Katalis dan Produksinya di Indonesia
Katalis? Mungkin istilah yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga teman-teman. Bahkan sejak di bangku SMA dulu, bapak dan ibu guru kimia kita telah memperkenalkan istilah ini kepada kita. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi teman-teman untuk tidak kenal sama yang namanya katalis, terutama mahasiswa Teknik Kimia!! Hehehe…
Katalis hampir selalu ada di dalam reaktor industri.. Senyawa tambahan yang berjumlah amat sedikit bila dibandingkan laju alir reaktan dan produk, namun membawa dampak sedemikian besar terhadap karakteristik produk baik secara kualitas dan kuantitas.. Bagaimana ya produksi katalis di Indonesia? Dari sekian banyak pabrik kimia yang ada, berapa persen ya kira-kira pabrik yang menggunakan katalis produksi nasional?? Tapi sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita menyegarkan pikiran kita tentang apa katalis itu sebenarnya.. Untuk teman-teman yang sudah expert, harap bersabar.. banyak pembaca kita yang bahkan baru memulai semester pertamanya di jurusan Teknik Kimia.. Hehehe..
Definisi
Hmmm… teman-teman ingat tidak? Dulu waktu SMA guru kita pernah menerangkan definisi katalis: zat yang mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi. Nahh berhubung kita sekarang sudah mahasiswa, ada baiknya definisi tersebut kita perbaiki karena pada dasarnya definisi tersebut kurang tepat. Definisi yang lebih tepat ialah zat yang dapat mempercepat reaksi tanpa ikut terkonsumsi oleh keseluruhan reaksi. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya katalis justru HARUS ikut bereaksi dengan reaktan untuk membentuk suatu zat antara yang aktif. Zat antara ini kemudian bereaksi dengan molekul reaktan yang lain menghasilkan produk. Pada akhirnya, produk kemudian terlepas dari permukaan katalis. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh berikut :
Reaksi A + B -> D hendak dilakukan dengan menggunakan C sebagai katalis. Mekanisme reaksi yang terjadi ialah:
| A + C | -> | AC | (1) |
| B + AC | -> | ABC | (2) |
| ABC | -> | CD | (3) |
| CD | -> | C + D | (4) |
| A + B | -> | D | (total) |
Penggolongan dan Struktur Katalis
Berdasarkan fasanya, katalis bisa digolongkan menjadi 2 yaitu katalis heterogen (fasa katalis tidak sama dengan campuran reaksi) dan homogen (fasa katalis sama dengan campuran reaksi). Namun, katalis heterogen lebih disukai karena proses pemisahan katalis dan hasil-hasil reaksi lebih mudah untuk dilakukan. Suatu katalis padat terdiri dari 3 komponen utama, yaitu (1) fasa aktif, (2) penyangga, dan (3) promotor. Fasa aktif berfungsi untuk mempercepat dan mengarahkan reaksi, peyangga berfungsi untuk memberikan luas permukaan yang lebih besar bagi fasa aktif, dan promotor berfungsi untuk meningkatkan kinerja katalis. Fasa aktif dari katalis bisa menjadi tidak aktif (terdeaktivasi) karena beberapa sebab seperti kehadiran CO, CO2, dan senyawa-senyawa sulfur serta temperatur operasi yang terlalu tinggi.
