<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sampah, Kompos, Bahan Bakar, dan Listrik</title>
	<atom:link href="http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/</link>
	<description>No.1 Magazine and Forum for Indonesian Chemical Engineering Students. Articles about chemical process technology, fuel utilization, global issues, environmental issues, safety and health, university profile, scholarships, comic, and video.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 04:58:37 -0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: A Hebi Dj</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-3869</link>
		<dc:creator>A Hebi Dj</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 03:21:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-3869</guid>
		<description>Saya seorang yang mengurusi sampah kota, mohon informasi detailnya dong, terutama yang berkaitan dengan proses plasma gasifikasi yang bisa menghasilkan fuel gas dan tidak menimbulkan gas beracun seperti incinerator. Saya sangat memerlukan spesifikasi teknis peralatannya dan proses detailnya serta investasi yang diperlukan apabila ada lokasi contoh soalnya, saya juga membutuhkan untuk kami datangi. Perkara ada orang yg setuju atau tidak tentang gasifikasi, sy persilahkan, yang pasti tujuan saya adalah menyelamatkan lingkungan dari globalwarming yg mulai terasa dampaknya itu saja. Salam lingkungan bersih dan hidup nyaman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang yang mengurusi sampah kota, mohon informasi detailnya dong, terutama yang berkaitan dengan proses plasma gasifikasi yang bisa menghasilkan fuel gas dan tidak menimbulkan gas beracun seperti incinerator. Saya sangat memerlukan spesifikasi teknis peralatannya dan proses detailnya serta investasi yang diperlukan apabila ada lokasi contoh soalnya, saya juga membutuhkan untuk kami datangi. Perkara ada orang yg setuju atau tidak tentang gasifikasi, sy persilahkan, yang pasti tujuan saya adalah menyelamatkan lingkungan dari globalwarming yg mulai terasa dampaknya itu saja. Salam lingkungan bersih dan hidup nyaman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jeha</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-3304</link>
		<dc:creator>jeha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 07:26:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-3304</guid>
		<description>siipp...sampah memang seharusnya di tangani lebih lanjut karena slain menyebabkan polusi udara juga bisa mengganggu pengelihatan. Di luar negri sampah organik dan non organik di buang secara terpisah. Itu sangat baik supaya masing2 bisa diolah lebih lanjut dan menghasilkan sesuatu seperti gas metan. Ayo pemerintah!! Tangani sampah dengan serius!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>siipp&#8230;sampah memang seharusnya di tangani lebih lanjut karena slain menyebabkan polusi udara juga bisa mengganggu pengelihatan. Di luar negri sampah organik dan non organik di buang secara terpisah. Itu sangat baik supaya masing2 bisa diolah lebih lanjut dan menghasilkan sesuatu seperti gas metan. Ayo pemerintah!! Tangani sampah dengan serius!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-1319</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 08:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-1319</guid>
		<description>OK..OK..Mantab..
tapi klo aku boleh kasih masukan sich,PERBAIKI MANAJEMEN PERSAMPAHANnya dulu misalnya dengan memperbanyak tong2 sampah (organik-anorganik)di tempat2 umum, mengganti model sarana transport (truk) pengangkut sampah ke tpa dengan truk yang dilengkapi dengan penutup,dll.trus diperbaiki pula tentang KETEGASAN2 HUKUM &amp; PERATURAN2nya misalnya biaya retribusi sampah (masa cuma 20 rb per bulan,,kan ga sebanding ma biaya operasional penanganan sampahnya.jangan lp dipertimbangkan  jumlah penghuninya jg.)langkah selanjutnya tinggal pengembangan dari 2 langkah tadi.ya klo bicara ttg sampah emg susah,,tapi dengan adanya manajemen persampahan yang baik itu membuktikan bahwa pemerintah ga menganggap remeh masalah sampah.jadi rakyatpun sedikit2 akan sadar ttg bagaimana seharusnya mereka memperlakukan sampah.
Segitu dulu aja dech masukannya,,,terimakasih banyak ya atas sedekah ilmunya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OK..OK..Mantab..<br />
tapi klo aku boleh kasih masukan sich,PERBAIKI MANAJEMEN PERSAMPAHANnya dulu misalnya dengan memperbanyak tong2 sampah (organik-anorganik)di tempat2 umum, mengganti model sarana transport (truk) pengangkut sampah ke tpa dengan truk yang dilengkapi dengan penutup,dll.trus diperbaiki pula tentang KETEGASAN2 HUKUM &amp; PERATURAN2nya misalnya biaya retribusi sampah (masa cuma 20 rb per bulan,,kan ga sebanding ma biaya operasional penanganan sampahnya.jangan lp dipertimbangkan  jumlah penghuninya jg.)langkah selanjutnya tinggal pengembangan dari 2 langkah tadi.ya klo bicara ttg sampah emg susah,,tapi dengan adanya manajemen persampahan yang baik itu membuktikan bahwa pemerintah ga menganggap remeh masalah sampah.jadi rakyatpun sedikit2 akan sadar ttg bagaimana seharusnya mereka memperlakukan sampah.<br />
Segitu dulu aja dech masukannya,,,terimakasih banyak ya atas sedekah ilmunya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pandzee</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-830</link>
		<dc:creator>Pandzee</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 06:35:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-830</guid>
		<description>For sawung: 
Dengan PLTSa, jumlah &#039;sampah&#039; yang dibuang ke landfil akan berkurang 70-90% karena tinggal berupa abu. Jadi ruang untuk tempat sampah akan menjadi 10-30%nya? Tidak juga, malahan lebih kecil karena kerapatan abu lebih tinggi (hingga 4-5 kali lipat kerapatan sampah tidak terproses), sehingga ruang untuk tempat sampah hanya kira-kira menjadi 5%nya, dari seukuran lapangan sepak bola hingga hanya seukuran rumah biasa lho...
Untuk kalimat ke-4 dan ke-5 saya setuju sekali.

