Penggunaan Jamur Lapuk Putih dalam Penghilangan Warna Limbah Tekstil
by Handy Christian on 29/11/07 at 12:00 pm | 14 Comments | Print article | Email article
Teman-teman tentunya pernah melihat, pada tunggul kayu yang telah mati, di musim hujan terkadang ditumbuhi jamur putih yang penampilannya besar dan liat. Tidak dapat dijadikan sumber pangan, dan malah membuat kayu rumah menjadi lapuk, seringkali orang hanya melihatnya sambil lalu dan menganggapnya tidak berguna. Ternyata jamur tersebut memiliki manfaat lain, yaitu sebagai pendegradasi zat warna di dalam limbah tekstil.
Karakteristik utama dari limbah industri tekstil adalah tingginya kandungan zat warna sintetik, yang apabila dibuang ke lingkungan tentunya akan membahayakan ekosistem perairan. Zat warna ini memiliki struktur kimia yang berupa gugus kromofor dan terbuat dari beraneka bahan sintetis, yang membuatnya resisten terhadap degradasi saat nantinya sudah memasuki perairan. Meningkatnya kekeruhan air karena adanya polusi zat warna, nantinya akan menghalangi masuknya cahaya matahari ke dasar perairan dan mengganggu keseimbangan proses fotosintesis, ditambah lagi adanya efek mutagenik dan karsinogen dari zat warna tersebut, membuatnya menjadi masalah yang serius. Tentunya teman-teman tidak mau bukan memakan ikan yang sudah tercemar?
Pengolahan limbah fisika-kimia yang sudah ada sangatlah mahal, dan dapat memberi masalah lingkungan yang baru, yaitu dihasilkannya lumpur dalam jumlah yang besar. Terlebih lagi, penghilangan zat warna tidak dapat berlangsung secara optimal, tetap tertinggal zat warna dalam kadar cukup tinggi di dalam air hasil pengolahannya. Oleh karena itu, dengan ditemukannya metode pengolahan limbah tekstil menggunakan jamur ini, kita tentunya dapat berharap dengan makin terwujudnya industri tekstil yang eco-friendly.
Jenis Jamur yang Digunakan
Seperti yang tadi dikemukakan di atas, jamur yang berperan di dalam proses ini merupakan jenis jamur lapuk putih (white-rot fungi). Jamur ini merupakan jamur dari jenis Basidiomycetes, yang berarti memiliki tubuh buah yang seringkali berbentuk seperti payung (disebut basidium). Mereka dinamai jamur lapuk putih karena mereka mampu mendegradasi substrat kayu yang berwarna kecoklatan (lignin) menjadi materi selulosa yang berwarna putih.
Beberapa jenis jamur yang umum digunakan dalam penghilangan zat warna tekstil ini antara lain:
![]() Marasmius sp. Shaped like tiny umbrellas of a half centimetre across, these mushrooms are found in leaf litter. They have a leathery texture and the long thin stalks are also tough and wiry. |
![]() Phanerochaete chrysosporium This fungi is belong to the family Corticiaceae. Its fruiting body forms a crust and located on the underside of a log. |
![]() Trametes versicolor This fungus is classified into Basidiomycetes. Trametes versicolor can make a fruiting body up to 10 cm broad, bracket to shelf-like or fan-shaped, attached along one side or just near the middle of one side. |
Mekanisme dari Penghilangan Warna
Jamur lapuk putih memproduksi enzim-enzim pendegradasi lignin yang non-spesifik, yang dapat mendegradasi berbagai jenis zat pengotor organik, termasuk zat warna tekstil. Enzim-enzim yang diproduksi oleh jamur lapuk putih mengkatalis penguraian zat warna tekstili menggunakan mekanisme pembentukan radikal bebas. Metode ini sangatlah murah apabila ditinjau dari kelayakan ekonominya, dan yang paling penting, molekul zat warna dalam limbah dapat direduksi secara efektif menjadi komponen yang tidak berbahaya, bukannya malah turut memproduksi bahan kimia yang berbahaya atau zat padat yang menimbulkan permasalahan pembuangan lebih lanjut. Karena seperti yang teman-teman ketahui enzim merupakan protein, yang di alam dapat dengan mudah diuraikan menjadi asam amino.
