadi aset Pertamina, hasil pengelolaan semuanya masuk Pertamina. Dalam kurun waktu 1971-1974 aset Pertamina tumbuh luar biasa, karena Pertamina mengelola uang utk investasi habis-habisan (beli kilang, kapal2 tanker, dlll) .  Pada tahun 1974 saat Petronas akan didirikan Malaysia belajar bagaimana Indonesia/Pertamina mengelola migas. Menurut informasi UU No. 8 /1971 itu ditiru persis.  Namun pada perkembangan selanjutnya Pertamina terperangkap hutang, gagal bayar hutang jangka pendek, terjadilah colapse (waktu itu hutang jangka panjang tidak cair, silahkan baca buku di bawah bendera asing terbitan LP3ES, diindikasikan ada permainan dari perusahaan2 asing menyebabkan hutang jangka panjang tidak cair). Dibalik kemajuan tadi ada beberapa hal yang menjadi persepsi buruk terciptalah istilah negera dalam negara, sikap hidup mewah, dengan terrjadinya keruntuhan tadi, maka stigma buruk Pertamina sampai saat ini masih melekat di masyarakat (bisa dilihat dari komentar2 miring..wajar).
Pekembangan selanjutnya 1975 - 1999, pemerintah menerbitkan kepres no. 112/1975 dimana uang hasil pengelolaan harus masuk ke kas negara. Mulailah sepak terjang Pertamina dikurangi (lebih tepatnya dikebiri) di hulu dilarang investasi karne resiko tinggi, hanya mengelola lapangan tua/depleting alamiah, dan lapangan eksplorasi yang prospektif diserahkan ke perusahaan lain/asing.. Pertamina hanya jadi mandor dan dapat retensi/kompensasi tdk mengelola blok (duit ini kagak dikorupsi bung, tapi dipakai untuk mengamankan tugas pertamina dalam menyediakan BBM utk masyarakat), namun peran mandor ini menyebabkan pertamina jadi tidak maju alias bodoh (itu pernyataan salah satu mantan Dirutnya loh). Di hilir Pertamina diberi tanggung jawab utk menyediakan 
BBM bagi masyarakat seluruh Indonesia dengan konsep cost + fee yang mana feenya kecillll cuma 20 cent US$/barrel utk masak minyak jadi BBM dan distribusi juga 20 Cent US$/barrel..bisa apa dengan ini..makanya SPBUnya jelek...bobrok karena Pertamina tidak bisa membahagiakan mitra bisnis di SPBU..yng jadi korban konsumen juga tentunya citra Pertamina (jadi bulan-bulanan)..Kilang Pertamina juga tidak didisain utk bisnis tapi utk security of supply...intake crude mahal keluaran BBM murah/minyak bakar karena utk memasok Pembangkit listrik PLN..yieldnya rendah..inefisiensi.. singkat kata Pertamina tidak lagi menjadi perusahaan migas yang kinclong, sementara Petronas berlari kencang (mereka diperlakukan murni oleh pemerintahnya sebagai entitas bisnis),  Pertamina sendiri menghadapi kendala bisnis yang luar biasa, coba baca di koran utk mengadakan BBM pertamina harus nalangin dulu (utk stok nasional 20-25 hari) ini puluhan triliun, memberikan hutang utk PLN/TNI/Garuda juga puluhan triliun, belum ada bisnisnya yang gak bagus LPG 12 kg harus menanggung rugi karena disuruh jual dibawah harga pasara/produksi ini juga triliunan, Jadi memang naas pertamina ini, disurh jadi PT tapi dibuat tidak sehat...gimana mau maju??? tapi percayalah sekarang ikutilah perkemabagna Pertamina sdh go global d hulu (ada di irak, sudan, qatar, libya, vietnam, australia dan hlir (pelumas/aviasi) ada di beberapa negara...saya yakin kalau Pertamina diprelakukan dengan baik pasti akan dasyat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all, melalui forum ini saya ingin turut berpartisipasi. Melalui forum ini, sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada bangsanya ingin sedikit sharing, karena saya telah baca beberapa buku migas.<br />
Pertamina dulu dibentuk oleh founding father kita berlandaskan kepada UU 45 pasal 33, atas dasar inilah pada kurun waktu sebelum pembentukannya (sebelum 1971), para pemimpin kita dengan gagah berani melakukan perubahan dalam pengelolaan migas dari konsensi ke bagi hasil (bagi hasil adalah orisinal karya bangsa kita, yang kemudian ditiru oleh negara2 lain, krn menguntungkan negara dibanding konsensi), akhirnya di hulu perusahaan asing yang sdh ada harus tunduk kepada aturan ini, di hilir pun demikian tidak boleh ada perusahaan asing yang mengoperasikan kilang minyak, kelak semuanya kembali ke pangkuan pertiwi dengan cara akuisisi (bukan nasionalisasi) oleh Pertamina.  Pertamina sendiri lahir dengan UU No. 8 tahun 1971 yang sangat powerfull bagi Pertamina, satu2nya BUMN yang didirikan dengan UU.  Posisi Dirut berada di bawah presiden.  Dengan UU tersebut saat itu mining right dan pengelolaan migas hulu dan hilir di bawah kuasa Pertamina, termasuk sumberdaya migas yang dikelola menjadi aset Pertamina, hasil pengelolaan semuanya masuk Pertamina. Dalam kurun waktu 1971-1974 aset Pertamina tumbuh luar biasa, karena Pertamina mengelola uang utk investasi habis-habisan (beli kilang, kapal2 tanker, dlll) .  