Cara Kerja dan Sifat-sifat Katalis
Sebelum membahas bagaimana cara kerja dari katalis, ada baiknya kita mengetahui syarat-syarat yang diperlukan agar reaksi dapat berlangsung. Syarat berlangsungnya reaksi ialah (1) Terjadi kontak (tumbukan) dengan orientasi yang tepat, dan (2) disertai dengan energi yang cukup (melebihi energi aktivasi reaksi). Dengan adanya katalis, kedua syarat di atas dapat terkomodasi dengan baik. Katalis dapat “mengantarkan” reaktan melalui jalan baru yang lebih mudah untuk berubah menjadi produk. Jalan baru yang dimaksud yaitu jalan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Keberadaan katalis juga dapat meningkatkan jumlah tumbukan dengan orientasi yang tepat. Hal itu disebabkan molekul-molekul reaktan akan teradsorp pada permukaan aktif katalis sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan antar molekul-molekul reaktan akan semakin besar. Selain itu, ketepatan orientasi tumbukan pun akan semakin meningkat.Katalis memiliki beberapa sifat-sifat tertentu, yang pertama ialah katalis tidak mengubah kesetimbangan dan katalis hanya berpengaruh pada sifat kinetik seperti mekanisme reaksi. Oleh karena itu, sebagus apa pun katalis yang digunakan, konversi yang dihasilkan tidak akan melebihi konversi kesetimbangan. Selain itu, katalis juga bersifat spesifik, satu katalis hanya sesuai untuk satu jenis reaksi saja. Dan bagaimana efek penggunaan katalis terhadap keseluruhan reaksi? Sebagai gambaran, pada sintesis amonia, dibutuhkan sekitar 100 meter kubik katalis untuk menghasilkan 1500 ton amonia/hari dengan masa kerja 10 tahun.
Katalis di Indonesia
Nah.. dari definisi dan cara kerja di atas, teman-teman semua pasti sudah memiliki gambaran yang cukup tentang bagaimana pentingnya penggunaan katalis dalam sebuah reaktor industri. Bayangkan saja, tanpa katalis suatu reaksi dapat menjadi 1.000.000 kali lebih lambat dalam menghasilkan produk. Salah satu pabrik katalis yang ada di Indonesia ialah pabrik di Kawasan Industri Kujang Cikampek dengan kapasitas produksi 1.100 ton/tahun. Pengelola pabrik ini adalah P.T. Kujang Süd-Chemie Catalysts, yaitu sebuah perusahaan patungan PT. Pupuk Kujang dengan Süd-Chemie Jepang dan Jerman. Namun untuk memberi gambaran tentang bagaimana keadaan industri katalis di Indonesia, berikut ini sedikit kutipan dari Harian Umum Kompas:
Meski peneliti di perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia berhasil mengembangkan teknologi katalis yang bernilai ekonomi, belum ada industri yang berminat memproduksi hasil inovasi itu. Hal ini, antara lain, disebabkan produksi katalis tidak menjanjikan skala produksi dan keuntungan yang tinggi. Akibatnya, hampir seluruh kebutuhan tersebut diimpor dan sebagian kecil diproduksi di Indonesia dengan lisensi dari luar negeri. Sejauh ini, pengembangan katalis belum menjadi perhatian secara terpadu dari pemerintah, industri, dan lembaga penelitian.
Hal tersebut disampaikan Ketua Masyarakat Katalis Indonesia (MKI) Dr. Subagjo dalam Simposium dan Kongres I Teknologi Katalis Indonesia 2005 di Serpong, Banten. Kongres terakhir MKI diselenggarakan di Universitas Diponegoro pada tahun 2006 lalu dan kongres ketiga akan diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada tahun ini.
Bagaimana pendapat teman-teman mendengar keadaan tersebut? Cukup disayangkan bukan? Seluruh kebutuhan katalis diimpor dan hanya sebagian kecil yang diproduksi di Indonesia.. Itupun dengan lisensi dari luar negeri.. Yang artinya katalis tersebut diproduksi oleh pabrik tertentu dengan komposisi, kondisi operasi, dan resep-resep lainnya yang sudah dipatenkan dan kita harus membayar sekian rupiah kepada negara luar untuk setiap katalis yang dihasilkan. Padahal, pada dasarnya Indonesia memiliki sumber daya dan teknologi yang cukup untuk memproduksi katalis sendiri. Dan apa kira-kira penyebab industri Indonesia tidak bisa menjanjikan kebutuhan katalis dalam skala yang besar? Bukankah setiap industri di Indonesia membutuhkan katalis dalam tiap reaktornya? Apakah kualitas katalis Indonesia masih kurang baik dibandingkan kualitas buatan luar negeri? Ataukah memang pada dasarnya industri Indonesia lebih yakin akan kualitas katalis buatan luar negeri dibandingkan dengan katalis buatan Indonesia??
