Engineers in a consultant company?
by Birru Pagi Lucha on 02/11/07 at 12:07 am | 16 Comments | Print article | Email article
Konsultan keuangan adalah salah satu profesi yang sedang booming di era perekonomian yang sedang bertumbuh seperti saat ini. Profesi konsultan cukup populer di kalangan MBA dan lulusan (freshgrads) karena gaji dan fasilitas yang baik, kesempatan untuk travelling ke seluruh penjuru dunia, dan gengsi/prestise atas profesi itu sendiri. Makanya tak perlu heran jika label ‘financial consultant’ sering disalahgunakan atau digunakan untuk menjebak lulusan/MBA yang mencari pekerjaan.
Salah satu karakter khas dari profesi ini adalah competitiveness yang begitu rapat dan intens. Akan tetapi, ketika teman-teman sudah mendapatkan jabatan tersebut, teman-teman akan memiliki kesempatan yang sangat luas untuk bergaul dengan manajer puncak perusahaan-perusahaan mulitnasional. Teman-teman akan berkesempatan melakukan perjalanan dari ujung dunia yang satu ke ujung dunia yang lain. Yang lebih menyenangkan lagi, Anda akan “bekerja” dengan isu-isu bisnis terkini seperti high-level strategy, integration, alliances, dan seterusnya.
Konsep kerja perusahaan konsultan tuh gimana sih?
Jasa konsultasi adalah memberikan advice kepada klien dengan imbalan sejumlah fee tertentu. Klien mereka adalah perusahaan yang membutuhkan advice dan skill yang dimiliki oleh konsultan atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Perusahaan klien biasanya membutuhkan expertise dan perspektif outsider yang dimiliki oleh konsultan.
Beberapa perusahaan konsultan memiliki spesialisasi tertentu. Ada yang berkonsentrasi pada bidang pemasaran atau teknologi informasi. Ada pula yang memfokuskan diri hanya pada industri perbankan dan jasa keuangan. Sebagian konsultan menyasar pada pucuk pimpinan pemerintahan saja. Beberapa konsultan hanya memiliki dua orang staff saja. Tetapi beberapa yang lain bisa memiliki ratusan karyawan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Namun, satu hal yang pasti, konsultan adalah problem-solver. The only product to offer is the ability to make problems go away.
Beberapa Fakta tentang Konsultan
- Pendapatan. Boleh dikata, gaji seorang konsultan sangat besar, terutama di negara-negara maju dengan membawa bendera consulting firm ternama. Akan tetapi, gaji sebesar itu bukanlah easy money. Kita dituntut untuk workaholic. Dalam beberapa kasus, kita harus bekerja sampai 20 jam per hari dan dipaksa melakukan perjalanan serta berpisah dari anak istri.
- Glamor. Walaupun memiliki prestis dan gengsi yang cukup tinggi, konsultan tidak selalu exciting dan high profile. Kita tidak selalu akan bertemu dan berdiskusi dengan CEO sebuah perusahaan. Kita juga nggak selalu tinggal di kota-kota besar dunia dan menginap di hotel berbintang empat. Ada kalanya kita harus terjun di pedalaman Kalimantan karena perusahaan memiliki instalasi pengolahan kelapa sawit di sana. Ada kalanya kita harus nongkrong berjam-jam di pabrik yang penuh dengan asap dan kotor. Ada kalanya kita bahkan hanya berinteraksi dengan karyawan tingkat bawah, bukan dengan direktur/manajer puncak.
- Implementasi. Konsultan mungkin digambarkan sebagai seorang analis yang memberi nasihat lalu dibayar. Selesai. Sayangnya, dalam banyak kasus, menembak masalah klien adalah sebagian kecil dari pekerjaan yang harus dituntaskan. It isn’t just about knowing what’s wrong. It’s about figuring out how to make it right. Konsultan harus memastikan bahwa solusi yang diberikan layak untuk diimplementasikan. Dan sungguh, ini bukan merupakan pekerjaan yang remeh.
