United Arab Emirates: The Solar Island
by Michael Hutagalung on 06/11/07 at 12:26 am | 4 Comments | |
United Arab Emirates, sebuah negara yang akhir-akhir ini banyak menjadi pembicaraan karena berbagai monumennya yang amat megah dan mengagumkan. Pernah mendengar World Archipelago? The Palm Island? Keduanya ialah pulau buatan (artificial island) yang dibangun di Dubai. Bayangkanlah sebuah kepulauan miniatur dari benua-benua yang ada di dunia. Mudahnya, bayangkanlah miniatur kepulauan Indonesia yang ada di TMII namun di masing-masing pulaunya Anda bisa membeli kavling tanah dan membangun bungalow Anda. Bayangkan juga sebuah pulau yang bentuknya seperti batang palem lengkap dengan daun-daunnya. Bagaimana dengan Burj Al-Arab? Sebuah bangunan tinggi yang seluruhnya digunakan sebagai hotel berbintang 7 yang juga dibangun di atas pulau buatan. Dan bagaimana dengan Burj Dubai? Bagi yang belum tahu, Burj Dubai ialah menara pencakar langit yang dijadwalkan akan selesai di tahun 2008 dan akan menjadi bangunan tertinggi di dunia (800+ m).

Belum puas dengan segala mahakarya teknologi yang dibangun di UAE, Pemerintah Uni Emirat Arab bekerja sama dengan Neuchâtel’s Swiss Center for Electronics and Microtechnology (CSEM) berencana membangun sebuah pembangkit listrik ‘tenaga surya’ yang memiliki ukuran yang mendekati ukuran sebuah pulau kecil dan tentunya mengambang di atas permukaan air laut. Kali ini bukan Dubai yang menjadi lokasi pembangunan namun Ras al Khaimah, salah satu dari tujuh emirat yang tegabung dalam UAE.
Melihat krisis energi dunia yang terjadi sekarang ini, energi surya merupakan salah satu solusi yang cukup feasible untuk direalisasikan sebagai sumber energi alternatif. Seperti yang kita ketahui, radiasi matahari yang masuk ke bumi membawa energi yang amat besar dan pakar berpendapat bahwa di masa depan tenaga surya akan dibutuhkan dalam kuantitas yang sangat besar pula (lebih dari 3 GTep/tahun).
Solar Island sendiri berbentuk sebuah pulau berdiameter 5 kilometer dengan tinggi 20 meter. Pembangkit listrik tersebut terdiri dari sebuah torus (berfungsi sebagai tempat penyimpanan steam) yang di atasnya terdapat panel-panel termosolar yang diletakkan di atas membran. Untuk menjaga agar membran tetap berada 20 meter di atas permukaan laut, Solar Island dilengkapi dengan electric pumps yang memberikan overpressure sebesar 0.1 bar.

Pada dasarnya, Solar Island memiliki cara kerja yang berbeda dari solar cell karena Solar Island tidak menggunakan photovoltaic cell untuk menghasilkan arus listrik dari energi matahari seperti solar cell pada umumnya. Arus listrik pada Solar Island dihasilkan oleh sistem generator-turbin yang digerakkan oleh steam yang dibangkitkan dari air yang berubah fasa menjadi uap karena adanya panas dari matahari. Panas matahari sendiri dikumpulkan oleh suatu alat yang dinamakan concentrator. Hal ini membuat Solar Island secara keseluruhan lebih ekonomis dibandingkan sistem solar cell sebenarnya. (*steam?? Hayo.. turbin uap siklusnya apa?? Hahaha..)
Beberapa keuntungan lain dari Solar Island ini adalah:
- menggunakan low-cost EFC type panels yang ringkas
- memiliki sensitivitas yang rendah terhadap angin
- memiliki panel-panel yang berada dalam keadaan ‘mengambang’ sehingga pulau yang amat besar sekalipun dapat dibuat
- memiliki sistem penyimpanan energi sehingga pasokan energi tidak berhenti sekalipun malam hari
- memiliki luas permukaan aktif yang melebihi 95% luas pulau
- memproduksi hidrogen dari bahan baku air yang tersedia dalam jumlah yang banyak
- mudah dikombinasikan dengan sistem desalinasi air laut melalui sistem passive evaporation
Uniknya, Solar Island ini bisa berpindah-pindah mengikuti arah gerak matahari untuk memaksimalkan energi yang dapat diserap. Unik banget kan?? Mobilitasnya didukung oleh hyrodynamic motors yang ditempatkan tiap 10 meter di sekeliling pulau. Dengan teknologi seperti demikian, Solar Island dapat ditempatkan di laut lepas, laut pedalaman, dan bahkan pesisir pantai. Untuk persiapan awal, prototype Solar Island ini telah dibangun di darat dan ukurannya masih satu persepuluh dari Solar Island yang direncanakan.
Hmm.. apakah solusi seperti ini memungkinkan untuk dibangun di Indonesia? Mengingat letaknya yang berada di garis khatulistwa dan juga wilayah laut yang luas yang dimiliki oleh Indonesia? Mari ikut berpikir bagi bangsa.. Hehehe..
Sumber: solar-island.com


4 Comments
wahyu
Nov 6th, 2007
Gile2…Arab maju bener ya teknologinya, kapan ya Indonesia bisa semaju itu?? Hehe… btw, membrannya buat apa sih? Buat alas doang ato gimana?
michaeljubel
Nov 10th, 2007
iya buat alas tempat panel2nya yu.. buang dan karena di bawah membrannya itu ada tekanan, jadi membrannya naek ke atas setinggi 20 meter.. nah di atas membrannya itulah diletakkan panel-panel surya nya..
dimsdit
Nov 18th, 2007
ooo ga pake solar cell..
berarti mirip kyk di spanyol
disana tuh pake cermin2 yg jumlahnya byk banget (mungkin seribu) buat mantulin sinar matahari ke sebuah concretator, tempat berkumpulny hasil pantulan itu…nah alat ini dihubungin k sistem turbin-generator….cermin2 ny sih diatur biar ngikutin arah matahariny.
intiny mirip banget ama yg dijelasin di atas….
cuma bedany ini di daratan spanyol…dan udah jalan.
sumber:dw-tv
kebz_aje
Jan 14th, 2009
duh indonesia butuh modal banyak buat bikin kaya gitu dong………
Leave a Comment