Tapi untungnya, masyarakat katalis Indonesia cukup peka terhadap keadaan tersebut dan beberapa gerakan telah dilakukan untuk menginisiasi pengembangan katalis mandiri yang berkualitas buatan Indonesia.
Berikut ini kutipan lain dari Harian Kompas:
Lebih dari itu, beberapa institusi anggota MKI, ujar peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr Hery Haerudin, telah melaksanakan pengembangan katalis dan teknologi pemprosesnya. Di antaranya hydrotreating minyak mentah untuk menghilangkan pengotor; katalis asam padat dengan memanfaatkan tanah liat untuk memproduksi bio-diesel atau bahkan biogasoline, pengembangan katalis proses produksi hidrogen untuk fuel cell, serta pengembangan katalis perengkahan minyak berat.
Semoga teman-teman sedikit tersadarkan akan pentingnya suatu senyawa (atau campuran senyawa) bernama katalis yang secara kuantitas amatlah kecil bila dibandingkan dengan volume produksi pabrik, namun memegang peranan yang sedemikian pentingnya dalam industri. Bahkan minyak bumi sekalipun, yang diheboh-hebohkan dan diperebutkan oleh negara-negara di dunia, tetap membutuhkan katalis-katalis dalam rangkaian pemrosesannya sebelum akhirnya dapat kita nikmati sebagai bahan bakar untuk rumah tangga dan kendaraan pribadi kita. Dan bukan salah industri Indonesia apabila mereka lebih mempercayai kualitas katalis luar negeri ketimbang katalis buatan sendiri. Mungkin memang pada dasarnya mereka jauh lebih baik dari kita. Atau mungkin mahasiswa dan peneliti Indonesia yang masih kurang sadar akan pentingnya katalis berkualitas buatan negeri sendiri. Dan sepertinya, sudah menjadi tugas kita sebagai mahasiswa untuk memajukan kualitas katalis buatan Indonesia agar terpercaya dan terjamin performa dan reliability-nya.
Ayo majukan produksi katalis Indonesia!
Sumber: Harian Umum Kompas, Situs Masyarakat Katalis Indonesia


(4 votes, 4.75/5)
sedikit info…
pada tahun 2006 GLobal market for energy and environmental catalysts mencapai $12,2 miliar…
pasar ini diperkirakan akan mencapai $13 miliar di tahun 2007 dan $18,5 miliar di tahun 2012 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 7,4%…
nampaknya nilai sebesar itu bukan market yg bisa dibilang kecil juga sih,,
mungkin gak sih masalahnya karena emang pabrik2 di Indonesia banyak yg blm mau pake katalis dari Indonesia??
lagipula sepertinya (lagi-lagi) pemerintah juga kurang merhatiin perkembangan industri katalis di Indonesia sih…
Indonesia ooh Indonesia…
hehehe…
CMIIW
Katalis memang sesuatu yang amat sangat berperan penting dalam reaksi kimia. Bahkan reaksi N2 dan H2 yang legendaris itu untuk membuat 2NH3 sangat dibantu oleh katalis (salah satunya besi). Bagaimana tidak, molekul sekuat N2 bisa putus menjadi atom gara-gara permukaan besi yang mampu menarik N dan akhirnya N bereaksi dengan H dan membentuk molekul NH3, sebuah molekul yang bisa membantu jutaan petani dalam hal pupuk. Katalis memang sebuah keajaiban dalam industri kimia. Sayangnya di Indonesia masih banyak faktor penghambat produksi katalis. Padahal sumber daya alam yang dimiliki indonesia sangat melimpah dalam hal ketersediaan sumber katalis.
@ertanto vetra: iya vet.. emang kayanya pemerintah masih belum terlalu aware ama produksi katalis sendiri.. dan kayanya industri emang lebih percaya buatan luar.. makanya tugas kita nih sebagai mahasiswa untuk meneliti katalis lebih baik lagi.. hehehe.. raney-nikel huh? ditunggu artikelnya vet.. hehehe..
@(another) wahyu hidayat the comment poster: bener banget.. sumber daya alam melimpah dan sumber daya manusia juga sepertinya cukup.. semoga Indonesia dapat lebih baik lagi.