Pada tahun 1974 saat Petronas akan didirikan Malaysia belajar bagaimana Indonesia/Pertamina mengelola migas. Menurut informasi UU No. 8 /1971 itu ditiru persis.  Namun pada perkembangan selanjutnya Pertamina terperangkap hutang, gagal bayar hutang jangka pendek, terjadilah colapse (waktu itu hutang jangka panjang tidak cair, silahkan baca buku di bawah bendera asing terbitan LP3ES, diindikasikan ada permainan dari perusahaan2 asing menyebabkan hutang jangka panjang tidak cair). Dibalik kemajuan tadi ada beberapa hal yang menjadi persepsi buruk terciptalah istilah negera dalam negara, sikap hidup mewah, dengan terrjadinya keruntuhan tadi, maka stigma buruk Pertamina sampai saat ini masih melekat di masyarakat (bisa dilihat dari komentar2 miring..wajar).<br />
Pekembangan selanjutnya 1975 &#8211; 1999, pemerintah menerbitkan kepres no. 112/1975 dimana uang hasil pengelolaan harus masuk ke kas negara. Mulailah sepak terjang Pertamina dikurangi (lebih tepatnya dikebiri) di hulu dilarang investasi karne resiko tinggi, hanya mengelola lapangan tua/depleting alamiah, dan lapangan eksplorasi yang prospektif diserahkan ke perusahaan lain/asing.. Pertamina hanya jadi mandor dan dapat retensi/kompensasi tdk mengelola blok (duit ini kagak dikorupsi bung, tapi dipakai untuk mengamankan tugas pertamina dalam menyediakan BBM utk masyarakat), namun peran mandor ini menyebabkan pertamina jadi tidak maju alias bodoh (itu pernyataan salah satu mantan Dirutnya loh). Di hilir Pertamina diberi tanggung jawab utk menyediakan<br />
BBM bagi masyarakat seluruh Indonesia dengan konsep cost + fee yang mana feenya kecillll cuma 20 cent US$/barrel utk masak minyak jadi BBM dan distribusi juga 20 Cent US$/barrel..bisa apa dengan ini..makanya SPBUnya jelek&#8230;bobrok karena Pertamina tidak bisa membahagiakan mitra bisnis di SPBU..yng jadi korban konsumen juga tentunya citra Pertamina (jadi bulan-bulanan)..Kilang Pertamina juga tidak didisain utk bisnis tapi utk security of supply&#8230;intake crude mahal keluaran BBM murah/minyak bakar karena utk memasok Pembangkit listrik PLN..yieldnya rendah..inefisiensi.. singkat kata Pertamina tidak lagi menjadi perusahaan migas yang kinclong, sementara Petronas berlari kencang (mereka diperlakukan murni oleh pemerintahnya sebagai entitas bisnis),  Pertamina sendiri menghadapi kendala bisnis yang luar biasa, coba baca di koran utk mengadakan BBM pertamina harus nalangin dulu (utk stok nasional 20-25 hari) ini puluhan triliun, memberikan hutang utk PLN/TNI/Garuda juga puluhan triliun, belum ada bisnisnya yang gak bagus LPG 12 kg harus menanggung rugi karena disuruh jual dibawah harga pasara/produksi ini juga triliunan, Jadi memang naas pertamina ini, disurh jadi PT tapi dibuat tidak sehat&#8230;gimana mau maju??? tapi percayalah sekarang ikutilah perkemabagna Pertamina sdh go global d hulu (ada di irak, sudan, qatar, libya, vietnam, australia dan hlir (pelumas/aviasi) ada di beberapa negara&#8230;saya yakin kalau Pertamina diprelakukan dengan baik pasti akan dasyat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ernesto</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-2/#comment-11937</link>
		<dc:creator>ernesto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 18:20:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-11937</guid>
		<description>perhatiin th sdmny,jd pegawai bumn aj udh arogan blum pelayananya,mw bli pertamax di kira uang saya palsu,pegawai terkadang g ramah,spbu kotor dll
saya sebagai calon petroleum engineer kecewa  mending kerja di petronas lulus nanti</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perhatiin th sdmny,jd pegawai bumn aj udh arogan blum pelayananya,mw bli pertamax di kira uang saya palsu,pegawai terkadang g ramah,spbu kotor dll<br />
saya sebagai calon petroleum engineer kecewa  mending kerja di petronas lulus nanti</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Meiko</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-2/#comment-11842</link>
		<dc:creator>Meiko</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:44:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-11842</guid>