- Prestis. Tak bisa dipungkiri bahwa profesi konsultan adalah dambaan, terutama diantara para MBA. Sayangnya, konsultan lebih banyak bekerja di belakang layar. Nama seorang konsultan sangat jarang dipublikasikan di surat kabar atau majalah bisnis terkemuka. Ketika perusahaan sukses melakukan implementasi, nama konsultan juga tidak akan disebutkan. Orang-orang kebanyakan pada umumnya juga tidak akan pernah “mendengar” nama perusahaan Anda.
A: Kamu kerja dimana?
B: McKinsey.
A: Semacam restoran fast-food kah?
B: Bukan, itu McDonald’s. Ini McKinsey.
A: Perusahaan apa tuh?
Secara umum, apa saja yang dikerjakan oleh sebuah perusahaan konsultan?
Walaupun tiap perusahaan konsultan memiliki metode yang berbeda dalam bekerja, secara umum, konsultan melakukan pekerjaan seperti pitching, riset, analisis, dan report writing. Siklus tersebut berjalan terus menerus dan berulang.
- Pitching. Intinya adalah menjual dan menawarkan jasa. Kegiatan ini bisa berupa menyiapkan dokumen dan meriset klien yang prospektif, menulis proposal, atau melakukan presentasi (sales pitch) kepada calon klien.
- Research. Menjalankan riset sekunder terhadap klien dan industri terkait dengan menggunakan sumberdaya internal maupun sumber-sumber luar. Melakukan interview mengenai kebutuhan klien dan mendapatkan pemahaman mengenai proses bisnis perusahaan. Memfasilitasi group discussion tentang isu bisnis yang dihadapi perusahaan klien.
- Analisis. Membuat permodelan dalam Excel atau menggunakan permodelan keuangan lainnya. Melakukan analisis dari data yang telah diperoleh dan model yang telah disusun. Membantu menyusun rekomendasi yang diperlukan.
- Reporting. Menyiapkan presentasi final (biasa disebut “deck“) dalam slide PowerPoint. Membantu klien dan menunjukkan temuan serta rekomendasi yang telah dibuat.
- Implementasi. Berperan sebagai project manager yang memastikan jalannya implementasi secara benar dalam setiap fase. Melakukan eksekusi dalam integrasi sistem dan menguji sistem yang direkomendasikan (untuk IT consulting firm). Melakukan dokumentasi dan finalisasi setelah project terselesaikan.
- Administrasi. Bekerja dalam tim riset internal perusahaan ketika tidak sedang terlibat dalam project. Mengisi form untuk time tracking dan expense reports. Menulis publikasi atau hasil temuan dalam buku/jurnal.
Di antara tahapan-tahapan tersebut, fase analisis adalah bagian yang paling menarik sekaligus paling sedikit memakan waktu. Tahap-tahap awal biasanya menuntut konsultan untuk bertemu klien atau menghadiri meeting secara intensif. Seiring dengan persaingan yang kian ketat, konsultan juga semakin banyak menghabiskan waktu dan sumberdaya mereka untuk melakukan kegiatan marketing.
It’s not easy to sell your expensive services to companies who don’t think they need your help. To make matter worse, your pay and job security will depend on your ability to make those sales.
Apa saja karakter inti yang dimiliki oleh seseorang yang bekerja di perusahaan konsultan?
- Bekerja bagus dalam tim. Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsultan bekerja tidak sendirian. Proses brainstorming juga jelas melibatkan peer kita. Kita bahkan harus bekerja bersama dengan staf internal dari perusahaan klien. Jelas, profesi ini bukan ditujukan bagi mereka yang senang bekerja sendirian dalam lingkungan yang tertutup.
- Multi tasking. Ibaratnya sistem operasi (Windows, Mac, Linux, UNIX, BSD), konsultan dituntut untuk menyelesaikan berbagai assignment secara simultan. Karenanya diperlukan organizational skills dan good sense dalam menyusun prioritas. Di satu sisi kita disibukkan dengan aktivitas yang padat, tetapi di sisi lain kita juga dituntut untuk bisa menjaga keseimbangan dengan kehidupan pribadi kita.