Dulu jaman perang dunia kita tidak pernah terpikir untuk tinggal dekat dengan WC (itu sebabnya sampai sekarang kalau kita mau ke WC dengan sopan akan berkata &#039;mau ke belakang&#039; atau &#039;mau ke air&#039; karena zaman dulu WC adanya di belakang rumah atau di sungai :D) tapi sekarang kita bahkan tidur bersebelahan dengan WC (!!!), malahan semakin bagus rumahnya maka semakin banyak WC di sebelah tempat tidurnya, kalau perlu tiap kamar tidur ada WCnya hahahaha... Moral dari cerita ini adalah, dengan adanya teknologi, sesuatu yang dulu kita anggap kotor, bau dsb akan bisa jadi sesuatu yang bagus, bersih, bahkan dibanggakan. Kalau kuatir aplikasi teknologinya diselewengkan, ya diawasi saja. Karena kalau tidak, kita akan terus tertinggal dalam teknologi, dan terus-menerus menggunakan teknologi punya orang. Bayarnya mahal lho... Waspadalah... waspadalah!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>For sawung:<br />
Dengan PLTSa, jumlah &#8217;sampah&#8217; yang dibuang ke landfil akan berkurang 70-90% karena tinggal berupa abu. Jadi ruang untuk tempat sampah akan menjadi 10-30%nya? Tidak juga, malahan lebih kecil karena kerapatan abu lebih tinggi (hingga 4-5 kali lipat kerapatan sampah tidak terproses), sehingga ruang untuk tempat sampah hanya kira-kira menjadi 5%nya, dari seukuran lapangan sepak bola hingga hanya seukuran rumah biasa lho&#8230;<br />
Untuk kalimat ke-4 dan ke-5 saya setuju sekali.</p>
<p>Dulu jaman perang dunia kita tidak pernah terpikir untuk tinggal dekat dengan WC (itu sebabnya sampai sekarang kalau kita mau ke WC dengan sopan akan berkata &#8216;mau ke belakang&#8217; atau &#8216;mau ke air&#8217; karena zaman dulu WC adanya di belakang rumah atau di sungai <img src='http://majarimagazine.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) tapi sekarang kita bahkan tidur bersebelahan dengan WC (!!!), malahan semakin bagus rumahnya maka semakin banyak WC di sebelah tempat tidurnya, kalau perlu tiap kamar tidur ada WCnya hahahaha&#8230; Moral dari cerita ini adalah, dengan adanya teknologi, sesuatu yang dulu kita anggap kotor, bau dsb akan bisa jadi sesuatu yang bagus, bersih, bahkan dibanggakan. Kalau kuatir aplikasi teknologinya diselewengkan, ya diawasi saja. Karena kalau tidak, kita akan terus tertinggal dalam teknologi, dan terus-menerus menggunakan teknologi punya orang. Bayarnya mahal lho&#8230; Waspadalah&#8230; waspadalah!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vera</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-748</link>
		<dc:creator>Vera</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 07:13:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-748</guid>
		<description>SALUT buat artikel ini.