Yah, semoga saja teknologi ini nantinya akan diterapkan dalam skala besar dan meluas. Pertama di industri tekstil, mungkin saja nantinya bisa meluas ke pengolahan limbah industri yang lain. Jadi nantinya benar-benar bisa terwujud industri-industri yang eco-friendly.





14 Comments
michaeljubel
Nov 30th, 2007
kalau dalam skala besar, produksinya gimana ya? apa jamur-jamur tersebut tersedia dalam jumlah yang banyak? dan kalau ya, proses treatment nya ribet gak ya? gua gak kebayang nih yang biokimia gini2.. hehehe.. ada yang bisa kasi penjelasan? thx before..
handychristian
Nov 30th, 2007
Kalau skala besarnya, sampai sekarang sih belum ada, soalnya teknologi ini memang masih hot-hotnya dikembangkan terutama di Jerman (di Indonesia sendiri baru beberapa aja kok penelitian tentang ini). Nah penelitian yang udah ada, skalanya belum terlalu besar sih, paling baru skala beberapa galon limbah aja, tapi udah lumayan loh hasilnya.
Kalau penelitian yang gw lakukan, sebelum treatmentnya jalan, jamurnya dibiakkin dulu di semacam medium, bisa pakai jerami atau palm oil fiber (bahasa gampangnya… sabut kelapa sawit, haha). Mediumnya dipilih 2 ini soalnya murah dan nggak susah didapet. Pembiakan jamurnya pun nggak susah, kita tinggal taroh-taroh aja potongan jamur yang sebelumnya udah dibiakkin di lab di atas mediumnya itu, nunggu beberapa waktu biar dia numbuh (beberapa hari), trus langsung siap dipake.
Proses treatmentnya juga ada beberapa macem, ada yang jamurnya direndem sebentar di dalam limbahnya selama 15 menit, udah gitu limbahnya didiemin di bak penampung selama 6 jam untuk buat penghilangan warnanya optimal. Kalau skalanya ngga gitu gede (debit kecil), sebenernya air limbahnya dikucurin lewat medium berjamur itu aja warnanya udah bisa hilang. Enzimnya kerjanya instan soalnya.
Jamurnya juga bisa dipakai beberapa kali ngerun jadi ngga boros, dan sebenernya kalo dikasih waktu yang cukup untuk regenerasi abis dipake, menurut gw sih dia bisa dipake terus menerus, tapi mesti nambahin mediumnya lagi sih, soalnya mediumnya pasti kemakan sama jamurnya.
Semoga ngejawab..
aqi
Dec 27th, 2007
“(di Indonesia sendiri baru beberapa aja kok penelitian tentang ini)”
Sedikit meralat quote diatas: penelitian mengenai decolorization dari limbah textile, zat warna azo dll udah dilakukan sejak lama oleh ITB (teknik lingkungan dan PAU waktu itu) sejak tahun 90-an. Bahkan penelitian mengenai hal ini adalah pioneer dibidangnya.
Universitas australia aja ngirimin mahasiswanya untuk berguru di PAU buat meneliti tentang decolorization limbah textile.
Sejak PAU bubar (tanda kutip).. penelitian mengenai hal ini menjadi kurang terdengar lagi…
Tetapi penelitian decolorization limbah textile tetap dilakukan di Teknik Lingkungan meskipun tidak melulu memakai white rot fungi.
Kalau tertarik coba sambangin perpus TL. Tiap tahunh pasti ada topik penelitian mengenai hal ini.
PISS
aqi
Maju terus Indonesia
tary
Jan 18th, 2008
salam kenal..
aq mau nanya.. mekanisme penyebaran jamur itu nyerang kayu?!
jamur itu mengandung apa tho sehingga dia tu dapat mendegrasi lignin? selain lignin, jamur dpt mendegradasi selulose nga’?!
kalau bs bagaimana cara mengatasinya?!
nono
Feb 1st, 2008
Terima kasih infonya,
Bagaimana proses pengolahan limbah dengan metode ini, keberhasilan untuk penghilangan warnanya sampai seberapa?
