<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Global Warming Deniers</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2009 07:40:51 -0600</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Teknologi Pengolahan Limbah Gas&#160;&#124;&#160;Majari Magazine</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/comment-page-1/#comment-3455</link>
		<dc:creator>Teknologi Pengolahan Limbah Gas&#160;&#124;&#160;Majari Magazine</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 06:26:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/#comment-3455</guid>
		<description>[...] untuk diolah dan dikendalikan?&#8221; Hujan asam, penipisan lapisan ozon, photochemical smog, dan global warming. Does any of those ring you a bell?? Referensi: Pengelolaan Limbah Industri - Prof. Tjandra [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] untuk diolah dan dikendalikan?&#8221; Hujan asam, penipisan lapisan ozon, photochemical smog, dan global warming. Does any of those ring you a bell?? Referensi: Pengelolaan Limbah Industri &#8211; Prof. Tjandra [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teknologi Pengolahan Limbah Gas &#171; Anis Blog</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/comment-page-1/#comment-3260</link>
		<dc:creator>Teknologi Pengolahan Limbah Gas &#171; Anis Blog</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 21:01:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/#comment-3260</guid>
		<description>[...] untuk diolah dan dikendalikan?” Hujan asam, penipisan lapisan ozon, photochemical smog, dan global warming. Does any of those ring you a [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] untuk diolah dan dikendalikan?” Hujan asam, penipisan lapisan ozon, photochemical smog, dan global warming. Does any of those ring you a [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ririririirri</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/comment-page-1/#comment-1415</link>
		<dc:creator>ririririirri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 08:33:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/#comment-1415</guid>
		<description>ratih....

OMG beibeh,,,lo keren banget...ajarin gw bahasa inggris sekarang!ayo cepat,,,
hahahahahahah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ratih&#8230;.</p>
<p>OMG beibeh,,,lo keren banget&#8230;ajarin gw bahasa inggris sekarang!ayo cepat,,,<br />
hahahahahahah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: michaeljubel</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/comment-page-1/#comment-848</link>
		<dc:creator>michaeljubel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 04:07:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/#comment-848</guid>
		<description>setuju ama &lt;b&gt;Pandzee&lt;/b&gt; pada beberapa poin. tapi menurut saya jangan terlalu skeptik dan berpikir sempit dengan merasa kita dicegah untuk maju. mungkin negara-negara maju itu memang punya kepentingan tertentu, tapi bukan berarti dengan segala penghalang dan penghadang negara kita gak bisa maju lho. Afrika Selatan aja yang dulu diembargo karena politik apartheidnya, bisa men-develop teknologi likuefaksi batubara dengan proses Sasol-nya. Batubara ialah satu-satunya sumber energi yang mereka miliki dan pada waktu itu dunia bener-bener bergantung ama minyak bumi. Likuefaksi bahkan dianggap dunia sebagai proses yang kurang komersil karena waktu itu harga minyak tuh murah bgt. Tapi dengan keadaan sulit seperti itu sekalipun, mereka bisa survive kok.. kalo ngomongin likuefaksi, orang-orang pasti langsung merujuk ama Afrika Selatan.. nahh, sama aja halnya dengan kita.. kenapa gak mungkin kita bisa berkembang dengan segala penghalang itu?? bukannya gak mungkin lho kalo kita bisa men-develop teknologi &quot;global-warming-ready&quot; tapi negara kita tetep bisa maju..

lagian, kalo Jepang emang gak konsisten dengan keputusannya, lalu kita mau ngapain? mau ikut-ikutan juga? gak gt kan.. Yahh, namanya juga negara maju. emang begitu sifatnya! hehehe..