@both of you wahyu hidayat the author and the comment poster: what a wonderful name you both have.. Hahahahaha.. nama pasaran.. peace..
Buat Ertanto: hmmm… abis susah juga sih, kualitasnya tuh jauh bangett ama katalis yang dari luar, kya di pusri 4 misalnya, kan pake katalis dari KUC (Kujang United Catalyst) buat HTSC nya, tapi baru setaun aja tuh dah bermasalah, konversi CO nya dah turun bgt gt… hehehe, semoga untuk ke depannya pemerintah lebih merhatiin perkembangan katalis di indonesia…
Buat Wahyu: Lho? ko ada wahyu hidayat lagi? hahahahaha… salam kenal dehh
Buat Jubel: Justru karena namanya bagus makanya banyak yg pake, weeeee…
ini kok jd ajang narsis author gini…
hahaha….
piss ah
Raney Nickelnya ditunggu deh…
btw itupun Raney Nickelnya masih datengin dari luar sih soalnya itu udah merek dagangnya Grace Davison…
kalo mo bikin susah banget bo…
kita cm neliti efek penambahan promotor Sn aja…
hehehe…
Sebuah info yang menarik dan paling tidak dapat memberikan ’sesuatu’ untuk berbuat lebih bagi kita yg berprofesi sebagai insinyur teknik kimia.. Memang tidak hanya benda yg satu ini kita impor, gula aja yg sehari2 kita konsumsi msh impor, beras juga.. Kasian jg bangsa kita ini, tpi marilah kita selalu berinovasi utk membuat Indonesia ini maju (ckckk,,msh idealis nee).
Satu lagi meskipun konversi ud tinggi tp suhunya msh blom ngebuat kita puas krn msh di atas 200 oC. Rencananya kan nih unit bakal digabung ma mesin fuel cellnya di kendaraan bermotor jadi plg ga suhunya di bwh 180oC-an lah (mnurut refrensi ad yg bilang krg lbh 140-an oC). Maka dari itu terus menerus dikembangkan sampai memuaskann.
Keep up da good work, guys! Hope u can make better CuZnAl, make tambahan zat lain gpp deh mao CuZnAlZr ato yg laen serah.. Dan yg plg ptg cpt lulus, bosen tau ke lab terus (ampun pakk dan buu) hahahhaa… GBU!
Anak Tekkim ‘04 ITS Surabaya numpang lewat n numpang nampang doeloe ye.
btw gw maw nanya kesemuanya
gw pernah ikut Seminar Nasional Katalis Indonesia ke-1 di UI bareng pak Bagyo
Di seminar itu gw liat aplikasi katalis lebih ke arah penelitian daripada ke arah Industri
waktu gw nanya ke pak Bagyo kenapa begitu: karena Industri belum bisa percaya sama teknologi dalam negeri terus teknologi kita emang ketinggalan
waktu itu gw kagum liat peneliti malaysia yang nyoba 800 kombinasi dari katalis untuk buat biodiesel dalam waktu singkat karena dia punya peralatan yang super duper mahall (10 juta US$ kalo gak salah)
kalo dibandingin sama kita yang membuat 1 kombinasi katalis aja lama banget (untuk coating terus nyoba katalisnya di reaktor laboratorium yang kondisinya juga ‘memprihatinkan’
kalo menurut gw sih prospek Industri Katalis di Indonesia masih jauh banget
iya gak sih?
Katalis di Indonesia masi banyak fokus untuk Ammonia Plant & Hydogen Plant, untuk yang lain masih banyak impor.
btw, aq yu2n yg skg ge pnlitian tntang biodiesel dr cpo
Aq mhsswi MIPA kimia Univ Riau.