- Comfortable with quant/math. Konsultan selayaknya bisa berpikir kreatif “outside the box” di satu sisi, tetapi juga harus speak by data pada sisi yang lain. Karenanya, pengetahuan akan matematika dan perhitungan kuantitatif mutlak diperlukan. Konsultan juga harus familiar dengan software aplikasi seperti spreadsheet atau statistik.
- Love school. Konsultan, umumnya, memiliki nilai bagus dalam sekolahnya. Konsultan juga harus memiliki kecintaan pada pengetahuan dan riset terkini. Seorang konsultan harus mau rajin membaca buku, jurnal, menghadiri seminar/workshop, dan mengikuti perkembangan terbaru. Hal ini akan melengkapi amunisi konsultan tersebut dalam menangani masalah klien yang kian rumit dan berkembang.
- Friendship. Anda tidak harus 100% extrovert. Akan tetapi, kemampuan bergaul, baik dengan sesama peer maupun dengan klien, adalah wajib. Komunikasi, kemampuan presentasi, kemampuan menyampaikan pendapat, dan mempengaruhi orang lain adalah skill set yang mutlak diperlukan.
- Workaholic. Umumnya konsultan bekerja sampai 80 jam per minggu ketika dihadapkan pada suatu project. Jasa konsultasi memang pekerjaan berat yang membutuhkan otak dan stamina. Jelas diperlukan komitmen, kesungguhan, dan berani berkata tidak bagi kemalasan.
- Willing to travel. Konsultan biasanya sering melakukan perjalanan luar kota atau luar negeri. Karenanya, kemampuan dan pengetahuan akan bahasa/budaya/geografi daerah setempat multak diperlukan. Konsultan jelas dituntut untuk piawai dalam urusan packing, tidak phobia pada penerbangan/perjalanan jauh, dan “keberanian” untuk jauh dari anak/istri/keluarga.
Siapa saja pengguna jasa konsultan?
Di era persaingan bisnis yang sangat ketat, perusahaan dituntut untuk tetap kompetitif. Oleh karenanya, konsultan biasa di-hire untuk memberikan second opinion dan outsider perspective. Perusahaan juga sadar bahwa mereka tidaklah sempurna dalam segalanya. Ketika mereka menyadari bahwa mereka lemah dalam penjualan, saat itu juga mereka memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan pemasaran.
alam beberapa kasus, konsultan bisa di-hire untuk (maaf) alasan politis. Misalnya pemerintah ingin membangun instalasi nuklir di suatu daerah. Untuk mendapatkan dukungan, persetujuan pencairan dana, dan meredam teriakan LSM, konsultan bisa direkrut dan dimanfaatkan jasanya. Tak jarang, tanpa adanya keterlibatan konsultan, surat tidak akan ditandatangani dan dana tidak bisa dicairkan. Saking kentalnya urusan politis ini, di Amerika ada pemeo yang sangat terkenal, “no one ever got fired for hiring McKinsey“.
Tak hanya pemerintah, perusahaan juga biasa memanfaatkan kepentingan politis ini. Misalnya perusahaan ingin melakukan pengurangan tenaga kerja, mereka kemudian meminta rekomendasi konsultan. Ketika dilakukan pemutusan hubungan kerja, mereka “mengatasnamakan” rekomendasi dari konsultan tersebut sebagai kambing hitam.
Walau demikian, perlu dicatat pula bahwa tidak selalu rekomendasi yang diberikan akan benar-benar sepenuhnya diimplementasikan. Selain unsur politis, bureaucratic inertia juga berperan besar dalam hal ini.
Jenis-jenis konsultan
Ketika Anda ingin bergabung dengan sebuah perusahan konsultan atau bermaksud menggunakan jasa konsultan, sedikit pengetahuan tentang konsultan yang bersangkutan adalah perlu. Konsultan kini semakin specialized pada bidang/isu tertentu.