ps. maklum masih mahasiswa. jadi masih berpikir ideal. hahahaha.. mas Pandzee dah kerja kali sih.. jadi dah bener-bener tau keadaan medan peperangan. huehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju ama <b>Pandzee</b> pada beberapa poin. tapi menurut saya jangan terlalu skeptik dan berpikir sempit dengan merasa kita dicegah untuk maju. mungkin negara-negara maju itu memang punya kepentingan tertentu, tapi bukan berarti dengan segala penghalang dan penghadang negara kita gak bisa maju lho. Afrika Selatan aja yang dulu diembargo karena politik apartheidnya, bisa men-develop teknologi likuefaksi batubara dengan proses Sasol-nya. Batubara ialah satu-satunya sumber energi yang mereka miliki dan pada waktu itu dunia bener-bener bergantung ama minyak bumi. Likuefaksi bahkan dianggap dunia sebagai proses yang kurang komersil karena waktu itu harga minyak tuh murah bgt. Tapi dengan keadaan sulit seperti itu sekalipun, mereka bisa survive kok.. kalo ngomongin likuefaksi, orang-orang pasti langsung merujuk ama Afrika Selatan.. nahh, sama aja halnya dengan kita.. kenapa gak mungkin kita bisa berkembang dengan segala penghalang itu?? bukannya gak mungkin lho kalo kita bisa men-develop teknologi &#8220;global-warming-ready&#8221; tapi negara kita tetep bisa maju..</p>
<p>lagian, kalo Jepang emang gak konsisten dengan keputusannya, lalu kita mau ngapain? mau ikut-ikutan juga? gak gt kan.. Yahh, namanya juga negara maju. emang begitu sifatnya! hehehe..</p>
<p>ps. maklum masih mahasiswa. jadi masih berpikir ideal. hahahaha.. mas Pandzee dah kerja kali sih.. jadi dah bener-bener tau keadaan medan peperangan. huehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pandzee</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/comment-page-1/#comment-826</link>
		<dc:creator>Pandzee</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 22:18:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/#comment-826</guid>
		<description>Waspadalah... waspadalah... 
Jangan sampai negara kita jadi korban, industri dan teknologi kita dicegah untuk maju dengan alasan lingkungan hidup, padahal negara lain saat ini jor-joran memacu industrinya dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang membesar. 
Ingat janji Jepang untuk menurunkan level emisinya sebanyak 6 persen? Saat ini emisi gas rumah kaca Jepang malah naik 6 persen, dan negara ini juga yang secara besar-besaran menyerukan pengurangan emisi gas rumah kaca...
Di masa depan, saat kita masih berantem mau pakai teknologi apa yang ramah lingkungan, negara-negara ini dengan kemajuan teknologi dan ekonominya tinggal kipas-kipas dan menyerukan penggunaan teknologi ramah lingkungan, yang pastinya:
1. lebih mahal
2. patennya dikuasai negara maju</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waspadalah&#8230; waspadalah&#8230;<br />
Jangan sampai negara kita jadi korban, industri dan teknologi kita dicegah untuk maju dengan alasan lingkungan hidup, padahal negara lain saat ini jor-joran memacu industrinya dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang membesar.<br />
Ingat janji Jepang untuk menurunkan level emisinya sebanyak 6 persen? Saat ini emisi gas rumah kaca Jepang malah naik 6 persen, dan negara ini juga yang secara besar-besaran menyerukan pengurangan emisi gas rumah kaca&#8230;<br />
Di masa depan, saat kita masih berantem mau pakai teknologi apa yang ramah lingkungan, negara-negara ini dengan kemajuan teknologi dan ekonominya tinggal kipas-kipas dan menyerukan penggunaan teknologi ramah lingkungan, yang pastinya:<br />
1. lebih mahal<br />
2. patennya dikuasai negara maju</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teknologi Pengolahan Limbah Gas » Majari Magazine</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/comment-page-1/#comment-363</link>
		<dc:creator>Teknologi Pengolahan Limbah Gas » Majari Magazine</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 09:00:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/#comment-363</guid>
		<description>[...] untuk diolah dan dikendalikan?&#8221; Hujan asam, penipisan lapisan, ozon, photochemical smog, dan global warming. Does any of those ring you a bell?? Referensi: Pengelolaan Limbah Industri - Prof. Tjandra [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] untuk diolah dan dikendalikan?&#8221; Hujan asam, penipisan lapisan, ozon, photochemical smog, dan global warming. Does any of those ring you a bell?? Referensi: Pengelolaan Limbah Industri &#8211; Prof. Tjandra [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Grace</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/comment-page-1/#comment-283</link>
		<dc:creator>Grace</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 19:00:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/12/global-warming-deniers/#comment-283</guid>
		<description>untung aja di Indonesia gak gini.. ya, Amerika emang susah sih secara mereka emang negara industri terbesar di dunia dan sekaligus sebagai emiten CO2 terbesar di dunia. jelaslah mereka bakal kebakaran jenggot kalo harus modifikasi semua proses supaya CO2 nya turun.. pabriknya aja ada berapa banyak?? hehe.. semoga issue ini tuh bener2 ada solusinya dan gak cuma heboh-hebohan saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untung aja di Indonesia gak gini.. ya, Amerika emang susah sih secara mereka emang negara industri terbesar di dunia dan sekaligus sebagai emiten CO2 terbesar di dunia. jelaslah mereka bakal kebakaran jenggot kalo harus modifikasi semua proses supaya CO2 nya turun.. pabriknya aja ada berapa banyak?? hehe.. semoga issue ini tuh bener2 ada solusinya dan gak cuma heboh-hebohan saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