Seneng banget ada yg peduli masalah sampah jika mengingat kondisi bangsa ini yang udah g tau mo dibawa kemana. Pokokna Saya setuju kalo sampat2 itu diolah karena lambat laun tapi pasti bahwa sampah itu akan ada terus, jumlahnya tak mungkin berkurang apalagi d jaman sekarang ini yg semuanya serba instan.
Sebaiknya ntar kalo dah pada lulus, dedikasikan ilmu buat kepentingan umum. jangan byk orientasi k oil n gas yg sangat menjamin d masa depan secara materi tp tdk long lasting. Kalo dah abis diexplore mo dikasi ap anak cucu kita nanti.

Thanks buat info2nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SALUT buat artikel ini.</p>
<p>Seneng banget ada yg peduli masalah sampah jika mengingat kondisi bangsa ini yang udah g tau mo dibawa kemana. Pokokna Saya setuju kalo sampat2 itu diolah karena lambat laun tapi pasti bahwa sampah itu akan ada terus, jumlahnya tak mungkin berkurang apalagi d jaman sekarang ini yg semuanya serba instan.<br />
Sebaiknya ntar kalo dah pada lulus, dedikasikan ilmu buat kepentingan umum. jangan byk orientasi k oil n gas yg sangat menjamin d masa depan secara materi tp tdk long lasting. Kalo dah abis diexplore mo dikasi ap anak cucu kita nanti.</p>
<p>Thanks buat info2nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sawung</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-235</link>
		<dc:creator>sawung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 12:49:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-235</guid>
		<description>PLTSa tidak mengatasi kebutuhan akan ruang untuk tempat sampah.
fly ash sama bottom ashnya juga perlu tempat.
dan tempatnya sama juga seperti sanitary landfill.
PLTSa sebenarnya merusak mindset masyarakat dengna cara &quot;membolehkan&quot; masyarakat memproduksi sampah sebanyak-banyaknya. Cara yang paling efektif memang harus melalui 4 R dulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PLTSa tidak mengatasi kebutuhan akan ruang untuk tempat sampah.<br />
fly ash sama bottom ashnya juga perlu tempat.<br />
dan tempatnya sama juga seperti sanitary landfill.<br />
PLTSa sebenarnya merusak mindset masyarakat dengna cara &#8220;membolehkan&#8221; masyarakat memproduksi sampah sebanyak-banyaknya. Cara yang paling efektif memang harus melalui 4 R dulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dimsdit</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-143</link>
		<dc:creator>dimsdit</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 09:19:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-143</guid>
		<description>waaa
keren ni ngebahas sampah
mungkin buat info tambahan, di jakarta katanya mau dibikin juga PLTSa dan klo ga slah waktu itu dibilangnya mau dibikin di daerah tanjung priok.. trus modelny seperti insenerator tapi gede banget
trus nanti hasilnya ada panas ama uap air.. rencananya uap airnya ini bisa diproses jadi air bersih sedangkan panas yg dihasilin bisa dijadiin sumber energi listrik langsung atau buat boiler atau buat unit proses lainny..
sedangkan limbah padat sissanya apalagi yg B3 bakal langsung dikapalkan ke negara maju yg punya teknologi pengolahan limbah B3 yg mutakhir..
tapi kapan proyek itu terwujud.?
nah laen halnya ama belanda, mahasiswa di wegeningen (klo ga salah), sampahnya dibusukin ampe ngehasilin metan ama air lindi.. trus air lindi ama metan ini dipisahin dari padatannya.. bis itu metan direaksiin ama air ntr ngehasilin H2 (kyk proses steam reforming di pabrik pupuk) nah hidrogen ini ntar dibakar, hasilnya energi yg sangat besar (kan reaksiny exotermis)
tapi masih riset