Terkait dengan metodologi dalam menyelesaikan project, tiap konsultan juga memiliki pendekatan yang berbeda. McKinsey dan Booz Allen Hamilton, misalnya, mengumpulkan associate dan analis mereka secara keroyokan. Sebaliknya, BCG cenderung memberikan hingga 5 assignment untuk tiap staffnya. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada proses kerja dan penggajian/billing mereka.
Perusahaan jasa konsultan bisa dibedakan dalam beberapa kategori berikut ini. Sebuah perusahaan/konsultan bisa saja blend antara satu kategori dengan kategori yang lain. Dalam beberapa kasus, perusahaan klien bisa saja meng-hire satu konsultan untuk formulasi strategi, dan meng-hire konsultan lain untuk tahap implementasi.
- Strategy Consulting. Kata kuncinya adalah membantu eksekutif senior untuk memahami dan menghadapi tantangan strategis perusahaan mereka. Biasanya, konsultan ini bekerja bersama manajemen senior dalam merumuskan strategi dan rencana jangka panjang. Beberapa hanya memberikan rekomendasi dan melakukan presentasi, akan tetapi, sebagian yang lain juga dituntut untuk stick around selama proses implementasi. Beberapa konsultan besar yang fokus di bidang ini antara lain: Bain & Company, Boston Consulting Group (BCG), dan McKinsey & Company.
- Operations Consulting. Kalau perusahaan Anda ingin menentukan bagaimana restoran Anda melakukan penghematan bumbu dan bahan baku tanpa merubah menu, atau perusahaan Anda ingin memperbarui proses pembelian dan rantai pasokan dari pabrikan, maka Anda membutuhkan konsultan operasi. Konsultan ini memiliki ciri khas generally assist in assuring implementation of their suggestions. Konsultan ini berfokus pada proses internal klien seperti distribusi, produksi, order fulfillment, atau customer service. Contoh konsultan jenis ini antara lain: Accenture, Cap Gemini Ernst & Young, dan Deloitte Consulting.
- Human Resources (HR) Consulting. Adalah konsultan yang memfokuskan diri pada upaya-upaya untuk memaksimumkan value SDM perusahaan dengan menempatkan the right people with the right skills in the right roles. Hal ini disadari mengingat kini perusahaan banyak berinvestasi pada human capital dan berharap banyak dari investasi tersebut. Keterlibatan konsultan ini bisa dimulai sejak proses rekrutmen, melakukan training dan development, memberkan jasa konseling, menyusun benefit’s package dan compensation sttructure, membangun kultur dan komunikasi dalam perusahaan, dan sebagainya. Beberapa contoh konsultan bidang ini seperti Hewitt Associates, Towers Perrin, Watson Wyatt Worldwide, dan Mercer HR Consulting.
- Information Technology (IT) Consulting. Mereka menangani permasalahan bisnis yang kental dengan isu-isu teknis dari sistem/teknologi informasi. Mereka bertanggung jawab mulai dari proses analisis, desain, hingga impelementasi sistem, untuk memastikan solusi tersebut align dengan proses bisnis mereka. Contoh task project yang ditangani oleh IT consulting firms misalnya menguji vulnerability sistem internet banking sebuah bank, instalasi dan troubleshooting modul-modul ERP, menangani konversi database pelanggan ke server berbasis Oracle, dan sebagainya. American Management Systems, Accenture, Cambridge Technology Partners, Computer Sciences Corporation, dan Electronic Data Systems (EDS) adalah contoh leading IT consulting firms.
- E-Consulting. Adalah konsultan yang concern pada permasalahan yang terkait dengan e-business dan e-commerce dalam skala yang luas. E-business biasanya me-refer pada kegiatan bisnis yang dijalankan secara online, sementara e-commerce umumnya merupakan kegiatan yang melibatkan transfer unit moneter melalui media elektronik/internet. Beberapa konsultan bidang ini antara lain Digitas, Razorfish, dan Sapient. Mereka memiliki spesialisasi mulai dari front-end design (programming, desain grafis) hingga valuasi, branding, marketing, jasa B2B, dan sebagainya.
