Indonesia dan Global Warming

by on 01/12/07 at 11:59 pm | 48 Comments | |

Teman-teman tahu global warming? Sebagai mahasiswa Teknik Kimia, isu global warming pasti sudah berkali-kali Anda dengar. Entah dari media massa, teman, atau kuliah lingkungan tentunya. Bagaimanakah posisi Indonesia dalam isu global warming ini?

Global Warming Map
Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980

Sebelum melangkah lebih jauh, teman-teman pasti sudah tau apa itu global warming kan? Secara kasar, global warming dapat didefinisikan sebagai peningkatan temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Nah, apa yang menyebabkan temperatur bumi meningkat? Salah satu penyebabnya ialah peningkatan efek rumah kaca yang terjadi di bumi.

Pada dasarnya, efek rumah kaca menyebabkan atmosfir bumi menjadi hangat dan membuat bumi dapat ditinggali oleh makhluk hidup. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan menjadi planet yang amat dingin. Sayangnya, efek rumah kaca tersebut mengalami peningkatan beberapa dekade belakangan ini. Itulah inti permasalahan global warming yang sedang digembar-gemborkan akhir-akhir ini. Adapun contoh gas-gas yang dapat menyebabkan efek rumah kaca ialah CO2, CH4, NOx, SOx, SF6, H2O, dan PFC.

Statistik Dunia

Peneliti lingkungan dan sains berpendapat bahwa manusia ialah penyebab utama global warming . Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir. Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961. Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.

Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir. Di Eropa, kepunahan spesies akan ekstensif. Sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi. Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Resiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat. Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.

Temperature Record
Meningkat. Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990

Indonesia dan Global Warming

Indonesia menyumbang tujuh persen pencemaran dengan kadar karbon atau sebanyak 2,5 miliar ton CO yang berdampak pada terjadinya global warming . Hal ini terjadi karena laju dan tingkat penggundulan hutan di Indonesia mencapai satu juta hektar per tahun.

Rachmat Witoelar mengatakan bahwa global warming sedang menjadi isu sentral di berbagai belahan dunia. Salah satu penyebab global warming ini terkait kegiatan penebangan pohon di kawasan hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman pohon pengganti atau disebut deforestasi. Sektor kehutanan di seluruh dunia menyumbang sebanyak 20 persen atau sekitar 7,5 miliar ton kandungan CO, yang memicu terjadinya global warming . Dari angka tersebut, Indonesia menyumbang sepertiganya, atau sebanyak tujuh persen dengan total kontribusi sekitar 2,5 miliar ton CO.

“Untuk menekan pemanasan global yang berasal dari deforestasi, Indonesia perlu menekan laju penggundulan hutan yang sudah mencapai satu juta hektar per tahun. Jika berhasil, maka emisi akan berkurang 1,2 miliar ton CO.”

Saat ini, negara-negara di dunia yang tergabung dalam PBB sedang gencar membahas ancaman dan dampak global warming . Sebagai tindak lanjut dari pertemuan Kyoto tahun 1997 silam, pada 3-14 Desember 2007 akan digelar Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim bertempat di Bali. Di sisi lain, masih ada sejumlah negara yang menolak untuk mengakui fenomena global warming, salah satunya Amerika Serikat dan Australia. Sampai sekarang, kedua negara tersebut masih belum bersedia untuk melaksanakan hasil pertemuan Kyoto Protocol. AS belum mau mengurangi pemakaian emisi gas buang dari bahan bakar minyak karena itu merugikan industri perminyakan yang setiap tahunnya menghasilkan 450 miliar dollar AS per tahunnya. Salah satu hasil dari Kyoto Protocol itu ialah Flexible Mechanism, sebuah metode yang dapat diterapkan oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi industri.

Nah.. sebagai seorang mahasiswa Teknik Kimia, apakah yang harus kita lakukan? Sebenernya simple saja, yaitu mulai menanamkan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari kita dan dalam pemikiran dan keilmuan Teknik Kimia kita. Bila teman-teman ingin merancang pabrik, jangan lupakan aspek pengolahan limbah dan lingkungannya. Walaupun kontribusi terbesar Indonesia dalam global warming ialah melalui deforestasi, di negara luar, emisi CO2 dari pabrik kimia memiliki kontribusi besar dalam peningkatan konsentrasi gas rumah kaca. Nahh.. siapa tahu kita nanti bekerja di luar negeri.. Hehe.. Mari sadar sebelum terlambat.

Sumber: Kompas Cyber Media, Wikipedia

  • http://yahoomessengger Camila

    apakah dunia akan berubah?/tidak.makannya jaga lingkungan agar bersih,sehat dan aman dari global warming…….

  • http://facebook indah lukita

    Sebenarnya sih penyebab global warming belum tentu 100% dari penigkatan kadar CO2 di atmosfir, memang sejak revolusi industri sampai sekarang kadar CO2 meningkat tajam dan diiringi peningkatan temperature rata2 bumi sebesar 1 degree F. Sampai saat ini pemakaian bahan bakar fosil sebagai penyumbang terbesar kenaikan CO2 belum bisa digantikan dengan bahan lain secara efective cost.

  • OKTA VIANUS

    DIMULAI DARI YG TERKECIL YG BISA KITA LAKUKAN ,,,PISAH KAN SAMPAH YG ORGANIK DAN NON ORGANIK..AGAR BISA DI MAMFAAT KAN LAGI ( DAUR ULANG )

  • http://WWW.mitra-arafah.org rizal

    makanya jaga hati jaga lingkungan dan yang paling penting menjaga diri sendiri

  • Rahim

    Ini semua angkara manusia ingin cepat kaya… aggak gitu pak?