yaa mohon dikoreksi klo ada salah.. nuhun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waaa<br />
keren ni ngebahas sampah<br />
mungkin buat info tambahan, di jakarta katanya mau dibikin juga PLTSa dan klo ga slah waktu itu dibilangnya mau dibikin di daerah tanjung priok.. trus modelny seperti insenerator tapi gede banget<br />
trus nanti hasilnya ada panas ama uap air.. rencananya uap airnya ini bisa diproses jadi air bersih sedangkan panas yg dihasilin bisa dijadiin sumber energi listrik langsung atau buat boiler atau buat unit proses lainny..<br />
sedangkan limbah padat sissanya apalagi yg B3 bakal langsung dikapalkan ke negara maju yg punya teknologi pengolahan limbah B3 yg mutakhir..<br />
tapi kapan proyek itu terwujud.?<br />
nah laen halnya ama belanda, mahasiswa di wegeningen (klo ga salah), sampahnya dibusukin ampe ngehasilin metan ama air lindi.. trus air lindi ama metan ini dipisahin dari padatannya.. bis itu metan direaksiin ama air ntr ngehasilin H2 (kyk proses steam reforming di pabrik pupuk) nah hidrogen ini ntar dibakar, hasilnya energi yg sangat besar (kan reaksiny exotermis)<br />
tapi masih riset</p>
<p>yaa mohon dikoreksi klo ada salah.. nuhun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: michaeljubel</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-83</link>
		<dc:creator>michaeljubel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 18:25:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-83</guid>
		<description>btw kalian berdua tau informasi sebanyak itu darimana sih?? ampe bawa2 IPAL segala.. hahaha.. nyerep banget tuh kayanya kuliah Pengelolaan Limbah.. hehee.. 

btw din, elu ngebahas air limbah B3, asap, limbah-limbah dll segala macem yang dihasilkan dari PLTSa itu ya?? Hmm.. menurut gua sih kita lihat secara luas aja.. Kalo sampah itu gak diolah, sampah itu harus dibuang di tempat pembuangan akhir kan.. Nilai fungsionalnya apa?? Gak ada kann.. yang ada malah ngabis2in lahan di TPA.. Dan kalo TPAnya kenapa-kenapa, jalanan kota lah yang jadi korban untuk dijadikan tempat pembuangan &#039;sementara&#039;.. Nahh coba kalo sampah-sampah tersebut diolah.. jelas massa totalnya bakal berkurang bahkan terkonversi menjadi energi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.. jadi mendingan diolah kan.. hehehe..

Kalo masalahnya limbah mah jelas pasti ada.. justru itu yang mau dikurangi.. kalo gak diolah, air lindi dari sampah tuh bisa meresap ke air tanah dan jelas2 merusak nilai mutu air.. itu jelas jauh lebih berbahaya dibandingkan efek keberadaan satu PLTSa mungil di suatu titik di bilangan Kota Bandung. (*mungil relatif terhadap pembangkit listrik tenaga lainnya). Hehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>btw kalian berdua tau informasi sebanyak itu darimana sih?? ampe bawa2 IPAL segala.. hahaha.. nyerep banget tuh kayanya kuliah Pengelolaan Limbah.. hehee.. </p>
<p>btw din, elu ngebahas air limbah B3, asap, limbah-limbah dll segala macem yang dihasilkan dari PLTSa itu ya?? Hmm.. menurut gua sih kita lihat secara luas aja.. Kalo sampah itu gak diolah, sampah itu harus dibuang di tempat pembuangan akhir kan.. Nilai fungsionalnya apa?? Gak ada kann.. yang ada malah ngabis2in lahan di TPA.. Dan kalo TPAnya kenapa-kenapa, jalanan kota lah yang jadi korban untuk dijadikan tempat pembuangan &#8217;sementara&#8217;.. Nahh coba kalo sampah-sampah tersebut diolah.. jelas massa totalnya bakal berkurang bahkan terkonversi menjadi energi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.. jadi mendingan diolah kan.. hehehe..</p>
<p>Kalo masalahnya limbah mah jelas pasti ada.. justru itu yang mau dikurangi.. kalo gak diolah, air lindi dari sampah tuh bisa meresap ke air tanah dan jelas2 merusak nilai mutu air.. itu jelas jauh lebih berbahaya dibandingkan efek keberadaan satu PLTSa mungil di suatu titik di bilangan Kota Bandung. (*mungil relatif terhadap pembangkit listrik tenaga lainnya). Hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ratih Wulandari</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-74</link>
		<dc:creator>Ratih Wulandari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 05:40:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-74</guid>
		<description>Buat Jubel:
Nah itu susahnya bel.. Kebanyakan dari kita kan pengennya kerja di oil and gas kan?? (termasuk gw kok.. hihihi) paling yang mungkin dilakuin cuma ikutan penelitian orang gt.. ato ngga bikin penelitian tentang itu.. mungkin kalo sampah itu sendiri udah mulai mengganggu hidup kita, kita jadi tergerak untuk memikirkan apa yang bisa kita lakuin untuk ngurangin sampah.. hahahahaahaha