Aq mo nanya ksmuanya, bleh kan… ^_^
gmn sich sbnarnya prinsip krja dari katalis dalam pembuatan biodiesel?
gmna cr si katalis dalam mempercepat reaksi (daya adsorbsinya).
dalam pembuatan biodiesel,aq mnggunakan katalis heterogen CaO yang aq kalsinasi dengan berbagai variasi suhu yaitu dari 700-1100 oC.
dari pnlitian yang aq lakukan, didapat suhu yang paling bgus untuk menghsilkan biodiesel optimum yaitu pd suhu 900 oC. nmun aq msih bngung dalam membuat pmbhasan di makalah hasil, knpa suhu 900 yang pling bgus??? knpa dibawah ato di ats suhu tsb hsil biodiesel nya sedikit. Kira2 Knpa Ya frenzzzz????
bgi tman2 yang bs bantu aq, aq ucapin mksih bget2.
tman2 bs ksih uneg2 to bantu aq di yu2n_bget@yahoo.com
Plizzzzzzzzz bntu aq..
makaci banyak ya friends…
Aq mahasiswi kIMIA’04 UGM,
Masih penelitian di dunia material,
kebetulan TA-Q ttg hydrocracking yg tentunya g lepas dr peran sang Katalis,
he..he…g sengaja pas browsing2 nemu ni situs,
asik juga buat diskusi…Sharing iLmu…
saLam knaL dulu yach…^_^V
hai.. aq masih kuliah di tkim_upn jogja. ga sengaja ne dapet webs ini juga.
kebetulan aku juga baru ngerjain TA tentang pembuatan alumina aktif dengan proses bayer.. ada yang bisa bantuin kaga ya… please.. referensi di kampus kurang neh…
salam kenal dulu yach…..asyik kayaknya gabung ma situs ini. ya, negara kita ada kesenjangan dalam industri.contohnya saja di marakkannya biodisel padahal untuk bikin biodisel juga memerlukan katalis.sedangkan kita masih impor katalis dari luar.waduh,,,,,,,kacau juga tuh………..
haiii..
salam kenal…
sy winda tekim unpar bandung angk’05..
mo curhat nih…
kn sy lg ngegarap proposal penelitian ttg spent catalyst,, jd critanya mo ngambil alumina dr spent catalyst itu pake asam.. waduh bingung bgt gw…
kl ad yg bs ngasi tau referensi ato info2 laen akan sangat membantu sekaliii…
kirimin aj ke: da_cheperz@yahoo.com.
ok2..
Salam Kenal semua…
Aku rasa kita punya potensi untuk mengembangkan katalis. mungkin belum ada aja yang niatan. contohnya untuk zeolite kita punya banyak tuh di lampung. mungkin kalo di cari banyak potensi di daerah lain.
good…. thanks for iyour information about katalis
saya mau tanya ni mas apakah ada efek dari katalisator batu bara itu sendiri
saya ingin bertanya dimana ada jual zeolit sebagai katalis untuk pembuatan biodisel
saya sangat membutuhkannya
saya tunggu infonya
no. hp saya 06177640503
sebelumnya terima kasih
Leave your comment!
More articles from this category:
More articles from this author:
Quotes of the Day »
"Scientists investigate that which already is; Engineers create that which has never been."
Artikel Terbaru »
Teknologi Gas-To-Liquid (GTL)
Research Project of the University of Maastricht
CHE Softwares: Free, Demo, and Sharewares
CHE Around Us: Refrigerators
Event: Engineer’s Week (Pekan Insinyur)
Biogasification of Lignite Coal
Gasifikasi Batubara dengan Unggun Terfluidakan
Pembakaran Batubara dengan O2/CO2
IGCC: Major IGCC Sections (2)
IGCC: Technology Overview (1)
Komentar Terbaru »
Dasar-Dasar Pompa Sentrifugal (Bagian 1) (24)
Indonesia dan Global Warming (21)
Bingung Memahami Software Teknik Kimia? (15)
Abu Terbang Batubara Sebagai Adsorben (7)
Distilasi Campuran Biner (32)
Teknologi Gas-To-Liquid (GTL) (9)
Majari at Flickr »
Topik Populer »
biodiesel biomass biotechnology business catalyst chemistry coal consultant energy equipments Event food fuel cell geothermal global warming green Indonesia life materials membrane nanotechnology oil and gas press release process control process design products reaction safety separation software students universities waste treatmentWeb Links
University Links
Arsip »
Majari Networks
Browse categories
Most Popular
Most Discussed
Most Emailed