  • Pingback: RUMAH KITA PANAS « D'Anisyah

  • Sarah W

    Yok, mulai dari anak TK, SD SMP, SMA, Mahasiswa, Ibu dan Bapak rumah tangga memakai saputangan ke sekolah atau tempat kerja atau ke manapun, jangan lagi pakai tissue.Semakin banyak tissue dipakai, semakin banyak pohon ditebang buat bikin tissue, tul nggak ?

  • andi angkii

    ngg usah banyak2 bangun mol supaya mengurangi pencakar langit ! indonesia butuh pohon2 yang subur dari pada mol !

  • http://feamul.com feamul

    global warming terjadi karna manusia yang serakah so pengen nangkal global warming hiduplah sederhana

  • dwi cute

    buat orang-orang kaya,sudah dong bangun gedung-gedung bertingkat,sesek nih!!! gak ada lagi penghijauan…. hutan di gundulin,buang sampah sembarangan.
    gw kalo punya uang gw beli tuh gedung bertingkat,gw ancurin,gw tanamin pohon-pohon…
    pemerintah bantu dong alam kita supaya bisa pulih,dengar alam kita menangis,dengar alam kita minta tolong,dengar alam kita berteriak…..

  • Rita

    Mulai sekarang kita memang harus memikirkan ini, saya membayangkan bgm kehidupan anak2/cucu kita nanti…saat ini aja kt sdh merasakan dampaknya apa lagi nanti.
    Kita harus mulai dari lingkungan sekitar kita….rumah, sekolah, kampus, kantor dll…, jgn hanya jd life style aja .. pemerintah atau LSM2 terkait harus turun ke pemukiman2 rakyat kecil yang ada di kota2 industri di Indonesia seperti Batam, Cilegon dll krn bnyk yg blm mengerti bgm bahayanya kebiasaan mrk membuang limbah atau menebang pohon sembarangan pdhal mrk hidup ditengah kota industri. Ayo LSM lingkungan dan KLH… kalian belum maksimal lho… Indonesia ini luas sekali…kami pasti bantu!!!

  • ashley

    demi gak kiamat taun 2012 ,go green everyone ^^

  • http://- diah

    terima kasih ya, sudah membantuku mengerjakan PR, oya met lebaran ya, bagi yang menjalankan.

  • kireine

    aq mo tanya,,kapan tepatnya atau tahun berapa terjadinya global warming di dunia dan di indonesia??makasih

  • syams rahman

    pa bener isu tentang 2012 akan kiamat akibat global warming!!!!

  • anggun

    Global Warming bikin Ngeri ajah……..Lama-lama dunia neah bakal terasa panas…..ayow tmend2 kita cintai bumi kita…..kasihan pan nak cucu kita nanti dapet kondisi bumi yang kagak karuan….StOP GLOBAL WARMING!!!! ;))

  • uf4h

    hey,….tman2qta harus mence9ah y9 nma’ y global warming………
    qtq harus menjaga bumi qtq dgan
    ~ menanam phon kembali
    ~ cba ngra qt jgn terlalu kebanyakan kendaraan
    menyebar polusi kemna2, mulai skrg dech pkai kendraan bru yaitu sepeda. kan! kendaraan speda n9ak menyebar polusi kmna2 ya ngak?????? ^_^

  • ruby cute

    global warming,, yupp gw lg exist bgt tuww ngurusin penyuluhannya !!! ayo dong temen2 smua,, ikutan juga . dijamin kga rugii dee … nambah wawasan n tetep have fun . (sumpehh…) LET’S SAVE THE EARTH
    jgn cuma jadi omdo doangg kata2 ini yaa …
    bye bye bye

  • http://ihram.dgers.com/ Ihram

    beri rincian dong apa-apa saja penyebab global warming

  • QOBUL

    Global warming must be overcome early….come on Guys…! we have to pay attention..1

  • woyo

    global warming kah!
    seharusnya yang pusing tu negara-negara maju! kan mereka yang menyumbang polusi gas karbon terbesar ke atmosfer bumi, e.. malah mereka (AS dkk.red) menolak mengurangi emisi gas karbon di negara mereka. apa mereka menunggu sampai Indonesia tenggelam, baru mereka mau menaati perjanjian kyoto?!

  • yuar

    emmmhh… mo nanya donk! menurut kalian apa sih yang menarik dari global warming?/ yang unik-unik juga…di luar semua dampak yang ditimbulkannya>>> thx..

  • Sanjaya

    Merinding rasanya mengetahui masa depan dunia apalagi itu tidak jauh dari th ini seperti pada artikel diatas yang kr2 di th 2020,wow ngeri….. tapi apa daya kita kalo cuman sadar dan berniat mencegahnya sedang qt bejalan sendiri,So what must we do???
    Alangkah lebih elok dan ind ah apabila kita bikin team kecil2lan syukur2 bisa banyak anggotanya memiliki misi dan visi yang sama guna melakukan sedikit keiatan yg betujuan save our world….Kacian anak cucu kita kalo mereka tidak dapat merasakan apa yg kita reasakan saat ini COY

pestilence439
lovelock506 voltigeur296 fiance206 pecunious261 hyperphysical624 printer549 earnestness679