Buat Dinda:
1. Menurut gw namanya PLTSa karna ngga mw ketuker sama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (bisa disingkat PLTS juga kan?? hahaha ngga penting.). Ngga tau juga sih kenapa dinamain itu.. hihihi

2. Kalo menurut gw, dibangunnya di cekungan itu kynya biar bisa bikin sanfil (sanitary landfill) lebih luas dan lebih bagus.. Sanfil sendiri nanti digunain buat menimbun limbah B3nya itu.. Abu yang bakal dihasilkan dari proses ini emang katanya lebih banyak zat beracunnya dibanding sampah mentah, makanya sanfilnya harus lebih bagus juga.. Di alatnya juga udah dipasang pemusnah abu kok, walaupun efisiensinya ngga sampe 100%. Sekarang pihak yang terkait lagi berusaha meningkatkan efisiensinya gt.

3. Airnya ky limbah B3 yak? Hmm, kynya biar proyek ini berjalan lancar IPAL yang ada di Bandung harus berjalan sesuai fungsi dulu d.. IPAL harus bener2 bisa menyisihkan polutan yang terkandung dalam air limbahnya.. Kalo IPAL ngga berjalan sesuai fungsi, bisa2 malah bisa bikin bahaya kesehatan makhluk hidup di sekitar.. Kalo sampahnya dikeringin dulu mungkin ngga ya? Di gasifikasi kan bisa tuh.. 

4. Soal listrik yang dihasilkan, sebagian besar bakal dialirin buat warga sekitar Babakan kok yang katanya 8 keluarga dari 18 keluarga yang disurvey masih belum ngerasain listrik. Ini 1 hal yang mutlak diminta sama Kades Babakannya sendiri. Di TPA Babakannya ada lahan buat composting sampah juga yang selama ini masalahnya adalah kurang listrik. Jadi listrik yang dihasilkan bisa buat sumber energi mesin compostingnya. Sampahnya makin berkurang kan? 
Waktu penelitian anak S2 itu, Heri T Putranto pernah ngasih usulan dibikin kompor gasifikasi yang kapasitasnya gede aja sekalian.. Nanti energi yang dihasilkan dialirin ke rumah2 lewat pipa gt.. Mungkin itu juga bisa dianalogikan untuk masalah ini.. 