- Boutique Consulting Firms. Umumnya fokus menurut bidang yang ditangani, walaupun tidak selalu kecil menurut ukuran atau jumlah karyawan. Konsultan ini biasanya hanya berfokus pada industri tertentu, fungsi bisnis tertentu, atau menggunakan metodologi tertentu. Perkerjaan yang ditangani pun sangat spesifik, misalkan membantu Departemen BUMN untuk menyusun struktur privatisasi dan membuka tender, melakukan turnaround sebuah perusahaan telekomunikasi yang mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut, atau melakukan process reengineering pada perusahaan otomotif dalam membuat implementasi standar bagi suppliernya. Beberapa contoh konsultan ini seperti Charles River Associates (fokus pada bidang ekonomi dan jasa litigasi), L.E.K Consulting (menangani strategi bisnis, merger dan akuisisi), atau Marakon Associates (fokus pada shareholder value methodology).
- Internal Consulting Firms. Daripada membayar konsultan outsider dengan billing rate mahal, beberapa perusahaan memilih untuk membuka unit konsultan internal. Mereka biasanya disebut “internal consulting” atau, dalam beberapa kasus, “corporate strategy” atau “strategic planning“. Misalnya sebuah perusahaan migas besar ingin meng-hire mitra kerja untuk menangani distribusi dan pemasaran unit hilir dalam jangka panjang, maka konsultan internallah yang menangani masalah semacam itu. Berbeda dengan konsultan lain, konsultan internal dibayar berdasar gaji (tetap) dan umumnya tidak memerlukan perjalanan luar kota/luar negeri secara intens. Amex mempunyai divisi yang mereka sebut sebagai American Express Strategic Planning Group. Johnson & Johnson punya divisi Decision Sciences Group. JP Morgan Chase menyebutnya JP Morgan Chase Internal Consulting Services. Cargill menyebutnya sebagai Cargill Strategy and Business Development.
Nah.. sekian artikel dari NofieIman.com yang berguna banget buat temen-temen semua yang ingin bekerja di perusahaan konsultan. Selain gajinya yang gak kalah gede dengan industri Oil and Gas, kerja di perusahaan konsultan katanya agak sedikit melupakan kepenatan perhitungan Teknik Kimia yang semrawut. Hehehe.. Interested??
Sumber: NofieIman.com


16 Comments
michaeljubel
Nov 2nd, 2007
ampunn birrr… gile2… duhh gua pengen banget nih bisa kerja di perusahaan konsultan.. pengen masuk BCG ato gak McKinsey.. hehe.. kayanya gaya gt kerja di financial consultant.. lalu setelah itu bisa disekolahin juga ke MBA USA ama perusahaan.. wahhh.. makin demen masuk sono.. Hehehe.. Btw gua mo bikin company profilenya BCG ama McKinsey ahh.. hehehe.. biar nyambung ama birru.. hehehe..
budi
Nov 2nd, 2007
wahhh salut2 buat temen2 tekim2004. websitenya bagus. keep on the good work.
oo btw met buat birru dah pake jilbab. mm..referensi bagus nih buat nanti pas milih kerja.
Ratih Wulandari
Nov 2nd, 2007
Beeeeh,, gila gila gila.. super menarik ni artikelnya.. hehehehe Accenture juga termasuk perusahaan konsultan2 gt bukan sih??
michaeljubel
Nov 2nd, 2007
ya iyalah tih.. jelas2 dah dibilang di atas.. hehe.. Accenture itu termasuk IT Consultant dan Operations Consultant.. hehe.. mau kerja di consultant company tih?? Hehehe..