JONY
Mar 17th, 2008
Met mlam….
Aq jony Tekim, mau ty cara lain pengolahan limbah tekstil yang rmah lingkungan dan harganya murah itu apa y??
Tolong skalian cara kerjanya, terima kasih.
Edy Suwito
May 8th, 2008
@aqi: betul, pembimbing kami malah lulusan teknik lingkungan ITB. Btw, di jerman, teknologi ini udah lebih maju, mereka menamakan teknologi ini sebagai sistem RITA. Sekarang kami mencoba mengembangkan sistem yang lebih efisien.
@tary: jamur lapuk putih mengekskresikan enzim ekstraseluler yang non-spesifik, di antaranya lakase. Nah, enzim2 inilah yang mendegradasi lignin. Degradasi selulosanya bisa, kalau strain jamurnya mampu memproduksi enzim selulase. tapi, sejauh yang saya tau, hanya sedikit jamur lapuk putih yang bisa ekskresi selulase dalam jumlah yang cukup banyak.
@nono: prosesnya adalah dengan cara imersi. detailnya mungkin nanti jadi artikel baru lagi. Keberhasilannya mendekati 100%.
@Jony: dari hasil uji COD kami, limbah tekstil yang didegradasi dengan jamur lapuk putih ini, COD-nya turun dari sekitar 1000 menjadi 100-an. Cukup signifikan bukan? Namun, sayangnya, aplikasi teknologi ini untuk skala gede belum bisa dipublikasikan, karena masih tahap penelitian lebih lanjut. Saya sih, tidak tahu lagi teknik pengolahan lain yang ramah lingkungan sekaligus murah. Adanya juga yang mahal, dan warnanya tidak diolah (jadi, limbah keluaran treatmentnya masih berwarna).
Semoga berkenan.
hanifa
May 12th, 2008
siang….
Aq hanifa tekkim, tlg kasi tw kerakter zat pewarna tekstil yang gimana yang dapat didegradasi oleh jamur pelapuk putih itu? and kLo sinergi antara pelapuk putih Vs Zeolit itu bagus g??? kan penghilang warna plus penjernih.
makasi…
mohon bantuannya..!!
andri
Jun 13th, 2008
siang….
aku andri kimia, aku pengen tau cara kerja dari mulai pembiakan jamur dan aplikasinya ke limbahnya…tolong dijelasin ya..
terima kasih..
mohon bantuannya ya…
Shinx
Oct 10th, 2008
akk mw tanya,,
gmna cara mengolah limbah tektil pake jamur ny ini??
bsa tlg jelasin secara rinci g??
dimana akk bisa baca informasi mengenai teknik pengolahan limbah tektil pake jamur ini? ada yg tw almat websitenya g?
trus berapa persen keefektifan pake jamur kalo dibandingkan pake EM ato pake koagulation??
ADA G DAMPAK BURUKnya??
thanX – shinX-
shinX
Oct 14th, 2008
ak mw tany bagaimana cara mengolah jamur lapuk putih bwat limbah dari tahap aawaal sampai tahap akhir (sampai warna limbah kembali bersih).
apakah ad efek sampingny??
dmana ak bsa mendapatkan artikel tentang jamur lapuk putih??
thanx
SHINX
ian
Oct 16th, 2008
mw tanya niy, tuh mekanisme penurunan warna dengan jamur lapuk gmn? pembiakan jamurnya jg gmn? n ntar jamurnya di apakan, maksudnya cm dibiarin gt aja, ato diekstrak dulu, ato dibuat seperti media adsorpsi gt? mhn dijawab
thanx sebelumnya…
wawan
Mar 4th, 2009
salam kenal ya..
ada yang punya literatur tentang ketiga jamur di atas gak? kalo punya kirim ke emailku y? bowo.tomagochi@gmail.com. aku tertarik dengan artikel tersebut. sapa tau bisa dikembangkan lebih jauh…
wawan
Mar 4th, 2009
serta metode metode yang digunakan….. meliputi langkah langkah percobaan dalam penghilangan zat warna tersebut dengan menggunakan jamur lapuk putih. tolong dikirim ke emailku y? thx before… (bowo.tomagochi@gmail.com)
Leave a Comment