Paling segitu aja sih pandangan gw.. heheehehehe.. thx yaa komennya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Jubel:<br />
Nah itu susahnya bel.. Kebanyakan dari kita kan pengennya kerja di oil and gas kan?? (termasuk gw kok.. hihihi) paling yang mungkin dilakuin cuma ikutan penelitian orang gt.. ato ngga bikin penelitian tentang itu.. mungkin kalo sampah itu sendiri udah mulai mengganggu hidup kita, kita jadi tergerak untuk memikirkan apa yang bisa kita lakuin untuk ngurangin sampah.. hahahahaahaha</p>
<p>Buat Dinda:<br />
1. Menurut gw namanya PLTSa karna ngga mw ketuker sama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (bisa disingkat PLTS juga kan?? hahaha ngga penting.). Ngga tau juga sih kenapa dinamain itu.. hihihi</p>
<p>2. Kalo menurut gw, dibangunnya di cekungan itu kynya biar bisa bikin sanfil (sanitary landfill) lebih luas dan lebih bagus.. Sanfil sendiri nanti digunain buat menimbun limbah B3nya itu.. Abu yang bakal dihasilkan dari proses ini emang katanya lebih banyak zat beracunnya dibanding sampah mentah, makanya sanfilnya harus lebih bagus juga.. Di alatnya juga udah dipasang pemusnah abu kok, walaupun efisiensinya ngga sampe 100%. Sekarang pihak yang terkait lagi berusaha meningkatkan efisiensinya gt.</p>
<p>3. Airnya ky limbah B3 yak? Hmm, kynya biar proyek ini berjalan lancar IPAL yang ada di Bandung harus berjalan sesuai fungsi dulu d.. IPAL harus bener2 bisa menyisihkan polutan yang terkandung dalam air limbahnya.. Kalo IPAL ngga berjalan sesuai fungsi, bisa2 malah bisa bikin bahaya kesehatan makhluk hidup di sekitar.. Kalo sampahnya dikeringin dulu mungkin ngga ya? Di gasifikasi kan bisa tuh.. </p>
<p>4. Soal listrik yang dihasilkan, sebagian besar bakal dialirin buat warga sekitar Babakan kok yang katanya 8 keluarga dari 18 keluarga yang disurvey masih belum ngerasain listrik. Ini 1 hal yang mutlak diminta sama Kades Babakannya sendiri. Di TPA Babakannya ada lahan buat composting sampah juga yang selama ini masalahnya adalah kurang listrik. Jadi listrik yang dihasilkan bisa buat sumber energi mesin compostingnya. Sampahnya makin berkurang kan?<br />
Waktu penelitian anak S2 itu, Heri T Putranto pernah ngasih usulan dibikin kompor gasifikasi yang kapasitasnya gede aja sekalian.. Nanti energi yang dihasilkan dialirin ke rumah2 lewat pipa gt.. Mungkin itu juga bisa dianalogikan untuk masalah ini.. </p>
<p>Paling segitu aja sih pandangan gw.. heheehehehe.. thx yaa komennya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dinda Elefani</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-69</link>
		<dc:creator>Dinda Elefani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 00:39:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-69</guid>
		<description>Mw ngomentarin soal yg PLTSa itu tih (lah,,,singkatannya bknnya PLTS aja yahh??). Kebetulan temen gw waktu itu TA nya ttg PLTSa ini. N dy sering bgt crita2 ke gw soal masalah ini..

Yg gw bngung knp PLTSa dibikinnya di bdg si??dlm kondisi bdg tuh terletak di antara cekungan2 gt.tar kan udaranya berputar situ2 aja.laen klo misalnya PLTSa dibikin di darah pantai.PLTSa jg bisa dimanfaatin jd sumber air minum dr proses desalinasi gt.

Trus yakin airnya tak bermasalah??Bisa aja skg kuantitasnya terpenuhi tp 5-10 th ke depan dpt berkurang drastis, dgn penduduk yg terus bertambah.Cekungan Bandung jg lg mengalami krisis air.

Lalu akan dibuang ke mana air limbah yg kaya polutan B3 itu?? Ke anak Sungai Citarum?Dampaknya pd waduk sekitar gmn?Gmn warga yang air PDAM-nya dari waduk2 itu?Gmn kesehatan mereka?Apalagi, banyak IPAL di Bdg yang terbukti sekadar ada tapi &quot;tiada&quot;.

Soal lokasi..Emg saat ini bisa dikatakan jauh dari permukiman.Tp gmn tar kedepannya? Syapa yg menjamin warga ga akan tinggal di sekitar lokasi dan ga tjd perluasan permukiman ke arah PLTSa? Ke mana lagi warga Bdg hrs tinggal (beli tanah dan rumah) kalau bukan di Bdg juga?Apalagi,polutan udara tak pandang jauh dekat dg PLTSa.Semua pelosok di Cekungan Bdg bisa terkontaminasi dgn mudah!

Kecepatan pembakaran bukan jaminan atas solusi masalah sampah.Ada jg efek terhadap manusia dan lingkungan.Ini yg dikhawatirkan..

Betul bahwa PLTS menghasilkan listrik.Namun,listrik itu dijual ke warga,padahal bahan bakarnya dari warga.Seharusnya warga se-Bandung bisa melibatkan diri dalam mengelola sampah sekaligus melestarikan fungsi lingkungan.Sampah dari rakyat,dikelola rakyat (plus pemerintah),dan untuk rakyat (juga untuk pemerintah).