		<description>Dari semua komentar yg ada saya perhatikan semua berasal dari Indonesia. Ga ada yg dari Malaysia... hehehe... apa ya kira2 tanggapan Tengku Fachry pangeran dari Kelantan misalnya. Apa sebab dia banyak betul duitnya? ayoooo.... itulah yg pertamina tak lakukan makanya tak bisa besar! Menurut saya Petronas jadi besar karena dunia mengakui minyak yg ada di Malaysia adalah milik Petronas (petronas membeli dari kerajaan2 di malaysia sbg pemilik minyak tsb). sedangkan pertamina tak besar2 krn dunia tdk mengakui minyak yg ada di Indonesia sbg milik Pertamina. Pertamina tdk mau membeli dari pemilik2 minyak di Indonesia (kerajaan Nusantara), sementara psl 33 uud 45 jelas menyatakan minyak itu &quot;dikuasai&quot; negara, bukan &quot;dimiliki&quot;. kalo menguasai suatu benda tdk bisa msk aktiva dlm neraca dagang, yg bisa milik. maka pertamina mustahil bisa mendunia dg cara dagang yg merampok milik orang lain, right? Dunia tdk mengakui gitu loh... seperti slogan yg sdg ngetop di iklan pajak: APA KATA DUNIA? HEHEHE</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari semua komentar yg ada saya perhatikan semua berasal dari Indonesia. Ga ada yg dari Malaysia&#8230; hehehe&#8230; apa ya kira2 tanggapan Tengku Fachry pangeran dari Kelantan misalnya. Apa sebab dia banyak betul duitnya? ayoooo&#8230;. itulah yg pertamina tak lakukan makanya tak bisa besar! Menurut saya Petronas jadi besar karena dunia mengakui minyak yg ada di Malaysia adalah milik Petronas (petronas membeli dari kerajaan2 di malaysia sbg pemilik minyak tsb). sedangkan pertamina tak besar2 krn dunia tdk mengakui minyak yg ada di Indonesia sbg milik Pertamina. Pertamina tdk mau membeli dari pemilik2 minyak di Indonesia (kerajaan Nusantara), sementara psl 33 uud 45 jelas menyatakan minyak itu &#8220;dikuasai&#8221; negara, bukan &#8220;dimiliki&#8221;. kalo menguasai suatu benda tdk bisa msk aktiva dlm neraca dagang, yg bisa milik. maka pertamina mustahil bisa mendunia dg cara dagang yg merampok milik orang lain, right? Dunia tdk mengakui gitu loh&#8230; seperti slogan yg sdg ngetop di iklan pajak: APA KATA DUNIA? HEHEHE</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahmat</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-2/#comment-10796</link>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 05:46:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-10796</guid>
		<description>mari kita bersama dukung PERTAMINA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari kita bersama dukung PERTAMINA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sungguh, Oli and Gas Company jadi Idaman Engineer, Kenapa?? &#171; Around the Engineering</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-2/#comment-10093</link>
		<dc:creator>Sungguh, Oli and Gas Company jadi Idaman Engineer, Kenapa?? &#171; Around the Engineering</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 04:01:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-10093</guid>
		<description>[...] Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erick</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/comment-page-2/#comment-7102</link>
		<dc:creator>erick</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 11:11:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/petronas-versus-pertamina/#comment-7102</guid>
		<description>Pertamina jelek, bobrok, payah dll: (jujur aja)
1. Pertamina tdk menarik menurut pandangan engineer2 kita krn gaji kecil, tdk standar oil company. (ini point yg sangat2 penting)
2. ekspansi keluar negri sangat2 lambat, walaupun ada beberapa yg sdh di middle east dan di asean (itupun masih tender atau baru beberapa eksplorasi)
3. tidak ada saham go publik pertamina di dalam dan di luar negri.
4. Pertamina belum menerima karyawan asing, utk menumbuhkan kompetisi dan suasana yg internasional
5. teknologi di pertamina sangat2 kacau, banyak software2 yg crack (palsu), krn masih berpikiran harus mengeluarkan cost yg kecil dgn untung besar (padahal semua itu di cost recovery, apalagi negara tdk melihat hal itu selama oil company bisa meningkatkan produksi).
6. dll</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertamina jelek, bobrok, payah dll: (jujur aja)<br />
1. Pertamina tdk menarik menurut pandangan engineer2 kita krn gaji kecil, tdk standar oil company. (ini point yg sangat2 penting)<br />
2. ekspansi keluar negri sangat2 lambat, walaupun ada beberapa yg sdh di middle east dan di asean (itupun masih tender atau baru beberapa eksplorasi)<br />
3. tidak ada saham go publik pertamina di dalam dan di luar negri.<br />
4. Pertamina belum menerima karyawan asing, utk menumbuhkan kompetisi dan suasana yg internasional<br />
5. teknologi di pertamina sangat2 kacau, banyak software2 yg crack (palsu), krn masih berpikiran harus mengeluarkan cost yg kecil dgn untung besar (padahal semua itu di cost recovery, apalagi negara tdk melihat hal itu selama oil company bisa meningkatkan produksi).<br />
6. dll</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 3/23 queries in 0.021 seconds using disk: basic
Object Caching 461/465 objects using disk: basic
Content Delivery Network via majari.lemuel.netdna-cdn.com

Served from: majarimagazine.com @ 2012-02-08 16:57:09 -->