Ratih Wulandari
Nov 4th, 2007
eh iya iya,, kagak kebaca bel.. hehehehehehe iya2, kynya menarik tuh kerja di consultant company.. hahahaha tapi ambisi tetep pengen kerja di ‘Oil and Gas’.. huhuhu
Efrat
Nov 7th, 2007
wah wah2 emang klo udah berhubungan dengan financial pasti duitnya gede
maw jadi konsultan atawa entrepreneur even cuma untuk motivasinya aja (baca: kursus en seminar dll)
bayarnya harus 1 juta-an mmmm.. mahal siy tapi inget money when invested makes more money
sepadan dengan gaji besar loe..
risma
Nov 23rd, 2007
Kayanya ada jenis konsultan yang belum masuk di list itu yaitu konsultasi di bidang HSE (health, safety, and environment). Sesuai bidangnya, maka jasa yang ditawarkan antara lain environmental site assessment, environmental audit, evaluasi AMDAL & UKL/UPL, HAZOP/HAZID, QRA (quantitative risk analysis), FERA (fire&explosion risk analysis), Safety Case, dll. Clientnya pun sebagian besar mining, oil&gas, atau chemical company. Jenis kerjaannya juga lebih nyambung ma apa yang pernah dipelajari di kuliah kita. Enaknya kerja di konsultan adalah ketemu banyak orang, ngerjain banyak project yang beda-beda jadi bisa banyak belajar, dan tentunya travelling (asal jangan dibayangin travelling ke tempat wisata. yang ada keluar masuk remote area/offshore. hehehe…). Di Indonesia cukup banyak kok perusahaan konsultan jenis ini, baik perusahaan lokal maupun asing.
-risma TK ITB 02-
who is working as HSE consultant
pagilucha
Nov 23rd, 2007
Wah, makasiy bgt tambahan dari kak risma.. Hmm… jadi makin tertarik kerja di consultant company niyh..hhehe
vhero
Jan 18th, 2008
Nambah ilmu banget niyyyy..
ricko
May 27th, 2008
biasanya company besar mempunyai section sendiri yang mereka bilang process evaluation engineer (untuk pre-feaibility study including selection of the optimium process route). analisa ke-ekonomian bila tak dilakukan oleh company bersangkutan biasanya di berikan (divendorkan) ke EPC company yang dapat melakukan cost estimation of capital expenses. Perhitungan capital expenses dari project ini selanjutnya dianalisa oleh commercial analyst company yang bersangkutan.
Majari Administrator
May 27th, 2008
@ricko:
terima kasih banyak atas informasi yang ditambahkan. untuk itu artikel ini sudah diedit ulang agar tidak menimbulkan kerancuan di masa depan.
alex
Sep 20th, 2008
jangan lupa ada internal auditor. Konsultan yang masuk di struktur organisasi perusahaan. Nature of work , required skills, prestige, sering deal dengan Division Head, Direksi, CEO, and even the traveling parts, are prety much the same as the details that provide in this article. Bedanya client si internal auditor itu adalah unit bisnis/divisi yang ada di perusahaannya sendiri, dan tentu saja beda di gaji karena hitungannya karyawan biasa..hehehe…
Deddy
Feb 8th, 2009
Dear all,
Menurut pengamatan saya, negara yang banyak konsultan2 engineeringnya adalah Inggris, mulai dari Design, Supervision & Construction Management, Project Management, Cost Management (Quantity Surveying or Cost & Contract Engineering), sampai konsultan2 seperti McLaren, Cunningham Lansey, dll yang berhubungan agensi2 asuransinya. Ada yang mau tambahin, silahkan……….
kartika
Mar 25th, 2009
Kebetulan banyak yang suka nama Inggris. Orang amerika namanya kebanyakan inggris juga, sampai-sampai banyak juga orang indonesia yang namanya inggris.
Becanda.
Menurut saya selain inggris,USA, Jerman,bahakan belanda juga banyak punya ahlinya. Bahkannegara asia sepertijepang punya banyak.
Avina
Jun 22nd, 2009
Mau tanya nih..
Apakah bisa fresh graduate langsung bekerja sebagai Financial Consultant? ataukah perlu pengalaman beberapa tahun dibidang yang sama?
Apakah ada peluang jika background pengalaman kerja di IT ingin menjadi Financial Consultant?
Berapa standard gaji Financial Consultant untuk new comer?
Thanks..
Leave a Comment