Trus...apa lagi ya??udah dehh..hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mw ngomentarin soal yg PLTSa itu tih (lah,,,singkatannya bknnya PLTS aja yahh??). Kebetulan temen gw waktu itu TA nya ttg PLTSa ini. N dy sering bgt crita2 ke gw soal masalah ini..</p>
<p>Yg gw bngung knp PLTSa dibikinnya di bdg si??dlm kondisi bdg tuh terletak di antara cekungan2 gt.tar kan udaranya berputar situ2 aja.laen klo misalnya PLTSa dibikin di darah pantai.PLTSa jg bisa dimanfaatin jd sumber air minum dr proses desalinasi gt.</p>
<p>Trus yakin airnya tak bermasalah??Bisa aja skg kuantitasnya terpenuhi tp 5-10 th ke depan dpt berkurang drastis, dgn penduduk yg terus bertambah.Cekungan Bandung jg lg mengalami krisis air.</p>
<p>Lalu akan dibuang ke mana air limbah yg kaya polutan B3 itu?? Ke anak Sungai Citarum?Dampaknya pd waduk sekitar gmn?Gmn warga yang air PDAM-nya dari waduk2 itu?Gmn kesehatan mereka?Apalagi, banyak IPAL di Bdg yang terbukti sekadar ada tapi &#8220;tiada&#8221;.</p>
<p>Soal lokasi..Emg saat ini bisa dikatakan jauh dari permukiman.Tp gmn tar kedepannya? Syapa yg menjamin warga ga akan tinggal di sekitar lokasi dan ga tjd perluasan permukiman ke arah PLTSa? Ke mana lagi warga Bdg hrs tinggal (beli tanah dan rumah) kalau bukan di Bdg juga?Apalagi,polutan udara tak pandang jauh dekat dg PLTSa.Semua pelosok di Cekungan Bdg bisa terkontaminasi dgn mudah!</p>
<p>Kecepatan pembakaran bukan jaminan atas solusi masalah sampah.Ada jg efek terhadap manusia dan lingkungan.Ini yg dikhawatirkan..</p>
<p>Betul bahwa PLTS menghasilkan listrik.Namun,listrik itu dijual ke warga,padahal bahan bakarnya dari warga.Seharusnya warga se-Bandung bisa melibatkan diri dalam mengelola sampah sekaligus melestarikan fungsi lingkungan.Sampah dari rakyat,dikelola rakyat (plus pemerintah),dan untuk rakyat (juga untuk pemerintah).</p>
<p>Trus&#8230;apa lagi ya??udah dehh..hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: michaeljubel</title>
		<link>http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/comment-page-1/#comment-65</link>
		<dc:creator>michaeljubel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2007 17:48:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/#comment-65</guid>
		<description>Hmm.. seinget gua Bu Gelang pernah bilang BOD nya tuh 20.000.. apa 200.000 ya?? Lupa gua.. hehehe.. btw jadi sebagai calon sarjana Teknik Kimia apa nih tih yang harus kita lakuin?? Hehehe.. suatu hal yang simpel tapi konkrit.. Hehehe.. maksud gua kalo bikin kompos, bikin bahan bakar, ato bikin PLTSa itu harus bener2 terjun ke dunia per-sampah-an kan.. hehe.. nahh.. buat manusia-manusia yang di otakknya cuman tersisa &#039;oil-and-gas&#039; gimana tih?? ada kiat-kiat supaya mereka-mereka bisa ikut mensukseskan pengolahan sampah?? Hehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm.. seinget gua Bu Gelang pernah bilang BOD nya tuh 20.000.. apa 200.000 ya?? Lupa gua.. hehehe.. btw jadi sebagai calon sarjana Teknik Kimia apa nih tih yang harus kita lakuin?? Hehehe.. suatu hal yang simpel tapi konkrit.. Hehehe.. maksud gua kalo bikin kompos, bikin bahan bakar, ato bikin PLTSa itu harus bener2 terjun ke dunia per-sampah-an kan.. hehe.. nahh.. buat manusia-manusia yang di otakknya cuman tersisa &#8216;oil-and-gas&#8217; gimana tih?? ada kiat-kiat supaya mereka-mereka bisa ikut mensukseskan pengolahan sampah?? Hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
